H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 15 Februari 2026

Lukas 22 : 25 - 27

 ๐Ÿ˜Š๐Ÿค


_*Lukas 22:25-27 Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.*_


Terima kasih

Tuhan Yesus memberkati ๐Ÿ˜Š




Keren abang kakak kelas, tiap pulang kampung selalu bawa bibit








God bless


Renungan Kepemimpinan Rohani

 *Kepemimpinan Rohani*

Pernahkah diantara kita berkeinginan atau berpikir seandainya kita dipimpin oleh pak Stephen tong maka pelayanan kita ini akan sangat berbuah? atau bahkan berpikir seandainya kita dipimpin oleh Paulus pasti pelayanan kita ini akan berkembang?

Harus kita akui memang kepemimpinan sebuah persekutuan sangat mempengaruhi jalannya organisasi tersebut, tapi yang menarik adalah kenapa Tuhan tidak selalu memberikan kepemimpinan baik raja ataupun nabi nabi yang luar biasa kepada umatNya?

Sedikit berbagi, saya sudah akan menjalani hampir 4 tahun sebagai menjalani calon sintua di gereja kami. Saya pikir saya akan menjadi calon sintua paling lama di gereja kami ini yang pernah ada. Pada masa kependetaan sebelumnya kami tidak pernah di ajari sekalipun untuk pembekalan sebagai calon penatua. Jangankan dibekali dikenal pun kurasa tidak. Saat itu saya sangat merindukan seseorang pendeta yang benar benar memperhatikan gereja dan memberi pengajaran yang baik terkhususnya kepada calon sintua di gereja kami. 

Dan karena suatu hal terjadi pergantian pendeta, dan tiba tiba Tuhan mengirim orang yang demikian.


Mulai tahun lalu sejak pendeta itu melayani di gereja kami, diadakan sharemonth dan para calon sintua dibekali dengan intens tiap minggu, bahkan di hari libur, tidak pernah bolong dalam setahun gereja. Jadi waktu untuk gereja itu 3 hari dalam seminggu, sermon, pembekalan, partangiangan, diluar persiapan khotbah. Terus terang saya tidak tahu penatua harus seperti ini sebelumnya. 


Kemudian setelah sekian lama di awal tahun ini kami masuk tentang teknik berkhotbah dan maragenda. Terus terang saya hampir menyerah. Ini terlalu melelahkan. Kadang keluarga pun harus dikutkan waktu pembekalan. Sudah kita memberi waktu, di gereja kita gak dianggap, sepertinya sintua ini menghabiskan waktu saja. KMK saja tidak begini pikirku.

Kemudian saya mencoba merenung sambil berjalan ke tempat pembekalan, "kemarin waktu pendeta sebelumnya cuek, saya komplain. Sekarang waktu pendeta memberi perhatian penuh, saya komplain juga. Yang mana yang betul ini". Saya terus menggerutu dalam hati, sambil saya naik kereta saya. Dalam hatiku " iya memang, bagus, tapi seribet inikah?" Pikirku.


Jadi seandainya pak stephen tong yang menjadi pemimpin kami, apakah aku sanggup mengikutinya? Gak mungkinlah. Aku yakin, pasti pak stephen tong akan jauh lebih ketat dari pak pendeta kami ini. Seperti pendeta kami ini aja aku yang sudah dibina di kmk hampir menyerah. Apalagilah kalau pak Stephen tong yang pimpin, kurasa cari amanlah. 


Dan setelah pulang dari pembekalan akupun bertobat dan mengubah pikiranku. Akupun berdoa dalam hati, ampuni aku Tuhan kalau ternyata saya terlalu menggantungkan semuanya kepada pemimpin kami. Ternyata yang paling penting berubah itu adalah aku sendiri. 


Sekalipun kepemimpinan itu adalah sesuatu yang sangat penting, bahkan perlu di rayakan, tapi Tuhan menginginkan agar kita menjadikan Dia pemimpin kita. 


Pemimpin akan datang dan pergi, tapi pelayanan harus tetap berjalan.


Saya tidak tahu apakah pendeta kami setelah ini makin baik atau makin buruk itu adalah kehendak Tuhan. Yang penting adalah saya harus benar benar tahu apakah saya membangun persekutuan ini dengan jerami atau dengan besi, pada akhirnya semua pekerjaan kita akan di uji oleh api.

Sahabat alumni, mari kita perhatikan bagaimana kita membangun persekutuan kita ini.

Salam Istrahat.

Grup KMK USU








Lukas 16 : 10

 *"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.*

๐Ÿ“– *Lukas 16:10*


Nelson Mandela menghabiskan 27 tahun di penjara karena perjuangannya melawan sistem apartheid di Afrika Selatan. Selama masa tahanan, ia beberapa kali ditawari kebebasan lebih cepat dengan satu syarat: ia harus berhenti memperjuangkan kesetaraan ras.


