H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 08 Juli 2026

Roma 12 : 16

 Slmt hr rabu bagi kita semua.


Roma 12:16 (TB) Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! 

🙏🙏🙏











Bahaya "IZEBEL" Disekitarmu

 BAHAYA "IZEBEL" DI SEKITARMU: IA MEMBANGUN RANTAI KEJAHATAN.


Kejahatan yang paling berbahaya bukanlah ketika satu orang berbuat jahat.


Kejahatan yang paling berbahaya adalah ketika satu orang berhasil menyeret banyak orang untuk ikut berbuat jahat.


Itulah yang dilakukan Izebel.


Ia tidak puas berbuat dosa seorang diri.

Ia mempengaruhi orang lain.


Ia memanfaatkan kelemahan mereka.

Ia menggerakkan mereka untuk melakukan apa yang ia inginkan.


Lalu terbentuklah sebuah rantai kejahatan.


Yang lebih mengerikan, banyak orang di dalam rantai itu tidak pernah sadar bahwa mereka sedang diperalat.


Alkitab memberikan penilaian yang sangat mengejutkan tentang Raja Ahab :


"Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, 

--- karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya."

 (1 Raja-raja 21:25)


Renungkan ayat ini.


Ahab bukan orang biasa.

Ia seorang raja.

Panglima perang.

Pemegang otoritas tertinggi di Israel.


Namun Alkitab mencatat bahwa ia memperbudak dirinya kepada kejahatan karena terus mengikuti bujukan Izebel.


Kisah ini mengajarkan satu pelajaran penting.


Seseorang tidak harus kehilangan jabatannya untuk kehilangan kendali atas hidupnya.


Karakter Izebel bukan sekadar tokoh sejarah yang hidup ribuan tahun lalu.


Ia adalah gambaran tentang seseorang yang memiliki hasrat kuat untuk memaksakan kehendaknya, bahkan jika itu berarti menyeret orang lain melakukan apa yang bertentangan dengan kehendak Allah.


Mereka tidak hanya berdosa.

Mereka membangun rantai kejahatan.


Bagaimana Karakter Izebel Membangun Rantai Kejahatan?


Kisah perampasan kebun anggur Nabot (1 Raja-raja 21) memperlihatkan pola kerjanya dengan sangat jelas :


1. Mereka Memanfaatkan Kelemahan Orang Lain


Ketika Ahab kecewa karena Nabot menolak menjual kebun anggurnya, ia merajuk, mogok makan, dan berbaring menghadap tembok.


Izebel tidak menolong Ahab menguasai dirinya.

Ia justru memanfaatkan kelemahannya.


"Bukankah engkau sekarang yang memegang pemerintahan atas Israel? Bangunlah, makanlah..." (ay. 7)


Karakter seperti ini pandai menemukan celah dalam diri seseorang.


Mereka membaca ambisi, rasa kecewa, rasa tidak aman, kesombongan, atau luka hati.


Lalu mereka memakai semua itu untuk mengarahkan orang tersebut kepada kehendak mereka.


Sedikit demi sedikit, korbannya mulai membenarkan apa yang dahulu ia tahu salah.


Mulai memusuhi orang yang sebelumnya tidak pernah ia musuhi.


Mulai melakukan hal-hal yang dahulu tidak pernah ingin ia lakukan.


2. Mereka Menggerakkan Orang Lain Melakukan Kejahatan


Inilah bagian yang paling mengerikan.


Izebel tidak membunuh Nabot.

Para tua-tua kota yang melakukannya.


Izebel tidak menjadi saksi dusta.

Orang lain yang melakukannya.


Izebel tidak merajam Nabot.

Rakyatlah yang melempari Nabot dengan batu sampai mati.


Lalu siapa pelaku kejahatan itu?

Jawabannya: semuanya.


Dalam 1 Raja-raja 21:9-10, taktik jahat dan licik seorang Izebel untuk mempengaruhi banyak orang terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Nabot, sangat meyakinkan dan begitu kuat menggerakkan banyak orang, 

kenapa?

--- karena dia memakai manipulasi rohani:  

1. mengajak mengadakan ibadah puasa, 

2. seolah-olah menghargai Tuhan, dengan membuat tuduhan bahwa Nabot telah mengutuk nama Tuhan dan Raja.


