Santapan Harian
Rekam Jejak Iman
Hakim-hakim 5
Rekam jejak artinya kumpulan informasi mengenai aktivitas dan kinerja seseorang pada masa lalu. Ini mencakup semua hal yang telah dilakukan, termasuk keberhasilan dan kegagalan, juga bagaimana mereka mengatasi masalah.
Nyanyian Debora dapat dikatakan sebagai rekam jejak iman bangsa Israel. Tercatat dalam syair lagu yang dinyanyikan Debora dan Barak, ada suatu masa di mana orang Israel menyembah ilah-ilah lain dan Allah menghukum mereka (8). Namun, ada juga masa di mana orang Israel menyadari kesalahannya dan mau bangkit dari keterpurukannya. Dengan sukarela mereka berperang melawan musuh (9).
Ada masanya orang Israel benar-benar merasakan kuasa Tuhan yang luar biasa (4-5). Ada masanya perempuan-perempuan seperti Debora dan Yael dipakai TUHAN menjadi bagian dari perjuangan dan kemenangan (12, 24). Ada masanya suku-suku yang peduli dengan rela berjuang demi kepentingan bersama (14-16), meski suku-suku yang tidak peduli hanya mementingkan diri sendiri (15-17). Ada masanya orang Israel mengakui bahwa orang-orang yang mengasihi TUHAN akan menerima kehidupan yang baru, sedangkan orang-orang yang memusuhi TUHAN akan memperoleh kebinasaan (31).
Rekam jejak iman bangsa Israel tergambar apa adanya dalam nyanyian Debora. Rekam jejak ini tentu menjadi pembelajaran iman yang berharga bagi generasi-generasi berikutnya.
Bagaimana dengan rekam jejak iman kita? Tentu, kita mengharapkan rekam jejak iman yang baik. Namun, pada kenyataannya, perjalanan iman kita tidak selalu mulus.
Ada kalanya kita jatuh ke dalam berbagai kelemahan dan kelalaian. Namun, karakter orang yang beriman kepada Tuhan adalah selalu mau belajar dari kesalahan untuk hidup lebih baik sesuai kehendak Tuhan.
Marilah kita belajar dari rekam jejak iman bangsa Israel yang intinya adalah pujilah Tuhan, kasihilah Tuhan senantiasa, dan hiduplah dalam ketaatan kepada-Nya. Biarlah generasi berikutnya juga belajar dari rekam jejak iman kita yang baik di dalam Tuhan. [LRS]
Baca Gali Alkitab 3
Hakim-hakim 3:7-11
Umat Israel memiliki pola kehidupan yang klasik: mereka melupakan TUHAN dan jatuh ke dalam dosa, sehingga ditindas oleh musuh. Ketika penderitaan menekan, mereka berseru kepada Allah, dan Ia berbelas kasih dengan membangkitkan Otniel sebagai hakim yang memimpin pembebasan.
Otniel, yang dipenuhi Roh TUHAN, mengalahkan musuh dan membawa damai selama empat puluh tahun. Kesetiaan kepada Tuhan menjamin ketenteraman, sedangkan penyimpangan akan menjerumuskan kepada penderitaan. Kasih setia Allah selalu membuka jalan pemulihan bagi umat yang sungguh bertobat dan kembali kepada-Nya.
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang orang Israel lakukan? (7)
2. Apa yang TUHAN lakukan atas orang Israel? (8)
3. Bagaimana sikap orang Israel, dan apa respons TUHAN terhadap mereka? (9)
4. Apa yang sang hakim lakukan? (10)
5. Apa yang akhirnya terjadi pada orang Israel dan hakim itu? (11)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang menimbulkan murka Allah dan yang seharusnya dihindari oleh umat-Nya?
2. Apa yang sepatutnya umat lakukan bila mereka sedang dihukum Allah?
3. Setelah diselamatkan oleh Allah, apa yang seharusnya umat lakukan agar mereka dan generasi mendatang tidak mengulangi dosa yang sama?
Apa respons Anda?
1. Apa perbuatan dosa atau kesalahan yang masih Anda gumuli dalam hati Anda?
2. Apa komitmen yang akan Anda buat untuk tetap setia kepada Allah seumur hidup Anda?
Pokok Doa:
Syukur kepada Allah yang maha adil dan panjang sabar terhadap umat-Nya sejak dahulu sampai selama-lamanya.

