H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 17 Juli 2026

Renungan Penghiburan di Tengah Pengkhianatan

 Santapan Harian

Penghiburan di Tengah Pengkhianatan 

1 Samuel 23 


Allah mengetahui semua kebutuhan kita, bahkan sebelum kita menyadarinya, seperti yang akan kita lihat melalui tiga peristiwa dalam nas hari ini.


Pertama, Daud bersama orang-orangnya, atas petunjuk TUHAN, menyelamatkan kota Kehila dari serangan Filistin. Saul pun datang ke Kehila untuk menangkap Daud, dan warga Kehila berniat menyerahkannya, namun Daud sudah berhasil meninggalkan kota itu (1-13).


Kedua, Daud dalam perlindungan Allah berhasil melarikan diri ke Padang Gurun Zif. Di sana ia berjumpa kembali dengan Yonatan, sahabatnya. Ia dikuatkan dengan konfirmasi dari Yonatan bahwa Daud pasti akan menjadi raja atas Israel dan sang sahabat akan menjadi orang kedua di bawahnya (14-18).


Ketiga, ketika Daud masih bersembunyi, beberapa orang Zif memberi tahu Saul bahwa Daud ada di dekat tempat mereka, dan akan membawa Saul bersama pasukannya ke tempat persembunyian Daud. Maka, Daud harus melarikan diri lagi, kali ini ke Padang Gurun Maon dan ia harus terus berlari, sementara Saul berusaha mengepungnya. Saat Daud hampir tertangkap, Saul mendapat berita penyerangan orang Filistin sehingga ia tidak jadi menangkap Daud. Dan Daud pun berhasil meluputkan dirinya (19-28).


Kita dapat melihat bahwa kedatangan Yonatan untuk menghibur Daud ada di tengah dua pengkhianatan terhadap Daud, yang terjadi di daerah suku Yehuda, yakni suku Daud sendiri. Jadi, Allah mengirimkan penghiburan melalui Yonatan di tengah pengkhianatan yang akan dilakukan oleh orang Kehila dan pengkhianatan yang telah dilakukan oleh orang Zif.


Allah tahu kapan persisnya kita butuh penghiburan, bahkan sebelum kita menyadari beratnya kesulitan yang akan kita hadapi. Karena itu, walaupun kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, kita tahu bahwa Allah mengetahuinya dan pasti akan melepaskan kita. Di tengah pengkhianatan oleh saudara sendiri sekalipun, kita bisa tetap tenang karena Allah menghibur kita.


Bersyukurlah karena kita memiliki Allah yang begitu memperhatikan dan mengasihi kita. [INT]