Izebel adalah otak dan sutradara yang menggerakkan semuanya untuk membunuh Nabot.


Izebel membangun sebuah sistem di mana banyak orang akhirnya mengambil bagian dalam satu kejahatan.


Begitulah karakter ini bekerja.


Mereka tidak harus mengotori tangan sendiri.

Mereka cukup mempengaruhi, menghasut, mengarahkan, atau memanipulasi orang lain sampai mereka rela melakukan apa yang diinginkannya.


Ironisnya, orang-orang yang diperalat sering merasa bahwa mereka sedang mengambil keputusan sendiri.


Mereka merasa telah melakukan sesuatu yang benar yang memang harus dilakukan.

Padahal mereka sedang menjadi mata rantai dalam sebuah kejahatan.


3. Mereka Tidak Pernah Berhenti pada Satu Korban


Setelah Nabot mati, Izebel berkata kepada Ahab,

"Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot... sebab Nabot sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." (ay. 15)


Tidak ada penyesalan.

Tidak ada belas kasihan.

Yang penting keinginannya tercapai.


Karakter seperti ini tidak berhenti pada satu korban.

Hari ini mereka menyeret satu orang.

Besok mereka menyeret yang lain.


Sedikit demi sedikit, rantai kejahatan itu semakin panjang.


Mengapa Daya Rusaknya Sangat Fatal?


Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegur jemaat di Tiatira karena mereka menoleransi Izebel (Wahyu 2:20).


Karakter seperti ini tidak hanya merusak dirinya sendiri.

Ia merusak semua orang yang berada dalam lingkaran pengaruhnya.


1. Mereka Menumpulkan Hati Nurani


Ahab mengetahui hukum Taurat.

Ia tahu tanah pusaka tidak boleh dijual.

Namun setelah terus dipengaruhi Izebel, ia tidak lagi peduli bagaimana kebun itu diperoleh.


Begitulah pengaruh karakter Izebel.


Mereka tidak langsung membuat seseorang melakukan dosa besar.

Mereka terlebih dahulu menumpulkan hati nuraninya.


2. Mereka Membuat Orang Lain Rela Berbuat Jahat


Perhatikan siapa saja yang terlibat dalam kematian Nabot :

Ada Ahab.

Ada para tua-tua kota.

Ada saksi-saksi dusta.

Ada rakyat yang merajam Nabot.


Begitu banyak orang terlibat.

Padahal kejahatan itu bermula dari ambisi satu orang.

Inilah daya rusak karakter Izebel.


Ia tidak hanya melahirkan satu pelaku kejahatan.

Ia melahirkan banyak pelaku kejahatan.


3. Mereka Menciptakan Budaya Kejahatan


Ketika semakin banyak orang ikut melakukan dosa, dosa itu mulai terlihat biasa.


Orang tidak lagi bertanya,

"Apakah ini benar di hadapan Tuhan?"

Mereka hanya bertanya,

"Bukankah semua orang juga melakukannya?"


Pada saat itulah kejahatan berubah menjadi budaya.


Bagaimana Menghadapinya?

1. Jangan Menoleransinya


Tuhan Yesus menegur jemaat Tiatira bukan karena mereka melakukan semua dosa Izebel, tetapi karena mereka menoleransinya.


Apa yang ditoleransi hari ini akan semakin berani besok.

Karena itu, beranilah berkata "tidak" terhadap setiap ajakan yang bertentangan dengan firman Tuhan.


2. Bereskan Celah dalam Hatimu


Izebel berhasil memengaruhi Ahab karena menemukan celah dalam dirinya.

Kecewa.

Ambisi.

Keserakahan.

Ketidakdewasaan.


Karakter seperti ini akan selalu mencari celah yang sama dalam hidup kita.


Karena itu, biarkan Tuhan membereskan hati kita terlebih dahulu.


3. Milikilah Keberanian Seperti Elia


Ketika semua orang diam, Elia berdiri menyampaikan kebenaran Tuhan.


Rantai kejahatan tidak akan pernah putus jika semua orang memilih diam.


Dibutuhkan seseorang yang berani berkata benar, sekalipun harus berdiri sendirian.


