H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 08 Agustus 2026

Jangan Takut

 *“Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”*

๐Ÿ“– *Matius 14:27 TB*


*Danau Galilea jam 3 pagi. Gelap. Angin sakal. Ombak besar. Murid-murid mendayung 10 jam dan hanya maju 5 kilometer. Lelah, takut, dan basah kuyup.*


**Mereka tidak meminta Yesus datang. Mereka bahkan tidak berdoa. Mereka terlalu sibuk melawan ombak dengan kekuatan sendiri.**


Tetapi Yesus datang. Dan cara-Nya datang tidak masuk akal: **Ia berjalan di atas air yang justru membuat mereka takut. Masalah yang mereka takuti, justru menjadi jalan bagi Yesus untuk datang.**


Mereka berteriak: “Hantu!” **Terkadang ketika Tuhan datang dengan cara yang tidak kita mengerti, kita justru mengira itu hantu, masalah baru.**


Petrus berkata: *“Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”* Dan Yesus berkata satu kata: *“Datanglah.”*


**Selama mata Petrus tertuju pada Yesus, air yang harusnya menenggelamkan, menjadi pijakan. Ketika ia melihat ombak, ia tenggelam. Mujizat bukan tentang air yang menjadi keras, tetapi tentang mata yang tertuju pada Yesus.**


**Paradigma yang diubah: Tuhan tidak selalu menenangkan badai terlebih dahulu. Terkadang Ia menyuruhmu berjalan di atas badai itu bersama-Nya.**


*Reinhard Bonnke*, seorang penginjil Jerman, mengalami mujizat ini di Afrika.


Tahun 1967, Bonnke adalah misionaris muda di Lesotho, Afrika. **Ia berkhotbah di gereja kecil dengan 30 orang. Miskin, dilupakan, dan hampir menyerah. Ia berdoa: “Tuhan, aku ingin menjangkau seluruh Afrika.”**


Tuhan memberinya visi: **Ia melihat benua Afrika penuh dengan darah Yesus, dari Cape Town sampai Kairo.** Teman-temannya menertawakannya: “Kamu gila. Kamu bahkan tidak bisa mengisi gereja kecilmu.”


Badai datang: Ia diusir, kekurangan uang, istrinya sakit, dan pelayanannya sepi. **Tetapi Bonnke memutuskan berjalan di atas air. Ia menyewa stadion besar untuk 10.000 orang padahal yang datang biasanya hanya 100 orang.**


Orang berkata ia hantu, sombong, gila. **Tetapi Yesus berkata: “Datanglah.”**


Dari satu langkah berjalan di atas air itu, Tuhan membawanya mengadakan KKR terbesar dalam sejarah. **Di Lagos, Nigeria, 1,6 JUTA orang datang dalam satu malam. Lebih dari 79 JUTA orang bertobat dan mengisi kartu keputusan dalam pelayanannya selama 50 tahun.**


Di akhir hidupnya ia berkata: *“Jangan berdoa agar badai berhenti. Berdoalah agar engkau berani berjalan di atas badai itu. Karena mujizat masih ada!”*


✝️ *BADAI YANG KAU TAKUTI HARI INI ADALAH JALAN YANG AKAN YESUS PAKAI UNTUK DATANG KEPADAMU*


✅ *AKSI HARI INI:* Jangan minta badai berhenti dulu. Hari ini katakan seperti Petrus: *“Tuhan, suruh aku datang kepada-Mu di atas masalah ini.”* Dan langkahkan kakimu.


๐ŸŸข *MUJIZAT MASIH ADA: BERJALAN DI ATAS AIR – DARI KETAKUTAN MENJADI JALAN*







Prakiraan Cuaca Tanggal 8 Agustus Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat berakhirpekan*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 08 Agustus 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan terdapat pola belokkan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kondisi tiupan angin yang relatif kuat dapat menurunkan potensi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi titik panas yang dapat menyebabkan kebakaran hutan/lahan. 


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)





















Prakiraan Cuaca Tanggal 8 Agustus 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Uang : Memecah Belah atau Mempersatukan

 Santapan Harian

Uang: Memecah Belah atau Mempersatukan 

2 Korintus 9:1-5 


Dalam pembukaan suratnya di bagian ini, Paulus mengingatkan pengaturan persembahan uang dari Jemaat non-Yahudi untuk Yerusalem.


