H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 16 Februari 2026

Kesetiaan Lebih Berharga

 *Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;*

📖 *Mazmur 15:2,4*


Di Jepang pernah diceritakan tentang seorang pengusaha kecil yang menandatangani kontrak pengiriman barang dengan harga tertentu. Beberapa bulan kemudian harga bahan baku melonjak tajam. Secara hukum ia bisa membatalkan kontrak, tetapi ia memilih tetap mengirim barang sesuai harga awal—meski mengalami kerugian besar.


Ketika ditanya mengapa tidak membatalkan saja, jawabannya sederhana:

“Keuntungan bisa kembali, tetapi kepercayaan yang rusak sulit diperbaiki.”


Beberapa tahun kemudian, perusahaan yang dulu ia layani justru menjadi mitra bisnis terbesar yang mengangkat usahanya. Integritas yang sempat merugikan, akhirnya menjadi pintu berkat.


Menepati janji sering kali menuntut pengorbanan.

Tidak semua komitmen terasa ringan, bahkan kadang merugikan secara materi atau waktu. Namun Firman Tuhan menegaskan bahwa orang benar tetap setia walaupun rugi.


Integritas bukan diukur saat untung, tetapi saat harus memilih antara kenyamanan atau kebenaran. Janji yang ditepati membentuk reputasi rohani—orang lain mungkin lupa kata-kata kita, tetapi mereka mengingat kesetiaan kita.


Tuhan melihat kesetiaan yang tersembunyi. Apa yang tampak sebagai kerugian hari ini bisa menjadi perlindungan dan kehormatan di masa depan.


✝️ *Kesetiaan lebih berharga daripada keuntungan sesaat.*


✅ *JANJI YANG DIJAGA, KEPERCAYAAN YANG DIBANGUN*










Renungan Jalan Tuhan Mustahil Ditebak

 Santapan Harian

Jalan Tuhan Mustahil Ditebak 

Yosua 8:1-29 


Ketika Tuhan melepaskan kita dari masalah dengan cara tertentu, kemudian ketika masalah datang lagi, lazimnya kita otomatis berpikir, Tuhan bisa memakai cara atau orang yang sama untuk menyelesaikan masalah kita. Pikiran kita tertuju kepada peristiwa atau orang yang pernah melepaskan kita dari masalah. Persoalannya adalah cara Tuhan memberikan pertolongan di dalam setiap perjalanan hidup kita tidak akan pernah dapat ditebak.


Dalam perikop ini, Israel kembali berperang. Kembali terulang, TUHAN menyatakan akan menyerahkan kota Ai ke tangan Israel (1). Hal yang berbeda di sini adalah TUHAN tidak meminta Israel mengulang cara seperti ketika menghancurkan kota Yerikho. Di sini Israel diperintahkan maju untuk menyerang kota Ai (1).


Karya Allah tak pernah meniadakan kecerdasan dan perbuatan manusia. Tercatat Allah memakai kecerdasan Yosua untuk memberikan kota Ai kepada Israel (4-9). Karya keselamatan Allah tidaklah pernah menghilangkan hikmat, pengetahuan, kebebasan, kecerdasan, dan juga kreativitas umat-Nya. Mereka dipanggil untuk berpartisipasi dalam perwujudan rencana Allah ini.


Kecerdasan adalah juga anugerah dari Allah, Sang Pencipta. Dalam kisah peperangan dengan kota Ai ini, secara jelas Allah menggunakan kecerdasan taktik perang Yosua untuk merebut kota Ai. Allah bisa saja memilih menggunakan kecerdasan manusia, tetapi Ia juga bisa memilih tidak menggunakan kecerdasan manusia untuk mewujudkan karya-Nya. Perbuatan Allah di dalam kehidupan manusia mustahil dapat dimengerti dan dipahami. Jalan-jalan dan karya-karya Allah di dalam kehidupan umat-Nya adalah misteri teka-teki yang mustahil dikuasai oleh pikiran dan pemahaman manusia.


Memang, tidak selalu Tuhan memakai kecerdasan kita untuk menyatakan jalan keselamatan-Nya. Namun, Tuhan juga dapat menggunakan kecerdasan kita untuk menyatakan karya keselamatan-Nya seperti yang diperbuat-Nya melalui Yosua. Perlengkapilah diri dengan ilmu pengetahuan dan siap menjalankan perintah-Nya dengan ketaatan. [JHN]