H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 26 Mei 2026

Renungan Pertengkaranmu, Rahasiamu

 Santapan Harian

Pertengkaranmu, Rahasiamu 

1 Korintus 6:1-11 


Rumah tangga baru sering kali dinasihati supaya pertengkaran antara suami dan istri tidak sampai diketahui orang lain. Bagaimana dengan pertengkaran di gereja?


Paulus menegur jemaat di Korintus yang, saat terjadi perselisihan, memilih untuk menyelesaikannya di pengadilan umum (1). Ia mencela tindakan itu karena semestinya di dalam jemaat sendiri ada orang-orang yang kompeten, yang kudus dan bijaksana (2-6). Terlebih lagi, dengan adanya perselisihan itu, apalagi sampai diketahui oleh pihak luar, menjadi hal yang memalukan bagi jemaat (7).


Gereja adalah persekutuan orang percaya. Tentu isinya adalah orang-orang percaya dari berbagai latar belakang. Perbedaan pendapat itu wajar; yang tidak wajar adalah perbedaan pendapat dilanjutkan dalam bentuk perselisihan.


Bukankah gereja adalah tubuh Kristus? Sekalipun anggotanya banyak, kita semua adalah satu tubuh (1Kor 12:12-20). Jika ada perselisihan, bukankah kita sedang menyatakan kepada dunia bahwa tubuh Kristus itu terpecah-pecah?


Semestinya perselisihan dapat dihindari kalau semua anggotanya memandang diri sebagai anggota tubuh yang sama, yang memiliki peran masing-masing yang sama berharganya di dalam gereja. Jika pun terjadi perbedaan pendapat yang menajam, kita bisa meminta orang-orang yang dikenal bijaksana di dalam jemaat untuk mencari titik temu. Orang yang bijaksana itu bisa menengahi dan menolong pihak-pihak yang berbeda pendapat supaya mereka menemukan jalan keluar. Harapannya, persatuan tubuh Kristus tetap terjaga.


Marilah kita wawas diri. Apakah kita akan terus berselisih atau belajar menghargai perbedaan di dalam gereja? Apakah kita mau membawa persoalan jemaat ke pihak luar atau menyelesaikannya di dalam?


Jika ada perselisihan di antara kita, mari kita berupaya untuk menyelesaikannya dan bukan mengumbarnya, sehingga kita semua bisa saling menghargai keberagaman yang ada dan menjadi kesaksian yang positif tentang Kristus. [KRS]