*"2 Ribu Sehari Untuk Tuhan"*
Namanya Pak Sarman. 61 tahun. Tukang becak di Medan.
Becaknya udah tua. Catnya luntur. Joknya ditambal pake lakban.
Dia duda anaknya 1, udah nikah di kampung. Jarang pulang.
Tiap hari narik dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam.
Penghasilannya? Kalau rame 50 ribu. Kalau sepi 20 ribu.
Tapi ada kebiasaan aneh.
Tiap pulang narik, dia duduk di depan rumah petaknya.
Ngutak-ngatik kotak kardus bekas. Di kotaknya ada tulisan spidol:
*"UNTUK ANAK-ANAK TUHAN"*
Di dalamnya ada uang receh. 2 ribu, 5 ribu.
Tiap hari dia masukin 2 ribu. Nggak pernah bolos.
"Buat apa Pak?" tanya tetangga.
Dia jawab: *"Aku nggak bisa kasih banyak. Tapi Tuhan liat hatiku."*
Ternyata 3 tahun terakhir, tiap 6 bulan sekali
dia jalan kaki ke panti asuhan 2 km dari rumah.
Bawa amplop. Isinya hasil ngumpulin 2 ribu itu.
Kadang 300 ribu. Kadang 500 ribu.
"Ini Pak buat apa?" tanya suster.
"Buat beli susu anak-anak. Bilang ya... ini dari Tuhan."
Susternya nangis. "Pak, Bapak sendiri aja susah."
Pak Sarman ketawa. Giginya tinggal 4.
*_"Susah iya. Tapi aku inget... waktu istriku sakit,
ada orang nggak dikenal yang anterin nasi tiap hari.
Aku nggak tau siapa. Tapi aku tau itu Tuhan yang suruh.
Sekarang giliran aku jadi 'orang nggak dikenal' itu."__
Desember tahun lalu.
Pak Sarman sakit. Masuk RS. Nggak ada BPJS.
Uangnya pas-pasan. Anaknya di kampung nggak bisa datang.
3 hari dirawat. Hari ke-4, suster masuk bawa banyak orang.
Ada 20 anak dari panti asuhan. Bawa gambar. Bawa bunga plastik.
Anak paling kecil maju. Umur 5 tahun.
Peluk kaki Pak Sarman di ranjang. Bilang:
__kakek... terima kasih ya buat susunya.
Karena kakek, aku nggak sakit perut lagi.
Tuhan bilang kakek malaikat."__
1 ruangan itu nangis semua.
Termasuk dokternya.
2 minggu kemudian Pak Sarman pulang.
Sembuh.
Dan di depan rumahnya... ada becak baru.
Catnya kinclong. Ada tulisannya:
*"Dari anak-anak panti dan orang-orang yang Bapak doain"*
*"Kami nggak punya banyak. Tapi kami punya Tuhan yang sama."*
Sampai sekarang kotak kardus "UNTUK ANAK-ANAK TUHAN" itu masih ada.
Isinya masih 2 ribu. Tiap hari.
Katanya: *"Selama aku masih narik, selama itu juga aku mau jadi tangan Tuhan."*
---
*Yang bikin kita nangis dari Pak Sarman:*
1. *Dia nggak nunggu "kapan kaya" baru mau memberi*
> __"Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah,
> meminjami TUHAN"_*
> *Amsal 19:17*
2 ribu dari orang miskin > 2 juta dari orang kaya kalau hatinya beda.
2. *Tuhan ingat setiap air mata dan setiap receh*
Nggak ada yang sia-sia. Yang kita tabur dalam tangis,
Kita tuai dengan sorak-sorai.
3. *Mujizat sering datang lewat "orang nggak dikenal"*
Dulu Pak Sarman ditolong orang nggak dikenal.
Sekarang dia jadi "orang nggak dikenal" itu buat orang lain.
Sobat... kamu punya 2 ribu nggak?
Punya 1 menit buat doain orang nggak?
Punya 1 kata "aku ada buat kamu" nggak?
Itu udah cukup buat jadi mujizat ❤️
Selamat beraktivitas,Tuhan memberkati kita semua ๐
#kebaikan
#memberi
#mukjizat