YESUS NAIK KE SORGA, TETAPI PENYERTAAN-NYA MASIH ADA
Ketika seseorang yang kita kasihi pergi jauh, biasanya hati kita dipenuhi kesedihan.
Ada rasa kehilangan.
Ada rasa takut harus berjalan sendiri.
Mungkin itulah yang dirasakan murid-murid ketika melihat Tuhan Yesus naik ke surga.
Selama tiga tahun mereka berjalan bersama Yesus,
Mereka melihat mujizat-Nya.
Mereka mendengar pengajaran-Nya.
Mereka mengalami pertolongan-Nya secara langsung.
Saat badai datang, Yesus ada bersama mereka.
Saat lapar, Yesus memberi makan.
Saat takut, Yesus menenangkan.
Namun sekarang Yesus terangkat ke sorga.
Secara manusia, itu pasti terasa seperti perpisahan yang menyedihkan.
Tetapi sebelum naik ke sorga, Yesus mengatakan sesuatu yang sangat menguatkan:
“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
(Matius 28:20)
Artinya, sekalipun Yesus naik ke sorga, kehadiran dan penyertaan-Nya tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Yesus tidak lagi hadir secara fisik seperti dahulu,
tetapi Roh Kudus diberikan untuk menyertai, menghibur, dan memimpin setiap orang percaya.
Seringkali dalam hidup kita merasa sendirian,
Ada pergumulan yang tidak dimengerti orang lain,
Ada beban yang dipikul diam-diam,
Ada air mata yang jatuh tanpa diketahui siapa pun,
Kadang kita bertanya:
“Tuhan, apakah Engkau masih ada?”
“Tuhan, mengapa Engkau seperti jauh?”
Namun kenaikan Yesus mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah benar-benar meninggalkan kita.
Mungkin mata kita tidak melihat-Nya,
tetapi tangan-Nya tetap bekerja.
Mungkin kita tidak mendengar suara-Nya secara langsung,
tetapi Ia tetap memimpin langkah kita.
Mungkin keadaan belum berubah,
tetapi penyertaan Tuhan tetap nyata.
Kenaikan Yesus juga mengajarkan bahwa hidup orang percaya tidak boleh hanya terikat pada hal-hal duniawi.
Yesus naik ke sorga untuk mengingatkan bahwa tujuan akhir kita bukan bumi ini;
Hidup di dunia hanyalah sementara,
Harta bisa hilang,
Jabatan bisa berakhir,
Ketenaran bisa dilupakan,
Tetapi hidup kekal bersama Tuhan adalah tujuan yang sejati.
Karena itu orang percaya dipanggil untuk hidup dengan perspektif kekekalan,
Bekerja dengan sungguh-sungguh, tetapi tetap mengutamakan Tuhan,
Mengejar cita-cita, tetapi tidak melupakan Kerajaan Allah,
Menjalani hidup di bumi, tetapi hati tetap tertuju kepada surga,
Renungkan hari ini:
Apakah saya masih sadar bahwa Tuhan menyertai hidup saya?
Ataukah saya lebih sering hidup seolah-olah berjalan sendiri?
Apakah fokus hidup saya hanya pada perkara dunia, atau juga pada perkara kekal?
Kenaikan Yesus bukan hanya peristiwa sejarah,
Kenaikan Yesus adalah pengingat bahwa kita memiliki Tuhan yang hidup, berkuasa, dan memerintah sampai hari ini.
Ia tidak meninggalkan kita sebagai yatim piatu,
Dan suatu hari nanti, Yesus yang naik ke surga itu akan datang kembali,
Karena itu jangan menyerah dalam perjalanan iman.
Tetaplah setia.
Tetaplah berharap.
Tetaplah berjalan bersama Tuhan.
Sebab Tuhan yang naik ke sorga itu masih memegang hidup kita sampai hari ini.
Firman Tuhan berkata:
“Dalam rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal... Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”
(Yohanes 14:2)
Kiranya renungan hari ini menguatkan hati kita untuk tetap percaya bahwa sekalipun kita tidak melihat Tuhan dengan mata jasmani, penyertaan-Nya tidak pernah meninggalkan hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati