H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 06 Januari 2026

Ranting Yang Berbuah DibersihkanNya

 *“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”*

๐Ÿ“– *Yohanes 15:2*


Seorang pria bernama Tono (nama samaran) merawat kebun kecil di belakang rumahnya. Ia menanam beberapa pohon mangga dan merawatnya dengan tekun. Namun ada satu pohon yang tampak sehat—daunnya lebat, batangnya kuat—tetapi hampir tidak pernah berbuah. Suatu hari, seorang petani berpengalaman berkata kepadanya, “Pohon ini kelihatannya hidup, tapi belum tentu produktif. Kalau mau berbuah, harus dipangkas.”


Dengan berat hati, Tono memangkas cabang-cabang yang tampak baik. Musim berikutnya, pohon itu justru berbuah lebih banyak dari sebelumnya. Ia berkata,


“Ternyata yang membuat pohon itu tidak berbuah bukan karena mati, tapi karena terlalu banyak cabang yang tidak perlu.”


Yesus berbicara tentang kehidupan rohani yang berbuah, bukan sekadar hidup. Seseorang bisa tampak rohani—hadir, aktif, dan terlibat—namun Tuhan rindu lebih dari itu: buah yang nyata.


Tidur rohani tidak selalu berarti tidak melakukan apa-apa. Kadang justru sebaliknya—kita sibuk dengan banyak hal, tetapi kehilangan fokus pada hal yang paling penting.

Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk bertahan, tetapi untuk menghasilkan buah:

 • buah karakter,

 • buah ketaatan,

 • buah kasih,

 • buah dampak bagi orang lain.


Wake Up Call hari ini mengingatkan bahwa pemangkasan rohani adalah bagian dari kasih Tuhan. Ia membersihkan, menegur, dan menata ulang hidup kita—not untuk menyakiti, tetapi supaya hidup kita lebih efektif dan berdampak.


Pemangkasan bisa berupa:

▪️kebiasaan yang harus ditinggalkan,

▪️zona nyaman yang harus dilepas,

▪️agenda yang harus disederhanakan,

▪️fokus yang harus diarahkan kembali.


Jika kita menolak diproses, kita mungkin tetap hidup—tetapi tidak berbuah.

Namun jika kita mau bangkit dan membuka diri untuk dibentuk, Tuhan akan menghasilkan buah yang melimpah melalui hidup kita.


✝️ *Tuhan membangunkan kita bukan hanya untuk hidup, tetapi untuk hidup yang berbuah dan berdampak.*


✅ *WAKE UP CALL — BANGKIT UNTUK HIDUP YANG BERBUAH*






Amsal 10 : 29

 Slmt pg buat kita semua..


Amsal 10:29 (TB) Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™












Bangun dari Kenyamanan

 *“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku.”*

๐Ÿ“– *Matius 7:21*


Seorang pria bernama Hendra (nama samaran) dikenal rajin dan aktif. Ia terbiasa menghadiri ibadah, mengikuti banyak kegiatan rohani, dan memahami firman dengan baik. Namun suatu hari, dalam percakapan yang jujur, ia berkata, “Aku tahu banyak hal tentang Tuhan, tapi aku sadar hidupku tidak banyak berubah.”


Hendra tidak merasa hidupnya salah arah, tetapi ia juga tidak melihat buah yang nyata. Ia nyaman berada di zona aman—melakukan hal-hal yang biasa, tanpa risiko, tanpa ketaatan yang menuntut perubahan.


Suatu ketika, ia diminta membantu pelayanan di area yang kurang ia sukai. Ia sempat menolak, namun akhirnya melangkah. Dari sana, ia mengalami sesuatu yang baru: tantangan, ketergantungan pada Tuhan, dan sukacita yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia berkata kemudian, “Aku pikir aku sudah hidup benar. Ternyata aku baru hidup nyaman.”


Matius 7:21 menegaskan perbedaan penting antara pengakuan iman dan ketaatan iman. Seseorang bisa mengenal Tuhan, menyebut nama-Nya, bahkan melakukan aktivitas rohani—namun tetap berjalan di tempat jika hidupnya tidak diarahkan oleh kehendak Tuhan.


