Mutu Minyak Kayu
Putih
Dalam dunia perdagangan, minyak kayu
putih dikenal dengan nama cajeput oil yang diperoleh dari hasil penyulingan
daun kayu putih (segar).
Standar mutu minyak kayu putih
menurut EOA adalah sebagai berikut :
-
Warna : cairan yang berwarna kuning atau hijau
-
Berat jenis pada 250C : 0.908 – 0,925
-
Putaran optik : 0 – (-40)
-
Indeks refraksi 200C : 14660 – 14720
-
Kandungan sineol : 50% - 65 %
-
Minyak pelikan : negatif
-
Minyak lemak : negatif
-
Kelarutan dalam alkohol 80% : larut dalam satu volume
Untuk
mempertahankan mutunya, sebaiknya minyak kayu putih dikemas dalam drum berlapis
timah putih atau drum besi galvanis.
Kegunaan Minyak
Kayu Putih
Minyak kayu putih banyak digunakan
dalam industri farmasi. Penduduk Indonesia telah mengenal minyak
kayu putih sejak berabad-abad serta mempergunakannya sebagai obat gosok dan
obat masuk angin untuk dewasa maupun anak-anak.
Proses Produksi
dan Perbaikan Mutu Minyak Kayu Putih
Cara yang ditempuh untuk memproduksi
minyak kayu putih bisa langsung dengan menyuling daunnya saja atau dengan cara
menyuling daun kayu putih tersebut berikut ranting daunnya sepanjang lebih
kurang 20 cm dari pucuk daun. Apabila yang disuling itu berikutnya dengan
ranting daunnya, sebaiknya menggunakan perbandingan antara berat ranting
terhadap berat daun sebesar 15 %, karena ranting daun hanya mengandung 0,1 %
minyak.
Mengingat kandungan minyak atsiri di
dalam ranting daun kayu putih relatif kecil dan sekaligus lebih efisiensi
penyulingan, tentu akan lebih baik kalau yang disuling itu hanya daun-daunnya
saja. Dengan demikian jumlah daun kayu putih yang dapat disuling akan lebih
banyak.
Daun kayu putih yang akan disuling
sebaiknya masih dalam keadaan segar atau paling tidak belum lebih dari 12 jam
setelah dipanen. Apabila penyulingan daun tersebut dilakukan setelah 12 jam
kemudian (daun sudah tidak segar lagi) maka rendemen serta kualitas minyak kayu
putih yang dihasilkan akan berkurang. Kadar sineol yang merupakan komponen yang
sangat penting dalam minyak kayu putih juga akan menurun.
Sebaiknya daun kayu putih disuling
melalui penyulingan dengan uap atau penyulingan dengan air dan uap. Adapun
total rendemen minyak kayu putih yang dihasilkan berkisar antara 0,5-1,5%,
tergantung efektivitas penyulingan dan kadar minyak yang terkandung di dalam
bahan yang disuling.
Jika proses penyulingan daun kayu
putih dilakukan dengan uap dan mula-mula dipergunakan tekanan rendah (1 atm)
serta kemudian tekanan berangsur-angsur dinaikkan sampai 1,5 atm dan pada
selang setengah jam tekanan terakhir dinaikkan lagi sampai 2 atm maka untuk
keter yang berkapasitas 1000 kg daun yang akan dibutuhkan waktu penyulingan
sekitar 165 menit atau 2 jam 45 menit.
Jika proses penyulingan dilakukan
dengan uap dan air yang menggunakan tekanan tidak lebih dari 1 atm dan suhu air
kira-kira sama dengan suhu didih air (1000C) maka lama penyulingan
untuk keter berkapasitas 1000 kg akan membutuhkan waktu 4-5 jam atau 2 kali
lebih lama dibandingkan dengan penyulingan dengan uap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar