H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 11 Februari 2026

Renungan PanggilanNya Pasti Diteguhkan

 Santapan Harian

Panggilan-Nya Pasti Diteguhkan 

Yosua 3 


Setiap orang dianugerahi Tuhan panggilan hidup yang berbeda-beda. Atas panggilan tersebut biasanya orang ingin mendapatkan peneguhan bahwa Tuhan sungguh memanggil. Kebutuhan akan peneguhan tersebut biasanya muncul terutama pada saat-saat yang tidak mudah atau pada saat krisis, ataupun di saat-saat biasa. Tentang hal itu, kita tidak akan bisa meragukan karya-karya Tuhan yang jadi penanda bahwa Ia sedang meneguhkan panggilan-Nya dalam hidup kita. Itulah yang dialami oleh Yosua.


Sebagaimana Allah telah meneguhkan panggilan Musa melalui peristiwa umat bisa berjalan di tengah Laut Teberau saat keluar dari tanah Mesir, demikian pula Allah berkenan meneguhkan panggilan-Nya kepada Yosua. Di dalam perikop ini dituturkan bahwa TUHAN meneguhkan panggilan-Nya kepada Yosua melalui peristiwa mereka berjalan di tengah Sungai Yordan yang kering. Sungai Yordan yang terkenal dengan arusnya yang sangat deras, tersibak di bagian tengahnya dan menjadi kering sehingga bangsa Israel bisa lewat tanpa basah (16-17).


Peristiwa itu adalah mukjizat luar biasa yang meneguhkan panggilan TUHAN atas Yosua di hadapan seluruh orang Israel (7). TUHAN yang memanggil Yosua untuk memimpin umat Israel, TUHAN pula yang meneguhkan panggilan itu.


Melalui perenungan kisah Alkitab saat ini, mari kita renungkan dan rasakan peneguhan apa, atau seperti apa yang Ia hendak atau sudah nyatakan dalam hidup kita? Jika belum menemukan, mari kita mencoba untuk melihat lembar-lembar hidup kita, bagaimana Tuhan telah berkarya di dalamnya. Bisa jadi peneguhan tersebut tidak dalam bentuk yang luar biasa atau spektakuler, tetapi dalam bentuk yang sederhana.


Hal yang jelas, Ia sudah dan akan terus meneguhkan panggilan-Nya dalam hidup kita karena kita diciptakan oleh-Nya dengan maksud yang baik dan mulia. Ada kehendak Tuhan yang akan dinyatakan dalam hidup kita. Oleh sebab itu, jangan berkecil hati, tetaplah percaya kepada-Nya, hayati panggilan Tuhan atas hidup kita dan mari kita hidup dengan penuh syukur. [MTH]









Oiii Gloriaaa


Yohanes 10 : 16

 Selamat pg buat kita semua..


Yohanes 10:16 (TB) Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

🙏🙏🙏









Kebun mini




Semoga lancar wirausaha siappudan


Renungan Ditempa Kesulitan

 Ditempa Kesulitan


Dalam beberapa bulan terakhir, hampir setiap pagi aku sudah tiba di kantor pukul 06.30 dan baru kembali ke rumah paling cepat pukul 24.00. Hari-hari panjang itu kujalani untuk satu tujuan: mempersiapkan banyak hal penting yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan kami. Bukan sekadar pekerjaan, tapi tanggung jawab-kepada usaha yang sedang dibangun, kepada orang-orang yang bergantung padanya, dan kepada masa depan yang sedang diperjuangkan.


Pagi ini tubuh terasa sangat lelah. Namun kelelahan itu belum sempat reda ketika sore harinya partnerku mengabarkan kondisi di tempat tujuan: suhu sekitar 2 derajat Celsius. Musim dingin. Aku diminta membawa pakaian yang cukup agar bisa bertahan di suhu ekstrem itu.

 

Di situlah aku tersadar- aku lupa bahwa di sana sekarang bukan seperti di Indonesia.


