Santapan Harian
Pencatatan yang Jujur
Yosua 15:20-63
Ketika menceritakan kebesaran seseorang, sering kali fokusnya hanya tentang hal-hal positif orang itu. Kegagalan yang dialami, kesalahan yang pernah dilakukan, kelemahan yang dimilikinya, atau cela kecil dalam tindakannya tidak mendapatkan perhatian, diabaikan, bahkan dianggap tidak ada. Tidak demikian dengan catatan tentang kota-kota suku Yehuda.
Di antara banyaknya kota yang menjadi milik suku Yehuda (20-62), dicatat juga bahwa satu kota, yaitu Yerusalem, masih diduduki orang Yebus. Hanya satu kota yang belum berhasil dikuasai oleh suku Yehuda.
Bayangkan, kota yang sudah dikuasai oleh suku Yehuda ada 101 (jumlah dari kota-kota yang disebutkan di ayat 32, 36, 41, 44, 54, 57, 59, 60, 62). Hanya satu kota yang belum dikuasai, namun itu tidak ada artinya dan sungguh tak sebanding! Kalaupun misalnya satu kota itu tidak dicatat, rasa-rasanya orang tidak terlalu mempermasalahkannya. Namun, nyatanya, kekurangan itu tetap dicatat dengan jujur.
Cara mencatat secara jujur ini bukan sekadar mengatakan suatu kebenaran, tetapi juga tidak menyembunyikannya. Kesuksesan dicatat, tetapi kegagalan juga tidak disembunyikan.
Kita perlu meneladan sikap semacam itu. Bukan hanya tentang mencatat fakta, tetapi juga menerima diri apa adanya. Kekuatan, kelebihan, dan keberhasilan adalah hal yang membanggakan. Namun, kelemahan, kekurangan, dan kegagalan bukanlah aib, melainkan bagian dari hidup. Tidak perlu disembunyikan. Justru dengan jujur mengakuinya, kita menunjukkan bahwa hal-hal negatif tidak mengalahkan kita, tetapi membuat kita lebih kuat untuk bangkit dan berusaha lagi.
Sejarah hidup kita perlu dicatat, baik secara harfiah dalam bentuk tulisan atau dalam bentuk ingatan. Namun, catatan itu mesti jujur. Dengan kejujuran itu kita bisa melihat diri kita seutuhnya. Kita tidak hanya dibentuk dari kekuatan, kelebihan, dan keberhasilan. Kita juga dibentuk dari kelemahan, kekurangan, dan kegagalan. Jujur atas catatan hidup membuat kita menghargai hidup yang telah, sedang, dan akan kita jalani. [KRS]
Baca Gali Alkitab 9
Yosua 15:20-63
Yosua 15:20-63 mencatat pembagian tanah bagi suku Yehuda, yang menunjukkan bagaimana TUHAN menggenapi janji-Nya kepada umat-Nya. Setiap kota dan wilayah yang diberikan bukan sekadar pembagian geografis, tetapi juga simbol pemeliharaan dan kesetiaan TUHAN terhadap janji-Nya.
Hal ini mengajarkan kepada jemaat bahwa Tuhan selalu setia dalam melakukan firman-Nya, dan setiap berkat yang diterima harus disyukuri serta digunakan untuk kemuliaan-Nya. Seperti suku Yehuda yang menerima tanah pusaka, jemaat juga dipanggil untuk mengelola dan menggunakan berkat Tuhan dengan bijaksana, serta tetap percaya bahwa janji Tuhan akan digenapi pada waktu-Nya.
Apa saja yang Anda baca?
1. Bagaimana pembagian tanah bagi suku Yehuda dijelaskan, dan kota-kota apa saja yang termasuk milik pusaka mereka? (20-62)
2. Apa yang terjadi pada orang Yebus sampai saat itu? (63)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang dapat Anda pelajari tentang kesetiaan dan kebaikan TUHAN dalam memberikan milik pusaka kepada umat-Nya, yaitu suku Yehuda?
2. Seberapa besarkah milik pusaka suku Yehuda yang diberikan TUHAN kepada mereka?
Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan mengungkapkan rasa syukur atas kesetiaan Tuhan dalam membimbing hidup Anda?
2. Apa yang akan Anda doakan agar Anda tetap taat kepada perintah Tuhan, seperti suku Yehuda yang menerima kasih karunia Allah berupa tanah pusaka?
3. Bagaimana Anda dapat mengakui dan bertobat dari sikap yang kurang bersyukur atas berkat Tuhan?
Pokok Doa:
Memohon agar Tuhan memberkati keluarga-keluarga dengan kelimpahan dan perlindungan seperti Yehuda.
![]() |
| Si Kakak, Teman Berdebat dan Ludo Queen |


