H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 08 Januari 2026

1 Korintus 16 : 14

 *Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!*

๐Ÿ“– *1 Korintus 16:14*


Seorang pria bernama Yusuf (nama samaran) dikenal tegas dan disiplin. Ia aktif, bertanggung jawab, dan selalu ingin segala sesuatu berjalan rapi. Namun tanpa disadari, ketegasan itu berubah menjadi kekerasan sikap. Orang-orang di sekitarnya merasa tertekan, meski ia merasa sedang “melakukan yang benar.”


Suatu hari, seorang sahabat menegurnya dengan jujur, “Kamu benar, tapi caramu menyampaikan membuat orang menjauh.”


Kata-kata itu menusuk. Yusuf pulang dengan hati gelisah. Ia menyadari bahwa selama ini ia bergerak cepat, bekerja keras, bahkan melayani—tetapi kehilangan kasih. Sejak saat itu, ia mulai memperlambat langkah, mendengarkan lebih banyak, dan memilih kata-kata dengan hati. Anehnya, justru saat itulah pengaruhnya menjadi lebih besar dan hubungan-hubungannya dipulihkan.


Wake Up Call bukan hanya panggilan untuk bangkit dan bergerak, tetapi juga panggilan untuk bergerak dengan kasih. Tanpa kasih, aktivitas rohani kehilangan makna. Tanpa kasih, kebenaran bisa melukai. Tanpa kasih, pelayanan bisa melelahkan dan memecah.


1 Korintus 16:14 menempatkan kasih sebagai fondasi dari semua tindakan. Bukan sebagian, tetapi segala sesuatu. Kasih bukan sekadar perasaan lembut, tetapi keputusan untuk:

▪️menghargai orang lain,

▪️mendahulukan pengertian,

▪️menahan diri ketika emosi ingin menguasai,

▪️memilih membangun, bukan menjatuhkan.


Tidur rohani kadang terjadi ketika hati menjadi keras. Kita sibuk melakukan hal yang benar, tetapi lupa mengasihi dengan benar. Wake Up Call hari ini membangunkan kita dari ketajaman tanpa kelembutan, dari kebenaran tanpa belas kasih.


Kasih tidak memperlambat misi; kasih memurnikan misi. Ketika kita bergerak dengan kasih, hidup kita menjadi ruang aman bagi orang lain untuk bertumbuh, pulih, dan mengenal Tuhan.


✝️ *Kasih adalah tanda kebangkitan rohani yang sejati. Tanpa kasih, semua gerakan kehilangan arah.*


✅ *WAKE UP CALL — BANGKIT DAN BERGERAK DALAM KASIH*







Keluaran 8 : 32

 Slmt pg buat kita semua..


Keluaran 8:32 (TB) Tetapi sekali ini pun Firaun tetap berkeras hati; ia tidak membiarkan bangsa itu pergi. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™





















Yesaya 46 : 3 - 4

 *TUHAN MENDUKUNG, MENJUNJUNG, MENGGENDONG, MENANGGUNG, MEMIKUL & MENYELAMATKAN KITA.* 


Yes 46:3-4

*3 "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua org yg masih tinggal dari keturunan Israel, hai org2 yg Kudukung sejak dari kandungan, hai org2 yg Kujunjung sejak dari rahim. 4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia & sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya & mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu & menyelamatkan kamu. Amin.*


๐Ÿ•Š️๐Ÿค๐Ÿ™_









Yesus memberkati semua, amen


Prakiraan Cuaca Tanggal 8 Januari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 08 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar selatan wilayah Kepulauan Riau, termasuk wilayah Pulau Bintan yang menyebabkan perlambatan massa udara sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan pada pagi, siang, malam dan dini hari yang bersifat lokal/tidak merata.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi, siang, dan malam hari.


⚠️ Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2,5 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Kep. Bintan dan sekitarnya.


⚠️ Waspada potensi Banjir Rob yang dapat terjadi di wilayah pesisir Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada tanggal 1 - 8 Januari 2026 mendatang.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371



















Prakiraan Cuaca Tanggal 8 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Mukjizat di Tengah Keterbatasan

 Santapan Harian

Mukjizat di Tengah Keterbatasan 

Yohanes 6:1-15 


Secara narasi, kisah ini merupakan kelanjutan perjalanan Yesus dari Yerusalem. Yesus pergi ke seberang Danau Galilea (1). Di sana orang banyak mengikuti-Nya karena ingin melihat mukjizat-Nya (2).


Melihat orang banyak, Yesus bertanya kepada Filipus tentang kemungkinan untuk membelikan mereka makanan (3-6). Filipus menyatakan bahwa secara ekonomi tidak mungkin untuk melakukannya (7). Lalu, Andreas menunjukkan seorang anak yang memiliki lima roti dan dua ikan (8-9). Dan melalui kuasa Tuhan Yesus, semua orang kenyang, bahkan tersisa dua belas bakul (10-13).


Mukjizat Yesus terjadi dalam bentuk pelipatgandaan lima roti dan dua ikan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus peduli terhadap kebutuhan holistik manusia, termasuk kebutuhan fisik yang mendasar. Ia tidak seperti para rabi saat itu yang berfokus pada dogma dan ajaran dan tidak peduli dengan kebutuhan dasar umat.


Yesus memperlihatkan bahwa keterbatasan manusia bukanlah penghalang bagi kuasa Tuhan. Dalam situasi yang tampaknya mustahil, Tuhan tetap mencukupi kebutuhan umat-Nya. Yesus mengucap syukur sebelum membagikan makanan; tindakan ini mengajarkan tentang sikap bersyukur atas apa yang ada, sekecil apa pun, dapat membawa kelimpahan. Berbagi dengan sesama menjadi kunci dalam menghadapi keterbatasan. Lima roti dan dua ikan jelas tidak cukup, tetapi di tangan Tuhan, lima roti dan dua ikan menjadi berkat bagi banyak orang.


Kepedulian Yesus hendaknya membuka keyakinan kita akan pemeliharaan Tuhan. Dalam hidup ini, kita punya banyak keterbatasan. Tak jarang kita seperti Filipus yang berfokus pada keterbatasan yang ada sehingga menjadi skeptis dan lupa bahwa Tuhan mampu melakukan mukjizat menurut kehendak-Nya.


Sikap yang paling penting adalah menyerahkan semua keterbatasan kita kepada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan pasti mencukupkan kebutuhan kita. Keterbatasan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk mengalami kuasa dan pemeliharaan Tuhan. [YWA]










Anak Medan Bung !