H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 28 Juli 2026

Lukas 22 : 43

 Lukas 22:43, 46 (TB) Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 

Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."


https://alkitab.app/v/3df501a34f52






Kerinduan

 *A Desire to Draw Near to God*

[Kerinduan Untuk Datang Kepada Allah]


*Mazmur 122:1,* _"Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN"._


Beberapa kata penting dari ayat ini: ada kata *samachti =* Aku bersukacita, sangat bergembira.→ Kata ini bukan sekadar senang sesaat, tetapi sukacita yang muncul dari hati karena mengalami berkat dan kehormatan. Lalu ada kata *be'omrim li =* ketika mereka berkata kepadaku. → Bentuk katanya menunjukkan ada ajakan yang terus disampaikan atau menjadi kebiasaan, bukan sekadar satu kali. Kemudian ada kata *Beit YHWH =* Rumah TUHAN. →Pada zaman Daud, ini menunjuk kepada tempat kehadiran Allah, tempat umat berkumpul untuk menyembah-Nya. Serta ada kata *nelekh =* mari kita pergi atau kita akan pergi.→Bentuk ini menunjukkan ajakan bersama. Ibadah bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi juga perjalanan iman sebagai komunitas umat Allah. Esensinya, Daud mengungkapkan bahwa sukacita sejati muncul ketika ia diajak untuk datang ke hadapan Tuhan bersama umat-Nya.


Namun yang membuatnya bersukacita bukan terutama bangunannya, tetapi *kesempatan untuk mengalami hadirat Allah,* beribadah, dan bersekutu dengan sesama orang percaya. Selanjutnya, Mazmur ini juga termasuk Nyanyian Ziarah, yaitu nyanyian yang dinyanyikan umat Israel ketika mereka melakukan perjalanan menuju Yerusalem untuk merayakan hari-hari raya. Jadi, ayat ini menggambarkan *antusiasme rohani,* kerinduan kepada Allah, dan sukacita dalam kebersamaan umat-Nya. Sebagai penerapannya: _pertama,_ *Peliharalah kerinduan untuk beribadah kepada Tuhan.*→Ibadah tidak seharusnya dipandang sebagai kewajiban semata, namun sebagai kesempatan berjumpa dengan Tuhan. Hati yang mengasihi Allah akan memandang ibadah sebagai sukacita, bukan beban. _Kedua,_ *Hargai pentingnya persekutuan dengan sesama orang percaya.*→kalimat _"mari kita pergi"_ menunjukkan bahwa pertumbuhan iman juga terjadi dalam kebersamaan. Saling menguatkan, berdoa, dan beribadah bersama merupakan bagian dari kehidupan rohani yang sehat. Dan _ketiga,_ *Jadilah pribadi yang mengajak orang lain mendekat kepada Tuhan.* →Daud bersukacita sebab ada orang yang mengajaknya. Demikian juga, setiap orang percaya dapat menjadi penggerak yang mengundang keluarga, teman, atau sesama untuk semakin mengenal Tuhan dan bertumbuh dalam iman melalui kasih, teladan, dan ajakan yang tulus.


Intinya, sukacita rohani yang sejati lahir dari kerinduan untuk datang kepada Allah, menikmati hadirat-Nya bersama umat-Nya, dan mengajak orang lain ikut mengalami persekutuan dengan-Nya. Secara prinsip, dimana ibadah yang benar dan berkenan dimulai dari sikap hati yang hormat serta takut akan Tuhan. Dengan demikian bahwa ibadah bukan semata sekedar menjalankan ritual keagamaan, sebagaimana banyak agama yang melakukan demikian, tanpa mengutamakan esensinya. Sebagaimana dalam Injil, ibadah selayaknya seseorang atau siapapun perlu mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan, tinggal di hadirat-Nya, bersekutu serta bergaul intim dengan-Nya. Natanael sendiri berjumpa dengan Mesias sebagai efifani Allah ketika ia kusuk "bersemedi" di bawah pohon ara. Wanita Samaria berjumpa dengan Kristus di sumur Yakub. Jadi seseorang harus menyembah Allah dalam _*Roh dan Kebenaran,*_ inilah sebagai esensi ibadah. Maka ibadah bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan respons hati yang rindu kepada Tuhan dan menemukan kepenuhan sukacita di dalam-Nya. Richard J. Foster yang memaknai akan ibadah bukan sekadar ritual, namun perjumpaan dengan Allah yang hidup. Foster menyatakan, _"To worship is to experience Reality, to touch Life"_ [Beribadah berarti mengalami Realitas yang sejati, menyentuh Kehidupan itu sendiri].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*





