H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 07 Juni 2026

 Slmt pg buat kita semua..


Matius 5:5 (TB) Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

🙏🙏🙏










Tetap Berdoa

 *"TETAPLAH BERDOA"*


Shalom, 

Satu ayat yg pendek, terdiri dr dua suku kata namun penuh dg kuasa bila kita percaya dan mengerjakan. Sesuatu yg besar bahkan dahsyat terjadi krn doa. Mengapa bisa demikian? Krn kita berdoa kpd TUHAN dan kita tahu dg pasti, siapa TUHAN kita. Haleluyah!


Firman Allah berkata:

*"Tetaplah berdoa."* (1 Tes 5:17).


Kepada sidang jemaat Tesalonika, rasul Paulis memberikan nasihat u/ jemaat tetap berdoa. Mengapa?


Krn dg berdoa, kita tetap terhubung dg TUHAN dan Doa adalah salah satu bahasa komunikasi kita dg TUHAN yg kita kenal dg nama Yesus Kristus.


Raja Daud berkata: *"Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.* Sela. (Mzm 62:8).


Dihadapan TUHAN lah kita bisa sebebas-bebasnya mencurahkan isi hati kita dan TUHAN itu sangat peduli dg kita semua. 


*"Kalau kita berkeluh kesah dg orang, mungkin sudah banyak hal kita sampaikan dan belum ada solusi. Berbeda dg TUHAN, Dia sangat peduli dg kita dan yg luar biasa, Dia mendengar doa kita dan menjawabnya dr sorga-Nya yg kudus."* Amen.


Jadi, *mari pagi ini kita tetap konsisten u/ datang kpd TUHAN dan berdoa, memuji & menyembah Dia. Percayalah bhw TUHAN tdk akan menyia-nyiakan sgl seruan doa kita.* Amen


Apapun yg mau kita sampaikan, katakanlah dg bebas. Walaupun TUHAN itu Mahatahu namun Dia suka kalau kita mengatakannya. Yes n Amen.


Kita berdoa, semoga kiranya TUHAN mendengar segala seruan kita pagi ini. Satu hal yg perlu kita ingat, *"Dia hanya sejauh Doa"*. Clear n Clean!


*"Semangat Pagi & Tetap Semangat"*





2 Korintus 5 : 7

 Slmt pg buat kita semua.


2 Korintus 5:7 (TB) 

Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat 

🙏🙏🙏






1 Korintus 12 : 10

 Slmt pg buat kita semua..


1 Korintus 12:10 (TB) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

🙏🙏🙏





Yohanes 14 : 27

 *“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”*

📖 *Yohanes 14:27*


Buah Roh ketiga: *Damai Sejahtera.* Yesus bilang damai-Nya “tidak seperti yang diberikan dunia”. Dunia kasih damai kalau rekening aman, kalau diagnosis dokter bagus, kalau semua orang suka sama kamu. Begitu ada badai, damai dunia langsung kabur.


Damai Roh Kudus justru muncul di tengah badai. Itu damai yang *melampaui segala akal*. Flp 4:7. Artinya: tidak masuk logika, tapi nyata. *Damai bukan absennya masalah. Damai adalah hadirnya Pribadi di tengah masalah.*


*Corrie ten Boom* ngalamin ini lagi di kamp konsentrasi Ravensbrück. Barak mereka penuh kutu. Gatal, kotor, bau. Betsie, kakaknya, malah bersyukur. Corrie protes: “Masa kutu disyukuri?”


Betsie baca 1 Tes 5:18: “Mengucap syukurlah dalam segala hal.” Dia bilang: “Corrie, kutu ini alasan kita bisa baca Alkitab tiap malam. Penjaga Nazi jijik masuk barak kita karena kutu. Jadi kita bebas berdoa dan sembah Tuhan.”


Benar. Selama berbulan-bulan, barak 28 jadi gereja bawah tanah. Banyak wanita bertobat. Damai Allah jaga hati mereka di tempat yang paling tidak damai di bumi.


Corrie tulis: “Tidak ada tempat terlalu gelap sampai terang Yesus tidak bisa masuk. Tidak ada tempat terlalu kacau sampai damai-Nya tidak bisa memerintah.”


*Kamu tidak bisa atur apa yang terjadi di sekitarmu. Tapi kamu bisa pilih siapa yang memerintah di dalammu.*


Kalau hatimu gelisah tiap buka berita, tiap cek WA, tiap lihat tagihan — kamu lagi hidup dari damai dunia. Damai Roh Kudus bikin kamu bisa tidur nyenyak waktu perahu hampir karam. Mark 4:38. Yesus tidak janji hidup tanpa guncangan. Dia janji Dia naik perahu yang sama denganmu.


