H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 13 Mei 2026

Renungan Kasih Kepada Kristus

 Santapan Harian

Kasih kepada Kristus 

Yohanes 21:15-19 


Dalam perjalanan bersama Allah, jatuh dan bangun merupakan proses yang niscaya akan kita lalui. Tidak ada orang yang sempurna dalam menaati kehendak Allah. Selama kita masih hidup di dunia ini, kita akan acap kali melakukan kesalahan. Demikian halnya Simon Petrus. Ia menyangkali Yesus (lih. Yoh 18:15-18, 25-27), sang Mesias, Anak Allah yang hidup (lih. Mat 16:16).


Setelah penyangkalan pahit, Petrus kembali berhadapan dengan Yesus. Dan Yesus datang bukan dengan murka atau penghakiman, melainkan dengan pertanyaan yang menusuk hati: "Apakah engkau mengasihi Aku?" (15-17).


Pertanyaan Yesus bukan untuk mempermalukan Petrus, melainkan sebaliknya, Ia ingin memulihkan Petrus. Pertanyaan itu menyinggung kembali luka lama, tetapi juga menyentuh inti panggilan: kasih kepada Kristus. Dalam pemulihan itu, Yesus memberikan misi baru kepada Petrsus: "Peliharalah/ gembalakanlah domba-domba-Ku." (15-17)


Menariknya, Yesus tidak menanyakan, "Apakah kamu layak?", "Bisakah kamu berjanji untuk tidak gagal lagi?", atau "Sudahkah kamu menebus kesalahanmu?" Apa yang Yesus tanyakan hanyalah: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Alih-alih penghakiman, justru yang Ia sediakan adalah proses pemulihan, bagi kita juga.


Yesus juga menyampaikan nubuat tentang penderitaan yang akan Petrus hadapi. Namun, apa pun masalah yang akan ada di depan, Yesus berkata kepada Petrus untuk mengikut Dia (18-19).


Kisah ini menjadi pesan bagi kita semua yang pernah gagal, jatuh, atau merasa tidak layak. Yesus tidak mencari orang yang sempurna. Ia mencari mereka yang mau mengasihi-Nya, bahkan setelah kejatuhan yang dalam. Tak ada tempat yang terlalu kelam yang Tuhan tidak bisa jangkau. Sama seperti Ia memulihkan Petrus dan tokoh-tokoh Alkitab yang lain, Ia juga mampu memulihkan kita.


Kasih kepada Kristus adalah langkah kunci yang harus kita lakukan. Kepercayaan kepada Allah yang berdaulat dalam segala keadaan menjadi pegangan bagi kita untuk menjawab panggilan-Nya dan mengikut Dia. [PMS]