H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 20 April 2026

Renungan Dekonstruksi dan Rekonstruksi Iman

 Santapan Harian

Dekonstruksi dan Rekonstruksi Iman 

Hakim-hakim 6:25-40 


Dekonstruksi adalah proses pembongkaran untuk memahami struktur yang ada, sedangkan rekonstruksi adalah proses pembangunan kembali dengan cara yang baru. Dalam bacaan hari ini terdapat semacam dekonstruksi dan rekonstruksi bagi iman bangsa Israel.


TUHAN memerintahkan Gideon untuk meruntuhkan mazbah Ba'al dan menebang tiang berhala milik ayahnya. Lalu, Gideon harus mendirikan mazbah bagi TUHAN dan mempersembahkan kurban bakaran kepada-Nya (25-26).


Setelah semua itu dilakukan, penduduk kota mengajukan protes kepada Yoas, ayah Gideon. Mereka hendak menghukum Gideon karena perbuatannya (27-30). Namun, Yoas membela anaknya dengan mengatakan bahwa siapa pun yang membela Ba'al akan mati sebelum pagi. Jika Ba'al benar Allah, biarlah ia sendiri membela dirinya setelah mezbahnya dihancurkan (31).


Pernyataan Yoas ini tidak bisa dibantah oleh penduduk kota karena memang Ba'al yang mereka sembah selama ini tidak mampu membela mereka. Jika demikian, bagaimana mungkin ia membela orang-orang yang menyembahnya?


Apa yang dilakukan Gideon yang sesuai dengan perintah TUHAN dapat dikatakan sebagai proses dekonstruksi dan rekonstruksi iman pada masa itu. Proses dekonstruksi bukan hanya merobohkan bangunan fisik, tetapi juga mengubah secara total pemahaman tentang penyembahan kepada sosok yang dianggap berkuasa. Mengubah pemahaman lama dan menggantinya dengan yang baru bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan kesediaan untuk berpikir dan merenungkan kembali konstruksi iman yang sudah terbentuk sebelumnya.


Cukup banyak orang Kristen di Indonesia yang mewarisi iman Kristen dari generasi sebelumnya. Sangatlah baik jika kita merenungkan ulang iman yang diwariskan itu agar kita tidak terjebak pada rutinitas dengan iman yang semu. Hal rutin yang menghambat pertumbuhan iman perlu dibongkar dan diganti dengan aktivitas baru yang lebih berfokus pada pengenalan akan Kristus secara lebih mendalam. [LRS]