H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 11 Januari 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 11 Januari Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat berakhir pekan*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 11 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau yang dapat menyebabkan perlambatan massa udara, namun kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan tebal sepanjang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2,5 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Kep. Bintan dan sekitarnya.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371



















Prakiraan Cuaca Tanggal 11 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau


Yesaya 46 : 4

 

Yesaya 46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. 


Isaiah 46:4 Even when you are old, I will take care of you, even when you have gray hair, I will carry you. I made you and I will support you; I will carry you and rescue you.







Mazmur 92:15-16

 


_Mazmur 92:15-16 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya._









Matius 6 : 9

 *Selamat pagi semua sahabat setia Tuhan Yesus dalam WAG ini*

 

Mari kita jaga terus relasi kita dg Tuhan sambil menjaga kekudusan diri kita. 


Tuhan telah mengajar kita berdoa dg narasi awal :


_*Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,.........*_

_*(Matius 6:9)*_


Maka jika ingat ajaran Tuhan tentang bagaimana kita harus berdoa bahwa, ternyata yg pertama Tuhan ajarkan untuk kita mohonkan adalah agar ke kudusan nama Tuhan terjaga dan terjadi di dalam seluruh hidup kita serta di dalam seluruh hal hal yg ada di alam semesta ini.


Maka yg pertama, sangat patut lah kita menjaga ke kudusan diri kita jika kita masih berani memanggil nama Nya yg kudus. _*Sebab nama Tuhan demikian kudus tiada tara dan tidak mungkin satupun yg tidak tahir dan yg tidak kudus mendekat pada ke kudusan nama Nya.*_ Bahkan keberadaan Tuhan, ke kudusan, keagungan dan kemuliaan Nya, yg tak terhampiri itu Alkitab sebut bagaikan api yg menghanguskan . 


Pada Ulangan 4:24 tertulis :


_*Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.*_


Oleh karena itu sebagai orang Kristen yg berani mengaku percaya pada Tuhan, diri kita harus berusaha dg segenap hati, segenap kekuatan dan tenaga kita utk menjaga kekudusan diri kita. Kita harus benar2 tahir dari rasa dendam, rasa sakit hati, rasa benci , sikap tidak sudi memaafkan dgn tulus dan ikhlas sampai tuntas, tidak mau berdamai dgn sesama dan cenderung menjaga jarak. Senantiasa bersandiwara dalam bersikap, yakni seolah2 terlihat bersikap berdamai dgn sesama sdr tetapi secara esential tetap menyimpan dendam dan menjaga jarak dg sesama. Masih hidup di bawah stigma masa lalu sehingga tidak mampu melupakan sakit hati dan luka luka masa lalu, tetapi masih berani menyatakan diri sebagai orang percaya yg senantiasa masih menyebut nama Tuhan dan terlihat melayani Tuhan. Menjadi orang yg hidup mendua yakni masih terus melayani Tuhan disamping juga masih tetap menyimpan sakit hati terhadap sesama saudara . Memiliki ego diri dan hati yg keras seperti batu karang sehingga sangat sulit memaafkan orang secara sepihak kecuali orang tersungkur meminta maaf di hadapannya. 


Itu semua hanyalah beberapa contoh yg terjadi dalam dunia kehidupan nyata ke kristenan kita. Dan itulah yang telah menyebabkan iblis sangat leluasa merusak kesatuan tubuh Kristus dan mengganggu gerakan kesatuan tubuh Kristus, dalam pembangunan kerajaan Allah. 

Dan iblis sangat piawai bermain diantara kelemahan2 alamiah manusia daging, sehingga jika kita tidak waspada semua orang dapat tergelincir oleh tipu daya iblis tsb. 

Inilah yg kerap tidak disadari oleh banyak orang percaya. 


Karena itu saat ini kita sadar mengapa urusan pertama yg diajarkan Tuhan Yesus ketika kita berdoa ialah _memohonkan keterjagaan kekudusan nama Tuhan di dalam seluruh hidup kita. Dan itu berarti kita harus berusaha esktra keras menjaga kekudusan diri kita. Sebab tidak mungkin kekudusan nama Tuhan berbaur dg diri kita yang penuh dendam dan ketiadaan pemaafan_. 


_Upaya menjaga kekudusan nama Tuhan haruslah melampaui rasa ego diri kita yg kita rasa demikian penting dan yang selama ini selalu kita utamakan._

 

_*Menjaga kekudusan nama Tuhan jauh lebih penting dan utama daripada menjaga hati kita sendiri. Dan kita harus senantiasa belajar menaklukkan diri kita dibawah kehendak Tuhan, karena itulah wujud nyata mengasihi Tuhan dg segenap hati, segenap akal budi dan segenap kekuatan kita.*_ 


_*Mari kita wujudkan kekudusan nama Tuhan dalam hidup kita di awal 2026 ini mendahului ikhtiar apapun yang hendak kita lakukan di sepanjang tahun ini.*_ 

Amin. 


