H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 21 Januari 2025

Renungan Respon Yang Benar

 

RESPON YANG BENAR 

Lukas 16 , 21 Januari 2025

Kita tahu ada dua istilah yaitu reaksi dan respon. Reaksi biasanya sering dipengaruhi oleh suatu keadaan. Orang sering cepat bereaksi atas suatu keadaan yang terjadi. Reaksi lebih spontan dan cenderung emosional tanpa berpikir panjang. Sedangkan respon lebih rasional dan terkendali. Respon dilakukan dengan perencanaan yang matang terlebih dahulu.

Dari ayat bacaan kita hari ini, Esau bereaksi atas keadaan yang dia anggap merugikan dirinya. Esau bereaksi negatif. Mari kita perhatikan di Kejadian 27:41 (TB), Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri : “Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh.” Yakub menyamar sebagai Esau untuk mengelabui (Ishak) agar mendapatkan berkat khusus dari Ishak, ayahnya. Esau marah dan bereaksi dengan merencanakan pembunuhan terhadap adiknya sendiri. Jika saja Yakub tidak melarikan diri dari Esau, kemungkinan besar Esau akan berhasil membunuh Yakub. Hal ini bisa saja akan menjadi penyesalan seumur hidup Esau. Esau akan terus dihantui rasa bersalah seumur hidupnya.

Masalah yang terjadi dalam peristiwa ini adalah berkat jasmani. Berkat yang diberikan Ishak adalah berkat dalam bentuk perkataan, bukan dalam bentuk materi atau lahiriah. Yang membuat Esau marah adalah berkat perkataan yang dia terima berbeda dengan berkat perkataan yang diterima oleh Yakub. Namun setelah waktu berlalu ternyata Esau juga mengalami kehidupan yang diberkati punya banyak ternak dan banyak hamba. Esau menjadi kaya. Ternyata setelah 20 tahun dari konflik ini terjadi, Esau telah mengampuni Yakub.

Ada banyak konflik yang terjadi berakhir dengan kehancuran karena respon yang tidak benar. Reaksi yang emosional dan respon yang kurang tepat dalam menghadapi persoalan. Yakobus 1:19-20 (TB) “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran dihadapan Allah.” Mari kita belajar berespon dengan benar terhadap situasi yang terjadi. (RJ)

 

Questions :

1. Apakah kita cepat bereaksi negatif atau berespon dengan benar ? Renungkan.

2. Bagaimanakah cara kita berespon dengan benar dalam menghadapi permasalahan ?

 

Values :

Beresponlah dengan benar saat menghadapi permasalahan hidup.

 

 

“Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri : “Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku akan kubunuh (Kejadian 27:41-TB)”

 

 

Respon yang benar menentukan kondisi kehidupan kita.







Kolose 4:5

 Slmt pg buat kita semua..


Kolose 4:5 (TB) Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 

🙏🙏🙏











Tear Your Heart Apart

 *Tear Your Heart Apart*

[Koyakkanlah Hatimu]


*Yoel 2:13,* _"Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya"._ 


Adanya frasa _"robeklah hatimu"_ menyerukan transformasi internal yang mendalam, dan bukan sekadar ekspresi pertobatan eksternal. Bahasa Ibrani.dari kata untuk "robek" adalah _"qara,"_ yang berarti merobek atau membelah. Gambaran ini kuat adanya yang menunjukkan bahwa pertobatan sejati melibatkan perubahan yang mendalam dan sepenuh hati adanya. Dimana secara historis, merobek pakaian seseorang merupakan tanda dukacita atau kesusahan, namun Tuhan menginginkan penyesalan spiritual yang lebih mendalam yang memengaruhi hati, sebagai pusat keberadaan seseorang. Lalu adanya frasa dan bukan pakaianmu, hal ini menekankan ketidakcukupan ritual lahiriah tanpa perubahan batiniah yang sejati. Memang di Israel kuno, merobek pakaian seseorang merupakan tanda umum kesedihan atau pertobatan. Akan tetapi Tuhan melalui nabi Yoel mendesak orang-orang untuk melampaui tindakan-tindakan yang dangkal. Dimana budaya Ibrani kaya dengan tindakan-tindakan simbolis, namun panggilan ini adalah untuk keaslian dalam hubungan seseorang dengan Tuhan, yang menyoroti bahwa Tuhan menghargai ketulusan di atas ritual. Ada pernyataan untuk beralih/kembalilah kepada TUHAN, Allahmu. Dan kata _"kembali"_ berasal dari bahasa Ibrani _"shuv,"_ yang berarti berbalik atau bertobat. Hal ini sebagai panggilan untuk bertobat serta memulihkan hubungan perjanjian dengan Allah. 


