H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 13 Desember 2025

Pengkhotbah 9 : 1

 Slmt pg buat kita semua.


Pengkhotbah 9:1 (TB) Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apa pun yang dihadapinya. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™











Prakiraan Cuaca Tanggal 13 Desember Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat berakhir pekan*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 13 Desember 2025 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepualauan Riau khususnya Pulau Bintan yang menyebabkan perlambatan massa udara. Faktor kondisi kelembapan udara lapisan atas di wilayah Kepulauan Riau yang cukup basah dan suhu muka laut yang relatif hangat juga dapat mendukung potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berpotensi terjadi hujan ringan pada pagi hingga siang hari, serta pada sore dan dini hari. 

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan ringan - sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi, siang dan malam hari.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371





















Prakiraan Cuaca Tanggal 13 Desember 2025 Prov Kepulauan Riau


Renungan Menjaga Kebersihan

 Santapan Harian

Menjaga "Kebersihan" 

Ulangan 21:18-23 


Saat kita pulang dari bepergian, salah satu hal yang pertama-tama dilakukan adalah membersihkan diri. Baik itu mencuci tangan, kaki, dan muka, bahkan langsung mandi keramas. Hal itu dilakukan karena kita tidak ingin kotoran dan kuman dari luar rumah terbawa masuk ke dalam rumah, apalagi menempel di tempat tempat privat seperti tempat tidur. Bisa mengakibatkan kotor dan penyakit.


Kalau sedemikian rupa kita memperlakukan kotoran yang menempel di tubuh, terlebih lagi Allah memperlakukan "kotoran" yang ada di tengah umat-Nya. Anak yang degil dan membangkang dihukum mati (18-21). Mungkin tampak sangat kejam. Tetapi, menghormati ayah dan ibu adalah salah satu dari Sepuluh Hukum Tuhan. Tak hanya itu, jikalau seseorang sudah terbiasa membangkang, bahkan kepada orang tua, orang terdekatnya, apa yang bisa diharapkan dari hidupnya? Kemungkinan besar, dia juga akan menjadi pembangkang dari segala aturan, termasuk dari Tuhannya. Tindakannya akan mengotori seluruh bangsa.


Mayat yang tergantung menajiskan tanah yang diberikan Allah sehingga harus segera dikuburkan (22-23). Tentunya, bukan karena mayatnya saja, tetapi untuk apa menempatkan orang yang mendapatkan hukuman sebagai tontonan yang bisa jadi malah menginspirasi orang melakukan hal yang sama? Kejahatan mesti segera dihapuskan.


Cara-cara yang dilakukan saat itu memang kejam jika dipandang dari kacamata saat ini. Namun, yang mau kita lihat adalah bahwa "kebersihan" harus dijaga. Bukan dengan menyingkirkan orang lain, tetapi melihat kepada diri kita sendiri. Apakah ada hal-hal yang membuat kita "kotor"? Apakah ada kata-kata yang menyakiti, tindakan yang mencelakakan, rencana jahat, bahkan niat curang dalam diri kita?


Semua hal yang membuat diri kita "kotor", kita mesti membersihkannya. Semua "kotoran" itu mesti "dirajam sampai mati, digantung, dan dikuburkan" sehingga tidak memiliki tempat lagi dalam hidup kita. Hidup kita anugerah Tuhan, kita telah dibersihkan-Nya dari dosa. Sudah semestinya kita jaga kebersihannya. [KRS]



Baca Gali Alkitab 11


Ulangan 21:18-23


Musa mengulang arahan tentang bagaimana bangsa Israel harus menangani anak yang keras kepala dan tidak mau taat, serta hukuman yang dijatuhkan untuk pelanggaran serius. Aturan keras ini sebenarnya menegaskan pentingnya menjaga ketertiban, keadilan, dan kekudusan dalam keluarga besar umat Allah.


Teks ini mengingatkan bahwa ketertiban dalam keluarga dan komunitas adalah fondasi yang dikehendaki Tuhan. Orang tua dipanggil untuk mendidik anak dengan bijaksana, penuh kasih, dan disiplin. Hukuman ekstrem dalam konteks Perjanjian Lama memang tidak berlaku lagi dalam era kasih karunia, tetapi tanggung jawab mendidik dan membimbing anak tetap relevan.


Apa saja yang Anda baca?

1. Apa yang tertulis mengenai anak yang degil dan suka membangkang terhadap orang tuanya? (18-21)

2. Apa yang tertulis tentang orang yang berbuat dosa lalu dihukum mati? (22-23)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Bagaimana pandangan Anda tentang penerapan kedisiplinan dalam keluarga?

2. Apakah ada nilai yang dapat kita pelajari dari aturan keras bagi anak yang tidak taat pada teks ini?

3. Menurut Anda, mengapa ketertiban dan kekudusan dalam komunitas begitu penting menurut firman Tuhan dalam teks ini?


Apa respons Anda?

1. Dalam mendisiplinkan anak atau orang-orang di bawah tanggung jawab Anda, bagaimana Anda dapat melakukannya dengan bijaksana dan penuh kasih?

2. Apa langkah konkret yang bisa Anda ambil untuk menjaga kekudusan hidup, baik secara pribadi maupun dalam komunitas?


Pokok Doa:

Memohon kepada Tuhan agar setiap dosa yang membuat kita "keras hati" dapat disingkirkan oleh kasih karunia Tuhan.