 Terburu-buru aku mencari pakaian musim dingin, namun sayangnya toko-toko sudah berganti etalase. Produk non-musim dingin mendominasi. Lagi-lagi, ini pengingat kecil bahwa dunia tidak selalu menunggu kesiapan kita.


Dalam perjalanan menuju bandara, aku menyetir sendiri dari rumah ke area parkir inap. Lagu-lagu Batak mengalun di dalam mobil- tentang kampung halaman, tentang rindu orang tua, tentang cinta dan kehilangan. Ada rasa hangat yang muncul, bercampur dengan perenungan. Betapa nyamannya hidup di Indonesia. Alam ramah. Cuaca bersahabat. Tantangan seolah tidak memaksa. 


Sangat berbeda dengan negara empat musim yang malam ini akan kudatangi-di sana, orang harus benar-benar mempersiapkan sandang dan pangan dengan matang. Dingin, gelap, atau salju bukan alasan untuk berhenti bekerja. Alam tidak memberi toleransi.


Aku teringat lagu lama yang menyebut negeri ini sebagai kolam susu. Mungkin benar. Tapi di sanalah pertanyaan itu muncul: jangan-jangan karena terlalu dimanjakan, kita menjadi kurang terlatih menghadapi tekanan? 


Jangan-jangan daya juang kita melemah bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena kita jarang dipaksa untuk bertahan?


Padahal dunia hari ini tidak lagi mengenal batas negara yang nyaman. Globalisme menghadirkan persaingan yang nyata, keras, dan tanpa kompromi. Kita bersaing bukan hanya dengan sesama anak bangsa, tetapi dengan manusia-manusia terbaik dari berbagai belahan dunia-yang ditempa cuaca ekstrem, disiplin tinggi, dan budaya kerja yang tidak mengenal alasan.


Di tengah arus global ini, Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan kekayaan alam atau keramahan budaya. Kita harus membangun daya saing. Daya saing lahir dari perjuangan. Dari jam-jam panjang yang sunyi. 

Dari keputusan-keputusan sulit. Dari kesiapan menghadapi ketidaknyamanan. Dari kemauan belajar, beradaptasi, dan bekerja lebih keras dari yang diminta.


Kesulitan bukan kutukan. Ia adalah alat tempa. Seperti besi yang menjadi baja karena panas dan tekanan, manusia dan bangsa pun menjadi kuat karena tantangan. Jika kita ingin berdiri sejajar di panggung dunia, kita harus berani keluar dari zona nyaman, berani menerima dingin, berani menyiapkan diri lebih matang, dan berani bekerja dengan standar global—tanpa kehilangan jati diri.


Malam ini aku terbang meninggalkan tanah yang hangat, membawa rindu, lelah, dan harapan. Bukan untuk mengeluh, tetapi untuk belajar. 


Karena hanya bangsa yang mau ditempa yang akan bertahan. Dan hanya mereka yang mau berjuang yang akan menang.


Soetta 09.02.2026 (ditulis sambil menunggu boarding)






Filipi 3 : 7

 *Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.*

📖 *Filipi 3:7*


Bertahun-tahun lalu, ketika Rumania masih di bawah kendali komunisme, Bela Karolyi adalah pelatih senam. Dengan keahliannya, ia mengembangkan bakat para bintang, misalnya atlet peraih medali emas, Nadia Comaneci. Atas keberhasilannya melatih para atlet yang membawa kemasyhuran bagi negara Tirai Besinya, Bela dihadiahi mobil mewah dan banyak hadiah lain. Namun, Bela mendamba kebebasan. Maka suatu hari, dengan tekad kuat dan hanya sebuah kopor kecil, ia meninggalkan Rumania menuju kebebasan, meski tanpa uang sepeser pun. 


Ada harga yang harus dibayar untuk mengikut Yesus dan mengalami kebebasan yang diberikan-Nya. Ketika dua nelayan, Petrus dan Andreas, mendengar panggilan Yesus, "Ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia," mereka pun "segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia" (Mat. 4:19,20). 


