H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 18 Oktober 2026

Renungan Berdoa dengan Rendah Hati

 Santapan Harian

Berdoa dengan Rendah Hati 

1 Raja-raja 8:22-53 


Ada orang memperlakukan doa seperti ban serep. Kalau sudah kepepet, barulah dia berdoa. Ada juga orang berdoa seperti memerintah. Bukannya memohon kepada Allah Yang Mahakuasa, dia berdoa seakan-akan dialah yang berkuasa. Tidak demikian dengan Salomo!


Setelah Bait Suci selesai dibangun dan ditahbiskan, Raja Salomo memanjatkan doa kepada TUHAN (22). Satu hal penting perlu dicatat di sini: Salomo mengawali doanya dengan pengakuan atas kebesaran TUHAN (23-26), dan bahwa Bait Suci tidak cukup untuk TUHAN berdiam (27). Namun, Salomo memohon supaya TUHAN tetap memberi perhatian kepada doa-doa yang dipanjatkan di Bait Suci (28-30).


Lebih lanjut, Salomo mengakui segala kondisi yang mungkin terjadi pada bangsa Israel dan memohon TUHAN tetap memperhatikan doa mereka. Ada tujuh kondisi yang disebutkan oleh Salomo, yaitu berdosa terhadap sesama (31-32), terpukul kalah karena berdosa (33-34), tidak ada hujan (35-36), segala macam tulah (37-40), saat ada orang asing ikut berdoa di Bait Suci (41-43), saat umat pergi berperang (44-45), dan umat dibawa sebagai tawanan di negeri asing (46-51).


Tujuh dimaknai sebagai angka sempurna. Dengan mengungkapkan tujuh kondisi, Salomo dengan rendah hati mengakui seluruh kondisi manusia dan memohon supaya TUHAN selalu memperhatikan mereka. Ia mengakui bahwa TUHANlah sumber anugerah, terlebih di tengah keberadaannya dan seluruh umat yang berdosa. Semua membutuhkan pengampunan dan pemulihan dari TUHAN.


Doa Salomo mengajar kita untuk berdoa dengan rendah hati. Ketika kita berdoa, kita berhadapan dengan Allah Yang Mahakuasa. Kita mesti memosisikan diri sebagai manusia yang membutuhkan Dia. Kita mesti mengakui kelemahan, kekurangan, dan keberdosaan kita. Dengan demikian, doa menjadi langkah pertama dan utama, bukan terakhir dan cadangan. Doa bukan perintah, melainkan penyerahan diri dalam permohonan kepada Allah. Doa merupakan saat kita menantikan kasih karunia Allah. Berdoalah dengan rendah hati! [KRS]