H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 23 April 2026

Matius 5 : 9



📖 _“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:9)_



















Kupas Kupas Buah Matoa





Buah Matoa







Cinta yang Dewasa

 Cinta yang dewasa bukan hanya tentang menemukan, tetapi tentang berani memperjuangkan.


(kutipan ini merupakan bagian dari renungan harian:


* Kidung Agung 3:1-11



Tuhan memberkati





Galatia 2 : 20



_Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20)_.


Tuhan Yesus memberkati. 🙏🏽😇






Kefanaan Hidup

 Bacaan: MAZMUR 39



*Menyikapi Kefanaan Hidup*



"Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku ini pendatang yang tinggal bersama-Mu, warga asing seperti semua nenek moyangku." (Mazmur 39:13)



Bangsa Israel Kuno memahami hidup manusia seperti sebuah perjalanan singkat. Hidup laksana embun pagi yang cepat lenyap; atau, bayangan yang sebentar saja tampak, lalu menghilang. Terkait dengan pemahaman tersebut, dengan jujur Daud menuliskan keluh kesahnya. Ia memakai ungkapan tentang "orang asing" dan "pendatang". Baginya, hidup ini bukan rumah abadi, melainkan persinggahan sejenak. Ia paham, hidup ini fana, rapuh, dan penuh kesementaraan.


Namun, Daud tidak berhenti pada keluh kesah. Ia datang kepada Allah dalam doa. Sehingga, ia beroleh pencerahan: kefanaan hidup justru mengingatkannya bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi tujuan akhir. Ia pun menjadi paham bahwa ia tidak bisa menggantungkan harapannya pada dunia yang sementara, melainkan hanya pada Allah yang kekal. Inilah titik balik rohani-dari rasa hampa menuju penyerahan diri pada kasih dan kedaulatan Tuhan.


Pengalaman iman Daud menolong kita untuk menyadari bahwa kefanaan hidup bukan alasan untuk berputus asa. Itu justru undangan untuk hidup lebih bijak dan bersandar pada Tuhan. Dunia menawarkan banyak hal yang memesona dan memikat hati: kesuksesan, harta, kesenangan, dan popularitas. Namun, hanya hal yang dikerjakan dalam Tuhan saja yang mampu bertahan.


Benar, hidup ini fana dan sementara. Justru karena itu, hendaknya kita menggunakan waktu dengan baik. Teruslah menaruh pengharapan hanya pada Allah. Lalu, berusahalah agar setiap langkah kita menjadi jejak yang bermakna. Bukan hanya bermakna bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita yang fana ini, memiliki nilai kekekalan.



HIDUP TERLALU SINGKAT, DUNIA TERLALU LUAS, DAN KASIH TUHAN TERLALU

BESAR UNTUK DIJALANI DENGAN CARA BIASA.






Ayub 22 : 30

 Slmt pg buat kita semua..


Ayub 22:30 (TB) Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu." 

🙏🙏🙏



Alumni USU Ternyata






Filemon 1 : 6

 

‎_Filemon 1:6 (TB)_

‎_Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus._



Buah Matoa Manis




Sambil Webinar Kupas Matoa







Mazmur 46 : 2

 *“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”*

📖 *Mazmur 46:2*


Kisah hidup Susanna Wesley menunjukkan bagaimana Tuhan bekerja dalam hal-hal yang sering tidak terlihat.


Susanna Wesley adalah seorang ibu dari 19 anak. Hidupnya penuh tantangan—keterbatasan ekonomi, tekanan hidup, dan tanggung jawab besar dalam membesarkan anak-anaknya.


Tidak ada panggung besar. Tidak ada sorotan dunia. Hanya kehidupan sehari-hari sebagai seorang ibu.


Namun Susanna memiliki satu kebiasaan yang luar biasa—ia meluangkan waktu secara khusus untuk berdoa. Bahkan ketika keadaan rumah sangat sibuk, ia akan duduk dan menutupi kepalanya dengan kain sebagai tanda bahwa ia sedang berdoa kepada Tuhan.


