H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 23 Januari 2025

Renungan Domba-Domba Yang Kesepian

 

DOMBA-DOMBA YANG KESEPIAN 

Lukas 18:1-17 , 23 Januari 2025

Akhir-akhir ini ada pandemi yang kurang ter-ekspos di media. Padahal pandemi ini diam-diam merenggut lebih banyak nyawa dari yang kita sadari. Namanya kesepian. Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah koneksi. Koneksi dengan Pencipta dan ciptaanNya. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, ada kekosongan yang muncul. Sayangnya, kadang kita sibuk mengisinya dengan benda atau kegiatan apapun, asal bisa mengalihkan kita dari kekosongan tersebut. Karena yang kita konsumsi bukanlah “nutrisi” yang tepat, alhasil kita akan tetap merasa kesepian dan terisolasi. Musuh paling senang dengan keadaan tersebut.

Anak-anak Tuhan sering diibaratkan sebagai domba yang salah satu musuhnya adalah serigala. Serigala memangsa anggota kawanan yang paling lemah. Biasanya yang sudah tua, cacat, atau yang sangat muda. Tugas serigala bervariasi. Mereka diam-diam mengikuti kawanan dari dekat, menentukan mana yang diincar, lalu beberapa dari mereka membuat kawanan tercerai-berai ke berbagai arah (perbedaan doktrin, pandangan politik, dan lain-lain). Ada yang mengalihkan perhatian (metaverse, game, media sosial), menyebabkan kepanikan, dan kebingungan. Menciptakan jarak antara kawanan dengan domba yang lemah (memperparah kesenjangan generasi). Kemudian, mereka menerkam ketika mangsanya sudah terisolasi.

Jika kita telaah, yang sering menjadi korban penipuan dan phishing sebenarnya juga mirip. Orangtua, orang yang putus asa dan juga anak-anak muda. Kenyataan ini juga berlaku untuk kehidupan dan kesehatan rohani kita. Contohnya orang percaya “lama” yang kehilangan semangat dalam Tuhan, mereka yang sedang lemah, kepahitan, dan yang masih hijau (muda).

Banyak isu didunia zaman sekarang bertentangan dengan Firman Tuhan. Jebakan dikemas dengan kasih, pengertian, dan toleransi. Bahkan jika yang ditoleransi adalah dosa. Dosa tetaplah dosa. Karena Tuhan kita kudus, dosa tidak akan pernah secara ajaib diterima sebagai bukan dosa. Demikian pula anggapan “tidak perlu terima Yesus untuk masuk ke surga, cukup perbuatan baik.” Pandangan ini mencuri jiwa-jiwa dari Kerajaan Tuhan. Faktanya, satu-satunya jaminan adalah dengan menerima karya penebusan di salib. Setelah itu, tidak lantas kita boleh hidup sembarangan. Jika kita mengaku menerima penebusan dari salib tetapi hidup sembarangan. Jika kita mengaku menerima penebusan dari salib tetapi hidup sembarangan, itu menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar bertobat karena kita tidak menghargai apa yang Yesus sudah lakukan di salib.

Oleh karena itu, saudara-saudari, terutama generasi muda, ketahuilah bahwa Anda adalah MANGSA EMPUK. Tetaplah bersama kawanan. Tetap dekat dengan Gembala yang baik. Jangan menjauh dari komunitas orang percaya. Komunitas Kristen atau keluarga mungkin tidak selalu nyaman atau menyenangkan. Mungkin kadang rasanya kurang bebas dan harus melakukan bagian dalam jemaat. Namun, ini tetaplah jalan yang paling aman. (SO)

 

Questions :

1. Apakah Anda sudah memiliki komunitas persekutuan sesama warga Kerajaan ? Apa dampaknya bagi hidup Anda ?

2. Apakah setiap warga Kerajaan harus bersekutu dengan sesama warga Kerajaan lainnya ? Mengapa ?

 

Values :

Isolasi adalah taktik musuh untuk membuat Anda rentan. Jika Anda terisolasi, Anda hanyalah mangsa yang mudah dicuri, dihancurkan dan dibunuh.

