Selamat pagi buat kita semua.
Yunus 2:7 (TB) Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.
๐๐๐
![]() |
| Aplikasi Srikandi Keren |
*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*
*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 30 April 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*
Diprakirakan masih terdapat perlambatan kecepatan angin di lapisan atas, serta kondisi atmosfer dengan kelembapan udara yang relatif basah di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan didominasi Berawan dan berpotensi hujan ringan pada siang hari dengan skala lokal/tidak merata.
๐ *Peringatan Dini:*
- Waspada pertumbuhan awan Cumulonimbus penyebab terjadinya hujan intensitas ringan yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang hari yang bersifat lokal.
- Waspada potensi banjir pesisir (ROB) di wilayah pesisir Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur sekitarnya.
_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._
☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*
๐ 0811 7786 091
๐งพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72
(Kota Tanjungpinang)
๐งพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01
(Kab. Bintan)
๐งพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)
![]() |
| Prakiraan Cuaca Tanggal 30 April 2026 Prov Kepulauan Riau |
AYUB
Penulis kitab ini tidak diketahui.
Kitab ini ditulis untuk membantu kita belajar bahwa penderitaan tidak selalu hukuman dari Tuhan.
Apa yang tertulis dalam kitab ini adalah Ayub melewati ujian mengerikan. Ketiga temannya dan Ayub mendiskusikan alasan yang menyebabkan Tuhan membiarkan cobaan ini terjadi. Tuhan memberi tahu Ayub dan teman-temannya untuk memercayainya. Tuhan kemudian menyembuhkan Ayub dan membuatnya menjadi manusia yang makmur lagi.
Apa yang kita pelajari tentang Tuhan dalam kitab ini adalah kadang-kadang Tuhan mengizinkan hal-hal yang buruk terjadi pada orang benar. Waktu hal itu terjadi, itu bukan hukuman dari Tuhan karena orang itu telah berbuat dosa.
Tokoh penting dalam kitab ini adalah Ayub.
Tidak diketahui kapan kisah Ayub ini terjadi. Mungkin saja sejauh waktu Abraham, dari zaman 2100 SM. Kisah ini terjadi di Tanah Us, kemungkinan besar di Siria atau Palestina.
Santapan Harian
Tetap Sampaikan
Hakim-hakim 11:12-28
Tidak semua orang dapat menerima kebenaran, sekalipun kebenaran tersebut sudah disampaikan secara baik, logis, dan sistematis. Inilah yang dialami oleh Yefta.
Ketika bangsa Israel difitnah secara keji oleh raja bani Amon, Yefta tidak serta-merta menyatakan perang. Ia memilih jalan damai, yakni melalui diplomasi. Untuk itulah Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon (12).
Dalam berdiplomasi, Yefta berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebaik-baiknya. Ia menceritakan perjalanan orang Israel, bagaimana mereka ditolak oleh raja negeri Edom dan Moab, mengelilingi tanah Edom dan Moab, juga tidak dipercaya oleh Sihon, dan menduduki negeri Amori (16-22).
Orang Israel tidak merampas negeri Amon, tetapi TUHAN, Allah Israel, merebut milik orang Amori bagi Israel, seperti Kamos, ilah bani Amon, merebut milik yang lain (23-24).
Ini argumentasi yang kuat, bahkan tidak dapat dibantah. Pasalnya, apa yang disampaikan Yefta melalui utusannya adalah kebenaran.
Dalam hal ini, Yefta memberikan teladan yang baik dalam menghadapi konflik. Ia memilih menggunakan kata-kata yang meluruskan fakta, alih-alih pedang yang melampiaskan kemarahan. Yefta, selain menjadi pahlawan perang yang gagah perkasa, adalah seorang diplomat yang menghargai kebijaksanaan.
Dari Yefta kita belajar pentingnya kata-kata. Pertama, kata-kata adalah cara utama dalam meredam konflik. Kedua, kebenaran harus diucapkan, sekalipun mungkin kebenaran tersebut ditolak.
Tuhan tidak memanggil kita untuk memaksa orang lain menerima kebenaran, tetapi untuk menyampaikan kebenaran. Untuk itu, janganlah kita mengucapkannya secara semena-mena, tetapi haruslah kita berusaha menjelaskannya dengan sebaik-baiknya agar lawan bicara kita pun dapat memahami dan menerimanya dengan lebih baik.
Mari kita belajar menjadi penyampai kebenaran yang baik, sekalipun kita tahu kebenaran tidak selalu mendapat respons yang positif.
[YGM]