Santapan Harian
Rencana Allah Anti Gagal
1 Raja-raja 1:28-53
Manusia sangat mungkin mengalami kegagalan. Namun, tidak demikian dengan Allah! Tak ada seorang pun yang dapat menggagalkan rencana Allah.
Setelah Daud mendengar apa yang telah Adonia lakukan dalam segala rencananya melalui Batsyeba dan Nabi Natan, ia tidak hanya mengingat janjinya kepada mereka, tetapi juga pilihan TUHAN atas raja Israel selanjutnya (28-31).
Daud memerintahkan Imam Zadok, Nabi Natan, dan Benaya bin Yoyada untuk mengangkat Salomo menjadi raja Israel menggantikan dirinya (32-38). Setelah sangkakala ditiup, seluruh rakyat ikut bersukaria atas pelantikan Salomo menjadi raja mereka (39-40).
Saat Adonia mengetahui kebenaran bahwa teriakan sorak-sorai itu bukan untuk dia, melainkan untuk Salomo yang baru diurapi menjadi raja atas Israel, ia menjadi takut (41-49). Begitu takutnya Adonia sampai-sampai ia memegang tanduk mazbah sebagai lambang perlindungan TUHAN (50). Ia berharap Salomo mengampuninya, dan ternyata Salomo berbelas kasihan kepadanya (51-53).
Sepintas mungkin kita mengira ini adalah kisah kegagalan Adonia dan keberhasilan Salomo, tetapi sesungguhnya ini adalah pembuktian akan kedaulatan Allah. Adonia mengabaikan pentingnya kehendak Allah. Ia hanya berfokus pada ambisi dan keinginannya, bahkan pada logika pikirannya sendiri. Semua itu hanya membuahkan kegagalan dan ketakutan.
Hari ini kita kembali diingatkan untuk tidak mengabaikan janji Allah. Jika Allah sudah berjanji, Ia pasti menggenapinya, apa pun yang terjadi. Allah ingin kita percaya penuh kepada-Nya dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya seperti yang telah Ia firmankan kepada kita. Jangan lagi kita memaksakan kehendak sendiri.
Ingatlah! Tujuan hidup kita sebagai orang percaya bukanlah untuk menunjukkan siapa kita dengan segala kebanggaan, melainkan menyatakan siapa Allah dengan segala rencana-Nya. Jangan pernah anggap remeh kehendak Allah. Marilah kita hidup dalam rencana Allah karena rencana-Nyalah yang anti gagal. [MAR]