Frasa ini juga menggarisbawahi kesetiaan Allah yang bersifat perjanjian, yang selalu siap menerima umat-Nya untuk kembali. Realita secara historis, Israel sering kali menyimpang dari Allah, dimana panggilan ini merupakan pengingat akan belas kasihan-Nya yang kekal serta kesempatan untuk pembaruan. Dia juga sebagai yang murah hati dan penyayang, sebagai sifat-sifat Allah disorot. Bahasa Ibrani _"pemurah"_ adalah _"channun,"_ _"penyayang"_ adalah _"rachum,"_ yang menggambarkan karakter Allah sebagai pribadi yang menunjukkan kebaikan serta belas kasihan. Maka sifat-sifat ini merupakan dasar pemahaman tentang Allah dalam Perjanjian Lama, yang mencerminkan kesediaan-Nya untuk mengampuni serta memulihkan. Sehingga keyakinan akan sifat Allah ini dimaksudkan untuk mendorong pertobatan, dengan mengetahui bahwa Allah tidak semata kasar namun penuh dengan kasih dan baik hati. Kduxß1arena kasih-Nya, Dia lambat untuk marah, dalam terjemahan dari bahasa Ibrani _"erek apayim,"_  secara harfiah berarti _"panjang hidung,"_ suatu metafora untuk kesabaran. Karakteristik Allah ini merupakan tema yang berulang dalam Perjanjian Lama, yang menekankan kesabaran dan ketabahan-Nya. Maka hal ini meyakinkan umat bahwa Allah tidak cepat menghukum tetapi memberikan banyak kesempatan untuk bertobat. Jadi ada _"pengabdian yang penuh kasih,"_ dalam bahasa Ibraninya _"chesed,"_ sebagai istilah yang kaya yang mencakup kasih, kebaikan, dan kesetiaan perjanjian. _"Ched"_ Allah menjadi tema utama dalam Alkitab, yang menggambarkan kasih serta kesetiaan-Nya yang teguh kepada umat perjanjian-Nya. Adanya kelimpahan pengabdian yang penuh kasih ini merupakan sumber harapan dan dorongan bagi mereka yang kembali kepada-Nya. Maka terkesan Dia mengalah untuk tidak mengirimkan malapetaka.

Kata _"mengalah"_ dalam bahasa Ibraninya _"nacham,"_ yang dapat berarti menyesal, menghibur diri sendiri, atau mengubah pikiran seseorang. Hal ini tidak menyiratkan bahwa Allah tidak menentu, melainkan bahwa Ia tanggap terhadap pertobatan manusia. 