Hagai 2 : 4b

 Slmt pagi bagi kita semua 


Hagai 2:4b (TB) Tetapi hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 

🙏🙏🙏



2 Korintus 1:2 (TB) Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.






Dalam Zamannya

 *“Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan dengan inilah namanya akan dipanggil orang: TUHAN keadilan kita!”*  

📖 *Yeremia 23:6 TB*


*Catatan: Dalam bahasa Ibrani asli, nama itu adalah Yehovah Tsidkenu, artinya TUHAN Kebenaran Kita.*


*Nama Yehovah Tsidkenu dinyatakan di masa tergelap Israel.* Nabi Yeremia bernubuat ketika raja-raja Yehuda jahat, korup, dan membawa bangsa itu ke pembuangan. Semua pemimpin gagal.


*Di tengah kegagalan itu, Tuhan berjanji akan membangkitkan Tunas yang adil.* Yeremia 23:5 TB: *“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.”*


**Kata *Tsidkenu* berarti kebenaran kita, pembenaran kita.** Bukan kebenaran kita sendiri. Manusia mencoba menjadi benar dengan usaha, tetapi gagal. Tuhan berkata: *“Akulah kebenaranmu. Bukan karena perbuatanmu, tetapi karena Aku sendiri.”*


*2 Korintus 5:21 TB:* *“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”*


*Martin Luther*, seorang biarawan Jerman, mengalami Yehovah Tsidkenu di dalam biara yang dingin.


Tahun 1505, Luther adalah seorang biarawan yang sangat taat. **Ia berdoa 7 kali sehari, berpuasa berhari-hari, tidur di lantai batu yang dingin, dan mengaku dosa sampai 6 jam sehari.** Ia mencambuk tubuhnya agar Tuhan mengampuninya.


Tetapi semakin ia berusaha menjadi benar, semakin ia merasa bersalah. **Ia membenci dirinya sendiri dan takut kepada Tuhan yang kudus.** Ia berkata: *“Aku mengasihi Tuhan yang benar, tetapi aku membenci Tuhan yang menghukum orang berdosa.”*


Suatu malam di menara biara Wittenberg, ia membaca *Roma 1:17 TB:* *“Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman kepada iman, seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.”*


**Tiba-tiba Roh Kudus membuka matanya. Kebenaran bukan sesuatu yang harus ia capai dengan usahanya. Kebenaran adalah Pribadi yang diberikan kepadanya.** Ia bukan menjadi benar karena ia baik. Ia dibenarkan karena Kristus adalah kebenarannya.


Malam itu ia berkata: *“Ketika aku mengerti bahwa Yehovah Tsidkenu adalah kebenaranku, pintu surga terbuka bagiku. Aku merasa dilahirkan kembali.”*


**Dari satu pengertian itu, Reformasi meledak ke seluruh dunia. Seorang biarawan yang gagal menjadi benar, dipakai Tuhan untuk mengembalikan Injil kebenaran oleh iman kepada jutaan orang.**


✝️ *ENGKAU TIDAK PERLU BERJUANG MENJADI BENAR. ENGKAU HANYA PERLU MENERIMA DIA YANG ADALAH KEBENARANMU*


✅ *AKSI HARI INI:* Tulis di cerminmu: *“Hari ini aku benar bukan karena baikku, tetapi karena Yehovah Tsidkenu adalah kebenaranku.”* Hiduplah dari identitas itu.


🟢 *NAMA-NAMA ALLAH: YEHOVAH TSIDKENU – TUHAN KEBENARAN KITA*






Mazmur 42 : 5

 Slmt pg buat kita semua.


Mazmur 42:5 (TB) (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! 

🙏🙏🙏





Kitab Mikha, 28 Juli 2026

 MIKHA


Kitab ini ditulis oleh Nabi Mikha.


Apa maksud buku ini ditulis adalah Mikha memberi tahu bahwa Tuhan menunjukkan keadilan, dalam kerajaan Yehuda seperti dalam kerajaan Israel. 


Apa yang kita pelajari pada kitab ini tentang Tuhan adalah bahwa Tuhan memikirkan orang-orang miskin dan orang-orang yang tidak berdaya. Tuhan menghakimi orang-orang kaya yang memperlakukan mereka dengan tidak benar.


Yang khusus dari kitab ini adalah Nabi Mikha meminta orang-orang berbalik kepada Tuhan. Hanya karena kasih Tuhan yang mendorong orang-orang melakukan hal benar, dan ini juga yang membuat orang-orang Yehuda terhindar dari penghakiman.