Kenyamanan rohani adalah salah satu bentuk tidur rohani yang paling halus. Ia tidak terasa salah, tidak terlihat berbahaya, tetapi perlahan mematikan pertumbuhan. Kita merasa aman karena sudah “melakukan yang benar”, padahal Tuhan memanggil kita melangkah lebih jauh.


Wake Up Call hari ini adalah panggilan untuk bangun dari kenyamanan menuju ketaatan. Ketaatan sering kali tidak nyaman:

▪️menuntut perubahan sikap

▪️menantang kebiasaan lama,

▪️meminta kita melangkah tanpa kepastian.


Namun di situlah iman menjadi hidup. Tuhan Yesus tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau taat. Ketika kita memilih melakukan kehendak-Nya—meski kecil, meski tidak mudah—Tuhan Yesus membangunkan potensi rohani yang selama ini tertidur.


Kebangunan rohani tidak selalu ditandai oleh perasaan kuat, tetapi oleh keputusan untuk taat, satu langkah demi satu langkah.


✝️ *Iman yang hidup selalu bergerak dalam ketaatan, bukan berhenti di zona nyaman.*


✅ *WAKE UP CALL — BANGUN DARI KENYAMANAN*






Prakiraan Cuaca Tanggal 6 Januari Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 06 Januari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau masih terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau, termasuk wilayah Pulau Bintan yang menyebabkan perlambatan massa udara sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan pada sore dan malam hari yang bersifat lokal/tidak merata.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore dan malam hari.


⚠️ Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2,5 meter (kategori sedang) di wilayah perairan Perairan Kep. Bintan dan sekitarnya.


⚠️ Waspada potensi Banjir Rob yang dapat terjadi di wilayah pesisir Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada tanggal 1 - 8 Januari 2026 mendatang.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 6 Januari 2025 Prov Kepulauan Riau


Renungan Bahaya Legalisme Agama

 Santapan Harian

Bahaya Legalisme Agama 

Yohanes 5:1-18 


Kisah ini dimulai dengan seorang yang sakit lumpuh sudah selama 38 tahun. Ia berharap disembuhkan di kolam Betesda, namun tidak ada orang yang menolongnya (5). Kemudian, Tuhan Yesus hadir di sana sebagai penyelamat yang menyembuhkan orang lumpuh itu (8). Persoalannya, hari itu adalah hari Sabat, hari ketika orang Yahudi tidak boleh melakukan apa pun.


Setelah itu, para pemuka agama Yahudi marah karena mereka melihat orang lumpuh itu mengangkat tikarnya dan berjalan (9-10). Kemarahan mereka sangat irasional dan bengis. Tidak hanya itu, bahkan mereka mencari Yesus dan hendak membunuh Dia (18).


Para pemuka agama Yahudi itu terjebak dalam legalisme agama, yaitu sikap yang menekankan aturan, hukum, dan tradisi sebagai cara utama untuk memperoleh keselamatan. Mereka terlalu berfokus pada kepatuhan terhadap Hukum Taurat, tanpa memperhatikan kasih karunia Allah dan hubungan yang hidup dengan-Nya. Dari kisah ini, ada beberapa hal yang harus kita waspadai, antara lain:


Pertama, legalisme agama membuat manusia menjadi kaku karena menerapkan prinsip 'peraturan adalah segalanya'. Ia tidak lagi mampu melihat kompleksitas kehidupan sehingga semua hal dinilai berdasarkan peraturan.


Kedua, legalisme agama membuat manusia merasa paling suci dan benar. Hal demikian menghilangkan esensi keselamatan sebab keselamatan merupakan anugerah dari Tuhan, bukan karena manusia hebat dalam menaati perintah agama.


Ketiga, legalisme agama menghilangkan rasa kemanusiaan. Hal itu terlihat dari pemuka Yahudi yang kehilangan rasa kemanusiaannya karena kepatuhan buta terhadap peraturan agama. Padahal, nyawa manusia lebih berharga daripada seperangkat aturan.


Legalisme agama memiliki wajah yang elok dipandang, namun sebenarnya bertolak belakang dengan semangat kekristenan yang mengedepankan kasih karunia Allah. Karena itu, hendaklah kita berjalan dalam terang kasih karunia Allah di dalam hidup beriman kita. [YGM]