Santapan Harian
Jubah Ketaatan kepada Panggilan Tuhan
1 Raja-raja 19:19-21
Kapan Tuhan memanggil kita untuk bekerja di ladang-Nya? Panggilan Tuhan tidak selalu datang dengan suara menggelegar atau tanda besar di langit, tetapi bisa saja di tengah rutinitas sehari-hari.
Elisa sedang membajak tanah dengan lembu-lembunya, menjalani pekerjaan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia melihat "Elia melemparkan jubahnya kepadanya" (19). Tidak ada percakapan panjang atau penjelasan terperinci. Namun, Elisa tahu maknanya. Jubah itu bukan sekadar pakaian luar, tetapi melambangkan otoritas kenabian dan panggilan TUHAN.
Elisa merespons panggilan dengan segera karena ia mengenali panggilan TUHAN. Ia langsung berlari mengikuti Elia (20a). Ia tidak menunda, menawar, atau mencari alasan. Ini menandakan hatinya sudah siap dan ia tidak ingin melewatkan momen ketaatan.
Namun, ketaatan Elisa bukan ketaatan yang gegabah. Ia sadar ia masih memiliki tanggung jawab yang harus dibereskan. Ia meminta izin untuk berpamitan kepada keluarganya (20b). Tindakan ini mengajarkan bahwa menaati Tuhan bukan berarti meninggalkan tanggung jawab, melainkan menyelesaikannya dengan benar. Setelah itu, Elisa mengambil langkah yang sangat menentukan. Ia menyembelih lembu-lembunya dan membakar bajaknya (21). Ini adalah pernyataan hati yang tegas bahwa tidak ada jalan kembali. Sumber penghidupan lamanya dimusnahkan, sehingga hatinya tidak lagi terikat pada masa lalu.
Panggilan Tuhan bukan soal kemampuan, melainkan penyerahan diri sepenuhnya. Elisa belum tahu ke mana ia akan pergi, apa tantangan yang akan ia hadapi, atau bagaimana masa depannya. Ia hanya tahu Tuhan yang memanggilnya adalah Tuhan yang setia. Ketaatan Elisa bukanlah jaminan hidup nyaman, melainkan kesetiaan memikul hidup penuh risiko dan ketergantungan total kepada Allah.
Sekarang, apa yang masih membuat kita terikat pada masa lalu dan ragu untuk melangkah penuh dalam panggilan Tuhan? Ketika panggilan itu datang, maukah kita siap menerimanya dan meninggalkan segalanya untuk taat? Kenakanlah jubah ketaatan untuk mengikuti panggilan Tuhan. [SLM]
Baca Gali Alkitab 6
1 Raja-raja 19:19-21
Terkadang Tuhan datang kepada seseorang yang tampak biasa saja. Terkadang Tuhan memanggil ketika orang itu sedang bekerja seperti biasa. Pada saat demikian kita mungkin berpikir bahwa tidak ada apa-apa yang spesial dari diri kita. Mungkin kita yang bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup merasa bahwa kita ini tidak sehebat nabi-nabi yang kisah hidupnya kita baca di dalam Alkitab. Namun, di dalam rencana dan kehendak Tuhan, siapa pun, termasuk kita, dapat menerima panggilan Tuhan dan memulai perjalanan pelayanan yang besar.
Apa saja yang Anda baca?
1. Siapa yang Elia dapati, dan apa yang sedang dilakukan orang itu? (19a)
2. Apa yang Elia lakukan kepadanya? (19b)
3. Sebagai respons, apa yang Elisa lakukan? (20a)
4. Apa permintaan Elisa, dan apa jawaban Elia? (20b)
5. Apa yang kemudian Elisa lakukan? (21)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Kapan Tuhan dapat memanggil seseorang?
2. Ketika panggilan Tuhan datang kepada kita, apa yang perlu kita lakukan sebagai respons?
3. Bagaimana kita dapat memenuhi tanggung jawab kita kepada keluarga dan Tuhan?
4. Bagaimana kita sepatutnya memulai perjalanan pelayanan kita?
Apa respons Anda?
1. Apa panggilan Tuhan yang telah Anda dengar, dan apa respons Anda kepada-Nya?
2. Bagaimana Anda akan mengikuti Tuhan dan melayani-Nya hari ini?
Pokok Doa:
Mohon kepada Tuhan agar Ia menuntun kita di sepanjang perjalanan pelayanan kita.