 

 

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat (Ibrani 10:24-25)”

 

 

Be strong enough to stand alone, smart enough to know when you need help and brave enough to ask for it. (Jadilah cukup kuat untuk berdiri sendiri, cukup cerdik untuk mengenali saat butuh bantuan dan cukup berani minta tolong) - Ziad K.Abdelnour -






Jangan Tawar Hati

 *JANGAN TAWAR HATI*

WAKTU MENGHADAPI

KELEMAHAN TUBUH 

        ................

 2 Korintus 4 : 15-18


Sebab itu kami tidak 

     TAWAR HATI 

tetapi Meskipun Manusia lahiriah kami semakin Merosot,

Namun Manusia Batiniah kami di baharui dari sehari ke sehari.


Sebab Penderitaan ringan yang sekarang ini

      Mengerjakan 

bagi Kami Kemuliaan kekal 

    yang Melebihi 

segala galanya

   JAUH LEBIH BESAR 

dari pada Penderitaan kami ini.


Sebab Kami

Tidak Memperhatikan

*yang Kelihatan*

     melainkan 

*yang tak Kelihatan*

           Karena 

*yang Kelihatan*

           adalah

    SEMENTARA 

         sedangkan 

*yang tak Kelihatan*

          adalah 

      KEKAL.


ini benar benar Pegangan hidup yang rohani 

Berbahagialah orang yang memegang & mengimani Firman Tuhan ini.

Duka, Masalah, sakit penyakit hanya bisa di Laundry pakai Iman.

Iman akan menampung Kasih & pertolongan Tuhan.

HIDUP KEKAL adalah ujung dari segala ujung.

Akhir dari segala akhir.

Selamat pagi !

Kamis yg diberkati!

   VISI SURGAWI








Iman Yang Diamalkan

 *Practiced Faith*

[Iman Yang Diamalkan]


*Yakobus 2:1,*  _"Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka"._


Kita umumnya menyadari bahwa dunia dimana kita hidup, hari-hari ini merupakan dunia yang memandang muka, yang memandang warna kulit, yang membeda-bedakan manusia. Dan manusia cenderung dipandang menurut apa yang ia miliki, apa yang sederajat. Priblema memandang dapat juga dalam konteks dunia pelayanan (tidak perlu contoh). Dari Yakobus mengajarkan bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang berdasarkan bangsa, suku, kelahiran, atau kedudukan dalam hidup. Selain itu Alkitab juga mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia tanpa membeda-bedakan. Memandang muka dapat berarti memberikan perhatian khusus kepada orang tertentu karena kekayaan, kedudukan, penampilan atau hal yang dianggap "mulia". 


Dari Yakobus 2:1 mengajarkan bahwa, memandang muka merupakan tindakan penghakiman yang berasal dari pikiran yang jahat , memandang muka tidak menyenangkan Allah sebab Allah tidak memandang penampilan lahiriah, melainkan hati orang, dan memandang muka tidak didorong oleh kasih yang murni untuk semua orang, serta memandang muka merupakan dosa terhadap hukum kasih. Jadi Yakobus juga mengajarkan bahwa iman yang sejati harus disertai dengan perbuatan-perbuatan baik. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Intinya tindakan memandang muka akan memperlihatkan isi hati orang yang bersangkutan. _*Pertama,*_ orang terdlsebut lebih menghargai kekayaan dari pada menghormati moralitas atau kesalehan. _*Kedua,*_ akan memperhatikan hal-hal yang bersifat superfisial, misalnya, pakaian indah atau pakaian buruk (diterjemahkan: kotor, ayat 2). Dan _*ketiga,*_ seseorang sudah "bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat" (ayat 4b). 


Jadi orang tersebut telah bertindak sama seperti hakim, padahal bukan. Dia bersikap subjektif serta berprasangka buruk terhadap orang miskin yang baik-baik hanya karena pakaiannya kotor. Misalnya oang miskin sering dianggap malas, suka meminta, kurang berpendidikan, atau tidak-jujur. Terlebih kalau terjadi dalam suasana memeriksa suatu perselisihan. Dan orang miskin sejak awal sudah berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Bisa saja para penatua atau penengah yang berprasangka bisa jadi tidak memeriksa perselisihan dengan objektif. Selayaknya sebagai orang percaya kita tidak boleh membeda-bedakan manusia hanya karena status sosial. Jadi janganlah hanya oleh sebab seseorang kaya lalu lebih hormati, sedangkan orang yang miskin dipandang sebelah mata. Sebagai wujud iman yang diamalkan, marilah kita menjadi orang percaya yang hidup dalam kasih, hidup damai dengan semua orang, hidup menerima orang lain apa adanya serta memiliki hati seorang hamba, yang terus melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Dalam suatu quotes dinyatakan, _"Iman tidak menghilangkan pertanyaan. Tapi iman tahu ke mana harus membawanya"._


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*








Layakkah Engkau Marah ?

