Santapan Harian
Allah yang Memberi Kesempatan Terakhir
Hakim-hakim 16:23-31
Allah kita yang penuh anugerah sering memberikan kesempatan kepada umat-Nya, bahkan yang telah melakukan kesalahan besar. Allah bahkan memberikan kesempatan terakhir yang menakjubkan.
Orang Filistin bukan hanya menghina Simson dengan membutakan, membelenggu, dan memperbudaknya, tetapi juga sering mengejek Simson dan menyuruh Simson untuk menghibur mereka (25).
Suatu waktu raja-raja kota Filistin mempersembahkan kurban sembelihan yang besar kepada Dagon, dan raja serta rakyat Filistin berkumpul di satu tempat. Mereka meminta Simson dijemput dari penjara untuk melawak (23-25).
Simson meminta agar ia dapat bersandar pada tiang penyangga rumah (26). Ia kemudian berseru kepada TUHAN untuk mengingatnya dan membuatnya kuat sekali itu saja. Tujuannya adalah membalas kepada orang Filistin atas kehilangan kedua matanya (28).
TUHAN mengabulkan doa Simson, yang kemudian memegang dan merobohkan dua tiang penyangga tengah, sehingga rumah itu menimpa dia beserta semua raja Filistin. Jumlah orang Filistin yang mati dibunuhnya saat ia mati sekitar 3.000 orang, lebih banyak daripada yang dibunuhnya pada waktu ia hidup (27, 29-30).
Mungkin ada yang berkata bahwa Simson mampu melakukan hal itu karena rambutnya tumbuh (lih. Hak 16:22). Namun, tentu bukan rambut yang memberinya kekuatan, melainkan Allah yang memakai rambutnya sebagai sarana.
Permintaan Simson mungkin hanya untuk membalas musuhnya, tetapi Allah tetap mengabulkannya. Salah satu alasan yang mungkin adalah karena Simson tetap beriman kepada TUHAN yang telah meninggalkan dia (lih.Hak 16:20), juga percaya Allahnya mampu memberikan kekuatan kepada dia untuk terakhir kalinya, dan ia terbukti benar.
Allah yang Simson kenal adalah Allah yang kita kenal juga. Allah yang masih memberi kesempatan terakhir kepada pahlawan iman-Nya juga akan memberi kesempatan kepada kita, pejuang iman pada masa kini. Berserulah, mintalah kepada Tuhan! [INT]