Jadi.....

Hari ini, periksalah kembali orang-orang yang besar pengaruhnya dalam hidupmu.


Apakah mereka membawamu semakin mengasihi Tuhan dan menaati Firman-Nya?


Ataukah mereka perlahan BAHAYA "IZEBEL" DI SEKITARMU: IA MEMBANGUN RANTAI KEJAHATAN.


Kejahatan yang paling berbahaya bukanlah ketika satu orang berbuat jahat.


Kejahatan yang paling berbahaya adalah ketika satu orang berhasil menyeret banyak orang untuk ikut berbuat jahat.


Itulah yang dilakukan Izebel.


Ia tidak puas berbuat dosa seorang diri.

Ia mempengaruhi orang lain.


Ia memanfaatkan kelemahan mereka.

Ia menggerakkan mereka untuk melakukan apa yang ia inginkan.


Lalu terbentuklah sebuah rantai kejahatan.


Yang lebih mengerikan, banyak orang di dalam rantai itu tidak pernah sadar bahwa mereka sedang diperalat.


Alkitab memberikan penilaian yang sangat mengejutkan tentang Raja Ahab :


"Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, 

--- karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya."

 (1 Raja-raja 21:25)


Renungkan ayat ini.


Ahab bukan orang biasa.

Ia seorang raja.

Panglima perang.

Pemegang otoritas tertinggi di Israel.


Namun Alkitab mencatat bahwa ia memperbudak dirinya kepada kejahatan karena terus mengikuti bujukan Izebel.


Kisah ini mengajarkan satu pelajaran penting.


Seseorang tidak harus kehilangan jabatannya untuk kehilangan kendali atas hidupnya.


Karakter Izebel bukan sekadar tokoh sejarah yang hidup ribuan tahun lalu.


Ia adalah gambaran tentang seseorang yang memiliki hasrat kuat untuk memaksakan kehendaknya, bahkan jika itu berarti menyeret orang lain melakukan apa yang bertentangan dengan kehendak Allah.


Mereka tidak hanya berdosa.

Mereka membangun rantai kejahatan.


Bagaimana Karakter Izebel Membangun Rantai Kejahatan?


Kisah perampasan kebun anggur Nabot (1 Raja-raja 21) memperlihatkan pola kerjanya dengan sangat jelas :


1. Mereka Memanfaatkan Kelemahan Orang Lain


Ketika Ahab kecewa karena Nabot menolak menjual kebun anggurnya, ia merajuk, mogok makan, dan berbaring menghadap tembok.


Izebel tidak menolong Ahab menguasai dirinya.

Ia justru memanfaatkan kelemahannya.


"Bukankah engkau sekarang yang memegang pemerintahan atas Israel? Bangunlah, makanlah..." (ay. 7)


Karakter seperti ini pandai menemukan celah dalam diri seseorang.


Mereka membaca ambisi, rasa kecewa, rasa tidak aman, kesombongan, atau luka hati.


Lalu mereka memakai semua itu untuk mengarahkan orang tersebut kepada kehendak mereka.


Sedikit demi sedikit, korbannya mulai MEMBENARKAN apa yang dahulu ia tahu salah.


Mulai memusuhi orang yang sebelumnya tidak pernah ia musuhi.


Mulai melakukan hal-hal yang dahulu tidak pernah ingin ia lakukan.


2. Mereka MENGGERAKKAN Orang Lain Melakukan Kejahatan


Inilah bagian yang paling mengerikan.


Izebel tidak membunuh Nabot.

Para tua-tua kota yang melakukannya.


Izebel tidak menjadi saksi dusta.

Orang lain yang melakukannya.


Izebel tidak merajam Nabot.

Rakyatlah yang melempari Nabot dengan batu sampai mati.


Lalu siapa pelaku kejahatan itu?

Jawabannya: semuanya.


Dalam 1 Raja-raja 21:9-10, taktik jahat dan licik seorang Izebel untuk mempengaruhi banyak orang terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Nabot, sangat meyakinkan dan begitu kuat menggerakkan banyak orang, 

kenapa?