 Slmt pg buat kt semua..


Yunus 4:4 (TB)  Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" 

🙏🙏🙏












Acara Kelompok Kecil 2025 januari 😃😃


Why Don't You Believe It ?

 *Why Don't You Believe It?

[Mengapa kamu tidak percaya?]


*Markus 4:40,* _"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"_


Dari bagian dalam ayat ini, dimana Yesus berbicara kepada para murid-Nya selama badai di Laut Galilea. Laut Galilea dikenal dengan badai yang tiba-tiba dan dahsyat oleh sebab lokasi geografisnya, dan dikelilingi oleh bukit-bukit. Sebenarnya para murid banyak di antaranya sebagai nelayan berpengalaman, tetapi merasa takut karena betapa dahsyatnya badai tersebut. Ketakutan merupakan respons manusia yang umum terhadap bahaya, namun Yesus menantang rasa takut tersebut dengan menunjukkan bahwa reaksi mereka tidak proporsional mengingat kehadiran-Nya bersama mereka. Hal ini menyoroti kontras antara ketakutan manusia dan kepastian ilahi.  Dalam konteks Alkitab secara luas, rasa takut sering kali disandingkan dengan iman, seperti yang terlihat dalam bagian-bagian seperti Yesaya 41:10 , di mana Tuhan meyakinkan umat-Nya untuk tidak takut karena Dia bersama mereka. Adanya pertanyaan Yesus tidak hanya bersifat retoris, namun berfungsi sebagai momen pengajaran. 


Pada seluruh Injil, Yesus menggunakan pertanyaan untuk memancing pemikiran dan refleksi diri di antara para pengikut-Nya. Jadi metode ini mendorong para pengikut-Nya untuk menguji pemahamannya tentang siapa Yesus serta hakikat kuasa-Nya. Maka pertanyaan tersebut juga berfungsi untuk menarik perhatian pada kurangnya kepercayaan para pengikut-Nya, meskipun mereka telah menyaksikan mujizat dan ajaran Yesus. Sehingga pendekatan pedagogis ini konsisten dengan metode pengajaran rabi pada masa itu, yang sering kali melibatkan pengajuan pertanyaan untuk melibatkan siswa dalam suatu refleksi yang lebih dalam. Intinya dalam percakapan ini, Yesus menantang murid-murid-Nya untuk memilih iman daripada rasa takut. Lalu muncul pertanyaan, _“apakah kamu masih belum memiliki iman?”_ Frasa ini menggarisbawahi tema utama iman dalam Injil Markus. Walaupun telah menyaksikan otoritas Yesus atas penyakit, setan, dan alam, para pengikutnya berjuang dengan keraguan. Kalimat _“masih”_ menunjukkan atau menggarisbawahi akan perjalanan mereka bersama Yesus, yang seharusnya telah mengembangkan kepercayaan yang lebih dalam kepada-Nya. Kekurangnya iman ini merupakan masalah yang berulang bagi para pengikutnya, seperti yang terlihat dalam bagian lain seperti Markus 8:17-21 , di mana Yesus mempertanyakan pemahaman mereka setelah memberi makan orang banyak. 