✝️ *DAMAI BUKAN TUJUAN. DAMAI ADALAH PRIBADI YANG TINGGAL DI DALAMMU*


✅ *HARI INI WAKTU CEMAS DATANG, STOP SCROLL. TARIK NAFAS. KATAKAN: “ROH KUDUS, ENGKAU DAMAI SEJAHTERAKU.” TINGGAL DI HADIRAT-NYA 5 MENIT*


*🟢 BUAH ROH: DAMAI SEJAHTERA YANG MELAMPAUI AKAL*






Pelayanan yang Holistik

 *Holistic Service*

[Pelayanan Yang Holistik]


*Matius 4:23,* _"Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu"._


Ada beberapa arti penting dari ayat ini: ada kata *περιῆγεν (periēgen)* — "berkeliling;" kata ini menggambarkan tindakan yang terus-menerus. Yesus tidak menunggu orang datang kepada-Nya, namun secara aktif pergi menemui mereka. Maknanya: pelayanan Yesus bersifat proaktif dan menjangkau banyak orang. Lalu ada kata *διδάσκων (didaskōn)* — "mengajar;" berarti menjelaskan kebenaran agar dipahami dan diterapkan. Maknanya: Yesus bukan hanya melakukan mukjizat, namun juga membentuk pemahaman dan kehidupan orang-orang melalui pengajaran. Kemudian ada kata *κηρύσσων (kērussōn)* — "memberitakan;" kata ini dipakai untuk seorang utusan kerajaan yang mengumumkan pesan resmi dari raja. Maknanya: Yesus datang membawa berita penting tentang pemerintahan Allah yang sedang dinyatakan kepada manusia. Juga ada kata *εὐαγγέλιον (euangelion)* — "Injil" atau "kabar baik;" secara harfiah berarti "berita yang membawa sukacita." Maknanya: melalui Yesus, Allah menawarkan keselamatan, pengampunan, dan kehidupan baru. Serta ada kata *θεραπεύων (therapeuōn)* — "menyembuhkan;" kata ini bukan hanya berarti menghilangkan penyakit, tetapi juga memulihkan seseorang. Maknanya: pelayanan Yesus menyentuh kebutuhan manusia secara utuh—rohani, jasmani, dan emosional. Jadi Matius 4:23 merangkum pelayanan Yesus di Galilea dalam tiga aspek utama: Mengajar, Memberitakan Injil Kerajaan, dan Menyembuhkan. Ayat ini juga memperlihatkan bahwa pelayanan Yesus tidak hanya berfokus pada satu bidang. Dia melayani manusia secara menyeluruh: pikiran, hati, dan tubuh.


Sebagai penerapannya: _pertama,_ penting *Membagikan kebenaran Tuhan melalui perkataan dan teladan.* Sebagaimana halnya Yesus mengajar, maka orang percaya dipanggil untuk mengenal Firman Tuhan dan membagikannya kepada orang lain. Aplikasinya: dengan mengadakan saat teduh secara teratur, lalu membagikan kebenaran Alkitab kepada keluarga, dan menjadi teladan dalam perkataan serta tindakan. _Kedua,_ dengan *Memberitakan kabar baik tentang Kristus.* Yesus memberitakan Injil Kerajaan. Pengikut-Nya juga dipanggil untuk menyampaikan harapan yang ada dalam Kristus. Aplikasinya: dengan menceritakan kesaksian pribadi tentang karya Tuhan, lalu menghibur orang yang putus asa dengan janji Firman Tuhan, serta mengajak orang mengenal Kristus dengan penuh kasih. Dan _ketiga,_ dengan *Menunjukkan kasih melalui tindakan nyata.* Yesus tidak hanya berbicara; Dia juga memulihkan dan menolong. Aplikasinya: denganengunjungi orang sakit, membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan, dan menjadi pendengar yang baik bagi mereka yang terluka secara emosional. Hal lainnya dimana pelayanan karismatik menarik simpati dan decak kagum dari banyak orang. Lalu tidak heran bahwa bahwa gereja yang mampu menunjukkan pelayanan karismatis tersebut akan mengalami ledakan jemaat. Dan tidak jarang juga ada anggota jemaat baru karena mengalami sendiri mukjizat dalam pelayanan tersebut. Hal lainnya, bahwa ada respons atas pelayanan karismatis tersebut, ada gereja arus utama yang mengkritik kegerakan ini. 