--- karena dia memakai manipulasi rohani:  

1. mengajak mengadakan ibadah puasa,(KEBAKTIAN KEBAKTIAN)

2. seolah-olah menghargai Tuhan, dengan membuat tuduhan bahwa Nabot telah mengutuk nama Tuhan dan Raja.


Izebel adalah OTAK dan SUTRADARA yang menggerakkan semuanya untuk membunuh Nabot.


Izebel membangun sebuah SISTEM di mana banyak orang akhirnya mengambil bagian dalam satu kejahatan.


Begitulah karakter ini bekerja.


Mereka TIDAK HARUS mengotori tangan sendiri.

Mereka cukup mempengaruhi, menghasut, mengarahkan, atau memanipulasi orang lain sampai mereka rela melakukan apa yang diinginkannya.


Ironisnya, orang-orang yang diperalat sering merasa bahwa mereka sedang mengambil keputusan sendiri.


Mereka merasa telah melakukan sesuatu yang benar yang memang harus dilakukan.

Padahal mereka sedang menjadi mata rantai dalam sebuah kejahatan.


3. Mereka Tidak Pernah Berhenti pada Satu Korban


Setelah Nabot mati, Izebel berkata kepada Ahab,

"Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot... sebab Nabot sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." (ay. 15)


Tidak ada penyesalan.

Tidak ada belas kasihan.

YANG PENTING keinginannya tercapai.


Karakter seperti ini tidak berhenti pada satu korban.

Hari ini mereka MENYERET satu orang.

Besok mereka menyeret yang lain.


Sedikit demi sedikit, rantai kejahatan itu semakin panjang.


Mengapa Daya Rusaknya Sangat Fatal?


Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegur jemaat di Tiatira karena mereka menoleransi Izebel (Wahyu 2:20).


Karakter seperti ini tidak hanya merusak dirinya sendiri.

Ia merusak semua orang yang berada dalam lingkaran pengaruhnya.


1. Mereka Menumpulkan Hati Nurani


Ahab mengetahui hukum Taurat.

Ia tahu tanah pusaka tidak boleh dijual.

Namun setelah terus dipengaruhi Izebel, ia tidak lagi peduli bagaimana kebun itu diperoleh.


Begitulah pengaruh karakter Izebel.


Mereka tidak langsung membuat seseorang melakukan dosa besar.

Mereka terlebih dahulu menumpulkan hati nuraninya.


2. Mereka Membuat Orang Lain RELA Berbuat Jahat


Perhatikan siapa saja yang terlibat dalam kematian Nabot :

*Ada Ahab.

*Ada para tua-tua kota.(yang dihormati)

*Ada saksi-saksi dusta.

*Ada rakyat yang merajam Nabot.


Begitu banyak orang terlibat.

Padahal kejahatan itu bermula dari AMBISI satu orang.

Inilah daya rusak karakter Izebel.


Ia tidak hanya melahirkan satu pelaku kejahatan.

Ia melahirkan banyak pelaku kejahatan.


3. Mereka Menciptakan Budaya Kejahatan


Ketika semakin banyak orang ikut melakukan dosa, dosa itu mulai terlihat BIASA.


Orang TIDAK LAGI bertanya,

"Apakah ini benar di hadapan Tuhan?"

Mereka hanya bertanya,

"Bukankah semua orang itu (idolamu) juga melakukannya?"


Pada saat itulah kejahatan berubah menjadi BUDAYA.


Bagaimana Menghadapinya?

1. Jangan TOLERANSI


Tuhan Yesus menegur jemaat Tiatira bukan karena mereka melakukan semua dosa Izebel, tetapi karena mereka menoleransinya.


Apa yang ditoleransi hari ini akan semakin berani besok.

Karena itu, BERANILAH berkata "tidak" terhadap setiap ajakan yang bertentangan dengan firman Tuhan.


2. Bereskan Celah dalam Hatimu


Izebel berhasil memengaruhi Ahab karena menemukan celah dalam dirinya.

KECEWA

AMBISI

KESERAKAHAN

KETIDAK DEWASAAN.


Karakter seperti ini akan selalu mencari celah yang sama dalam hidup kita.


Karena itu, biarkan Tuhan membereskan hati kita terlebih dahulu.


3. Milikilah Keberanian Seperti Elia


Ketika semua orang diam, Elia berdiri menyampaikan kebenaran Tuhan.


