H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 02 Januari 2026

Kolose 3 : 11

 Selamat pagi di Hari kedua tahun ini kepada semua saudara dalam Kristus. 

*Kristus adalah segalanya bagi hidup kita.*


2 Januari


*KRISTUS: JURUSELAMAT SEMPURNA*


*“… tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu”* 

Kolose 3:11


*Kristus adalah Juruselamat sempurna.* Dari awal sampai akhir, di dalam semua bagian-bagian keselamatan, Kristus adalah Alfa (huruf pertama dalam bahasa Yunani) dan Omega (huruf terakhir), yang awal dan akhir, *sang sumber dan penuntas segalanya*. 


Dengan berbagian di dalam Dia, semua kebutuhan kita dicukupi, kita dilindungi dari segala bahaya, dan mendapatkan semua kebaikan.


*Ia merupakan mata air melimpah yang mengalirkan semua berkat, baik yang berkenaan dengan penghiburan masa kini, maupun kebahagiaan masa depan.*


*Ya, di dalam Dia menetap semua kepenuhan pribadi Allah, dan kita telah dipenuhi di dalam Dia* (bd Kol. 2:3,9-10). 


Orang Yunani menganggap hebat pidato yang memberikan para pendengarnya ‘hal seluas lautan lewat kata-kata sekecil tetesan air’. 


Di sini pun demikian, sang rasul memberikan kita emas melalui satu kata sederhana *"semua"*.


Sesungguhnya Kristus adalah obat yang cocok untuk semua penyakit, dan *pemulih semua kepedihan*. Ia adalah *‘semua’* dalam karya penebusan dosa – *“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”* (Yoh. 1:29). 


Kristus merupakan *segalanya* bagi kita, yang membebaskan kita dari mara bahaya dan perlawanan setan, karena Ia sudah melucuti dan mengalahkan setan (Kol. 2:15). 


Kristus juga melepaskan kita dari bahaya-bahaya ancaman, godaan, rasa kecil hati, janji-janji, senyuman palsu, dan muka masam dunia – *“tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”* (Yoh. 16:33). 


Ia telah mengalahkannya demi kita, dan dalam beberapa hal mengalahkannya di dalam kita! 


Kristus mengisi jiwa orang-orang percaya dengan segala kebaikan yang memungkinkan mereka bahagia – dengan keindahan kenikmatan rohani. 


*Ia memberi kita cicipan dari sorga di bumi ini*!


Anugerah-Nya menciptakan kecocokan dan keserasian antara jiwa kita dan *"kemurahan-kemurahan sorgawi yang memampukan"* kita mencicipi keindahannya. 


*“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”* 

(Yoh. 10:10). 


Seperti Kristus telah mengukir mujizat penyembuhan pada masa hidup-Nya sebagai manusia, Ia memberikan anugerah ke atas jiwa-jiwa yang dipersiapkan masuk ke sorga! (Ef. 5:8; 2:5,10).


William Whitaker (1548-1595), Puritan Sermons 1659-1689, Bab I: hlm. 500-508











Prakiraan Cuaca Tanggal 2 Januari Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 02 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau, termasuk wilayah Pulau Bintan yang menyebabkan perlambatan massa udara sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan berpotensi terjadi hujan ringan pada menjelang siang hari yang bersifat lokal/ tidak merata.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang hari.


⚠️ Waspada potensi Banjir Rob yang dapat terjadi di wilayah pesisir Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada tanggal 1 - 8 Januari 2026 mendatang.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371



















Prakiraan Cuaca Tanggal 2 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau


Yesaya 60 : 1

 *“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”*

๐Ÿ“– *Yesaya 60:1*


Seorang pria bernama Andreas (nama samaran) dikenal sebagai orang yang baik, rajin beribadah, dan tidak pernah membuat masalah. Dari luar, hidupnya tampak rohani dan stabil. Namun di dalam hatinya, ia merasa kosong. Ia pernah berkata dengan jujur, “Aku percaya Tuhan, tapi rasanya hidup rohaniku seperti berjalan di tempat. Tidak jatuh, tapi juga tidak bertumbuh.”


Andreas tidak sedang memberontak, tidak sedang meninggalkan iman. Ia hanya lelah berharap. Doa-doanya terasa datar. Harapannya mengecil karena terlalu sering menyesuaikan iman dengan kenyataan.


Suatu hari, ia membaca Yesaya 60:1. Kata “bangkitlah” terasa sangat personal baginya. Ia berdoa singkat, Tuhan, aku mau bangkit, walau aku belum tahu bagaimana caranya.”


Sejak hari itu, ia mulai mengambil langkah kecil: berdoa dengan jujur, membuka diri untuk diproses, dan kembali berharap. Hidupnya tidak langsung berubah drastis, tetapi api yang sempat redup mulai menyala kembali.