Nabi Mikha berkhotbah dalam kerajaan Yehuda antara tahun 742 dan 687 SM.







Kitab Yunus, 28 Juli 2026

 YUNUS


Penulis kitab ini adalah Nabi Yunus. 


Kenapa kitab ini ditulis adalah Nabi Yunus menunjukkan kepada Israel bahwa Tuhan tidak menghukum orang-orang yang bertobat dari dosa-dosanya. 


Apa yang kita pelajari tentang Tuhan dalam kitab ini adalah Tuhan mengampuni nabi-Nya yang tidak taat dan memberikan kesempatan kedua kepada Nabi Yunus. Tuhan juga mengampuni orang-orang Niniwe. Tuhan tidak menghukum orang-orang yang bertobat.


Apa yang kita lihat dari kitab ini adalah bahwa Tuhan mengasihi orang-orang asing di Niniwe seperti umat-Nya sendiri, bangsa Israel.


Buku Yunus ini ditulis sekitar tahun 760 SM.


Pasal-pasal utama dari kitab ini :

Yunus ditelan ikan pasal 1

Orang-orang Niniwe bertobat pasal 3

Tuhan mengajarkan Yunus untuk mengasihi semua orang pasal 4






Kitab Obaja, 28 Juli 2026

 OBAJA


Penulis kitab ini adalah Obaja. Kita tidak tahu lebih tentang nabi ini.


Obaja berbicara tentang hukuman yang Tuhan akan jatuhkan atas bangsa Edom yang menduduki kerajaan Yehuda dan menjarah Yerusalem.


Apa yang kita pelajari dari kitab ini adalah Tuhan itu setia. Dia memegang janji yang dibuat-Nya dengan Abraham : Kejadian 12:3 (TB) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."


Kapan buku ini ditulis, tidak ada yang memang mengetahuinya.






Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Juli Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 28 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat memicu konvergensi maupun penumpukan massa udara, sehingga dukungan terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan relatif lemah. Namun, aktifnya Gelombang Kelvin dan MJO secara spasial di sekitar Pulau Bintan masih dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan masih terdapat potensi hujan ringan yang bersifat lokal dan tidak merata pada dini hari.


🔖 *Peringatan Dini:*

- N I H I L.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Mengampuni dan Menerima

 Santapan Harian

Mengampuni dan Menerima 

2 Korintus 2:5-11 


Manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dengan sengaja atau tidak, sehingga merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama. Dalam hal inilah diperlukan penyembuhan dan pemulihan melalui pengampunan dan penerimaan supaya kita jauh dari sakit hati dan hidup dalam kerukunan.


Rasul Paulus memberikan nasihat dan penguatan kepada jemaat karena ada persoalan yang harus diselesaikan dengan kasih Tuhan. Ia mengungkapkan isi hatinya tentang kesedihan yang disebabkan oleh seorang jemaat yang melanggar firman Tuhan dan kesedihan ini berdampak pada persekutuan jemaat (5).


Sebagai rasul Kristus, Paulus sudah menegur dan memberikan bimbingan. Buah dari tegurannya adalah perubahan. Setelah jemaat yang bersalah itu bertobat, Paulus tidak lagi menghukumnya, tetapi mengampuninya. Ia menunjukkan belas kasihan dan menerimanya kembali. Ia tidak memberi tekanan pada kesalahannya, tetapi menerimanya kembali ke dalam persekutuan jemaat. Inilah yang diimbaukan kepada jemaat.


Paulus mau supaya mereka mengampuni dan menerima, terlebih lagi menghibur dan mengasihinya (6-8).


Orang yang pernah bersalah kadang masih menyimpan kesedihan yang menjadi beban dalam hidupnya. Beban ini hanya akan hilang jika ia diampuni dan diterima. Hanya dengan kasih, orang itu dapat disembuhkan dan dipulihkan. Inilah yang terjadi jika jemaat benar-benar taat.


Dengan kasih Tuhan, jemaat dapat bersatu sehingga, walaupun ada masalah, jemaat saling mengampuni dan tidak ada celah bagi Iblis untuk memecah belah jemaat. Di sini kita dapat melihat pentingnya kedewasaan iman jemaat dalam mengatasi pelanggaran dan memelihara kasih persekutuan.


Marilah kita tidak hanya siap untuk menegur dan menghukum orang yang bersalah, tetapi juga rela mengampuninya dengan tulus dan menerimanya sepenuh hati sebagai sesama anggota jemaat. Dengan kasih yang berlimpah dari Kristus, tidak akan ada yang tenggelam dalam kesedihan karena seluruh jemaat hidup bersama dalam sukacita. [PKP]