Sesuai konteks historis Kitab Yoel melibatkan penghakiman yang akan datang, namun kepastian ini mengungkapkan kesediaan Allah untuk menahan penghakiman sebagai tanggapan dan keinginan-Nya untuk pemulihan daripada kehancuran. Pada sisi lainnya siapa yang siap menghadapi bencana ? Biasanya bencana datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan, sehingga tidak seorangpun bisa menunda atau membatalkannya. Bencana akan menimbulkan kehancuran dan kerugian besar. Masih hangat dalam pikiran kita apa  yang terjadi beberapa hari lalu, yaitu adanya kebakaran hutan yang amat besar serta diserta angin besar di Los Angeles. Angin membawa api ke kota Los Angeles, per sekarang ada 2000an rumah terbakar, 100an ribu orang mengungsi. Hal ini sangat mengerikan, dahsyat, dan ini merupakan bencana dahsyat yang belum pernah terjadi di Los Angeles ! Bencana memang tidak memilih korbannya. Sebab itu, jikalau seseorang mendapatkan peringatan akan terjadinya bencana lalu terhindar darinya merupakan anugerah yang luar biasa. Kota Los  Angeles sebagai daerah kebanggaan Amerika Serikat. Kota itu disebut kota ratu, dan sebagai pemukiman elite. Kebakaran ini mengingatkan peristiwa kota jahat Sodom dan Gomorra yang hancur oleh api. Los Angeles disebut juga daerah ateis dan sudah sering mencandai, menghujat Tuhan Allah. Kota ini terbakar atas seijin Tuhan. Yoel sendiri memberi gambaran dahsyatnya hari kedatangan Tuhan: gelap gulita dan kelam kabut, serbuan pasukan belalang, petaka yang dapat membuat pendengarnya bergidik. Yoel juga mendorong umat untuk meratap, berkabung, dan berpuasa. Sekali lagi dalam perikop yang kita baca, seruan pertobatan kembali dinyatakan dengan lebih tegas, yakni bahwa ratapan dukacita dilakukan bukan dengan sekadar mengoyakkan pakaian melainkan mengoyakkan hati. Tentu puasa, ratapan, dan segala macam bentuk penyesalan tidak berarti apa-apa tanpa adanya perubahan hati. Seruan pertobatan bukan sebagai ancaman, bukan pula kebencian untuk merenggut sukacita. Oleh sebab itu, malang jika kita menanggapi utusan Tuhan yang menyerukan pertobatan dengan penolakan apalagi kemarahan. Tetapi sebaliknya, kita patut bersyukur Allah mengirimkan utusan yang menjembatani terbukanya berkat dan perkenan-Nya. Maka jika kita masih berkesempatan untuk terhindar dari penghukuman dosa, sehingga seruan pertobatan hendaknya membuat kita mengingat konsekuensi fatal dari dosa untuk kemudian kita sikapi dengan hikmat: mereformasi diri, melakukan pertobatan dengan sungguh. Bukan sekadar memperbaiki kelakuan melainkan juga mengubah haluan yang berakar dari sikap hati yang benar. Dalam suatu quotes dinyatakan, _"Kerohanian yang hidup adalah upaya mencari, menemukan, dan hidup akrab dengan Allah"._

 

*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*







Prakiraan Cuaca Tanggal 21 Januari Prov Kepulauan Riau

 

_*Selamat pagi dan*_

_*Selamat beraktivitas*_


Berikut kami sampaikan *Prakiraan Cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan* tanggal *21 Januari 2025* yang berlaku mulai pukul *07.00 WIB*.


🔖 *Kondisi Cuaca:*

     Pagi            : Hujan Ringan🌦️

     Siang          : Hujan Ringan🌦️

     Malam        : Hujan Ringan🌦️

     Dini Hari     : Hujan Ringan🌦️

     Ket:

     ☀ : Cerah

     ⛅ : Cerah Berawan

     ☁ : Berawan

     🌦️ : Hujan Ringan

     🌧 : Hujan Sedang - Lebat

     ⛈ : Hujan Ringan - Lebat + Petir

     

🔖 *Arah Angin Permukaan:*

        Utara 

      *Kecepatan Angin:*

        05 - 30 km/jam


🔖 *Suhu Udara:*

     🌡️ 23 - 28 °C


🔖 *Kelembapan Udara:*

     💧89 - 97 %


🔖 *Titik Panas (Hotspot)*:

      _per tanggal 21-01-2025 jam 06.00 WIB dengan_

      _tingkat kepercayaan sedang - tinggi_

      _(sumber data BMKG dan LAPAN)_

    📍 Tanjungpinang  : 0

    📍 Bintan                : 0

                                     

🔖 *Ketinggian Gelombang Signifikan:*

      Perairan Tg. Pinang:

      🌊 0.5 s/d 2.5 m      

      Perairan Batam: 

      🌊 0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Karimun: 

      🌊 0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Bintan: 

      🌊 0.5 s/d 2.5 m

      Perairan Lingga: 

      🌊  0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Anambas: 

      🌊 0.5 s/d 2.5  m

      Perairan Natuna:

      🌊 0.5 s/d 2.5  m


🔖 *Peringatan Dini:*

⚠️ Waspada potensi munculnya awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan berpotensi disertai petir dan angin kencang terutama pada pagi, siang, malam, dan dini hari.

⚠️ Wasapada gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian 2.5 meter di wilayah Perairan utara dan timur Pulau Bintan.

 

☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371














Prakiraan Cuaca Tanggal 21 Januari 2025 Prov Kepulauan Riau