Rantai kejahatan tidak akan pernah putus jika semua orang memilih diam.


DIBUTUHKAN  seseorang yang berani berkata benar, sekalipun harus berdiri sendirian.


Jadi.....

Hari ini, PERIKSALAH  kembali orang-orang yang besar pengaruhnya dalam hidupmu.


Apakah mereka membawamu semakin mengasihi Tuhan dan menaati Firman-Nya?


Ataukah mereka perlahan mengubah cara berpikirmu?

Membuatmu MEMBENARKAN apa yang dahulu kamu tahu salah?


Membuatmu MEMUSUHI orang yang sebelumnya tidak pernah kamu musuhi?


Membuatmu MELAKUKAN sesuatu yang dahulu tidak pernah ingin kamu lakukan?


WASPADALAH....


Karakter Izebel jarang menghancurkan seseorang dalam satu hari.

Ia bekerja perlahan.


Ia MEMPENGARUHI satu orang.

Lalu satu orang MEMPENGARUHI yang lain.

Demikian seterusnya hingga terbentuk sebuah rantai kejahatan.(KOSPIRASI)


Karakter Izebel tidak hanya dikenal dari kejahatan yang ia lakukan, tetapi dari banyaknya orang yang akhirnya ikut melakukan kejahatan karena PENGARUHnya.


Karena itu, jagalah hatimu. Jagalah lingkaran terdekatmu. 


Adakah sosok yang terpikir di sekitarmu (keluarga, gereja, kantor, komunitas, masyarakat)

 yang menunjukkan karakter Izebel? cara berpikirmu?

Membuatmu MEMBENARKAN apa yang dahulu kamu tahu salah?


Membuatmu MEMUSUHI orang yang sebelumnya tidak pernah kamu musuhi?


Membuatmu MELAKUKAN sesuatu yang dahulu tidak pernah ingin kamu lakukan?


Berhati-hatilah.


Karakter Izebel jarang menghancurkan seseorang dalam satu hari.

Ia bekerja PERLAHAN.


Ia MEMPENGARUHI satu orang.

Lalu satu orang MEMPENGARUHI yang lain.

Demikian seterusnya hingga terbentuk sebuah RANTAI KOSPIRASI kejahatan.


Karakter Izebel tidak hanya dikenal dari kejahatan yang ia lakukan, tetapi KEMAMPUAN utk mempengaruhi banyak orang  ikut melakukan kejahatan (Persekongkolan)


Karena itu, jagalah hatimu. Jagalah lingkaran terdekatmu. 


Sekarang, setelah membaca selesai tulisan ini, adakah sosok yang terpikir di sekitarmu (keluarga, gereja, kantor, komunitas, masyarakat)

 yang menunjukkan karakter Izebel?


2 Korintus 6:17-18 (TB)  Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 

Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa." 


#SALAM MARANATHA 🔥🔥🔥







Bukan Semangat

 Selamat Pagi


Perkara yang terpenting dalam seluruh hidup bukanlah semangat ,tetapi *kasih*

Kita renungkan Simon Petrus dengan semangatnya yang selalu lebih besar daripada murid yang lainnya. Namun pada akhirnya,,yang ditanyakan Tuhan Yesus kepadanya adalah : "*Apakah engkau mengasihiKu ?*"

Ketika kita mengasihi Dia, maka kita memiliki semangat yang kudus untuk melayani Dia ,di setiap perkara dan di setiap waktu. 

*Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu*











Matius 16 : 23 Enyahlah Kau Iblis

 *ENYAHLAH ENGKAU, IBLIS...!!*


Matius 16:23

*Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."*


Mengapa Tuhan Yesus bbrp kali menegur Petrus dgn sangat keras, karena:

~ Petrus lebih mengasihi Iblis & tunduk kpd pikirannya drpd mengasihi Kristus & tunduk kpd pikiran Allah... 

~ Petrus lebih mengasihi diri & ambisi pribadinya drpd mengasihi Kristus & visi salib-Nya... 

~ Petrus lebih mengasihi Kerajaan Israel & umat Israel lahiriah drpd mengasihi Kerajaan Allah & Israel Rohaniah, yaitu orang2 percaya dari segala bangsa... 


