JANGAN MEMANDANG MUKA
Lukas 15 , 20 Januari 2025
Yang dimaksud perintah jangan memandang muka, adalah jangan membeda-bedakan didalam berinteraksi dengan orang lain. Baik itu karena kesukuan, status, kaya-miskin atau apapun. Sebagai warga Kerajaan kita harus punya hati yang tulus dan murni, pikiran yang adil dan penuh kasih. Warga Kerajaan tidak boleh merasa lebih terhormat dari siapapun. Warga Kerajaan tidak boleh memandang rendah tetapi harus menaruh rasa hormat yang sama terhadap semua manusia. Mengapa ? Karena sebagai orang Kristen atau warga Kerajaan, kita dipilih bukan karena keberadaan kita yang lebih baik atau lebih terhormat. Bahkan banyak kita yang dipilih karena tak berarti dan tak dianggap penting oleh dunia. Adalah kejahatan ketika di hati kita telah bersikap membedakan, warga Kerajaan tak boleh rasialis. Natur alamiah warga Kerajaan seharusnya tidak membedakan sejak didalam hatinya. Itulah spiritualitas tanpa batas ?
Kita melihat praktek kehidupan orang Kristen hari-hari ini, perbedaan sinode pun telah menjadikan banyak warga gereja tanpa sadar bertindak rasialis. Banyak anggota gereja yang berbeda sinode dan berbeda doktrin pengajaran saling mengejek dan merendahkan. Apa yang mereka lakukan menunjukkan spiritualitas mereka sebenarnya dangkal. Mereka hanya akan bersatu ketika ada penganiayaan. Apakah kemudian diperlukan penganiayaan supaya spiritualitas mereka jadi lebih baik dan bisa bersatu dalam perbedaan ? Padahal Tuhan Yesus memberikan perintah yang jelas supaya kita sebagai warga Kerajaan atau sesama orang Kristen saling mengasihi seperti Yesus mengasihi kita. Kasih tanpa pamrih dan kasih yang tak menghakimi. “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi (Yohanes 13:34-35)”.
Hari ini kita harus koreksi praktek kehidupan kita sebagai orang Kristen atau warga Kerajaan. Sikap kita yang rasialis dan bermusuhan yang hanya karena perbedaan ‘Sinode Gereja” tentu akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang belum percaya. Mari kita bersikap tidak membedakan, dimulai dari hati, yang kemudian tercermin di dalam praktek kehidupan sehari-hari kita. Sesungguhnya bukti bahwa kita mengasihi Kristus adalah saat kita saling mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri walau berbeda sinode sekalipun. Anda setuju ? (DD)
Questions :
1. Mengapa manusia suka memandang muka ?
2. Apa akibat jika sebagai warga Kerajaan bersikap membeda-bedakan ?
Values :
Warga Kerajaan sejati seharusnya seperti Sang Raja penuh kasih karunia sehingga bisa menerima keberadaan yang lain walau berbeda dengan rasa hormat.
“Saudara-saudaraku, sebagai orang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Bukankah kamu telah membuat pembedaan didalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat ? (Yakobus 2:1,4)”
Sikap memandang muka adalah sikap yang sombong yang menganggap dirinya lebih terhormat dibanding orang lain.