H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 22 Januari 2026

Kejadian 8 : 22

 Slmt pg buat kita semua..


Kejadian 8:22 (TB) Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
















Roma 8 : 14

 *“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”*

๐Ÿ“– *Roma 8:14*


Seorang wanita bernama Nadia (nama samaran) dikenal sebagai pribadi yang emosional. Ketika situasi berjalan baik, ia penuh semangat; namun ketika menghadapi kekecewaan, ia mudah mengambil keputusan terburu-buru.


Suatu kali, dalam kondisi sangat marah, ia hampir membuat keputusan besar yang akan ia sesali. Namun sebelum bertindak, ia memilih diam sejenak dan berdoa singkat “Tuhan, aku tidak ingin dipimpin oleh emosiku.”


Keputusan itu mengubah segalanya. Ia tidak langsung bereaksi, melainkan menunggu. Beberapa hari kemudian, ia bersyukur karena tidak mengikuti dorongan emosinya. Ia berkata, “Aku belajar bahwa keheningan singkat bisa menyelamatkan hidupku.”


Roma 8:14 menegaskan identitas orang percaya: dipimpin oleh Roh Allah. Renungan hari ini memanggil kita untuk bangun dari hidup yang dikendalikan emosi menuju hidup yang dipimpin Roh Kudus.


Emosi adalah bagian alami dari manusia, tetapi emosi tidak dirancang untuk menjadi pengendali utama hidup. Tidur rohani sering terjadi ketika kita bereaksi tanpa refleksi, bertindak tanpa doa, dan mengambil keputusan tanpa mendengarkan suara Tuhan.


Dipimpin Roh berarti:

 • berhenti sejenak sebelum merespons,

 • memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara,

 • memilih kebenaran meski bertentangan dengan perasaan.


Roh Kudus menuntun dengan lembut, bukan dengan paksaan. Ia mengarahkan hati kepada damai sejahtera, bukan kekacauan. Ketika kita belajar mendengarkan-Nya, keputusan menjadi lebih bijaksana dan hidup menjadi lebih selaras.


✝️ *Hidup yang dipimpin Roh Kudus membawa damai, kejelasan, dan arah yang benar.*


✅ *DIPIMPIN ROH, BUKAN EMOSI*





Bahan Bahan Membuat Donat







Prakiraan Cuaca Tanggal 22 Januari Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 22 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau diprakirakan adanya daerah belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau, namun dikarenakan masih kuatnya tiupan angin dilapisan atas dan didukung dengan kelembapan udara yang rendah menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2,1 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Bintan; 


⚠️ Waspada potensi sebaran titik panas guna menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar wilayah Pulau Bintan;


⚠️ Waspada potensi banjir rob untuk sekitar wilayah perairan Kab. Bintan pada tanggal 18 s/d 24 Januari 2026 dan Kota Tanjungpinang pada 16 s/d 24 Januari 2026 


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371



















Prakiraan Cuaca Tanggal 22 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Percaya dan Taat

 Santapan Harian

Percaya dan Taat 

Yohanes 8:30-36 


Percaya kepada Kristus bukanlah langkah akhir dalam kehidupan sebagai orang percaya. Justru ini langkah awal untuk menempuh perjalanan panjang menuju kesempurnaan keselamatan yang dianugerahkan Allah.


Alkitab mencatat ada banyak orang yang percaya kepada Yesus Kristus setelah mendengarkan kesaksian tentang diri-Nya (30). Kemudian Yesus menjelaskan apa yang harus mereka lakukan setelah mereka percaya kepada-Nya (32). Namun, sebagai orang Yahudi, mereka terganggu dengan kata kemerdekaan yang dikatakan Tuhan Yesus kepada mereka. Mereka menegaskan kepada Yesus identitas mereka sebagai keturunan Abraham yang menunjukkan bahwa mereka bukanlah hamba siapa pun. Artinya, mereka tidak membutuhkan kemerdekaan itu, mereka merasa sudah merdeka oleh karena keturunan Abraham.


Orang Yahudi tersebut gagal paham mengenai kemerdekaan yang Yesus katakan. Kemudian Yesus menegaskan bahwa Ia tidak sedang berbicara mengenai status mereka, melainkan mengenai kebebasan mereka dari dosa.


Siapa pun yang berbuat dosa adalah hamba dosa. Ini berlaku sepanjang masa, termasuk di dalam kehidupan orang percaya masa kini. Dan hanya Yesus yang mampu benar-benar memerdekakan kita dari dosa.


Seperti orang Yahudi, sering kali kita mengaku percaya tetapi tidak memahami maksud kebenaran firman Tuhan. Tidak jarang kita gagal paham akan firman yang diberitakan. Kita sering kali tersinggung saat ditegur oleh firman Tuhan atau bahkan kita sering kali merasa bahwa firman yang diberitakan bukan untuk kita. Alhasil, bukan taat melakukan firman, tetapi kita justru protes kepada Allah.


Tujuan kita percaya kepada-Nya adalah untuk memperoleh kemerdekaan hidup yang sempurna. Bukan sekadar sebagai status, tetapi hidup yang diubahkan menjadi orang-orang yang benar-benar merdeka. Tidak lagi terikat dalam dosa bahkan semakin serupa dengan Kristus. Hal ini tidak akan terwujud tanpa kerendahan hati dan kesediaan untuk diubahkan oleh kebenaran firman Tuhan. [MAR]