Anak-anaknya tahu—ketika itu terjadi, mereka tidak boleh mengganggunya.


Dari kehidupan doa yang sederhana namun konsisten itu, lahirlah dua anak yang dipakai Tuhan secara luar biasa: John Wesley dan Charles Wesley, yang membawa kebangunan rohani besar di Inggris.


Dunia mungkin tidak mengenal Susanna seperti mengenal anak-anaknya. Tetapi tanpa kesetiaan seorang ibu dalam hal yang “tidak terlihat”, mungkin sejarah akan berbeda.


Inilah kuasa kebangkitan itu—Tuhan bekerja bahkan dalam hal-hal yang tersembunyi.


Setelah Paskah, kita diingatkan bahwa tidak semua pekerjaan besar terlihat di depan. Kesetiaan dalam doa, dalam keluarga, dalam hal kecil—semua itu berharga di mata Tuhan.


✝️ *TUHAN BEKERJA DALAM HAL-HAL YANG SERING TIDAK TERLIHAT*


✅ *TUHAN BEKERJA DALAM DIAM*









Kupas Matoa Kantor


Prakiraan Cuaca Tanggal 23 April Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 23 April 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Kondisi atmosfer dengan kelembapan udara yang relatif basah di sekitar wilayah Pulau Bintan menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan-awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan Berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang pada siang hari.


🔖 *Peringatan Dini:*

- Waspada pertumbuhan awan Cumulonimbus penyebab terjadinya hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang hari yang bersifat lokal.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 23 April 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Balas Kejahatan dengan Kebaikan

 Santapan Harian

Balas Kejahatan dengan Kebaikan 

Hakim-hakim 8:22-35 


Cerita tentang Gideon adalah cerita yang sangat menakjubkan, sekaligus menyedihkan. Gideon, seorang anak Yoas yang bekerja sebagai petani, dipakai Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari penindasan bangsa Midian. Atas penyertaan Tuhan, Gideon mengalahkan bangsa Midian.


Karena bangsa Israel melihat kepemimpinan Gideon, maka mereka memintanya menjadi raja mereka. Namun, Gideon menolak. Baginya, yang berhak menjadi Raja atas mereka adalah TUHAN sendiri (22-23).


Selanjutnya, Gideon meminta bangsa Israel untuk membawa semua hasil jarahan mereka untuk diberikan kepadanya (24). Mereka dengan senang hati memberikannya. Hasil jarahan itu berupa anting-anting emas, perhiasan leher, perhiasan telinga, pakaian kain ungu muda, dan kalung rantai unta (25-26). Dari hasil jarahan tersebut, Gideon pun membuat efod dan menempatkannya di Ofra (27a).


Sedihnya, bangsa Israel menyalahgunakan efod tersebut. Bukannya memakainya untuk melayani TUHAN, mereka malah menyembahnya. Akibatnya, hal ini menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya (27b). Setelah Gideon meninggal, bangsa Israel berzina. Mereka tidak lagi mengingat TUHAN dan menunjukkan kasih setia kepada kaum keluarga Gideon (33-35).


Dua peringatan penting dapat kita petik dari bacaan ini. Pertama, jangan kita membalas kebaikan Tuhan dengan penyembahan berhala. Kedua, jangan kita membalas kesetiaan sesama kita dengan ketidaksetiaan.


Setelah mengalami kebaikan Tuhan, hendaklah hati kita tidak beralih kepada hal-hal yang bisa menjadi "berhala" modern bagi kita seperti harta, jabatan, pujian, atau bahkan media sosial. Setelah merasakan kesetiaan keluarga dan sahabat, hendaklah kita tidak membalas dengan egoisme. Hidup ini bagaikan mata rantai kasih. Ketika kita memutusnya dengan ketidaksetiaan, kita merusak anugerah Tuhan melalui sesama.


Meski perlakuan orang lain kepada kita tidak sejalan dengan perilaku kita kepada mereka, tetaplah berbuat baik, itu bukti kualitas iman dan karakter umat Tuhan. [ERE]