_*Soli Deo Gloria*_


  _*dp*_

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ







Ketika Terang Itu Bercahaya

 *“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.”*

๐Ÿ“– *Matius 5:16*


Seorang pria bernama Bima (nama samaran) mengalami perubahan besar dalam hidupnya setelah melewati masa sulit. Ia pernah kehilangan pekerjaan dan rasa percaya diri. Dalam proses pemulihan, ia mulai melakukan hal sederhana: membantu tetangga yang kesulitan, mengunjungi orang sakit, dan menjadi pendengar yang setia bagi teman-temannya. Ia tidak berkhotbah panjang, tidak memberi nasihat rumit. Ia hanya hadir dengan ketulusan.


Beberapa waktu kemudian, seorang teman berkata kepadanya, “Aku tidak tahu apa yang kamu miliki, tapi caramu hidup membuat aku ingin mengenal Tuhan yang kamu percaya.”


Bima tersenyum. Ia sadar bahwa kebangkitan pribadinya telah menjadi dampak bagi orang lain—tanpa ia sadari, tanpa ia rencanakan.


Matius 5:16 mengajarkan bahwa terang yang dibangkitkan di dalam diri tidak berhenti pada diri sendiri. Tuhan membangunkan kita bukan hanya supaya kita hidup lebih baik, tetapi supaya hidup kita memuliakan Bapa dan membawa orang lain melihat terang-Nya.


Sering kali kita menunggu momen besar untuk berdampak. Padahal, dampak sejati lahir dari kesetiaan dalam hal-hal kecil. Kebangkitan rohani tidak selalu ditandai oleh perubahan drastis yang terlihat semua orang, tetapi oleh konsistensi hidup yang selaras dengan kasih dan kebenaran.


Wake Up adalah cara hidup:

▪️bangun setiap hari dari kelelahan dan keputusasaan,

▪️bergerak dalam ketaatan dan kasih,

▪️dan membiarkan terang Tuhan mengalir melalui sikap, perkataan, dan tindakan kita.


Ketika terang itu bercahaya:

 • orang lain dikuatkan,

 • lingkungan disentuh,

 • dan nama Tuhan 

           dimuliakan.


Inilah tujuan kebangkitan rohani: bukan sekadar bangun dari tidur, tetapi hidup yang terjaga dan berdampak.


✝️ *Tuhan membangunkan kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk menjadi saluran terang-Nya bagi dunia.*


✅ *WAKE UP CALL — BANGUN, BERGERAK, DAN BERDAMPAK*











Renungan Yesus Sang Roti Kehidupan

 Santapan Harian

Yesus Sang Roti Kehidupan 

Yohanes 6:25-59 


Apakah Saudara pernah merasa kenyang setelah makan, tetapi tak lama kemudian lapar lagi? Karena porsi makan yang sedikit, atau karena nafsu makan yang datang lagi?


Hidup kita terkadang seperti itu. Kita mengejar sesuatu yang memuaskan hati, namun itu hanya sementara dan kita merasakan kekosongan lagi.


Orang banyak mendatangi Yesus karena mereka ingin dikenyangkan lagi dengan makanan. Akan tetapi, Yesus mengajak mereka untuk melihat lebih jauh, dalam, dan esensial. Ia menyebut diri-Nya sebagai Roti Kehidupan. Ungkapan ini diulang sampai tiga kali oleh-Nya (35, 48, 51). Yesus hendak menegaskan bahwa Dialah sumber kehidupan kekal. Roti adalah makanan pokok orang Israel. Dalam sejarah Keluaran dari Mesir, nenek moyang Israel memakan manna, roti yang turun dari surga (bdk. Kel 16).


Sama seperti manna yang turun dari surga, Yesus pun berasal dari sana. Namun, tidak seperti manna yang hanya bertahan sehari (kecuali saat hari keenam), Yesus kekal dan abadi. Dia akan mati dan bangkit lagi. Yesus mengajak orang banyak itu untuk mau percaya dan menerima Dia yang kelak mengorbankan tubuh dan darah-Nya (54-56). Hal itu akan dipertegas kembali di perjamuan terakhir Yesus bersama para murid. Intinya, Yesus mau mengingatkan mereka agar jangan hanya menjadi berkat, tetapi mencari Sang Pemberi Berkat yang dapat memberi kehidupan abadi dan percaya kepada-Nya.


Mari kita renungkan sejenak. Kita sering sibuk mengejar hal-hal di dunia ini, seperti makanan, uang, kesenangan, atau pujian, dan pengakuan. Apakah hal itu benar-benar cukup untuk kita? Jika itu sudah kita dapatkan, apakah kemudian hidup kita menjadi sempurna tanpa kekosongan dan kehampaan? Tak jarang ada saat-saat di mana kita merasa hampa, meski semua tampak sempurna di luar. Yesus tahu itu, dan Ia memberi diri-Nya bagi kita. Maukah Saudara hidup di dalam dan bersama-Nya? Pada titik ini kita diajak merenungkan, apakah kita benar-benar mencari Tuhan dengan hati yang tulus dan bergantung pada-Nya, Sang Sumber Kehidupan? [YWA]