H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 10 Januari 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 10 Januari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat berakhir pekan*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 10 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau yang dapat menyebabkan perlambatan massa udara, namun kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat menyebabkan potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan menjadi berkurang. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.

     

πŸ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2,5 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Kep. Bintan dan sekitarnya.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

πŸ“ž 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371



















Prakiraan Cuaca Tanggal 10 Januari 2026 Prov Kepulauan Riau


Lagu Ini Aslinya

 *Lagu ini aslinya ditulis oleh Joseph M. Scriven th 1855 merupakan lagu Gereja dengan judul _"WHAT A FRIEND WE HAVE IN JESUS"_*             

*Kemudian versi bahasa Indonesianya ditulis oleh komponis Kamsidi asal Solo th 1908, lalu pada th 1950 atas perintah Bung Karno, Ismail Marzuki mengubah lirik lagu tersebut menjadi lagu nasional dengan judul* *"IBU PERTIWI....."*










Yesaya 5 : 16

 Slmt pg buat kita semua..


Yesaya 5:16 (TB) Tetapi TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya. 

πŸ™πŸ™πŸ™












Artikel Operasi 300 Menit

 *Artikel di bawah ini menjelaskan kedigjayaan Amerika*


OPERASI 300 MENIT: BEDAH TEKNIS PENCULIKAN PRESIDEN VENEZUELA


Oleh: Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte

(Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana)


Gila.

Benar-benar gila.


Sabtu malam itu, langit Caracas tidak sekadar gelap. Ia penuh sesak.


Ada 150 pesawat di atas sana.

Mereka datang dari 20 pangkalan berbeda. Dari Florida. Dari Puerto Rico. Dari geladak kapal induk.


Semuanya bertemu di satu titik koordinat. Di detik yang sama.

Tanpa saling tabrak. Tanpa terdeteksi.

Ini bukan lagi operasi militer. Ini sihir logistik.


Mari kita bedah jeroannya. Agar kita tahu betapa mengerikannya dunia tempat kita hidup sekarang.


*Orkestrasi Hantu Langit*


Yang terjadi di udara itu sebuah mahakarya teknis.


Di lapisan paling atas, ada E-3 Sentry. Pesawat radar piringan jamur itu. Ia jadi dirigen. Mengatur lalu lintas tempur agar tidak kacau.


Di bawahnya, ada F-35 Lightning II.

Perhatikan detail ini: F-35 tidak menembakkan satu peluru pun.


Tugasnya cuma satu: menjadi "pengendus". Sensor fusion-nya menyedot semua sinyal elektronik dari daratan Venezuela.


Begitu radar S-300 buatan Rusia milik Venezuela menyala, F-35 mengirim data ke belakang.


Di sana sudah menunggu EA-18G Growler. Pesawat perang elektronika.

Boom! Bukan bom yang dijatuhkan. Tapi sinyal jamming bertenaga tinggi.


Layar radar di Caracas tidak meledak. Hanya memutih. Buta total. Operator radar Venezuela cuma bisa bengong melihat semut di layar monitor.


Saat buta itulah, tamu utamanya masuk.

Resimen Operasi Khusus Penerbangan ke-160. Julukannya Night Stalkers.

Mereka membawa helikopter MH-47 Chinook. 


Terbangnya sinting. Hanya 30 meter di atas ombak Laut Karibia. Memanfaatkan sea clutter (gangguan ombak) untuk sembunyi dari sisa-sisa radar.


Mereka mendarat di jantung kota. Delta Force turun. FBI turun.

Lima jam. Selesai.


Presiden NicolΓ‘s Maduro diangkut ke kapal induk USS Iwo Jima.

Seperti paket kilat JNE.


*Ruang Server & AI Kematian*


Tapi tunggu dulu.

Pasukan elit itu cuma penyapu sampah.

Pembunuh aslinya tidak memegang senapan. Ia duduk manis di dalam kabel optik bawah laut.


Sebulan lalu, Amerika diam-diam menyebar senjata baru: AI Finansial.

Dulu, sanksi ekonomi itu manual. Orang mengecek dokumen satu-satu.


Sekarang? Algoritma yang bekerja.

AI ini ganas. Ia tidak memburu nama perusahaan. Ia memburu pola.


Ada kapal tanker Venezuela mau beli bahan bakar di tengah laut?

AI mendeteksi pola transfer uangnya. Lewat Panama. Lewat Hong Kong.

Klik. Diblokir.


Kapal-kapal tanker itu menjadi bangkai besi terapung.

Mesinnya hidup, tapi tak bisa bergerak.

Asuransi maritim dari London diputus otomatis.

Biaya sandar pelabuhan ditolak.


Logistik Venezuela dicekik sampai biru.

Tanpa bensin, tank tidak jalan. Tanpa uang, jenderal tidak setia.