Jemaat di Korintus sudah mengetahuinya, bahkan memiliki kerelaan yang membanggakan untuk memberi (1-2). Meski demikian, Paulus mengutus saudara-saudaranya untuk mendahuluinya ke Korintus dan mengurus pemberian yang telah dijanjikan jemaat (3-5).


Pengumpulan uang berpotensi menjadi sesuatu yang sensitif, yang terkesan seolah-olah jemaat Yerusalem sedang menuntut pajak dari jemaat non-Yahudi. Paulus sebenarnya sudah menjelaskan hal ini. Dalam surat sebelumnya, ia mendorong jemaat untuk menyisihkan sejumlah uang setiap minggu (lih. 1Kor 16:1-4). Ia juga menjelaskan makna dan alasan dari persembahan ini dalam surat yang lain, yaitu sebagai kerelaan serta kewajiban untuk menyumbang dan melayani jemaat Yahudi yang miskin dengan berkat duniawi dari jemaat non-Yahudi yang telah menikmati berkat rohani (lih. Rm 15:25-27).


Jadi, menurut Paulus, ini bukan sekadar soal uang, melainkan soal mengambil bagian dalam satu tubuh Kristus yang sama. Baginya, realitas kesatuan gereja harus tercermin dari bagaimana seluruh jemaat saling berbagi dalam kemurahan hati yang mengeratkan relasi mereka.


Ironi yang timbul hari ini adalah banyak perpecahan dan pertikaian gereja justru terjadi karena uang. Padahal, dalam visi Paulus, komunitas Yahudi dan komunitas non-Yahudi-yang seharusnya menjadi musuh dalam sejarah-menjadi satu dalam Kristus. Uang justru menjadi sarana kasih, bukan keserakahan berkedok rohani.


Jika kita melihat gereja masa kini yang menjadi sektarian dan terpolarisasi, mungkinkah kita telah melupakan semangat rohani yang sudah ada sejak jemaat mula-mula? Jika uang menjadi sesuatu yang sensitif, mungkinkah iman kita tidak lebih besar daripada uang? Dapatkah gereja-gereja di Indonesia mempunyai kolaborasi dan visi yang mempersatukan kita semua sebagai sesama anggota tubuh Kristus melampaui sekadar uang? Jika ya, mari kita turut berbagi! [IHM]



Baca Gali Alkitab 6


2 Korintus 9:1-5


Pelayanan dengan memberi adalah bukti kasih dan iman yang siap menghadapi apa yang ada di depan, bukan sekadar kewajiban.


Paulus menekankan pentingnya ketulusan hati, agar pemberian menjadi kesaksian nyata tentang anugerah Allah yang bekerja dalam jemaat.


Ia mengingatkan bahwa kesiapan memberi harus dijaga dengan kerelaan, bukan paksaan, sehingga jemaat tampil sebagai teladan iman. Dengan demikian, pemberian menjadi ekspresi syukur, memperlihatkan kesungguhan kasih, dan memuliakan Allah melalui tindakan nyata.


Apa saja yang Anda baca?

1. Apa yang tidak perlu lagi Paulus tuliskan kepada jemaat di Korintus? (1)

2. Apa yang telah Paulus ketahui tentang jemaat? (2)

3. Apa tujuan Paulus mengutus saudara-saudara itu? (3-4)

4. Apa yang Paulus harapkan terjadi dengan mendorong mereka untuk berangkat mendahuluinya? (5)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa saja tujuan menjalin relasi dengan saudara seiman di berbagai tempat?

2. Bagaimana uang dapat digunakan untuk mendukung saudara dan menumbuhkan iman?

3. Apa sikap yang seharusnya kita tampilkan dalam memberi?

4. Apa saja yang perlu kita lakukan agar pemberian kita kepada sesama menunjukkan motivasi kita yang tulus dan menghasilkan ucapan syukur?


Apa respons Anda?

1. Apa yang akan Anda lakukan untuk menyumbangkan sesuatu sebagai bentuk kemurahan hati Anda bagi sesama?

2. Bagaimana Anda dapat turut ambil bagian dalam pelayanan kasih dan pemberian persembahan di gereja Anda?


Pokok Doa:

Puji syukur atas berkat Tuhan yang melimpah, baik harta rohani maupun harta duniawi, agar kita semua saling berbagi.