H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 24 Mei 2026

Satu Fenomena

 KETIKA PEMIMPIN/PENDETA LEBIH DITAATI DARIPADA TUHAN


Ada satu fenomena kerusakan yang sedang terjadi di gereja/komunitas Kristen, dimana pemimpin/pendeta diperlakukan seperti Tuhan bahkan lebih.


Pemimpin/pendeta dihormati secara berlebihan.

Perkataannya dianggap mutlak.

Keputusannya tidak boleh dipertanyakan.


Bahkan ketika sikap dan tindakannya jelas melukai kebenaran, banyak orang/jemaat tetap membela dengan penuh loyalitas.


Ironisnya, sebagian orang lebih takut dianggap “melawan pemimpin/pendeta” daripada melawan Tuhan sendiri.


Ketika ada orang/jemaat diperlakukan tidak adil, ditekan, dimanipulasi, dipermalukan, atau disingkirkan karena berbeda pendapat, banyak yang sebenarnya tahu itu salah… tetapi memilih diam.


Bukan karena tidak mengerti.

Tetapi karena takut kehilangan kenyamanan, posisi, kedekatan, dan penerimaan di lingkungan gereja/lembaga.


Di situlah hati nurani mulai dikorbankan demi loyalitas kepada manusia.


Yang lebih menyedihkan, keadaan seperti ini sering dipelihara oleh orang-orang senior di sekitar pemimpin.

Mereka terus memback-up pemimpin/ pendeta dalam segala keadaan.

- Semua tindakan dibenarkan.

- Semua kritik dianggap ancaman.

- Bahkan ketika jemaat kritis dibungkam atau dihukum, itu tetap dianggap sebagai bentuk “menjaga wibawa pemimpin”, "menjaga citra gereja/lembaga", “melindungi hamba Tuhan.”

"menjaga kesatuan"


Padahal tanpa sadar, mereka sedang membangun budaya yang "Anti-Kebenaran" atau budaya yang "Menantang Tuhan".


Pemimpin yang terus dipuji tanpa pernah dikoreksi akhirnya kehilangan kepekaan untuk mengoreksi diri.

Ia menjadi besar kepala dan yakin bahwa dirinya selalu benar, karena lingkungannya hanya pandai membela, tetapi tidak berani berkata jujur, dan bahkan ia menjadi semakin arogan.

Disinilah Spiritual Abuse (Kekerasan/Pelecehan Rohani) sering diaminkan dan dinormalisasi.


Namun ironinya, mereka tetap merasa diri paling rohani, ignorant, dan percaya diri terus, sementara jemaat yang masih memiliki keberanian untuk berpikir kritis justru dicap:

-tidak tunduk,

-pahit,

-pemberontak,

-pembawa masalah.


Padahal koreksi atas hal-hal yang tidak benar, tidak adil, tidak jujur haruslah dihargai karena itulah yang sesuai Firman Tuhan.


Situasi seperti ini menjadi ladang yang subur bagi orang-orang manipulatif, orang-orang yang haus panggung dan validasi.

Mereka berlomba menjadi “orang dekat pemimpin/pendeta.”

Bangga berada di ring 1.

Merasa lebih rohani karena dekat dengan pusat kekuasaan.


Lalu kedekatan itu dipakai untuk mencari pengaruh, membangun kelompok, memainkan opini, bahkan menyerang orang-orang yang dianggap mengganggu rencana dan kenyamanan mereka.


Dan biasanya, orang-orang kritis menjadi target utama.

Mengapa?

Karena orang yang masih berpikir kritis dan memakai hati nurani tidak mudah dimanipulasi dan dikendalikan.


Maka mulailah karakter diserang.

Nama baik dirusak.

Suara dibungkam.

Tujuannya sederhana: 

membuat orang/jemaat takut berpikir, takut bertanya, dan akhirnya hanya belajar mengangguk.


Kalau benar bahwa gereja/lembaga itu sedang melayani Kristus, maka ketaatan kepada Kristus di atas segalanya.

Loyalitas tertinggi hanya kepada Kristus dan Firman-Nya, 

Bukan kepada manusia manapun.


“Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.”

— Kisah Para Rasul 5:29


Coba anda cek, apakah di gereja/komunitas/persekutuan kalian sekarang, ada fenomena itu? Dimana ketaatan kepada pemimpin/pendeta lebih tinggi daripada ketaatan kepada Tuhan dan Firman-Nya?


