H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 15 Januari 2026

Nahum 1 : 7

 Slmt pg buat kita semua..


Nahum 1:7 (TB) TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™








Lukas 16 : 10

 *“Siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”*

๐Ÿ“– *Lukas 16:10*


Seorang pria bernama Bayu (nama samaran) dikenal jujur dan berprinsip. Namun dalam pekerjaannya, ia mulai melakukan “penyesuaian kecil”: datang sedikit terlambat, memanipulasi laporan ringan, dan menunda tanggung jawab dengan alasan lelah. Ia berkata dalam hati, “Ini hal kecil, tidak ada yang dirugikan.”


Lama-kelamaan, kebiasaan kecil itu membentuk pola. Hingga suatu hari, satu keputusan kecil berujung pada masalah besar yang membuat kepercayaan orang lain runtuh. Bayu terdiam dan berkata “Aku tidak pernah berniat jatuh sejauh ini. Semua bermula dari hal kecil yang aku anggap sepele.”


Peristiwa itu menyadarkannya bahwa kompromi kecil yang dibiarkan akan menidurkan hati nurani.


Lukas 16:10 mengajarkan prinsip yang sering diabaikan: kesetiaan dibangun dari hal-hal kecil.

Tidur rohani tidak selalu dimulai dari kejatuhan besar, tetapi dari kompromi kecil yang dibiarkan terus-menerus.


Kompromi kecil membuat hati kebal. Kita mulai menurunkan standar, menyesuaikan kebenaran dengan kenyamanan. Wake Up Call hari ini adalah panggilan untuk bangun sebelum kompromi kecil menjadi kebiasaan besar.


Kesetiaan kepada Tuhan terlihat bukan hanya saat diuji dalam hal besar, tetapi dalam:

▪️keputusan sehari-hari,

▪️sikap ketika tidak diawasi,

▪️pilihan ketika ada jalan pintas.


Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, tetapi orang yang mau menjaga hati. Bangun dari kompromi berarti kembali pada kejujuran, ketaatan, dan integritas—meski itu menuntut pengorbanan.


✝️ *Kesetiaan dalam hal kecil menjaga hati tetap terjaga dan hidup tetap di jalur Tuhan.*


✅ *BANGKIT DARI KOMPROMI KECIL*






Yehezkiel 11 : 19

 Slmt pg buat kita semua..


Yehezkiel 11:19 (TB) Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™















1 Tesalonika 5 : 19

 *“Janganlah padamkan Roh.”*

๐Ÿ“– *1 Tesalonika 5:19*


Seorang pria bernama Eko (nama samaran) pernah mengalami masa rohani yang sangat berapi-api. Ia rajin berdoa, antusias membaca firman, dan selalu rindu hadir dalam persekutuan. Namun seiring waktu, kesibukan datang bertubi-tubi. Tanggung jawab bertambah, jadwal makin padat, dan waktu untuk Tuhan mulai dipangkas “sementara”.


Awalnya hanya satu hari tanpa doa. Lalu dua hari. Lalu seminggu. Api itu tidak padam seketika—ia meredup perlahan. Hingga suatu hari, Eko berkata jujur, “Aku tidak jauh dari Tuhan, tapi aku juga tidak dekat.”


Kalimat itu menyadarkannya. Ia menyadari bahwa api rohani tidak mati karena satu dosa besar, melainkan karena ketiadaan perhatian kecil yang konsisten. Ia pun memutuskan kembali pada kebiasaan sederhana: waktu doa singkat tapi setia, membaca firman setiap hari, dan menjaga hati tetap peka. Api itu kembali menyala.


Firman Tuhan hari ini sangat singkat, tetapi tegas: “Janganlah padamkan Roh.”

Artinya, ada tanggung jawab manusia untuk memelihara apa yang Tuhan nyalakan. Roh Kudus memberi api, tetapi kita dipanggil untuk menjaga agar api itu tetap menyala.


Api rohani jarang padam karena badai besar. Ia sering padam karena:

▪️doa yang diabaikan,

▪️firman yang ditunda,

▪️ketaatan yang dikompromikan,

▪️kesibukan yang dibiarkan menguasai hati.


Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kebangunan rohani bukan peristiwa sekali jadi. Ia adalah proses harian. Menjaga api berarti:

▪️memilih Tuhan di tengah kesibukan,

▪️memprioritaskan hubungan, bukan hanya aktivitas,

▪️peka ketika Roh Kudus menegur atau mengarahkan.


Api yang menyala membuat hidup hangat dan terang. Api yang padam membuat iman dingin dan arah menjadi kabur. Tuhan rindu kita hidup dengan api yang terpelihara—bukan menyala sesaat, lalu redup karena lalai.


✝️ *Api rohani yang dijaga dengan setia akan terus memberi terang dan kekuatan dalam setiap musim kehidupan.*


✅ *JAGA API SUPAYA TETAP MENYALA*










Prakiraan Cuaca 15 Januari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 15 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau yang dapat menyebabkan perlambatan massa udara, namun kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang diprakirakan cerah berawan hinggaberawan sepanjang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

       N I L



☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 15 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Menghakimi dengan Adil

 Santapan Harian

Menghakimi dengan Adil 

Yohanes 7:14-24 


Perikop kita saat ini adalah kisah ketika Tuhan Yesus mengajar di dalam Bait Allah (14). Yesus mengajar dengan penuh kuasa dan hikmat sehingga orang-orang Yahudi menjadi heran karena yang mereka tahu Dia itu bukanlah orang yang berpendidikan seperti mereka (15).


Karena itu, Yesus menjelaskan kepada mereka bahwa ajaran-Nya itu berasal dari Bapa yang telah mengutus-Nya. Ia juga mengajak mereka semua untuk tidak menghakimi hanya dengan dasar apa yang tampak, tetapi perlu untuk bersikap adil (24). Lalu, apa yang dimaksud Tuhan Yesus perihal menghakimi dengan adil?


Kata menghakimi yang digunakan Tuhan Yesus dalam perikop ini dalam teks aslinya (Yun.: Krino) artinya adalah menilai, membedakan, dan menghukum. Jika disesuaikan dengan konteks bacaan, dapat dimengerti bahwa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus adalah tentang bagaimana menilai seseorang.


Jangan terlalu cepat menyalahkan orang lain tanpa menyelidiki dengan baik. Tertulis, "Jangan menghakimi menurut apa yang tampak, ..." (24), hal ini menunjukkan bahwa penghakiman bukanlah tindakan yang sepenuhnya dilarang, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan adil. Selain itu, menghakimi dan menilai terdengar sama, tetapi sesungguhnya berbeda. Artinya, boleh menilai, tetapi jangan terburu-buru menghakimi. Dengan demikian, Anak Tuhan akan lebih bijak mengendalikan pikiran dan penilaiannya terhadap seseorang.


Dalam hidup ini, ada saja situasi di mana kita dituntut untuk menilai baik atau tidaknya sesuatu atau seseorang. Di sinilah hikmat dari Tuhan kita butuhkan agar kita tidak terburu-buru menghakimi saat menilai. Tugas kita sebagai anak Tuhan adalah menyadarkan, bukan mencari-cari kesalahan orang lain, bukan pula menjatuhkan dan mempermalukan orang lain.


Waspadalah! Jka kita terlalu banyak menghabiskan waktu menilai orang lain, kita menjadi kekurangan waktu mengasihi mereka. Jika ada yang berbuat salah, tegurlah dan ajarlah dalam kebenaran agar kita bersama-sama dimenangkan di dalam Tuhan. [WWO]









Keren hasil kebun kalian pak mak sinaga family