Yesaya 60:1 bukan sekadar ajakan untuk bersinar, tetapi perintah untuk bangkit terlebih dahulu. Tidak ada terang tanpa kebangkitan.

Sering kali terang Tuhan sudah tersedia, tetapi kita masih duduk dalam kelelahan, kekecewaan, atau zona nyaman.


*Tidur rohani tidak selalu terlihat sebagai dosa besar. Ia sering muncul sebagai:*

▪️Iman yang tidak lagi berani berharap,

▪️Doa yang dilakukan tanpa kerinduan,

▪️Kehidupan rohani yang dijalani sekadar rutinitas.


Wake Up Call adalah panggilan penuh kasih dari Tuhan: “Bangunlah. Jangan tinggal di posisi lama. Jangan menyesuaikan imanmu dengan kegelapan.”


Tuhan tidak meminta kesempurnaan, tetapi respon. Bangun berarti berkata:

▪️“Aku mau percaya lagi,”

▪️“Aku mau berharap lagi,”

▪️“Aku mau dipakai lagi.”


Dan janji-Nya jelas:

“Kemuliaan Tuhan terbit atasmu.” Terang Tuhan tidak hanya memulihkan hidup pribadi, tetapi juga membuat hidup kita menjadi saluran terang bagi orang lain.


Kebangunan rohani selalu dimulai dari keputusan sederhana namun berani:

tidak tinggal di kondisi yang sama.


✝️ *Terang Tuhan tidak pernah padam. Ketika kita bangkit, terang itu kembali menyinari hidup kita.*


✅ *WAKE UP CALL — BANGKIT DAN MENJADI TERANG*






Selamat Tahun Baru 2026

 Selamat Tahun Baru. 

Selamat memasuki Tahun yg penuh Harapan.

Selamat berkarya dan menggapai prestasi. 

Karena Masa depan sungguh ada maka harapan kita tidak akan hilang. 

Salam Sehat Sukses penuh berkah. ๐Ÿ™๐Ÿ˜€๐Ÿ‘ฉ‍๐ŸŽ“๐ŸŒž๐Ÿชœ๐Ÿ’Ž๐ŸŽ. 

Dari kami. 








Amen Haleluya




Selamat Tahun Baru Buat Kita Semua


Renungan Yesus Sang Pemeran Utama

 Santapan Harian

Yesus, Sang Pemeran Utama 

Yohanes 3:22-36 


Tidak semua orang harus jadi pemeran utama. Dalam pembuatan sebuah film, diperlukan juga pemeran pendukung dan pembantu. Demikian halnya ketika kita menangkap kesan sosok Yohanes Pembaptis. Dia bukan pemeran utama, melainkan pemeran pembantu yang harus menyuarakan tentang Yesus.


Pada saat itu murid-murid Yohanes Pembaptis merasa iri karena pengikut Kristus yang makin banyak. Di sini kita bisa melihat pemikiran Yohanes Pembaptis yang begitu indah. Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa Dia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (30). Kalimat itu kemudian diperjelas dengan alasan-alasannya.


Pertama, Yesus adalah Mesias, sedangkan Yohanes Pembaptis bukan (27-28). Kedua, Yesus datang dari surga, sedangkan Yohanes Pembaptis berasal dari bumi (31). Ketiga, Yesus adalah mempelai laki-laki dan umat-Nya adalah mempelai perempuan-Nya, sedangkan Yohanes Pembaptis hanyalah sahabat yang ikut bersukacita bersama dengan mempelai laki-laki (29). Keempat, Tuhan Yesus mendapatkan misi langsung dari Bapa (32). Artinya, Tuhan Yesus adalah standar dari kebenaran yang sejati. Kelima, Yesus dikasihi Bapa sehingga segala sesuatu diberikan untuk-Nya (35). Keenam, Yesus adalah Mesias yang dijanjikan untuk menyelamatkan umat manusia dari belenggu dosa (36).


Yohanes Pembaptis telah melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Dia juga memiliki banyak pengikut. Banyak orang juga menyangka bahwa dia adalah Mesias, bahkan dia dianggap sebagai Elia yang telah datang. Yohanes Pembaptis bisa saja menerima kemuliaan dan pemujaan. Akan tetapi, dia sadar betul misi utamanya bukan untuk menjadi pemeran utama. Misinya di dunia adalah untuk menyiapkan jalan bagi Sang Mesias, memberikan panggung sebesar-besarnya kepada Yesus, Sang Pemeran Utama.


Kepada kita juga diberikan misi yang sama seperti Yohanes Pembaptis. Semua pelayanan dan pekerjaan kita bukan untuk membesarkan nama kita sendiri, melainkan untuk memberitakan dan mengagungkan nama Yesus, sekali lagi, Sang Pemeran Utama. [YGM]