Pesan untuk semua yang merasa saat ini adalah pemimpin rohani,

Jika anda benar dipimpin oleh Kristus dan Firman-Nya, maka:

Tugas utama anda adalah mengarahkan orang-orang di bawah kepemimpinan anda, untuk mentaati Tuhan lebih daripada siapapun termasuk anda, dan mentaati Firman-Nya lebih daripada perkataan anda.


Pesan untuk semua yang mengaku sebagai pengikut Kristus:

Pastikan ketaatan anda yang tertinggi adalah kepada Kristus dan Firman-Nya, bukan kepada manusia manapun.

Siap sedialah menanggung segala resiko atas pilihan anda untuk lebih taat kepada Kristus lebih daripada pemimpin/pendeta sekalipun.


By: Sondang N. Saragih






Kisah Para Rasul 2 : 43

 *“Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.”*  

📖 *Kisah Para Rasul 2:43*


Habis Pentakosta, Kisah Para Rasul jadi buku yang penuh mukjizat. Petrus dan Yohanes sembuhkan orang lumpuh di pintu Gerbang Indah. Bayangan Petrus menyembuhkan orang sakit. Paulus usir roh jahat. Tabita dibangkitkan.


Kenapa? Karena Yesus naik ke sorga bukan untuk berhenti bekerja. Dia naik supaya kerja lewat tubuh-Nya — yaitu kita.


**Mukjizat bukan tujuan. Mukjizat adalah tanda.** Tanda bahwa Kerajaan Allah sudah datang. Tanda bahwa Yesus hidup. Tanda bahwa nama-Nya berkuasa. Petrus bilang: “Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Kis 3:6


**Smith Wigglesworth**, seorang tukang ledeng dari Inggris yang buta huruf, dipakai Tuhan luar biasa setelah dipenuhi Roh Kudus tahun 1907.


Suatu kali dia dipanggil ke rumah seorang wanita yang sudah mati. Tubuhnya kaku, sudah disiapkan untuk dikubur. 


Wigglesworth masuk kamar, tarik mayat itu dari tempat tidur, sandarkan ke dinding, lalu teriak: “Dalam nama Yesus, keluar!” Lalu dia pukul mayat itu. 


Orang-orang panik. Tapi tiba-tiba wanita itu batuk, hidup lagi, dan sembuh total.


Dia pernah berdoa untuk orang lumpuh 20 tahun — langsung jalan. Orang tuli — langsung dengar. Kanker — hilang. Dia tidak pernah sembuhkan siapa-siapa. Dia selalu bilang: “Saya tidak bisa sembuhkan lalat. Tapi Yesus bisa. Dan Dia hidup di dalam saya.”


Rahasia Wigglesworth? Dia baca Alkitab 1 jam sebelum sarapan, dan tidak pernah berdoa lebih dari 15 menit tanpa berkata: “Saya percaya.”


*Tuhan tidak pensiun setelah Kisah Para Rasul pasal 28.* Masalahnya bukan Tuhan tidak mau bikin mukjizat. Masalahnya kita lebih nyaman khotbah tentang mukjizat daripada percaya untuk mukjizat.


Roh Kudus turun bukan supaya gereja jadi klub diskusi. Dia turun supaya dunia lihat bahwa Yesus hidup dan berkuasa.


✝️ *PENTAKOSTA TANPA KUASA HANYA SEJARAH. PENTAKOSTA DENGAN KUASA JADI KESAKSIAN*


✅ *BERANI BERDOA DALAM NAMA YESUS UNTUK HAL YANG MUSTAHIL HARI INI*






Bendera Kemenangan

 

Mari Kita angkat Bendera!

Bendera Kemenangan !

Murid Tuhan Yesus bilang:

Kami melihat Iblis jatuh,gugur seperti kilat dari Langit!

Tetapi Tuhan Yesus bilang:

Janganlah kamu *Bersukacita* karena Peristiwa yg amat Luarbiasa / Mukjizat itu.

     Tetapi 

*Bersukacita lah karena Namamu Tercatat dlm Buku Kerajaan Surga*.



😍😍🙏🏻

Haleluya!






Renungan Kegelapan Dunia

 SELAMAT HARI MINGGU!

