H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 14 Januari 2026

Yehezkiel 11 : 19

 Slmt pg buat kita semua..


Yehezkiel 11:19 (TB) Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


















Jangan Padamkan Roh

 *“Janganlah padamkan Roh.”*

๐Ÿ“– *1 Tesalonika 5:19*


Seorang pria bernama Eko (nama samaran) pernah mengalami masa rohani yang sangat berapi-api. Ia rajin berdoa, antusias membaca firman, dan selalu rindu hadir dalam persekutuan. Namun seiring waktu, kesibukan datang bertubi-tubi. Tanggung jawab bertambah, jadwal makin padat, dan waktu untuk Tuhan mulai dipangkas “sementara”.


Awalnya hanya satu hari tanpa doa. Lalu dua hari. Lalu seminggu. Api itu tidak padam seketika—ia meredup perlahan. Hingga suatu hari, Eko berkata jujur, “Aku tidak jauh dari Tuhan, tapi aku juga tidak dekat.”


Kalimat itu menyadarkannya. Ia menyadari bahwa api rohani tidak mati karena satu dosa besar, melainkan karena ketiadaan perhatian kecil yang konsisten. Ia pun memutuskan kembali pada kebiasaan sederhana: waktu doa singkat tapi setia, membaca firman setiap hari, dan menjaga hati tetap peka. Api itu kembali menyala.


Firman Tuhan hari ini sangat singkat, tetapi tegas: “Janganlah padamkan Roh.”

Artinya, ada tanggung jawab manusia untuk memelihara apa yang Tuhan nyalakan. Roh Kudus memberi api, tetapi kita dipanggil untuk menjaga agar api itu tetap menyala.


Api rohani jarang padam karena badai besar. Ia sering padam karena:

▪️doa yang diabaikan,

▪️firman yang ditunda,

▪️ketaatan yang dikompromikan,

▪️kesibukan yang dibiarkan menguasai hati.


Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kebangunan rohani bukan peristiwa sekali jadi. Ia adalah proses harian. Menjaga api berarti:

▪️memilih Tuhan di tengah kesibukan,

▪️memprioritaskan hubungan, bukan hanya aktivitas,

▪️peka ketika Roh Kudus menegur atau mengarahkan.


Api yang menyala membuat hidup hangat dan terang. Api yang padam membuat iman dingin dan arah menjadi kabur. Tuhan rindu kita hidup dengan api yang terpelihara—bukan menyala sesaat, lalu redup karena lalai.


✝️ *Api rohani yang dijaga dengan setia akan terus memberi terang dan kekuatan dalam setiap musim kehidupan.*


✅ *JAGA API SUPAYA TETAP MENYALA*







Prakiraan Cuaca Tanggal 14 Januari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 14 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau yang dapat menyebabkan perlambatan massa udara, namun kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang diprakirakan berawan sepanjang hari, dan berpotensi hujan ringan skala lokal di Kabupaten Bintan pada siang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada titik panas (hotspot) yang dapat terjadi di lahan perkebunan yang mengering akibat curah hujan yang relatif rendah dalam beberapa hari terakhir.

⚠️ Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2,5 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Kep. Bintan dan sekitarnya.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 14 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau



Renungan Waktu Tuhan

 Santapan Harian

Waktu Tuhan 

Yohanes 7:1-13 


Pada umumnya, setiap orang suka jika kemampuannya diakui oleh orang lain. Maka tidaklah mengherankan jika banyak orang berjuang sedemikian rupa supaya diakui dan bahkan dihormati. Misalnya dengan berjuang untuk mendapatkan gelar yang tinggi, mempunyai harta melimpah, dan lain sebagainya.


Pemikiran yang serupa juga muncul pada saudara-saudara Yesus. Ketika Hari Raya Pondok Daun tiba, saudara-saudara Yesus meminta Dia untuk pergi ke Yudea (3), untuk melakukan mukjizat-mukjizat seperti yang Yesus lakukan sebelumnya di Hari Raya Paskah. Mereka berpikir akan makin banyak orang yang mengikuti Yesus dan mengenal-Nya karena dalam perayaan tersebut sangat banyak orang yang hadir.


Bisa jadi, kita juga sependapat dengan saudara-saudara Yesus apalagi jika sudah mendengar alasan mereka. Apa kata mereka? Katanya "Sebab, tidak seorang pun melakukan sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau dikenal luas. " (4). Untungnya, Yesus tidak serta-merta mengikuti saran tersebut. Yesus sadar bahwa waktu-Nya belum tiba (6). Ia memang ikut ke pesta itu, tetapi diam-diam (10).


Dari kisah ini, kita dapat belajar tentang pentingnya pengendalian diri, sabar menanti waktu Tuhan, dan menahan diri supaya tidak tergoda oleh popularitas sesaat sehingga kita seakan mencuri kemuliaan Tuhan. Walaupun bagi sebagian orang, ini adalah kesempatan emas atau momentum terbaik, tetapi bagi Yesus waktu Tuhan lebih penting. Yesus tidak mau tergoda untuk melangkah lebih jauh, lebih awal dari rencana Allah. Dia hanya mau melangkah sesuai waktu yang diperintahkan Bapa.


Bukankah banyak anak Tuhan yang mempromosikan diri sebelum Tuhan sendiri yang mempromosikannya? Banyak anak Tuhan mengangkat dirinya sebelum Tuhan mengangkatnya? Hal seperti itu kerap kali terjadi. Kisah hari ini mengingatkan kita untuk belajar mengenal waktu Tuhan. Jangan kita berdalih demi kemuliaan Tuhan, padahal sesungguhnya diri kitalah yang sedang ditonjolkan. Melangkahlah sesuai waktu Tuhan! [WWO]