H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 09 Juli 2026

Renungan Kegelisahan dan Ketenangan

 Santapan Harian

Kegelisahan dan Ketenangan 

1 Samuel 16:14-23 


Dalam dunia yang penuh tekanan, ada banyak hati yang kehilangan kedamaian. Bahkan, seorang raja seperti Saul pun tidak luput dari kegelisahan.


Setelah Roh TUHAN menyingkir dari Saul, ia pun diliputi roh jahat yang membuat hatinya gundah dan pikirannya gelap. Melihat keadaan Saul yang tersiksa oleh roh itu, para pegawainya mencari seorang yang pandai bermain kecapi. Mereka menemukan Daud-seorang gembala muda yang bukan hanya terampil bermain musik dan gagah perkasa, tetapi juga disertai TUHAN (14-18).


Saul mengasihi Daud dan Daud pun menjadi pelayannya. Setiap kali Daud memainkan kecapinya, roh yang menyusahkan itu menyingkir dari Saul, sehingga sang raja merasa lega dan tenang (21-23).


Melalui peristiwa ini, kita menemukan kebenaran yang mendalam. Pertama, Allah hadir dalam diri Daud, orang yang dipilih-Nya. Kedua, Allah mampu memakai musik untuk melegakan hati yang gelisah dan membawa ketenangan. Musik di dalam tangan orang yang disertai Allah bukan sekadar bunyi yang indah, melainkan saluran kehadiran Allah yang hidup.


Menariknya, sebelum Daud menjadi raja, ia terlebih dahulu dipanggil untuk melayani raja yang sedang terpuruk. Allah melatih hatinya bukan di medan perang, melainkan di istana yang penuh ketegangan. Daud belajar bukan untuk mengalahkan musuh, melainkan untuk melayani dengan kelembutan dan kesetiaan, bahkan bagi orang yang nanti akan memusuhinya (lih. 1Sam 18:10-11; 19:9-10).


Dalam kehidupan kita, Tuhan juga memanggil kita untuk membawa ketenangan di tengah kekacauan-bukan dengan kekuatan, melainkan dengan hati yang dipenuhi hadirat-Nya. Mungkin kita bukan pemusik seperti Daud, tetapi setiap kata, setiap doa, dan setiap tindakan yang lembut dapat menjadi nada dan irama yang menenangkan hati yang sesungguhnya diperlukan orang lain.


Melalui hidup kita yang menyembah Allah, kita dapat menjadi sumber kelegaan bagi orang-orang yang gelisah dan menghadirkan ketenangan di tengah dunia yang penuh kegelisahan. [RGD]









Pagi from TPI Kepri



Tetap Menyala dan Tak Pernah Redup

 *TETAP MENYALA DAN TAK PERNAH REDUP* 

(08/07/2026) 


Hari ini dalam perjalanan menuju Denpasar Bali, kami mengucapkan *selamat pagi* buat semua sahabat di WAG ini. 


_*Kiranya Tuhan yang terus memelihara hati dan pikiran kita , agar terus menerus diperbaharui, sehingga roh kita tetap menyala nyala bagi kemuliaan kerajaan Nya.*_

_*Tuhan lah juga yang memampukan kita untuk melihat dan merasakan, apa yang tidak terlihat dan tidak terasakan oleh orang2 dunia ini, yaitu rencana Tuhan bagi dunia ini dan apa peran serta bagian kita dalam rencana global Tuhan tsb.*_ 


_*Tidak ada yang lebih indah dan lebih berarti dalam hidup yang sementara ini, selain dari mengetahui dgn pasti apa peran kita dan apa bagian kita di dalam rencana global Allah bagi dunia ini dan kemudian kita benar2 melakukannya.*_ 


Sesibuk apapun kita , sekeras apapun usaha kita, jika itu bukan peran dan bagian kita seperti yang dikehendaki Tuhan, sebenarnya kita sedang buang2 waktu. Lebih lebih jika kita tidak melakukan apa apa, itu sangatlah buruknya. 

*Padahal Tuhan sudah memilih dan menebus kita adalah dgn tujuan yang sangat jelas, yakni agar kita pergi untuk menghasilkan buah dan buah itu bersifat tetap.* Lihatlah Yesus pernah berkata :

_*Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.*_

_*(Yohanes 15:16)*_ 


Masih adalah diantara kita yang sejauh ini tidak pernah kemana mana walau sudah lama memahami bahwa Tuhan sudah memilih kita dari sekian banyak manusia dimuka bumi ini ? 


Itulah yang seharusnya kita lakukan, menggenapkan tujuan Tuhan. 


Coba cermati ,apakah yang sedang kita lakukan saat ini ?

Sebab sesungguhnya kesempatan kita juga sangatlah terbatas . 

Jika pun usia kita Tuhan beri panjang, akan tiba saatnya kita menjadi tua dan lemah dimana kita tidak berdaya lagi utk melakukan kerja kerja yang tadinya harus kita lakukan disaat tenaga kita masih kuat. 


Oleh karena itu mari kita saling mengingatkan, saling mendukung dan saling menopang untuk membuat kita tetap siuman, sadar dan berjaga2 dan tetap berkerja melakukan perintah Tuhan menyaksikan injil Nya bagi dunia ini. 


Kita tidak tahu seberapa banyak waktu yang kita punjai. Semua tergantung pada Tuhan Sang Penguasa Waktu. Janganlah berperilaku bodoh seolah2 kita masih punya banyak waktu, karena seketika tiba2 bisa saja Tuhan nyatakan waktu kita sudah habis. Karena itu jangan sia-siakan waktu kita, waspada dan berjaga jaga lah agar saat Tuhan datang atau saat waktu kita habis, Tuhan mendapati kita tetap siap siaga menanti kan kedatangan Nya kedua Kali. 


Untuk itulah Tuhan Yesus pernah memberi pelajaran kepada para muridNya dg satu perumpamaan sesuai budaya orang Ibrani, yakni orang2 yang menantikan kedatangan tuan nya pulang dari perkawinan. 

Yesus berkata dalam _*Lukas 12:35-40*_ :


_*"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.35)*_ 

_*Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. 36)*_ 


_*Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.* Aku berkata kepadamu: *Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.37)*_ 

_Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka *berbahagialah mereka.38)*_ 

_*Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."40)*._ 


Amin. 🙏