_Filemon 1:6 (TB)_
_Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus._
_Filemon 1:6 (TB)_
_Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus._
Slmt pg buat kita semua..
Yohanes 19:19 (TB) Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
๐๐๐
*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*
*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 02 April 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*
Diprakirakan terdapat pola angin siklonik di sekitar wilayah Timur Laut Pulau Bintan dan sekitarnya. Kondisi kelembapan udara di lapisan atas yang masih relatif rendah, sehingga kurang berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan awan - awan hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum, kondisi cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan sepanjang hari namun berpotensi terjadi hujan ringan yang bersifat lokal/tidak merata pada siang hari.
๐ *Peringatan Dini:*
- Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering di sekitar wilayah Pulau Bintan.
_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._
☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*
๐ 0811 7786 091
๐งพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72
(Kota Tanjungpinang)
๐งพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01
(Kab. Bintan)
๐งพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)
![]() |
| Prakiraan Cuaca Tanggal 2 April 2026 Prov Kepulauan Riau |
Santapan Harian
Raja di Atas Salib
Yohanes 19:16-27
Seorang raja identik dengan mahkota emas dan istana serta singgasana megah. Makin megah simbol-simbol itu, makin besar pula penghormatan dan kekuasaan yang ia nikmati. Secara duniawi, di situlah orang menempatkan kemuliaan.
Namun, Yesus, orang Nazaret, yang dijuluki Raja orang Yahudi, memilih jalan yang berbeda (19). Mahkota-Nya terbuat dari duri (lih. Yoh 19:2). Ia tidak dibawa ke istana, tetapi ke tempat yang disebut Tempat Tengkorak (17), di luar kota, di mana penjahat-penjahat dihukum salib menurut hukum kekaisaran Romawi. Ia tidak ditinggikan di singgasana, melainkan di atas kayu salib bersama dua orang penjahat (18).
Penyaliban adalah hukuman yang paling hina dan kejam di bawah kekuasaan Romawi bagi pemberontak, penjahat politik, dan pengacau. Yesus direndahkan menjadi salah satu dari mereka. Tak hanya itu, prajurit-prajurit mengundi pakaian-Nya (23-24) karena menurut undang-undang tentara Romawi, algojo memang berhak mengambil milik tahanan. Artinya, Yesus tak hanya dihukum, tetapi dibuat seolah tak berwenang atas apa pun.
Salib adalah simbol kebodohan (1Kor.1:23), bukan kemenangan. Raja macam apakah yang dipaku di atas kayu salib? Inilah paradoks salib. Dalam perendahan dan penghinaan paling besar, Yesus justru menunjukkan kemuliaan sejati. Dalam pengosongan diri, Yesus justru menyatakan pengampunan, pendamaian, dan pemulihan Allah. Salib mengungkapkan bahwa kemuliaan Allah tidak dibuktikan lewat kemegahan dunia melainkan melalui kasih yang mengorbankan diri, ketaatan kepada kehendak Bapa, dan kerendahan hati yang mengalahkan keangkuhan dunia.
Kristus memperlihatkan bahwa Kerajaan Allah dibangun di atas dasar pengorbanan, bukan pencitraan. Sebagai pengikut Kristus, bukan pada tempatnya jika kita menghalalkan segala cara demi mengejar kekuasaan atau kebesaran. Sebaliknya, kita dipanggil untuk rela menyerahkan hidup bagi sesama dalam penyerahan diri bagi misi Allah. [JMH]