*“Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.’”*
๐ *Markus 16:15*
Seorang wanita bernama Rina (nama samaran) bekerja di sebuah kantor kecil. Ia dikenal ramah, pendiam, dan jarang terlibat konflik. Selama bertahun-tahun, ia memisahkan iman dari kehidupan sehari-hari. Iman baginya bersifat pribadi dan aman—cukup di ruang doa dan ibadah.
Suatu hari, rekan kerjanya mengalami masa sulit karena perceraian. Orang itu sering menangis diam-diam di meja kerjanya. Rina tahu apa yang harus dikatakan, tetapi ia ragu. Ia takut dianggap menggurui, takut salah bicara, takut ditolak.
Namun suatu pagi, ia memberanikan diri duduk di samping rekannya dan berkata sederhana, “Aku tidak tahu semua jawaban, tapi aku mau mendengarkan. Aku percaya Tuhan peduli sama kamu.”
Percakapan itu tidak panjang, tidak dramatis, tetapi menjadi awal pemulihan. Beberapa waktu kemudian, rekannya berkata, “Kata-katamu waktu itu membuat aku merasa tidak sendirian.” Rina menyadari sesuatu: ia tidak perlu menjadi sempurna untuk diutus, ia hanya perlu bersedia.
Markus 16:15 sering kita dengar sebagai ayat misi besar. Namun sesungguhnya, ini juga panggilan sederhana untuk kehidupan sehari-hari.
Yesus tidak berkata, “Pergilah ketika kamu sudah siap sepenuhnya,” tetapi “Pergilah.”
Tidur rohani sering terjadi ketika iman hanya disimpan, bukan dibagikan. Kita menikmati terang, tetapi lupa bahwa terang itu diberikan untuk dibagikan, bukan disembunyikan. Wake Up Call hari ini adalah panggilan untuk keluar dari iman yang pasif menuju iman yang diutus.
Diutus tidak selalu berarti pergi jauh. Sering kali, panggilan itu dimulai dari:
▪️percakapan sederhana,
▪️kehadiran yang peduli,
▪️keberanian untuk mengasihi,
▪️kesediaan untuk bersaksi lewat hidup.
Tuhan tidak mencari orang yang paling fasih, paling berani, atau paling tahu. Ia mencari orang yang mau berkata,
“Aku ada. Pakailah aku.”
Ketika kita bangkit dan melangkah, Roh Kudus bekerja melampaui kata-kata kita. Dampak terbesar sering lahir dari ketaatan yang sederhana tetapi tulus.
✝️ *Tuhan tidak menunggu kesempurnaan kita untuk mengutus kita. Ia menunggu kesediaan kita untuk melangkah.*
✅ *WAKE UP CALL — BANGKIT UNTUK DIUTUS*










