Santapan Harian
Maju Tak Gentar, Membela yang Benar
Yohanes 5:19-47
Ada sebuah lagu perjuangan yang diciptakan oleh Cornel Simanjuntak, berjudul "Maju Tak Gentar". Sepenggal liriknya: "Maju tak gentar, membela yang benar". Lirik ini begitu patriotik. Jika direnungkan, apakah membela yang benar mudah dilakukan? Apakah benar kita tidak akan gentar?
Perihal menyampaikan kebenaran secara tidak gentar, tak ada seorang pun yang menyerupai Yesus. Dalam perikop sebelumnya, Tuhan Yesus membuat pemuka agama Yahudi marah sehingga hendak membunuh Dia. Umumnya, orang-orang akan menghindari konflik tersebut. Namun, Tuhan Yesus tak sedikit pun gentar. Dia memberikan penjelasan kepada para pemuka Yahudi yang menambah kemarahan mereka.
Dalam penjelasan tersebut, Tuhan Yesus menegaskan relasi kesatuan-Nya dengan Bapa (19). Dia menyamakan kuasa-Nya dengan kuasa Bapa dalam hal membangkitkan orang mati (21). Dia berkata bahwa penghakiman sudah diserahkan sepenuhnya kepada-Nya (22). Yesus dan Bapa adalah kesatuan yang tak terpisahkan, oleh karena itu siapa pun yang menghormati Anak sama dengan menghormati Bapa (23). Dia datang memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada-Nya (24-30).
Perkataan itu menimbulkan kemarahan pada para pemuka agama Yahudi. Mereka sangat berang dan banyak lagi orang Yahudi ingin membunuh Yesus. Sebab, dari perspektif orang Yahudi perkataan itu adalah penistaan. Menyampaikan kebenaran memang tidak pernah mudah dan berisiko. Sudah banyak orang yang mati karena memperkatakan kebenaran. Salah satunya adalah Tuhan Yesus, kemudian murid-murid-Nya, juga Rasul Paulus, demikian pula para Bapa Gereja, dan masih banyak orang percaya yang lainnya.
Orang yang menyampaikan kebenaran, kadang kala menghadapi risiko ditentang, bahkan dimusuhi oleh orang lain yang menolak kebenaran yang disampaikannya. Lalu, bagaimana dengan kita sendiri? Apakah saat ini kita berani setia memberitakan kebenaran firman Tuhan dengan prinsip: maju tak gentar, membela yang benar? [YGM]


Orang yang menyampaikan kebenaran, kadang kala menghadapi risiko ditentang, bahkan dimusuhi oleh orang lain yang menolak kebenaran yang disampaikannya.
BalasHapusApakah saat ini kita berani setia memberitakan kebenaran firman Tuhan dengan prinsip: maju tak gentar, membela yang benar?
BalasHapus