Secara manusia, itu kesempatan emas.

Ia bisa bebas, kembali kepada keluarga, dan menikmati hidup. Namun Mandela menolak, karena ia merasa telah berjanji kepada bangsanya untuk memperjuangkan keadilan.


Bertahun-tahun di balik jeruji tidak mengubah komitmennya. Ketika akhirnya ia dibebaskan dan menjadi presiden, dunia melihat seorang pemimpin yang tidak dipenuhi dendam, tetapi integritas dan rekonsiliasi. Janji yang ia jaga dalam penderitaan menjadi dasar kepercayaan jutaan orang.


Menepati janji sering kali diuji oleh waktu dan tekanan. Tidak sulit berkomitmen saat suasana mendukung, tetapi sangat sulit bertahan saat janji menuntut pengorbanan panjang.


Banyak orang gagal bukan karena tidak tahu yang benar, tetapi karena lelah menunggu. Padahal kesetiaan justru terlihat ketika:

 • situasi berubah,

 • keuntungan hilang,

 • jalan terasa panjang,

 • tidak ada kepastian kapan hasilnya terlihat.


Firman Tuhan mengajarkan bahwa kesetiaan dalam hal kecil mempersiapkan kita untuk hal besar. Janji yang dijaga membentuk karakter, dan karakter menentukan masa depan.


Menepati janji bukan hanya soal reputasi di hadapan manusia, tetapi tentang keselarasan hati di hadapan Tuhan. Ketika seseorang setia pada komitmen yang benar, ia sedang membangun fondasi yang tidak mudah digoncangkan oleh keadaan.


✝️ *Kesetiaan yang diuji waktu akan menghasilkan kehormatan yang tahan lama.*


✅ *JANJI YANG DIJAGA MELAHIRKAN KEPERCAYAAN*






Prakiraan Cuaca Tanggal 15 Februari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 15 Februari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya, serta nilai kelembapan udara terpantau relatif basah yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini diprakirakan berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan-sedang pada pagi hingga siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman didukung oleh kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.

- Waspadai potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat memicu cuaca hujan sedang-lebat disertai kilat/petir, angin kencang. 

_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

https://www.cuaca.bmkg.go.id.



















Prakiraan Cuaca Tanggal 15 Februari 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Jadilah Berkat, Bukan Beban

 Santapan Harian

Jadilah Berkat, Bukan Beban 

Yosua 7 


Kesalahan seseorang bisa berdampak pada banyak orang. Contohnya, ketika seorang pemimpin negara berperilaku korup, hal itu dapat merugikan rakyatnya. Selain itu, pejabat lainnya akan mengikuti jejak buruk tersebut sehingga korupsi merajalela di seluruh lapisan pemerintahan. Negara menjadi hancur dan dampaknya fatal bagi banyak orang.


Hari ini kita belajar bahwa ketaatan manusia kepada Allah sangatlah penting. Dalam teks ini, terdapat ketidaktaatan tersembunyi yang dilakukan oleh satu orang Israel (1), yang akhirnya menyebabkan kekalahan Israel dalam peperangan (4-5). Israel tidak mampu bertahan terhadap musuhnya karena dosa itu belum terungkap dan dihapuskan. Mukjizat TUHAN tidak terjadi, dan kekalahan besar pun dialami karena ketidaktaatan satu orang. Kesalahan satu orang telah memberikan akibat buruk pada seluruh umat.


Dari peristiwa di dalam kisah ini TUHAN hendak menunjukkan bahwa setiap ketidaktaatan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung. Bahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku kesalahan, melainkan juga oleh orang-orang di dalam komunitasnya. Allah menghendaki kekudusan dan ketaatan-tidak adanya kebohongan.


Selain itu, sikap bertanggung jawab dan mau mengaku salah jika melakukan kesalahan sangatlah penting. Oleh karena itu, setiap orang seharusnya bertanggung jawab untuk hidup dalam ketaatan. Dan demi mendidik umat-Nya, Allah pun dengan berat hati memerintahkan penghukuman bagi ketidaktaatan tersebut (13, 24-25).


Ketaatan memiliki peran yang sangat penting karena Allah tidak menghendaki ketidaktaatan kita membawa dampak buruk bagi diri kita sendiri maupun orang-orang terdekat kita. Saat kita mengakui kesalahan kita, relasi kita dengan Tuhan pun dipulihkan.


Saat ini kita diingatkan bahwa kekudusan itu penting, bukan hanya individu, tetapi juga kelompok. Marilah kita taati firman Tuhan agar hidup kita menjadi berkat bagi orang lain, bukan menjadi beban yang merugikan. [JHN]