H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 07 Januari 2026

Markus 16 : 15

 *“Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.’”*

๐Ÿ“– *Markus 16:15*


Seorang wanita bernama Rina (nama samaran) bekerja di sebuah kantor kecil. Ia dikenal ramah, pendiam, dan jarang terlibat konflik. Selama bertahun-tahun, ia memisahkan iman dari kehidupan sehari-hari. Iman baginya bersifat pribadi dan aman—cukup di ruang doa dan ibadah.


Suatu hari, rekan kerjanya mengalami masa sulit karena perceraian. Orang itu sering menangis diam-diam di meja kerjanya. Rina tahu apa yang harus dikatakan, tetapi ia ragu. Ia takut dianggap menggurui, takut salah bicara, takut ditolak.

Namun suatu pagi, ia memberanikan diri duduk di samping rekannya dan berkata sederhana, “Aku tidak tahu semua jawaban, tapi aku mau mendengarkan. Aku percaya Tuhan peduli sama kamu.”


Percakapan itu tidak panjang, tidak dramatis, tetapi menjadi awal pemulihan. Beberapa waktu kemudian, rekannya berkata, “Kata-katamu waktu itu membuat aku merasa tidak sendirian.” Rina menyadari sesuatu: ia tidak perlu menjadi sempurna untuk diutus, ia hanya perlu bersedia.


Markus 16:15 sering kita dengar sebagai ayat misi besar. Namun sesungguhnya, ini juga panggilan sederhana untuk kehidupan sehari-hari.

Yesus tidak berkata, “Pergilah ketika kamu sudah siap sepenuhnya,” tetapi “Pergilah.”


Tidur rohani sering terjadi ketika iman hanya disimpan, bukan dibagikan. Kita menikmati terang, tetapi lupa bahwa terang itu diberikan untuk dibagikan, bukan disembunyikan. Wake Up Call hari ini adalah panggilan untuk keluar dari iman yang pasif menuju iman yang diutus.


Diutus tidak selalu berarti pergi jauh. Sering kali, panggilan itu dimulai dari:

▪️percakapan sederhana,

▪️kehadiran yang peduli,

▪️keberanian untuk mengasihi,

▪️kesediaan untuk bersaksi lewat hidup.


Tuhan tidak mencari orang yang paling fasih, paling berani, atau paling tahu. Ia mencari orang yang mau berkata,


“Aku ada. Pakailah aku.”


Ketika kita bangkit dan melangkah, Roh Kudus bekerja melampaui kata-kata kita. Dampak terbesar sering lahir dari ketaatan yang sederhana tetapi tulus.


✝️ *Tuhan tidak menunggu kesempurnaan kita untuk mengutus kita. Ia menunggu kesediaan kita untuk melangkah.*


✅ *WAKE UP CALL — BANGKIT UNTUK DIUTUS*











1 Yohanes 5 : 14

 Slmt pg buat kita semua.


1 Yohanes 5:14 (TB) Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™













Amen


Prakiraan Cuaca Tanggal 7 Januari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 07 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau, termasuk wilayah Pulau Bintan yang menyebabkan perlambatan massa udara sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan pada pagi hingga dini hari yang bersifat lokal/tidak merata.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore dan malam hari.


⚠️ Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2,0 meter (kategori sedang) di wilayah perairan Perairan Kep. Bintan dan sekitarnya.


⚠️ Waspada potensi Banjir Rob yang dapat terjadi di wilayah pesisir Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada tanggal 1 - 8 Januari 2026 mendatang.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 7 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau


Maju Tak Gentar, Membela Yang Benar

 Santapan Harian

Maju Tak Gentar, Membela yang Benar 

Yohanes 5:19-47 


Ada sebuah lagu perjuangan yang diciptakan oleh Cornel Simanjuntak, berjudul "Maju Tak Gentar". Sepenggal liriknya: "Maju tak gentar, membela yang benar". Lirik ini begitu patriotik. Jika direnungkan, apakah membela yang benar mudah dilakukan? Apakah benar kita tidak akan gentar?


Perihal menyampaikan kebenaran secara tidak gentar, tak ada seorang pun yang menyerupai Yesus. Dalam perikop sebelumnya, Tuhan Yesus membuat pemuka agama Yahudi marah sehingga hendak membunuh Dia. Umumnya, orang-orang akan menghindari konflik tersebut. Namun, Tuhan Yesus tak sedikit pun gentar. Dia memberikan penjelasan kepada para pemuka Yahudi yang menambah kemarahan mereka.


Dalam penjelasan tersebut, Tuhan Yesus menegaskan relasi kesatuan-Nya dengan Bapa (19). Dia menyamakan kuasa-Nya dengan kuasa Bapa dalam hal membangkitkan orang mati (21). Dia berkata bahwa penghakiman sudah diserahkan sepenuhnya kepada-Nya (22). Yesus dan Bapa adalah kesatuan yang tak terpisahkan, oleh karena itu siapa pun yang menghormati Anak sama dengan menghormati Bapa (23). Dia datang memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada-Nya (24-30).


Perkataan itu menimbulkan kemarahan pada para pemuka agama Yahudi. Mereka sangat berang dan banyak lagi orang Yahudi ingin membunuh Yesus. Sebab, dari perspektif orang Yahudi perkataan itu adalah penistaan. Menyampaikan kebenaran memang tidak pernah mudah dan berisiko. Sudah banyak orang yang mati karena memperkatakan kebenaran. Salah satunya adalah Tuhan Yesus, kemudian murid-murid-Nya, juga Rasul Paulus, demikian pula para Bapa Gereja, dan masih banyak orang percaya yang lainnya.


Orang yang menyampaikan kebenaran, kadang kala menghadapi risiko ditentang, bahkan dimusuhi oleh orang lain yang menolak kebenaran yang disampaikannya. Lalu, bagaimana dengan kita sendiri? Apakah saat ini kita berani setia memberitakan kebenaran firman Tuhan dengan prinsip: maju tak gentar, membela yang benar? [YGM]