Itulah mengapa Yesus 3x mempertanyakan Petrus, Apakah dia mengasihi (2x Agape & 1x Filia) Kristus...?? Dan di setiap jawaban Petrus, ada 3x perintah Yesus untuk menggembalakan, yaitu memberi makan, merawat & menjaga kawanan domba Kristus itu sampai akhir hidupnya sbg martir Kristus.


Bgmn dgn alumni, senior & para pendiri Kmk Usu...??

~ Apakah kita sungguh mengasihi Kristus & kawanan domba-Nya atau hanya mengasihi diri & ambisi pribadi kita...?? 

~ Apakah kita pantas disebut para gembala dari kawanan domba Kristus, yg berjalan di depan, yg memberi makan, yg merawat & menjaga, serta yg membela & mencari yg hilang atau hanya orang2 upahan & pencuri...??

~ Apakah kita taat & setia memikul salib mengikut Kristus, Sang Gembala Agung atau sibuk membela & membenarkan diri ketika umat-Nya lelah & terlantar spt domba yg tidak bergembala...?? 


_*Salam & Doa bagi Rekan2 Penjala & Pengembala Manusia.🕊️🤝🙏*_






Wahyu 21 : 6

 Slmt pg buat kita semua.


Wahyu 21:6 (TB) Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 

🙏🙏🙏











Hidup dalam Kesetiaan

 *Living in Faithfulness*

[Hidup Dalam Kesetiaan]


*Ulangan 18:13,* _"Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu"._


Arti per kata dari ayat ini: ada kata *tāmîm =* utuh, lengkap, sempurna, tidak bercela, memiliki integritas. Kata ini tidak terutama berarti "tidak pernah berbuat salah," melainkan seseorang yang hidup dengan hati yang tulus dan tidak terbagi. Kemudian ada kata *tihyeh) =* "engkau harus menjadi" atau "hendaklah engkau hidup". Dan juga ada kata *'im =* bersama, dengan, di hadapan. Serta kata *YHWH Eloheikha =* TUHAN, Allahmu. Sebagai konteks pasal ini adalah larangan bagi bangsa Israel untuk mencari petunjuk melalui ilmu gaib, peramal, pemanggil arwah, atau praktik-praktik okultisme. Sebaliknya, mereka diperintahkan untuk hidup *"tāmîm"* (Tidak bercela) bersama TUHAN. Untuk _"tidak bercela"_ di sini berarti: _memiliki hati yang sepenuhnya percaya kepada Allah;

hidup dengan integritas, tanpa kesetiaan yang terbagi kepada kuasa lain; mengandalkan Allah daripada mencari kepastian melalui cara-cara yang dilarang._


Jadi, ayat ini bukan menuntut kesempurnaan tanpa dosa, melainkan mengajak umat untuk hidup dengan kesetiaan yang utuh kepada Allah. Untuk penerapannya: _pertama,_ penting *Mengandalkan Allah sebagai sumber petunjuk hidup.* Saat menghadapi keputusan penting, pilihlah mencari hikmat melalui doa, firman Tuhan, dan nasihat yang bijaksana daripada bergantung pada ramalan, horoskop, atau praktik-praktik spiritual yang bertentangan dengan iman. _Kedua,_ tetap *Jalani hidup dengan integritas.* Jadilah pribadi yang sama baik di depan umum maupun ketika tidak ada yang melihat. Integritas berarti _perkataan, tindakan, dan hati selaras dengan kehendak Tuhan. Dan _ketiga, senantiasa *Memiliki hati yang utuh dalam mengikut Tuhan.* Kesetiaan kepada Tuhan bukan hanya pada hari ibadah, tetapi juga dalam pekerjaan, keluarga, keuangan, dan setiap keputusan sehari-hari. Hidup _"tidak bercela"_ berarti tidak membagi kesetiaan kepada nilai-nilai atau kuasa yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Untuk ungkapan _"Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu"_ dapat dipahami sebagai: _"Hiduplah dengan hati yang utuh, tulus, dan berintegritas di hadapan Tuhan, dengan mempercayai-Nya sepenuhnya dan tidak mencari pertolongan atau petunjuk dari sumber lain yang bertentangan dengan kehendak-Nya"._