Maduro jatuh bukan karena kalah perang. Ia jatuh karena "dompet"-nya dimatikan dari jarak 4.000 kilometer.


*"Lawfare": Perang Gaya Baru*


Yang bikin saya merinding bukan pesawatnya. Tapi penumpangnya.

Ada agen FBI Hostage Rescue Team (HRT).


Kenapa bawa polisi?

Ini cerdiknya. Liciknya.

Amerika ingin membingkai ini bukan sebagai "Invasi Militer" (itu melanggar PBB).


Mereka membingkainya sebagai "Penegakan Hukum" (menangkap buronan narkoba).

Konsep kedaulatan negara (Westphalian Sovereignty) resmi jadi sampah.

Batas negara dianggap tidak ada.

Hukum Amerika berlaku di seluruh dunia. Ekstrateritorial.


Kalau mereka mau ambil orang di Jakarta, di Moskow, di Caracas, mereka pakai dalih "surat perintah penangkapan".

Ini namanya Lawfare. Perang menggunakan hukum sebagai senjata. 


*Puing-Puing Geopolitik*


Kasihan Rusia.

Vladimir Putin pasti sedang minum vodka sambil sakit kepala.


Venezuela itu "kapal induk daratan" Rusia di Amerika Latin.

Tempat parkir pesawat pembom nuklir Tu-160 Blackjack.


Investasi Rosneft miliaran dolar di sana.

Dalam satu malam, aset itu hangus.

Rusia kehilangan pijakan strategisnya. Tanpa sempat menarik pelatuk.


China juga sama. Utang Venezuela ke Beijing mungkin tak akan pernah kembali.


*Alarm untuk Kita*


Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Membaca berita Caracas ini rasanya getir. Pahit.

Kita punya Nikel. Kita punya Laut. Kita seksi.


Tapi lihat diri kita di cermin.

Radar kita? Masih banyak yang bolong.

Sistem bank kita? Masih numpang jalur pipa SWIFT punya Barat.


Data kita? Masih di cloud asing.

Operasi Caracas mengajarkan satu hal: Kedaulatan tanpa teknologi itu omong kosong.


Diplomasi tanpa otot siber itu cuma puisi cengeng.

Jika besok kita dianggap "nakal" entah tiba-tiba karena hilirisasi atau karena vokal di PBB, siapkah kita?


Siapkah jika tombol "OFF" ditekan dari Washington?

Siapkah jika bank kita offline dan pesawat tempur asing sudah ada di atas Monas tanpa terdeteksi?

Di meja makan raksasa dunia hari ini, pilihannya cuma dua.


Anda duduk memegang garpu sebagai pemain.

Atau Anda telanjang di atas piring sebagai menu santapan.


Caracas sudah jadi menu.

Semoga kita lekas bangun. Sebelum ikut dimakan.






Bangkit Menjadi Terang

 *“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”*

πŸ“– *Matius 5:14*


Seorang pria bernama Damar (nama samaran) pindah ke lingkungan baru yang dikenal keras dan individualistis. Awalnya ia memilih diam dan menjaga jarak. Ia tidak ingin terlibat urusan siapa pun. Suatu malam, listrik di lingkungan itu padam cukup lama. Banyak orang keluar rumah, sebagian mengeluh, sebagian bingung. Damar keluar membawa lilin dan senter, lalu duduk di teras. Ia menyapa satu per satu orang yang lewat, menawarkan cahaya kecil yang ia miliki.


Percakapan sederhana terjadi. Ada tawa kecil. Ada cerita. Malam yang gelap berubah menjadi momen kebersamaan. Beberapa hari kemudian, tetangga yang sebelumnya acuh mulai menyapa. Lingkungan itu tidak berubah seketika, tetapi sesuatu telah dinyalakan.


Tuhan Yesus tidak berkata, “Berusahalah menjadi terang,” melainkan “Kamu adalah terang.” Artinya, identitas itu sudah diberikan. Pertanyaannya bukan apakah kita punya terang, tetapi apakah kita membiarkannya terlihat.


Tidur rohani sering terjadi ketika terang disimpan terlalu rapat. Kita takut salah, takut ditolak, takut berbeda. Akhirnya, terang itu tertutup oleh sikap diam dan aman. Wake Up Call hari ini mengingatkan: terang tidak diciptakan untuk disembunyikan, tetapi untuk mengusir gelap di sekitarnya.


Terang tidak selalu berarti tindakan besar. Sering kali ia hadir melalui:

 • sapaan yang tulus,

 • kehadiran yang peduli,

 • keberanian untuk 

    berbuat baik saat orang 

    lain memilih acuh.


Lingkungan tidak berubah oleh keluhan, tetapi oleh kehadiran terang yang konsisten. Ketika satu terang menyala, orang lain mulai melihat. Ketika terang terlihat, harapan tumbuh.


