*“TUHAN menegakkan langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”*
📖 *Mazmur 37:23-24*
Kisah hidup Joni Eareckson Tada adalah bukti bahwa kegagalan dan tragedi bukan akhir dari rencana Tuhan.
Joni adalah seorang gadis muda yang aktif dan penuh semangat. Namun pada usia 17 tahun, sebuah kecelakaan menyelam mengubah hidupnya selamanya. Ia mengalami kelumpuhan dari leher ke bawah (quadriplegia).
Dunia yang ia kenal runtuh seketika. Ia tidak bisa bergerak, tidak bisa menjalani hidup seperti sebelumnya. Dalam masa itu, ia bergumul dengan rasa marah, kecewa, bahkan sempat kehilangan harapan.
Ia bertanya, “Tuhan, mengapa ini terjadi padaku?” Namun di tengah pergumulannya, Joni mulai mengenal Tuhan lebih dalam. Ia belajar mempercayai Tuhan bukan karena keadaan baik, tetapi karena Tuhan tetap baik.
Perlahan, hidupnya berubah. Ia mulai melukis dengan menggunakan mulutnya, menulis buku, dan bersaksi tentang kasih Tuhan. Dari keterbatasannya, lahir pelayanan yang menjangkau dunia.
Hari ini, Joni dikenal sebagai suara pengharapan bagi banyak orang yang menderita dan merasa tidak berdaya.
Inilah kuasa kebangkitan itu—Tuhan tidak selalu mengangkat kita keluar dari masalah, tetapi Dia memberi makna baru di dalamnya.
Kegagalan, luka, bahkan tragedi bisa menjadi pintu menuju panggilan yang lebih besar.
Setelah Paskah, kita diingatkan bahwa tidak ada hidup yang sia-sia di tangan Tuhan. Bahkan saat kita jatuh, Tuhan tetap bekerja.
✝️ *TUHAN MENGUBAH KEGAGALAN MENJADI PANGGILAN YANG BERMAKNA*
✅ *DARI KEGAGALAN MENJADI PANGGILAN*
