H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 28 Juni 2026

Masih Sempatkah ?

 *"Ai Sanga Dope Huallang?"*

*(Masih Sempatkah Saya Makan Buahnya?)*


Menjual bibit buah-buahan sebenarnya bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Ini adalah misi saya untuk mengajak semua orang—terutama para perantau—agar mau menanam pohon buah di tanah atau kampung halamannya masing-masing. Buah apa pun itu. Potensi tanaman buah ini keuntungannya sangat besar dan bisa sangat membantu menggerakkan perekonomian di kampung halaman.

Tanaman Enau atau *Bagot* adalah salah satu yang paling saya anjurkan untuk ditanam. Menurut saya, tanaman ini sangat menguntungkan dan hanya membutuhkan perawatan minimal.


Namun, saat menawarkan bibit-bibit ini kepada pembeli, kalimat yang paling sering saya dengar adalah: *"Ai sanga dope huallang hasil ni i?"* (Masih sempatkah saya makan buahnya?). Mendengar pertanyaan seperti itu, jujur saja, semangat saya sering kali menyusut. Apa maksudnya? Apakah dia merasa akan segera meninggal sehingga tidak perlu memikirkannya lagi? Bahkan, ada yang usianya masih tergolong muda, sekitar 50 tahun, melontarkan pertanyaan yang sama kepada saya.

Terkadang agak malas rasanya untuk menjawab. Namun, tetap saya jelaskan bahwa Aren dan Durian biasanya mulai panen di umur 5 sampai 6 tahun. Sedangkan Alpukat dan Mangga sekitar 3 sampai 5 tahun. Jadi secara hitungan logis, tentu masih sangat sempat untuk menikmati hasilnya. Begitulah jawaban saya. Walaupun di dalam hati saya bergumam, umur itu Tuhan yang menentukan, bukan saya. Seperti tertulis dalam **Mazmur 90:10**, *"Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun."*


Dari diskusi dan pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya pun merenung. *Bah*, cukup egois juga pemikiran sebagian saudara sebangsaku ini, Bangsa Batak. Pola pikirnya seakan menjadi: *kalau tidak bisa dinikmati sendiri, ya untuk apa dikerjakan.* Padahal, hidupnya sudah sangat diberkati oleh Tuhan. Bukankah kita sering sekali mendengar ungkapan, "Diberkati untuk menjadi berkat" (*blessed to be a blessing*)? Sesuai firman Tuhan dalam **Kejadian 12:2-3**, *"Aku akan memberkati engkau... dan engkau akan menjadi berkat."* Jangan-jangan, prinsip itu *holan hata nama i* (hanya sebatas di bibir saja)?

Saya jadi teringat pada kisah Ishak. Dalam **Kejadian 27:2**, berkatalah Ishak: *"Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku..."* Lalu, seperti yang kita tahu, terjadilah peristiwa di mana hak kesulungan jatuh ke tangan Yakub. Saat itu Ishak merasa usianya sudah di penghujung dan merasa sudah saatnya memberi berkat kepada anaknya, Esau. Namun fakta menariknya, setelah memberikan berkat tersebut, Ishak ternyata masih hidup sekitar 60 tahun lagi!


Mahatma Gandhi pernah berkata, *"Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya."* Firman Tuhan bahkan menyampaikannya dengan lebih tajam dalam **Roma 14:8**: *"Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan."*

Mari kita terus berbuat yang terbaik dan menjadi berkat. Hasil dari apa yang kita tanam tidak harus selalu kita nikmati sendiri, tetapi mari bersama-sama mewariskan berkat bagi sesama.


*Salam Petani.*












Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Juni Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat berakhirpekan*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 28 Juni 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokan angin ( _shearline_ ) di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar wilayah Pulau Bintan. Aktifnya Gelombang Kelvin di sekitar Pulau Bintan juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang pada siang dan dini hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan-sedang sesekali lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada dini hari.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Juni 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Membangun Monumen Iman

 Santapan Harian

Membangun Monumen Iman 

1 Samuel 7:2-17 


Dengan kembalinya Tabut TUHAN, kembalilah umat Israel berseru kepada-Nya. Lambang kehadiran TUHAN yang hilang telah berada di tengah-tengah mereka lagi, tetapi sekarang apa yang harus mereka perbuat?


Selama dua puluh tahun Tabut TUHAN disimpan di Kiryat-Yearim, bangsa Israel kembali mencari dan merindukan Allah. Samuel menasihati mereka untuk tidak hanya berseru, tetapi bertobat dengan cara meninggalkan berhala dan mengabdikan hati mereka hanya kepada TUHAN (1-3). Setelah mereka menaati nasihat itu, Samuel mengumpulkan seluruh bangsa di Mizpa untuk berdoa dan berpuasa sebagai wujud pertobatan (4-6).


Ketika orang Filistin datang menyerang, Samuel berkurban dan berseru kepada TUHAN sehingga Ia menjawab dengan mengguntur dan mengacaukan musuh sampai mereka kalah (7-11). Sebagai peringatan atas pertolongan TUHAN, Samuel mendirikan sebuah batu yang dinamainya Eben-Haezer, artinya "Sampai di sini TUHAN telah menolong kita" (12).


Sejak saat itu, bangsa Israel hidup dalam keamanan, dan Samuel terus memimpin mereka dengan bijaksana sepanjang hidupnya (13-17).


Tuhan adalah sumber pertolongan kita. Semua kemenangan sejati berasal dari Dia, bukan manusia. Ketika Samuel mendirikan Eben-Haezer, ini bukan sekadar tanda kemenangan, melainkan deklarasi iman dalam Tuhan. Lebih dari batu peringatan, ini adalah monumen iman, bukti bahwa Tuhan itu setia dan pertolongan-Nya nyata.


Berapa kali kita nyaris menyerah, tetapi Tuhan menopang kita? Setiap kesembuhan, keberhasilan, dan kekuatan yang kita alami menjadi seperti Eben-Haezer dalam hidup kita. Kita diundang untuk membangun monumen iman dalam hati kita, sebagai bukti akan kesetiaan Tuhan yang tak pernah gagal.


Bersyukurlah untuk pertolongan Tuhan di masa lalu, dan deklarasikanlah iman Anda kepada-Nya dalam menghadapi masa depan. Tunjukkanlah keyakinan Anda bahwa Tuhan menolong pada waktu-Nya, dan harapkanlah selalu pertolongan dari satu-satunya sumber yang terbesar, yaitu Tuhan. [MKD]