H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 24 Agustus 2026

Renungan Dimata Orang Versus Dimata Tuhan

 Santapan Harian

Di Mata Orang versus di Mata Tuhan 

2 Samuel 6 


Siapa yang tidak bangga jika keluarganya berhasil. Itulah mengapa ketika anggota keluarga kita sukses, kita sering ingin memperlihatkannya kepada dunia. Namun, bagaimana jika sebaliknya; dalam kesuksesan dan kebahagiaan yang kita rasakan, orang terdekat kita sendiri justru merendahkan kita?


Itulah yang dialami Daud dalam hidupnya. Di tengah sorak-sorai yang penuh sukacita karena Tabut Allah telah diangkut dari Ba'ale-Yehuda ke rumah Obed-Edom sampai ke kota Daud (1-12), di sanalah Daud direndahkan. Seorang raja yang mempersembahkan kurban melimpah kepada TUHAN dan menari-nari di hadapan TUHAN dengan mengenakan baju efod dari kain linen justru dihina oleh istrinya (14-16).


Ketika Tabut TUHAN dibawa masuk dan Daud mempersembahkan kurban, rakyat turut bersuka cita (17-19). Namun, ketika ia kembali ke rumahnya, tuduhan menyakitkan dilemparkan kepadanya. Mikhal, anak Saul, istri Daud, berkata dengan sarkastis bahwa Daud telah memalukan dirinya dengan menelanjangi diri seperti seorang manusia hina (20).


Di tengah penghinaan, jawaban Daud sungguh mengesankan. Apa pun yang dituduhkan kepadanya, ia sadar bahwa ia menari di hadapan TUHAN yang telah memilih dan menunjuknya menjadi pemimpin (21). Kalaupun Mikhal memandang dia rendah, Daud rela merendahkan diri karena ia tahu ia melakukannya untuk TUHAN (22).


Sering kali dunia salah menilai kita dan memandang rendah apa yang kita lakukan. Bahkan, tak jarang di tengah banyaknya pelayanan yang kita emban, orang-orang terdekat kita menjadi tantangan terbesar. Di luar mungkin apa yang kita lakukan membuat orang memuji kebesaran Tuhan. Namun, terkadang di dalam keluarga kita sendiri upaya kita justru direndahkan. Janganlah berhenti melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Sama seperti Daud, temukanlah nilai diri yang benar bukan di mata orang, melainkan di mata Tuhan.


Meski dunia merendahkan, Tuhan akan meninggikan setiap pelayan-Nya yang tulus. Carilah kehormatan bukan dari orang, tetapi dari Tuhan yang memilih dan mengangkat kita. [RBM]