Moment Pentakosta 

Arti '*Kegelapan Dunia* bukanlah ttng sebuah tempat gelap pekat, yg Menakutkan.

Tetapi *Kegelapan* rohani adalah disaat kita merasa letih lesu & tertunduk karena sdh tdk melihat Jalan yg harus kita lalui, kita lemah tak berdaya 

di Moment ini TUHAN Mengirim Roh Penerang & Penolong 

yg Membantu,Membela & Menyertai kita.

Roh Kudus Menuntun,Membangkitkan & Memberi Sukacita yg Baru.

Mari Rindu kan dilawat oleh Api 🔥 Pentakosta.

Jojor Simanjuntak 

Tanjung Morawa






Lirik Lagu Mulia dan Agung Yesus Yang Bangkit

 *Mulia dan Agung Yesus Yang Bangkit”

Paul Lumbantobing

Ayat 2


Langit dan bumi, pujilah Tuhan

matahari bintang, pujilah Tuhan

Semua ciptaanNya, berlutut padaNya

Sembah Dia


Biar smua lidah, memuji Tuhan

 segenap hati, pujilah Tuhan

Dia Tuhan Yesus, demi kasihNya, 

Slamatkanku


Ref


Mulia dan agung Yesus yang bangkit

Bersorak dan puji namaNya

Dia menang atas kuasa maut

Untuk lepaskan manusia


Mari bersukacita

Rayakan kasih Tuhan

Tinggikan nama Yesus











Amsal 13 : 4

 Slmt pg buat kita semua..


Amsal 13:4 (TB) Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. 

🙏🙏🙏








Makan Siang Pesta


Prakiraan Cuaca Tanggal 24 Mei Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 24 Mei 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau belum adanya pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kecepatan angin yang lemah pada lapisan atas yang mendukung penumpukan massa udara dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berpotensi hujan ringan - sedang pada siang dan dini hari.


🔖 *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang menghasilkan hujan dengan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi menjelang siang hari dan dini hari.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 24 Mei 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Roh Kudus Memberi

 Santapan Harian

Roh Kudus Memberi 

1 Korintus 4:6-21 


Melalui suratnya, Rasul Paulus menyampaikan teguran keras kepada jemaat di Korintus supaya mereka tidak menyombongkan diri (6). Apa alasannya? Tak seorang pun bisa menganggap dirinya sendiri sedemikian penting dibandingkan orang lain sebab semua yang dipunyai adalah pemberian yang mereka terima (7). Artinya, apa pun yang menjadi milik mereka, termasuk keberadaan dan posisi mereka, adalah pemberian, bukan berasal dari diri mereka sendiri. Pemberian siapa? Tentunya, pemberian Tuhan sendiri.


Hal ini selaras dengan Pentakosta yang kita peringati hari ini. Pentakosta memperingati turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan lahirnya gereja untuk pertama kali. Roh Kudus dicurahkan kepada umat manusia, menolong manusia menjadi percaya. Roh Kudus dianugerahkan untuk membimbing orang-orang percaya bersekutu sehingga lahirlah gereja. Di situlah Kerajaan Allah hadir memberi kekuatan, bukan perkataan (19). Dengan demikian, iman dan gereja bertumbuh sebagai pemberian Tuhan.


Selaras dengan teguran Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus dalam perikop ini, kita diingatkan untuk selalu sadar akan pemberian atau anugerah Allah tersebut. Kalau saat ini kita adalah orang percaya, yakinlah bahwa dengan percaya kita telah selamat. Kita mesti sadar bahwa keselamatan adalah pemberian Tuhan dan Ia menuntun kita melalui Roh Kudus di dalam hati kita. Tak selayaknya kita menjadi sombong karena merasa diri sudah selamat. Tidak sepantasnya kita memandang buruk orang lain yang dianggap belum selamat.


Hendaklah kita tidak merasa diri sebagai orang yang paling penting di tengah lingkungan gereja kita, lalu memandang rendah peran saudara-saudara yang lain. Kiranya kita dimampukan untuk menghargai satu dengan yang lain, baik antar pribadi maupun antar gereja. Hendaknya kita selalu ingat bahwa bertumbuhnya iman dan gereja adalah pemberian Tuhan. Karya Roh Kudus kiranya menuntun kita menjadi penuh syukur menghidupi iman dan gereja. (KRS)