H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 04 Februari 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 4 Februari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 04 Februari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan terdapat adanya pola belokan angin (shearline) di wilayah Kepulauan Riau khususnya Pulau Bintan dan sekitarnya, namun masih kuatnya tiupan angin dilapisan atas menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

Waspada potensi terjadinya banjir rob disekitar pesisir wilayah Kab. Bintan dan Kota Tanjungpinang pada tanggal 3 - 7 Februari 2026. 

Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371



















Prakiraan Cuaca Tanggal 4 Februari 2026 Prov Kepulauan Riau


Mazmur 81 : 16

 Slmt pg buat kita semua..


Mazmur 81:16 (TB) (81-17) Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya." 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™




Bareng par ari tuesday






2 Korintus 12 : 9

 *“Kuasa-Ku menjadi sempurna di dalam kelemahan.”*

๐Ÿ“– *2 Korintus 12:9*


Joni Eareckson Tada adalah seorang atlet muda yang penuh mimpi. Pada usia 17 tahun, sebuah kecelakaan menyelam membuatnya lumpuh dari leher ke bawah seumur hidup. Hari-hari awal dipenuhi:

 • keputusasaan,

 • amarah kepada Tuhan,

 • keinginan untuk mengakhiri hidup.


Namun di tengah kegelapan itulah Tuhan mulai bekerja. Joni belajar melukis dengan mulutnya, bernyanyi, dan menulis. Lebih dari itu, ia menemukan bahwa penderitaannya bukan akhir hidupnya, melainkan pintu panggilan baru.


Melalui pelayanannya, Joni and Friends, ia menjangkau jutaan orang dengan disabilitas di seluruh dunia, menyuarakan harapan Injil, dan membangunkan gereja untuk melihat nilai setiap kehidupan. Kebangunan rohani sering kali datang lewat keterbatasan, bukan kelebihan.


Tidur rohani membuat kita percaya bahwa Tuhan hanya bisa memakai orang yang:

 • kuat,

 • lengkap,

 • sempurna.

Namun Joni membuktikan bahwa kelemahan bukan penghalang kuasa Tuhan, justru tempat kuasa-Nya dinyatakan.


Raksasa rohani bangun saat kita berhenti memandang keterbatasan sebagai alasan mundur, dan mulai melihatnya sebagai alat Tuhan untuk menyatakan kasih dan kuasa-Nya. Bangun—Tuhan tidak menunggu kita sempurna untuk memakai kita.


✝️ *Dalam kelemahan, kuasa Tuhan bekerja paling nyata.*


✅ *KUAT DALAM KELEMAHAN*




Indah Karya Tuhan









Renungan Kesetiaan Allah dan Ketidaksetiaan Umat

 Santapan Harian

Kesetiaan Allah dan Ketidaksetiaan Umat 

Ulangan 32:1-25 


Allah telah menyampaikan kepada Musa untuk menuliskan nyanyian yang akan menjadi saksi terhadap umat (Ul 31).


Nyanyian tersebut ada pada nas kita hari ini. Nyanyian Musa ini ditujukan untuk menjadi saksi dalam pengadilan terhadap pelanggaran umat. Karena kasus pengadilan perlu memiliki setidaknya 2 atau 3 saksi, maka Musa memanggil langit dan bumi menjadi saksi (1). Nyanyian ini berfokus pada kesetiaan TUHAN, yang digambarkan sebagai Gunung Batu, yang sempurna karya tangan-Nya, dan adil jalan-Nya. Ia adalah Allah yang setia, adil dan benar, serta tanpa kecurangan (4).


Ia membagikan tanah pusaka kepada umat (8), memelihara, mengawasi, dan menjaga umat di tengah ketandusan padang belantara (10). Bahkan, seperti rajawali yang melayang-layang di atas anaknya, dan menampung anaknya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun umat-Nya (11-12). Namun, umat berlaku busuk terhadap Dia (5), meninggalkan Allah yang menjadikan mereka gemuk, memandang rendah Gunung Batu keselamatan mereka (15). Umat membuat Allah cemburu dengan ilah asing, sembahan mereka yang menjijikkan dan membangkitkan murka Allah (16). Karena itu Allah murka dan menimpakan malapetaka kepada umat (22-25). Malapetaka yang Allah timpakan begitu mengerikan. Malapetaka itu seperti pedang di luar rumah dan kengerian di dalam kamar (25).


Nas kita hari ini terutama mau menekankan betapa tidak masuk akalnya ketidaksetiaan umat ketika Allah begitu setia. Oleh karena itu, nyanyian Musa menjadi peringatan: walau Allah panjang sabar, tetapi jika umat terus tidak setia, Allah akan memberikan hukuman kepada umat-Nya, dan hukuman-Nya mengerikan.


Seperti umat Israel, kita juga sering berlaku tidak setia kepada Allah di tengah kebaikan dan kesetiaan Allah yang tiada tara. Kiranya nas hari ini, yang juga diberikan sebagai saksi bagi kita, mengingatkan kita betapa tidak masuk akalnya ketidaksetiaan kita, dan kita harus cepat bertobat. Jika kita terus tidak mau bertobat, maka hukuman Allah tinggal menunggu waktu saja! [INT]








Absen Pagi