Tentu panggilan untuk beriman merupakan panggilan untuk mengenali identitas ilahi Yesus dan percaya pada kedaulatan-Nya. Momen ini menjadi "ramalan" tantangan iman yang lebih besar yang akan dihadapi para pengikut setelah penyaliban dan kebangkitan Yesus. Tentu iman dalam konteks ini, bukan hanya kepercayaan pada kuasa Yesus namun kepercayaan pada pemeliharaan dan tujuan-Nya, bahkan di tengah badai kehidupan juga. Dalam keseharian para murid yang senantiasa bersama Tuhan, serta telah mengalami kuasa dan kasih-Nya. Selayaknya mereka yakin bahwa Tuhan akan selalu menjaga, realitanya meski seperahu bersama Tuhan, mereka begitu ketakutan hingga berkata, _"Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?"_ Ada perasaan *Tuhan tak peduli, dan kehadiran Tuhan seakan tak berarti, padahah Dia begitu dekat di tengah-tengah mereka. Nampaknya jelas bahwa para murid ketakutan bukan karena Tuhan tidak peduli, tetapi sebab hati mereka yang jauh dari-Nya. Itulah sebabnya, Tuhan bertanya, _"mengapa kamu ketakutan, kamu belum percaya?"_ Kita juga nampaknya seperti para murid tersebut? Baik terucap maupun dalam hati, kadang kita ada pernyataan, _"asalkan Tuhan di dekatku, hal seberat apa pun aku sanggup memikulnya"._ Benarkah? Kadang ketika jalan yang lurus teramat sulit, seseorang tanpa ragu berbelok ke jalan yang bengkok. Kadangkala juga jika risiko berat menghadang, maka seseorang sering tidak berani bertindak benar. Padahal Tuhan selalu ada di sisi kita, Dia tidak pernah meninggalkan kita (Imanuel). Ingatlah bahwa tidak sedetik pun Tuhan pernah jauh dari kita, tetapi kitalah yang kadang selalu menjauh dari-Nya. Dan benarkah jika Tuhan di sisi kita maka kita berani menghadapi risiko apapun, sebab Dia selalu beserta kita?  Dalam suatu pernyataan dinyatakan, _"Terkadang hal tersulit untuk dilakukan adalah kita ingin mengendalikan hidup atau situasi kita alih-alih percaya kepada Tuhan. Percaya saja sepenuhnya kepada-Nya dengan penyerahan diri seutuhnya. Dia akan bekerja melalui kita"._


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*







Prakiraan Cuaca Tanggal 23 Januari Prov Kepulauan Riau


_*Selamat pagi dan*_

_*Selamat beraktivitas*_


Berikut kami sampaikan *Prakiraan Cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan* tanggal *23 Januari 2025* yang berlaku mulai pukul *07.00 WIB*.


🔖 *Kondisi Cuaca:*

     Pagi            : Hujan Ringan Lebat+Petir⛈

     Siang          : Hujan Ringan🌦️

     Malam        : Hujan Ringan🌦️

     Dini Hari     : Berawan☁

     Ket:

     ☀ : Cerah

     ⛅ : Cerah Berawan

     ☁ : Berawan

     🌦️ : Hujan Ringan

     🌧 : Hujan Sedang - Lebat

     ⛈ : Hujan Ringan - Lebat + Petir

     

🔖 *Arah Angin Permukaan:*

        Utara - Timur Laut

      *Kecepatan Angin:*

        05 - 30 km/jam


🔖 *Suhu Udara:*

     🌡️ 24 - 31 °C


🔖 *Kelembapan Udara:*

     💧80 - 98 %


🔖 *Titik Panas (Hotspot)*:

      _per tanggal 23-01-2025 jam 06.00 WIB dengan_

      _tingkat kepercayaan sedang - tinggi_

      _(sumber data BMKG dan LAPAN)_

    📍 Tanjungpinang  : 0

    📍 Bintan                : 0

                                     

🔖 *Ketinggian Gelombang Signifikan:*

      Perairan Tg. Pinang:

      🌊 0.5 s/d 1.25 m      

      Perairan Batam: 

      🌊 0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Karimun: 

      🌊 0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Bintan: 

      🌊 0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Lingga: 

      🌊 0.5 s/d 1.25 m

      Perairan Anambas: 

      🌊 0.5 s/d 2.5  m

      Perairan Natuna:

      🌊 0.5 s/d 2.5  m


🔖 *Peringatan Dini:*

⚠️ Waspada potensi munculnya awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan berpotensi disertai petir dan angin kencang terutama pada pagi, siang, dan malam hari.

 

☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 23 Januari 2025 Prov Kepulauan Riau