Begitu juga Yakobus dan Yohanes meninggalkan ayah serta mata pencarian mereka untuk memulai hidup yang tidak pasti sebagai murid. Mereka tahu harganya dan memilih untuk mengikut Yesus, serta meninggalkan semuanya (ay. 21,22). 


Sungguh teladan agung bagi kita semua yang mengaku sebagai murid-murid Yesus! Dia berkata, "Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku" (Luk. 14:27). Bersediakah kita berkorban, besar maupun kecil, untuk Tuhan kita? Marilah kita menanggapi undangan Sang Juru Selamat, "Ikutlah Aku," tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan.


Saat Yesus memanggil -- tentu aku menyahut, Dan mengikuti Dia hari ini juga; Saat suara-Nya memohon dengan lembut, Bagaimana bisa aku menunda-nunda? 


✝️ *APABILA KITA MENGIKUTI YESUS SELURUH HIDUP KITA BERUBAH ARAH*


✅ *DIBAYAR DENGAN APA?*






Lukas 18 : 7

 Lukas 18:7 (TB) Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?


https://alkitab.app/v/28b78a86c8aa










Yosua 1 : 9

 Slmt pg buat kita semua..


Yosua 1:9 (TB) Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." 

🙏🙏🙏










Prakiraan Cuaca Tanggal 11 Februari Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 11 Februari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan terdapat pola daerah belokan angin (shearline) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya, dan masih kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum prakiraan kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan danterdapat potensi hujan dengan intensitas ringan namun bersifat lokal/ tidak merata pada siang hari.

     

🔖 *Peringatan Dini:* 

Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 11 Februari 2026 Prov Kepulauan Riau


Kitab Keluaran, 11 Februari 2026

 KELUARAN


Kitab Keluaran adalah Kitab kedua dari Kitab Taurat. Kitab ini di tulis oleh Musa. 


Kitab ini menunjukkan bagaimana Tuhan menggunakan kekuatan-Nya untuk menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan.


Bangsa Israel di dalam perbudakan 400 tahun.

Setelah Yusuf meninggal dan telah berganti raja yang tidak mengenal Yusuf, mulailah orang Israel di tindas. Bangsa Israel yang sampai di Lembah Gosyen 66 orang + Yusuf & keluarga, total 70 orang.


Bangsa Israel bertumbuh pesat sehingga orang Mesir mulai takut dan akhirnya mulai menindas mereka. Waktu Musa lahir, anak-anak laki-laki Israel di bunuh tapi Musa selamat, dan diangkat anak oleh putri Firaun dan dibesarkan dalam istana. Musa lari dari Mesir umur 40 tahun, kembali ke Mesir 40 tahun kemudian (umur 80) dan membawa bangsa Israel selama 40 tahun.


Tuhan mengirimkan 10 tulah bagi bangsa Mesir. Tuhan memaksa Firaun membiarkan orang Israel ke luar dari Mesir. Tuhan memberikan kepada orang Israel 10 hukum juga hukum-hukum yang lain, yang harus dijalankan bangsa Israel.


Amanat kitab ini terutama menguraikan apa yang dilakukan Tuhan pada waktu Ia membebaskan umat-Nya yang diperbudak, lalu membimbing mereka menjadi suatu bangsa yang mempunyai harapan bagi masa depan.


Kita dapat mempelajari dalam kitab ini bagaimana Tuhan menggunakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan yang tidak berdaya. Dia mengharapkan umat-Nya berjalan dalam keadilan dan kebenaran sepanjang hidupnya.


Tokoh utama dalam kitab ini adalah Musa, orang yang dipilih Tuhan untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir. Juga Harun, kakak dari Musa.


Bangsa Israel meninggalkan Mesir sekitar 1446 SM. Hukum diberikan di gunung Sinai 1 tahun setelah itu. 


Bagian yang paling terkenal dari buku ini ialah daftar Sepuluh Perintah Allah.


12 pasal pertama terjadi di Mesir setelah itu sebagian besar di gunung Sinai.