Kritiknya, disebabkan gereja karismatik tersebut menawarkan berkat dan mukjizat "lebih dari pada Tuhan dan kebenaran-Nya" (tafsiran mereka), bahkan ada anggapan sesat dan transaksional. Menurut mereka, gereja seharusnya menawarkan Injil yang mengikis keberdosaan ketimbang mukjizat dan berkat duniawi.Tetapi ini hanya pandangan sepihak, tanpa melihat esensinya. Sesungguhnya, sisi karismatis dan sisi transformatis terjalin dengan indah dalam hidup dan pelayanan Yesus. Dana sisi karismatisnya merujuk pada kuasa, otoritas, dan karunia yang berasal dari Allah melalui Roh Kudus. Dan sisi karismatis meneguhkan kepercayaan serta memberi pertolongan. Lalu untuk sisi transformatis adalah aspek pengajaran dan pendewasaan melalui kebenaran. Realitanya, sisi transformatis acapkali bisa mengganggu atau tidak nyaman bagi manusia daging, namun mengubahkan adanya. Gerak pelayanan Yesus, terdapat keduanya menjadi satu sehingga pelayanan-Nya holistik atau menyeluruh—tidak hanya menyentuh yang spiritual, namun juga kehidupan sehari-hari. Dengan mengajar dan memberitakan Injil, Yesus melihat kekekalan manusia. Lalu pada sisi lainnya dengan menyembuhkan, Dia juga sungguh memperhatikan pergumulan sehari-hari manusia yang meskipun sementara, tetapi tidak kalah penting adanya. Jadi Tuhan tidak semata peduli di satu sisi secara ekstrem saja. Dia tahu bilamana seseorang sakit serta terikat dengan kuasa gelap, mereka tidak mungkin dapat mencari Allah dan Kerajaan-Nya secara optimal. Sisi lainnya mukjizat dan pertolongan tanpa pendewasaan akan berakhir pada kerohanian yang kerdil, kolokan, dan transaksional. Jadi apakah kita memikirkan kekekalan dan kesementaraan secara seimbang dalam melayani orang lain? Jangan sampai kita sangat tertarik untuk menceramahi seseorang tentang kekekalan semata, namun tidak memiliki aksi nyata untuk hadir dalam pergumulan sehari-hari mereka. Hal ini tidak berbicara tentang memberi uang atau bantuan sosial semata, tetapi hadir pada pergumulan sehari-hari yang ejawantakan melalui kesediaan untuk bersama menghadapi sesuatu, atau sepraktisnya sebagai pendengar yang baik tanpa menjadi “guru” bagi mereka. Akhirnya kita dapat menjadi berkat yang dapat membawa mereka mengalami Tuhan melalui hidup kita. Serta kita harus mengimbanginya dengan kehidupan yang mendidik dan menjadi berkat, sebagai pelayanan yang holistik. Oswald Chambers melihat kaitan dengan Matius 4:23: Yesus memberikan waktu, tenaga, pengajaran, dan kasih-Nya bagi banyak orang. Chambers menyatakan, _"The great aim of life is not to gain, but to give"_ [Tujuan besar kehidupan bukanlah memperoleh, melainkan memberi].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*






Kitab Amsal 7 Juni 2026

 AMSAL


Salomo menulis sebagian besar dari kitab Amsal ini. Orang bijak lainnya telah menambahkan beberapa tulisan dalam kitab ini.


Kitab Amsal ini telah ditulis untuk membantu orang membuat keputusan yang bijaksana.


Kitab Amsal ditulis untuk semua orang bahkan orang yang tidak percaya dapat memperoleh manfaat dari nasihatnya yang baik.


Buku ini memberikan nasihat tentang memilih teman, kehidupan keluarga, uang, bagaimana melakukan sesuatu dengan benar, merawat orang miskin dan banyak topik penting lainnya.


Kitab Amsal kemungkinan di tulis antara tahun 970 - 686 BC






Renungan Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus

 Santapan Harian

Karunia Rohani untuk Tubuh Kristus 

1 Korintus 14:1-25 


Karunia rohani adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap orang percaya untuk membangun tubuh Kristus. Sayangnya, dalam jemaat di Korintus, karunia justru menjadi ajang pembuktian diri dan pencitraan rohani.


Ketika jemaat meninggikan karunia bahasa lidah, Paulus lebih menekankan karunia bernubuat. Itu karena bernubuat membawa dampak langsung, yaitu membangun, menasihati, dan menghibur (3). Bahasa lidah tanpa penafsiran hanya memberi manfaat pribadi, sedangkan bernubuat membangun jemaat (4-5). Berkata-kata dalam bahasa yang dapat dipahami lebih berarti karena membangun orang lain daripada bahasa yang tidak bisa dimengerti. Karunia rohani bukan untuk pamer kehebatan, tetapi memperkuat iman sesama (6-12).


Paulus mengajak jemaat untuk berdoa agar mereka menggunakan karunia secara bijak (13-15), dan agar ucapan syukur mereka membangun orang lain (16-17). Karunia harus digunakan dengan kesadaran akan tanggung jawab rohani, bukan sekadar kesenangan pribadi (20-22). Bahkan, dalam konteks ibadah, ia menekankan keteraturan dan kejelasan supaya jemaat menghasilkan pertumbuhan iman, bukan kebingungan (23). Ia meminta mereka untuk mengedepankan pengajaran yang jelas daripada pengalaman rohani pribadi yang tak dapat dipahami, agar orang-orang yang belum beriman dapat mengenal Allah dan merespons dengan pengakuan iman (24-25).


Teladan Paulus menantang kita untuk mengevaluasi motivasi terbesar kita dalam menggunakan karunia kita: pengakuan iman kepada Tuhan atau pengakuan diri sendiri? Benarkah kita menggunakan karunia untuk membangun orang lain, atau justru untuk membangun citra diri?


Tuhan memanggil kita untuk menjadi saluran berkat, bukan pusat perhatian. Karunia bukan untuk bermegah, tetapi untuk menguatkan tubuh Kristus dan menyatakan kasih Allah secara nyata kepada sesama. Setiap kemampuan kita adalah titipan Tuhan yang harus kita pakai dengan rendah hati. Ketika kita melayani dengan kasih, dunia dapat melihat siapa Allah yang kita sembah. [SLM]