H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 29 Januari 2026

Filemon 1 : 6


‎_Filemon 1:6 (TB)_

‎_Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus._
























Lukas 4 : 18

 *“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin… untuk membebaskan orang-orang yang tertindas.”*

๐Ÿ“– *Lukas 4:18*


John M. Perkins lahir di Mississippi, Amerika Serikat, dalam lingkungan kemiskinan dan rasisme yang brutal. Ayahnya dibunuh oleh orang kulit putih, dan peristiwa itu meninggalkan luka serta kebencian yang dalam di hatinya.


Saat dewasa, Perkins bertobat dan menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Namun panggilan Tuhan atas hidupnya bukan menjauh dari luka masa lalu, melainkan kembali ke tempat di mana ia pernah terluka—untuk melayani dan memberitakan Injil.


Dalam pelayanannya, Perkins ditangkap, dipukuli, dan disiksa oleh aparat hanya karena melayani masyarakat miskin kulit hitam. Di dalam penjara, dalam kondisi tubuh remuk dan batin hancur, ia berteriak kepada Tuhan. Di situlah Tuhan berbicara kepadanya tentang pengampunan dan rekonsiliasi.


Alih-alih membalas kebencian dengan kebencian, Perkins memilih mengasihi.

Ia mendirikan gerakan Christian Community Development yang membawa perubahan nyata: pendidikan, rekonsiliasi ras, dan pemulihan masyarakat—berakar pada Injil.


Kesadaran sering kali terjadi di titik luka terdalam. Banyak orang tertidur rohani karena:

 • menyimpan kepahitan,

 • trauma yang belum dipulihkan,

 • luka yang dibiarkan membeku.


Namun John Perkins menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya menyembuhkan luka—Ia mengubahnya menjadi alat keselamatan bagi banyak orang.


Raksasa rohani bangun ketika kita:

 • berhenti menyangkal luka,

 • membawa luka ke hadapan Kristus,

 • dan membiarkan kasih Tuhan mengalir melalui luka itu.


Renungan hari ini mengingatkan kita untuk bangun dari kepahitan dan memilih jalan salib: mengampuni, mengasihi, dan membawa pemulihan.


✝️ *Luka yang diserahkan kepada Tuhan dapat menjadi saluran anugerah.*


✅ *LUKA YANG DIUBAH MENJADI MISI*











Renungan Kemenangan dalam Kematian

 Santapan Harian

Kemenangan dalam Kematian 

Yohanes 11:1-44 


Kisah hari ini menunjukkan hubungan yang erat antara Maria, Marta, dan Lazarus dengan Yesus (3, 5; bdk. Luk 10:38-42). Dalam kisah ini, Maria dan Marta berkirim kabar kepada Yesus mengenai Lazarus, saudara mereka yang dikasihi Yesus, yang sedang sakit (1-3). Respons Yesus terhadap kabar tersebut adalah berencana melakukan perjalanan kembali ke Yudea (7), tempat di mana Lazarus tinggal, tempat di mana orang-orang Yahudi berencana untuk membunuh Dia (4-16).


Kemudian, Yesus tiba di Betania dan mendapati Lazarus telah terbaring di dalam kubur (17-18), Dia bertemu dengan Marta dan menguatkannya (19-32). Yesus pun bertemu Maria, dan bersama dengan orang-orang, Ia pergi ke kubur Lazarus untuk membangkitkannya (33-44). Itulah bukti kuasa-Nya atas kehidupan dan kematian.


Ada lima pelajaran penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini:


Pertama, ketika kita berada dalam penderitaan atau pergumulan, tugas kita adalah berserah kepada Tuhan karena pertolongan-Nya terjadi sesuai dengan kehendak-Nya, bukan berdasarkan desakan kita.


Kedua, reaksi Marta dan Maria, yang diliputi kesedihan adalah reaksi manusiawi. Namun, Yesus memberikan kepastian mengenai kebangkitan, menguatkan iman mereka. Yesus adalah kebangkitan itu sendiri. Orang yang percaya kepada-Nya akan melihat Yesus sebagai Mesias yang membawa keselamatan dan kehidupan kekal.


Ketiga, dalam dukacita atau pergumulan, Tuhan tahu dan peduli; Ia menginginkan kita untuk tetap percaya karena Ia pasti akan menolong.


Keempat, tidak ada masalah yang terlalu sulit bagi Tuhan untuk diatasi, sebab Ia berkuasa atas kehidupan dan kematian.


Kelima, kebangkitan Lazarus melalui panggilan Yesus dari luar kubur menunjukkan kuasa firman-Nya.


Lalu, bagaimana dengan kita yang masih hidup di dunia ini ketika mendengar suara Tuhan melalui pemberitaan firman dan panggilan ibadah? Bagaimana kita akan menanggapi panggilan Tuhan? Janganlah kita mengeraskan hati. Janganlah memberontak. Berbaliklah dan bertobatlah! [ANM]












Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Januari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 29 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau diprakirakan tidak terdapat adanya pola angin signifikan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 1,6 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Pulau Bintan dan Pulau Tambelan; 

Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau