H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 17 Maret 2026

Kekuatan Mengampuni

 *“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”*

๐Ÿ“– *Kolose 3:13*


Corrie ten Boom adalah seorang wanita Kristen dari Belanda yang hidup pada masa Perang Dunia II. Ia dan keluarganya membantu banyak orang Yahudi bersembunyi dari Nazi. Namun akhirnya mereka ditangkap dan dimasukkan ke kamp konsentrasi.


Di kamp itu, Corrie dan saudara perempuannya mengalami penderitaan yang luar biasa. Saudara perempuannya bahkan meninggal di sana.


Setelah perang berakhir, Corrie mulai berkeliling untuk bersaksi tentang kasih dan pengampunan Tuhan.


Suatu hari setelah ia selesai berbicara di sebuah gereja, seorang pria datang mendekatinya. Corrie langsung mengenali pria itu—dia adalah salah satu penjaga kamp konsentrasi yang pernah memperlakukan mereka dengan sangat kejam.


Pria itu berkata bahwa ia telah bertobat dan meminta Corrie mengampuninya. Saat itu Corrie merasa hatinya bergumul. Secara manusia, sangat sulit baginya untuk mengampuni orang yang pernah menyebabkan begitu banyak penderitaan.


Namun ia berdoa dalam hatinya dan akhirnya menjabat tangan pria itu sambil berkata bahwa ia mengampuninya. Corrie kemudian berkata bahwa pada saat itu ia merasakan kasih Tuhan mengalir dalam hatinya.


Mengampuni adalah salah satu hal yang paling sulit dalam kehidupan manusia. Ketika kita disakiti, reaksi alami kita adalah marah, kecewa, menyimpan luka bahkan ingin membalas. Namun firman Tuhan mengajarkan sesuatu yang berbeda.


Kita dipanggil untuk mengampuni bukan karena orang lain pantas mendapatkannya, tetapi karena kita sendiri telah menerima pengampunan dari Tuhan. Mengampuni bukan berarti melupakan atau menganggap kesalahan itu tidak penting.


Mengampuni berarti melepaskan beban kebencian yang kita pegang. Ketika kita menyimpan kepahitan, hati kita menjadi berat. Namun ketika kita mengampuni, hati kita menjadi bebas.


Pengampunan tidak selalu mudah, tetapi dengan pertolongan Tuhan kita bisa melakukannya Dan seringkali, orang yang paling dibebaskan oleh pengampunan adalah kita sendiri.


Pengampunan adalah kekuatan yang memulihkan hati. Ketika kita mengampuni, kita sedang meneladani kasih Tuhan yang lebih dulu mengampuni kita.


✝️ *Mengampuni bukan tanda kelemahan, tetapi tanda hati yang dipenuhi kasih Tuhan*


✅ *Kekuatan Mengampuni*
















Yeremia 33 : 3

 Slmt pg buat kita semua..


Yeremia 33:3 (TB) Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
















Prakiraan Cuaca Tanggal 17 Maret Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 17 Maret 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya sehingga kurang berpengaruh terhadap potensi pertumbuhan awan- awan hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum, kondisi cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan Cerah Berawan - Berawan sepanjang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada ketinggian gelombang yang dapat mencapai tinggi hingga 1.25 - 2.5 meter (kategori sedang) di sekitar wilayah Perairan Bintan;

- Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 17 Maret 2026 Prov Kepulauan Riau



Renungan Pemimpin yang Melayani

 Santapan Harian

Pemimpin yang Melayani 

Yohanes 13:1-20 


Jabatan atau posisi kepemimpinan sangat diinginkan demi memperoleh kekuasaan dan kehormatan, tak terkecuali dalam dunia pelayanan dan gereja. Banyak orang tampaknya menginginkan posisi-posisi tertinggi dalam kepemimpinan. Namun, bagaimana seharusnya sikap yang benar sebagai seorang pemimpin?


Yesus, yang adalah Tuhan dan Guru, memiliki otoritas tertinggi, tetapi Ia memilih untuk merendahkan diri dan membasuh kaki murid-murid-Nya. Menurut adat kebiasaan pada masa itu, murid-muridlah yang seharusnya mencuci kaki guru, atau bahkan seorang hamba yang ditugaskan di depan rumah. Jadi, Yesus bukan hanya merendahkan diri seperti murid, tetapi Dia menjadi seorang hamba. Dan Yesus melakukan semua tindakan-Nya dalam kesadaran penuh (4-5). Perhatikan bagaimana dituliskan 'Yesus telah tahu' (1) dan diulang kembali 'Yesus tahu' (3).


Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai tanda bahwa kepemimpinan adalah melayani, bukan dilayani. Ketika Petrus menolak untuk dibasuh kakinya (6-11), Yesus menegaskan bahwa tanpa menerima pelayanan-Nya, seseorang tidak dapat memiliki bagian dalam diri-Nya. Seorang pemimpin harus terlebih dahulu mengalami kasih dan pembentukan Tuhan sebelum dapat melayani dengan benar. Yesus membasuh kaki semua murid, termasuk Yudas yang akan mengkhianati-Nya. Artinya, pemimpin sejati melayani semua orang, termasuk mereka yang menentangnya.


Kepemimpinan dalam Kristus bukan tentang status, tetapi tentang hati yang rela melayani dengan kasih dan kerendahan hati. Yesus berkata, "Jadi, Jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kamu pun wajib saling membasuh kakimu" (14). Ini panggilan bagi semua murid Yesus dalam bersikap sebagai seorang pemimpin.


Dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan, kita dipanggil untuk meneladan Kristus. Menjadi pemimpin berarti melayani, mengasihi tanpa syarat, dan merendahkan hati tanpa merasa terpaksa. Jadilah pemimpin yang melayani, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata! [RGD]









Motoran dari tanjungpinang-batam, Thanks Protect Us God, Amen