H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 23 Maret 2026

Yoel 2 : 12 - 13

 *“Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu…”*

📖 *Yoel 2:12-13*


Agustinus dari Hippo tidak langsung menjadi orang yang mengenal Tuhan. Masa mudanya justru penuh dengan pencarian yang salah arah.


Ia cerdas, berbakat, dan memiliki masa depan cerah. Namun ia memilih hidup dalam kesenangan dunia. Ia mengejar: ambisi pribadi, kenikmatan dan pengakuan manusia.


Ibunya, Monica, adalah seorang wanita yang sangat takut akan Tuhan. Setiap hari ia berdoa dengan air mata untuk anaknya yang hidup jauh dari Tuhan. Tahun demi tahun berlalu. Doa itu belum dijawab.


Augustinus bahkan sempat mengikuti ajaran-ajaran yang menjauhkan dia dari kebenaran. Ia merasa dirinya “bebas”, tetapi di dalam hatinya ada kekosongan yang tidak bisa diisi oleh apa pun. 


Sampai suatu hari, dalam keadaan gelisah dan penuh pergumulan, ia duduk di sebuah taman. Hatinya kacau. Ia merasa lelah dengan hidupnya sendiri. Di saat itulah ia mendengar seperti suara anak kecil berkata: “Ambillah dan bacalah… ambillah dan bacalah…”


Ia mengambil Kitab Suci dan membuka bagian yang berbicara tentang meninggalkan kehidupan lama dan hidup dalam terang. Saat membaca itu, hatinya seperti ditembus oleh kebenaran.


Ia berkata bahwa pada saat itu: seolah-olah terang Tuhan masuk ke dalam hatinya dan mengusir semua kegelapan. Ia tidak lagi menunda. Ia tidak lagi mencari alasan. Ia menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan.


Dari seorang yang jauh, ia menjadi seorang yang dipakai Tuhan secara luar biasa Dan semua itu dimulai dari satu momen: hati yang hancur dan kembali kepada Tuhan.


Prapaskah bukan sekadar rutinitas rohani. Ini adalah undangan dari Tuhan untuk: berhenti… melihat ke dalam… dan kembali. Sering kali kita seperti Augustinus terlihat baik di luar, aktif dalam aktivitas tetapi hati perlahan menjauh dari Tuhan.


Kita mungkin terlalu sibuk, terlalu fokus pada dunia atau terlalu nyaman dengan dosa kecil yang kita biarkan namun di dalam hati, kita tahu…ada sesuatu yang tidak beres. Prapaskah adalah momen di mana Tuhan berkata:

“Berbaliklah kepada-Ku…”


Bukan dengan formalitas.

Bukan dengan penampilan luar. Tetapi dengan hati yang sungguh-sungguh. Hati yang mau berkata:

“Tuhan, aku butuh Engkau.” “Tuhan, aku mau berubah.” “Tuhan, pulihkan aku.”


Tuhan tidak menunggu kita sempurna. Tuhan menunggu kita datang Dan ketika kita kembali, Dia tidak menolak—Dia memulihkan. Tidak peduli seberapa jauh kita melangkah, selalu ada jalan untuk kembali Dan satu langkah kembali kepada Tuhan dapat mengubah seluruh arah hidup kita.


✝️ *Prapaskah adalah waktu terbaik untuk kembali kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh.*


✅ *Kembali kepada Tuhan dengan Hati yang Hancur*