Wake Up Call memanggil kita untuk bangkit dari iman yang tersembunyi menuju iman yang terlihat—bukan untuk pamer, tetapi untuk memberi arah dan pengharapan.


✝️ Terang kecil yang dinyalakan dengan setia dapat mengubah suasana gelap di sekitarnya.


✅ *WAKE UP CALL — BANGKIT MENJADI TERANG*






Renungan Motivasi Mencari Yesus

 Santapan Harian

Motivasi Mencari Yesus 

Yohanes 6:22-24 


Banyak orang segera berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus (22-24). Mereka tampak begitu gigih, namun pertanyaannya adalah apa motivasi mereka mencari Yesus? Apakah mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam, mendengar ajaran-Nya, atau sekadar memuaskan keinginan akan mukjizat dan roti yang mengenyangkan? Jika kita perhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudah perikop ini, kita dapati, motivasi orang banyak itu adalah mencari mukjizat dan roti (lih. Yoh 6:2; 6:26).


Perilaku orang banyak ini menunjukkan bahwa motivasi mencari Tuhan tidak selalu didasari oleh cinta, kerinduan akan pengenalan yang dalam, atau ketulusan relasi personal yang hendak dibangun dengan Tuhan. Banyak orang mencari Tuhan karena ingin mendapat keuntungan bagi dirinya sendiri, atau setidaknya menyaksikan mukjizat yang diterima orang lain. Pertanyaan tentang motivasi mencari Tuhan ini masih relevan sampai sekarang. Dalam kebaktian khusus berskala besar, baik yang bersifat kebangunan rohani atau perayaan, apa motivasi orang banyak datang ke sana? Ada yang datang karena mau melihat pendeta/ pastor/pengkhotbahnya, melihat artis rohaninya, mendengar musiknya, mendapat makanannya, mendapat mukjizat penyembuhannya, mau tampil mengisi pujian/ kesaksian, atau sekadar ikut meramaikan dan seru-seruan. Berapa banyak yang datang karena kerinduan murni untuk berjumpa Tuhan dan mengenal-Nya dengan lebih dalam?


Santo Agustinus dalam salah satu karyanya, "Confessiones", pernah menulis: "... fecisti nos ad te et inquietum est cor nostrum, donec requiescat in te". Secara harfiah berarti: "Engkau telah menciptakan kami untuk-Mu dan hati kami tidak akan tenang, sampai ia beristirahat dalam Engkau". Kita diajak untuk melihat lebih dalam makna relasi yang kita bangun dengan Tuhan. Eksistensi hidup kita sejak mula adalah pemberian Tuhan. Jangan membangun relasi yang transaksional dengan Tuhan, tetapi bangunlah relasi yang tulus dan sederhana dengan-Nya sampai kelak kita bersatu kembali bersama Dia. [YWA]



Baca Gali Alkitab 2


Yohanes 6:22-24


Yohanes 6:22-24 menggambarkan bagaimana orang banyak mencari Yesus setelah mukjizat memberi makan lima ribu orang. Mereka menyadari bahwa Yesus tidak naik perahu bersama murid-murid-Nya, tetapi tetap berada di seberang dan kemudian menghilang.


Peristiwa ini menunjukkan bahwa banyak orang tertarik kepada Yesus bukan karena pengajaran-Nya, tetapi karena tanda-tanda ajaib yang Ia lakukan. Mereka mencari Yesus dengan harapan mendapatkan lebih banyak berkat jasmani, bukan karena ingin mengenal Dia secara rohani.


Apa saja yang Anda baca?

1. Apa yang dilihat orang banyak di seberang danau pada keesokan harinya? (22)

2. Dari mana datangnya perahu-perahu lain yang tiba di dekat tempat orang banyak makan roti? (23)

3. Apa yang dilakukan orang banyak ketika mereka tidak menemukan Yesus dan murid-murid-Nya? (24)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Bagaimana seharusnya Anda mencari Yesus sebagai pintu gerbang kepada kebenaran?

2. Apakah Anda mencari karunia atau Sang Pemberi karunia?

3. Mengapa penting untuk tidak menjadikan berkat materi sebagai tujuan utama dalam kehidupan beriman?


Apa respons Anda?

1. Bagaimana Anda akan bersyukur atas kesempatan untuk mencari Yesus dalam kehidupan Anda?

2. Apa yang akan Anda minta dalam doa agar dapat lebih memahami kehendak Tuhan dalam hidup Anda?

3. Apa yang akan Anda lakukan untuk bisa datang kepada-Nya bukan demi apa yang bisa Anda dapatkan dari-Nya, melainkan demi siapa Dia sendiri?


Pokok Doa:

Supaya gereja Tuhan tetap setia dalam mengajarkan kebenaran Injil dan tidak terpengaruh oleh keinginan duniawi.