Jadi inti ayat ini bukanlah tuntutan untuk menjadi manusia yang tanpa dosa, melainkan panggilan untuk hidup dalam kesetiaan, integritas, dan kepercayaan penuh kepada Allah. Hal lainnya, dimana dalam hidup ini yang harus kita perhatikan adalah bagaimana hidup tidak bercela, hidup tidak menjadi batu sandungan. Oleh karenanya harus perhatikan hidup kita, jangan sampai rajin ke gereja namun hidup jauh dari Tuhan, hidup tidak menjadi berkat dan saksi. Sehingga orang lain tidak bisa melihat kasih Kristus dan kemuliaan Kristus dalam hidup kita. Saat ini marilah kita mau berhati-hati, waspada dengan hidup ini, awasilah hati; mata hati dan semua perkataan, agar supaya jalan hidup kita menjadi kesaksian dan menjadi berkat. Dampak positifnya kasih Kristus dan kemuliaan Kristus nampak dalam hidup kita. Charles H. Spurgeon memaknai bahwa ketulusan hati merupakan bagian dari hidup yang "tidak bercela". Spurgeon menyatakan _"A sincere heart is better than a proud mind"_ [Hati yang tulus lebih berharga daripada pikiran yang sombong].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*







Matius 18 : 20


_“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:20_





















Renungan Tuhan Melihat Hati

 Santapan Harian

Tuhan Melihat Hati 

1 Samuel 16:1-13 


Kita hidup di dunia yang gemar menilai tampilan luar-seberapa menarik penampilan orang, seberapa besar prestasinya, atau seberapa menonjol ia di mata publik. Namun, kisah pemilihan Daud mengungkapkan penilaian Allah yang sangat berbeda.


Saat manusia terpukau pada penampilan, Allah melihat hati.


Jelas sekali digambarkan bagaimana TUHAN memberi perintah kepada Samuel sehingga ini bukan agenda Samuel yang sedang berduka. Perintah TUHAN sangat jelas dan spesifik. Ia mengutus Samuel kepada Isai untuk mengurapi raja yang dipilih-Nya. Bahkan, Ia memberi tahu bagaimana Samuel dapat melakukannya. Lalu, Samuel melakukan seperti yang difirmankan TUHAN (1-4).


Samuel sempat terpesona ketika ia melihat Eliab, anak sulung Isai (6). Dalam pikirannya, inilah sosok yang tepat untuk menggantikan Saul-tinggi, kuat, dan berwibawa. Namun, TUHAN menegurnya: "Jangan pandang rupanya ... manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (7).


Inilah kunci dari seluruh perikop ini. Allah tidak mencari orang yang paling mencolok, tetapi hati yang paling tulus. Ketika hampir semua anak laki-laki Isai lewat, TUHAN menolak mereka satu per satu. Justru Daud, si bungsu yang sedang menggembalakan domba, dipanggil dan diurapi (11-13).


Daud tidak tampil dengan pesona raja, tetapi dengan hati seorang penyembah. Ia bukan pilihan populer, melainkan pilihan Allah. Tuhan menilai kesetiaan dan kerendahan hati, bukan kekuatan atau kewibawaan. Ia memilih hati yang taat, bukan reputasi gemerlap.


Kita pun ditegur untuk berhenti melihat diri kita dan orang lain dengan penilaian manusia. Dalam kehidupan pelayanan dan pekerjaan, di tengah keluarga dan teman-teman kita, mari kita menilai apa yang Allah nilai, yaitu ketulusan dan ketaatan.


Saat dunia sibuk memuji penampilan luar, biarlah kita berjuang agar hati kita tetap tulus dan taat di hadapan-Nya karena itulah yang Allah lihat dari setiap orang yang Ia panggil dan angkat, termasuk kita. [RGD]














Jelong jelong lihat kue TCC Hypermart TPI Kepri




Prakiraan Cuaca Tanggal 7 Juli Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 07 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat menyebabkan penumpukan massa udara sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan Berawan dan berpotensi hujan bersifat ringan-sedang yang bersifat lokal/tidak merata. 


🔖 *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi menjelang siang hari yang bersifat lokal.

_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 7 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau