H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 30 Juni 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Juni Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 30 Juni 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokan angin (_shearline_) dan pertemuan angin (konvergensi) di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan dan hujan ringan hingga sedang pada pagi hingga siang/sore hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan-sedang sesekali lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi dan siang hari yang bersifat lokal.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Juni 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Allah yang Mengangkat dan Memberi

 Santapan Harian

Allah yang Mengangkat dan Memberi 

1 Samuel 9:1-10:16 


Seorang pemuda yang menjalankan tugas sederhana tidak akan menyangka apa pun yang luar biasa. Namun, melalui aktivitas yang biasa itu, Allah menyingkapkan rencana-Nya.


Saul bersama hambanya pergi mencari keledai ayahnya yang hilang. Setelah mencari ke berbagai tempat tanpa hasil, mereka memutuskan untuk menemui Nabi Samuel (9:3-14). Tanpa Saul ketahui, TUHAN telah lebih dahulu memberi tahu Samuel bahwa Ia akan mengutus seorang dari suku Benyamin yang akan diurapi sebagai raja Israel (9:15-16).


Saat mereka bertemu, Samuel menyambut Saul dengan ramah dan memberi tahu bahwa keledai ayahnya telah ditemukan (9:17-24). Saat mereka berdua saja, Samuel mengurapi Saul dan menyatakan bahwa dia adalah orang yang telah dipilih TUHAN (10:1). Samuel juga menyampaikan nubuat akan tanda-tanda yang menguatkan pemilihannya (10:2-8). Apa yang terjadi selanjutnya tepat seperti yang dinubuatkan. Namun, setelah ia pulang, ia tidak menceritakan pengurapannya kepada siapa pun (10:9-16).


Di masa mudanya, mungkin Saul sama sekali tidak pernah bermimpi menjadi raja, terlebih lagi pada zaman Israel belum pernah memiliki raja. Namun, Allah mengangkat dia menjadi pemimpin atas umat milik-Nya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa jabatan yang tertinggi sekalipun dapat diberikan Allah kepada orang yang tidak meminta atau mencarinya.


Allah sanggup memakai hal-hal sederhana dalam hidup kita untuk menuntun kita kepada maksud-Nya yang lebih besar. Jabatan, pekerjaan, dan rezeki sejatinya merupakan anugerah Allah. Janganlah kita memaksakan keinginan sendiri dan melakukan segala cara demi meraih kesuksesan.


Mari kita luruskan cara pandang kita. Memang kita dipanggil untuk berdoa dan berusaha, tetapi jangan lupa untuk mendengarkan Allah dan mengikuti perintah-Nya. Berdoa berarti menaklukkan hati kita kepada kehendak-Nya, dan berusaha berarti melakukan perintah Allah tepat seperti yang difirmankan. Jika Anda ingin dipilih Allah, biarkanlah hati Anda diubahkan dan hidup Anda dipimpin oleh Allah. [MKD]








Kitab Yeremia , 30 Juni 2026

 YEREMIA


Penulis kitab ini adalah Nabi Yeremia. 


Tuhan merencanakan untuk menggunakan Babel untuk menghukum dosa Yehuda. Yeremia mendesak raja dan orang-orang untuk menyerah ke Babel.


Apakah yang kita bisa lihat secara khusus dalam kitab ini adalah Yeremia setia kepada Allah meskipun Yehuda mengejek dan membencinya.


Buku ini di tulis antara tahun 627 SM dan penghancuran Yerusalem tahun 586 SM.


Pasal-pasal yang berbicara tentang pengalaman Yeremia:

Tuhan memanggil Yeremia (pasal 1)

Yeremia dipukuli (pasal 20)

Yeremia menerima ancaman-ancaman (pasal 26)

Yeremia dan seorang nabi palsu (pasal 28)

Yeremia membeli ladang (pasal 32)

Yeremia dimasukkan dalam perigi (pasal 38)

Yeremia dibebaskan (pasal 40)


Pasal-pasal yang penting dari kitab ini :

Kejahatan Yehuda (pasal 5)

Tuhan dan berhala-berhala (pasal 10)

Nabi-nabi palsu (pasal 23)

Kasih Tuhan itu berkelanjutan (pasal 31)

Satu keluarga yang taat kepada Tuhan (pasal 35)

Hukuman di masa depan yang dikirim oleh Tuhan (pasal 51)










Senin, 29 Juni 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Juni Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 29 Juni 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar wilayah Pulau Bintan. Aktifnya Gelombang Kelvin di sekitar Pulau Bintan juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang pada pagi hingga siang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan-sedang sesekali lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi hingga siang hari.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Juni 2026 Prov Kepulauan Riau




Renungan Hati yang Membatu

 Santapan Harian

Hati yang Membatu 

1 Samuel 8 


Sejak awal zaman hakim-hakim, bangsa Israel mengalami maju-mundur dalam iman mereka. Satu generasi berdosa, bertobat, dan berbalik kepada TUHAN, lalu generasi berikutnya kembali berdosa. Sayangnya, siklus yang sama masih terulang.


Samuel menetapkan kedua anak laki-lakinya menjadi hakim. Namun, mereka tidak mengikuti jejak ayah mereka dalam hidup yang benar (1-3). Melihat hal itu, para pemimpin Israel datang kepada Samuel dan memintanya mengangkat raja bagi mereka. Permintaan tersebut membuat Samuel sedih, tetapi TUHAN berfirman kepada Samuel untuk mendengarkan mereka karena yang mereka tolak bukan Samuel, melainkan TUHAN sendiri sebagai Raja (4-9).


Meskipun TUHAN melalui Samuel telah memperingatkan dampak negatif dari kekuasaan raja seperti penindasan, kerja paksa, dan pajak yang berat (10-18). Namun, bangsa itu tetap bersikeras untuk memiliki raja atas mereka. Akhirnya, TUHAN memerintahkan Samuel untuk mengabulkan permintaan mereka (19-22).


Permintaan orang Israel dengan jelas menunjukkan pemaksaan kehendak mereka sendiri. Mereka sebenarnya tahu bahwa Samuel selalu berbicara atas petunjuk Allah, tetapi mereka tetap bersikeras. Pesan Allah melalui Samuel hanya dianggap sebagai upaya menakut-nakuti dan menghalangi keinginan mereka, sehingga mereka tetap memaksa dan menuntut. Mereka dengan mudah meremehkan setiap peringatan. Ini adalah gambaran dari hati yang telah membatu.


Pernahkah kita menganggap remeh peringatan Tuhan demi mendapatkan apa yang kita inginkan? Adakah kita memaksakan kehendak kita dalam doa kita tanpa peduli konsekuensinya?


Janganlah kita mengabaikan peringatan Tuhan hanya karena pesan-Nya tidak sesuai dengan permintaan kita. Lihatlah, dalam kesabaran-Nya yang besar, Ia seperti menghela nafas dan menjawab apa yang kita minta, bukan karena Ia setuju, tetapi karena Ia hendak mendidik kita lewat konsekuensi dari keinginan kita. Biarlah hati kita tidak lagi sekeras batu, tetapi selembut kapas karena kita mau mendengarkan Tuhan. [MKD]












Minggu, 28 Juni 2026

Masih Sempatkah ?

 *"Ai Sanga Dope Huallang?"*

*(Masih Sempatkah Saya Makan Buahnya?)*


Menjual bibit buah-buahan sebenarnya bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Ini adalah misi saya untuk mengajak semua orang—terutama para perantau—agar mau menanam pohon buah di tanah atau kampung halamannya masing-masing. Buah apa pun itu. Potensi tanaman buah ini keuntungannya sangat besar dan bisa sangat membantu menggerakkan perekonomian di kampung halaman.

Tanaman Enau atau *Bagot* adalah salah satu yang paling saya anjurkan untuk ditanam. Menurut saya, tanaman ini sangat menguntungkan dan hanya membutuhkan perawatan minimal.


Namun, saat menawarkan bibit-bibit ini kepada pembeli, kalimat yang paling sering saya dengar adalah: *"Ai sanga dope huallang hasil ni i?"* (Masih sempatkah saya makan buahnya?). Mendengar pertanyaan seperti itu, jujur saja, semangat saya sering kali menyusut. Apa maksudnya? Apakah dia merasa akan segera meninggal sehingga tidak perlu memikirkannya lagi? Bahkan, ada yang usianya masih tergolong muda, sekitar 50 tahun, melontarkan pertanyaan yang sama kepada saya.

Terkadang agak malas rasanya untuk menjawab. Namun, tetap saya jelaskan bahwa Aren dan Durian biasanya mulai panen di umur 5 sampai 6 tahun. Sedangkan Alpukat dan Mangga sekitar 3 sampai 5 tahun. Jadi secara hitungan logis, tentu masih sangat sempat untuk menikmati hasilnya. Begitulah jawaban saya. Walaupun di dalam hati saya bergumam, umur itu Tuhan yang menentukan, bukan saya. Seperti tertulis dalam **Mazmur 90:10**, *"Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun."*


Dari diskusi dan pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya pun merenung. *Bah*, cukup egois juga pemikiran sebagian saudara sebangsaku ini, Bangsa Batak. Pola pikirnya seakan menjadi: *kalau tidak bisa dinikmati sendiri, ya untuk apa dikerjakan.* Padahal, hidupnya sudah sangat diberkati oleh Tuhan. Bukankah kita sering sekali mendengar ungkapan, "Diberkati untuk menjadi berkat" (*blessed to be a blessing*)? Sesuai firman Tuhan dalam **Kejadian 12:2-3**, *"Aku akan memberkati engkau... dan engkau akan menjadi berkat."* Jangan-jangan, prinsip itu *holan hata nama i* (hanya sebatas di bibir saja)?

Saya jadi teringat pada kisah Ishak. Dalam **Kejadian 27:2**, berkatalah Ishak: *"Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku..."* Lalu, seperti yang kita tahu, terjadilah peristiwa di mana hak kesulungan jatuh ke tangan Yakub. Saat itu Ishak merasa usianya sudah di penghujung dan merasa sudah saatnya memberi berkat kepada anaknya, Esau. Namun fakta menariknya, setelah memberikan berkat tersebut, Ishak ternyata masih hidup sekitar 60 tahun lagi!


Mahatma Gandhi pernah berkata, *"Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya."* Firman Tuhan bahkan menyampaikannya dengan lebih tajam dalam **Roma 14:8**: *"Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan."*

Mari kita terus berbuat yang terbaik dan menjadi berkat. Hasil dari apa yang kita tanam tidak harus selalu kita nikmati sendiri, tetapi mari bersama-sama mewariskan berkat bagi sesama.


*Salam Petani.*












Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Juni Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat berakhirpekan*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 28 Juni 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokan angin ( _shearline_ ) di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar wilayah Pulau Bintan. Aktifnya Gelombang Kelvin di sekitar Pulau Bintan juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang pada siang dan dini hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan-sedang sesekali lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada dini hari.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Juni 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Membangun Monumen Iman

 Santapan Harian

Membangun Monumen Iman 

1 Samuel 7:2-17 


Dengan kembalinya Tabut TUHAN, kembalilah umat Israel berseru kepada-Nya. Lambang kehadiran TUHAN yang hilang telah berada di tengah-tengah mereka lagi, tetapi sekarang apa yang harus mereka perbuat?


Selama dua puluh tahun Tabut TUHAN disimpan di Kiryat-Yearim, bangsa Israel kembali mencari dan merindukan Allah. Samuel menasihati mereka untuk tidak hanya berseru, tetapi bertobat dengan cara meninggalkan berhala dan mengabdikan hati mereka hanya kepada TUHAN (1-3). Setelah mereka menaati nasihat itu, Samuel mengumpulkan seluruh bangsa di Mizpa untuk berdoa dan berpuasa sebagai wujud pertobatan (4-6).


Ketika orang Filistin datang menyerang, Samuel berkurban dan berseru kepada TUHAN sehingga Ia menjawab dengan mengguntur dan mengacaukan musuh sampai mereka kalah (7-11). Sebagai peringatan atas pertolongan TUHAN, Samuel mendirikan sebuah batu yang dinamainya Eben-Haezer, artinya "Sampai di sini TUHAN telah menolong kita" (12).


Sejak saat itu, bangsa Israel hidup dalam keamanan, dan Samuel terus memimpin mereka dengan bijaksana sepanjang hidupnya (13-17).


Tuhan adalah sumber pertolongan kita. Semua kemenangan sejati berasal dari Dia, bukan manusia. Ketika Samuel mendirikan Eben-Haezer, ini bukan sekadar tanda kemenangan, melainkan deklarasi iman dalam Tuhan. Lebih dari batu peringatan, ini adalah monumen iman, bukti bahwa Tuhan itu setia dan pertolongan-Nya nyata.


Berapa kali kita nyaris menyerah, tetapi Tuhan menopang kita? Setiap kesembuhan, keberhasilan, dan kekuatan yang kita alami menjadi seperti Eben-Haezer dalam hidup kita. Kita diundang untuk membangun monumen iman dalam hati kita, sebagai bukti akan kesetiaan Tuhan yang tak pernah gagal.


Bersyukurlah untuk pertolongan Tuhan di masa lalu, dan deklarasikanlah iman Anda kepada-Nya dalam menghadapi masa depan. Tunjukkanlah keyakinan Anda bahwa Tuhan menolong pada waktu-Nya, dan harapkanlah selalu pertolongan dari satu-satunya sumber yang terbesar, yaitu Tuhan. [MKD]








Sabtu, 27 Juni 2026

Yohanes 12 : 24

 Slmt pg buat kita semua.


Yohanes 12:24 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



Janji Tuhan ini harus selalu kita ingat sebagai org yg percaya kepadaNya, shg kita tetap semangat, kuat & bersukacita menjalani hidup ini, wlpn banyak rintangan tantangan & kesilitan.












Efesus 6 : 15

 *“...kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;”*  

๐Ÿ“– *Efesus 6:15*


*Kasut tentara Romawi = sepatu perang dari kulit tebal, paku-paku di bawahnya.* Bukan buat jalan santai. Buat injak medan berat, nanjak, perang, dan tidak kepleset. 


*Kalau kaki tentara lecet, dia tidak bisa maju. Kalau kita tidak punya damai sejahtera, kita tidak bisa bawa kabar baik.* Karena Injil = kabar damai. Yes 52:7: “Betapa indahnya kaki orang yang membawa kabar baik.”


*Kasut ini 2 fungsi:*  

1. *Bikin kita berdiri teguh* – damai Tuhan jaga hati kita di medan perang. Fil 4:7  

2. *Bikin kita siap pergi* – rela kemana pun untuk beritakan Yesus. Rom 10:15


*Iblis suka bikin kita “masuk angin rohani”:* kuatir, takut, trauma. Kaki jadi berat buat melangkah. Padahal kita dipanggil jadi pembawa damai, bukan penyimpan damai.


**Paulus dan Silas** pakai kasut ini di penjara Filipi. Kis 16:23-25: Habis dicambuk, kaki dipasung, badan luka. Logikanya: stres, ngeluh, trauma. 


Tapi ayat 25: *“Tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah.”* 


*Kaki dipasung, tapi damai tidak dipasung. Hati damai, mulut nyanyi.* Hasilnya? Gempa. Pintu penjara kebuka. Kepala penjara sekeluarga selamat.


*Damai sejahtera bukan absennya masalah. Damai sejahtera adalah hadirat Yesus di tengah masalah.* Dan itu yang bikin orang mau denger Injil kita.


*Jackie Pullinger*, misionaris ke sarang narkoba Kowloon Walled City, Hong Kong, buktiin kuasa kasut ini.


Tahun 1966 dia ke sana cuma modal damai sejahtera. Tempat paling brutal: gang gelap, heroin, triad, pelacur, pembunuh. Polisi aja takut masuk. 


Dia tidak bawa senjata. Dia bawa Injil. Kaki dia melangkah ke sarang pecandu tiap hari. Kenapa? *Karena dia punya damai yang dunia tidak kasih.*


Satu per satu preman bertobat. Gembong narkoba kasih gedung buat panti rehab. Ribuan lepas dari heroin tanpa sakaw, cuma karena dipenuhin Roh Kudus.


Jackie bilang: **“Saya tidak berani masuk kalau saya tidak damai. Tapi karena Yesus kasih damai-Nya, saya bisa injak tempat yang iblis kuasai dan rebut kembali buat Tuhan.”**


✝️ *KASUT INJIL BUKAN UNTUK DIPAJANG DI RAK. KASUT INJIL UNTUK DIKOTORIN DI JALAN, DEMI JIWA-JIWA*


✅ *HARI INI TANYA ROH KUDUS: “TUHAN, KASUT SAYA MAU ENGKAU BAWA KE MANA?” BISA KE TETANGGA, TEMAN KANTOR, KALAU HATI KITA DAMAI, KAKI KITA SIAP. YESAYA 6:8: “Ini aku, utuslah aku!”*


*๐ŸŸข PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH: KAKI YANG MEMBAWA DAMAI*






Efesus 6 : 16

 *“...dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.”*  

๐Ÿ“– *Efesus 6:16*


*Perisai tentara Romawi = scutum, kayu lapis kulit, sebesar pintu.* Bisa basahin air biar panah api padam. Tentara bisa jongkok, perisai nutupin seluruh tubuh. Pasukan bisa bikin *formasi kura-kura* – perisai rapat, musuh tidak bisa tembus.


*Panah api iblis = keraguan, ketakutan, pikiran kotor, tuduhan, kekecewaan.* 1 panah kena = luka. 100 panah kena = mati rohani. 


*Tapi iman bukan perasaan. Iman = pegang apa yang Tuhan omong, walau fakta beda.* Ibrani 11:1: *“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”*


*Sadrakh, Mesakh, Abednego* angkat perisai ini di depan dapur api. Daniel 3:16-18: Raja Nebukadnezar ancam: *“Kalau tidak sujud ke patung, kalian dicampakkan ke perapian yang menyala-nyala.”*


Panah api: takut mati, takut sakit, takut ditinggal Tuhan. Tapi mereka angkat perisai iman: *“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami... Ia akan melepaskan. Tetapi seandainya tidak, tetap kami tidak akan menyembah patung itu.”*


Hasilnya? Masuk api, tidak hangus. Malah Yesus jalan bareng mereka di api. Raja bertobat. *Perisai iman tidak selalu bikin kita bebas dari api. Tapi perisai iman pastikan kita tidak sendirian di dalam api.*


*Nick Vujicic*, lahir tanpa tangan dan kaki, tiap hari ditembak panah api. Kecil diejek: “Monster.” “Mending mati.” Umur 10 tahun mau bunuh diri. Panah api iblis: “Kamu tidak punya tujuan. Tuhan salah ciptain kamu.”


Tapi Yohanes 9:3 jadi perisainya: *“...tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”*


Dia pegang Firman itu. Sekarang dia keliling dunia, sudah khotbah ke 85 negara, jutaan orang terima Yesus. 


Nick bilang: *“Iblis tembak saya dengan ‘kamu tidak bisa’. Saya angkat perisai: ‘Filipi 4:13 – Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia’. Panahnya padam sebelum kena saya.”*


✝️ *PERISAI JATUH KALAU TIDAK DIPEGANG. IMAN JATUH KALAU TIDAK DILATIH SETIAP HARI DALAM FIRMAN*


✅ *HARI INI PANAH API APA YANG LAGI NANCEP? TAKUT MASA DEPAN? SAKIT BELUM SEMBUH? EKONOMI GOYANG? AMBIL PERISAI: CARI 1 AYAT JANJI TUHAN TENTANG ITU. UCAPKAN KERAS-KERAS. ROMA 10:17: “Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus.” PANAH PADAM. KITA MENANG.*


*๐ŸŸข PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH: IMAN YANG MEMADAMKAN PANAH API*





Mengenal Nama

 Slmt pg buat kita semua..


Yesaya 52:6 (TB) Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Mari kita semua, mengejar dan menghidupi ...*dengan RohKu*

Selamat menjalani week-end di akhir Juni ini.

*TUHAN* memberkati kita semua.






Berkatilah Hidup Kami ya Tuhan

 *Dosen*

  ( Doa sederhana)

*Berkatilah Hidup Kami ya TUHAN*

Sertailah Kami dlm Perjalanan Hidup ini.

Buat lah Berhasil apa yg sedang Kami Kerjakan.

Dlm NamaMu Kami berdoa & Berharap!

Jauhkan kami dari segala Sakit penyakit & Pencobaan.

๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

Sembah Kami KepadaMu






Ketopong Keselamatan

 *“...dan terimalah ketopong keselamatan...”*  

๐Ÿ“– *Efesus 6:17*


*Ketopong tentara Romawi = helm dari logam tebal.* Lindungi kepala. Kepala kena, langsung mati. Tidak ada tentara perang tanpa helm.


*Kepala = pusat pikiran.* Iblis serang paling brutal di pikiran kita. 2 Kor 10:5: *“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia yang menentang pengenalan akan Allah.”*


*Ketopong keselamatan = kepastian kita sudah diselamatkan.* 1 Tes 5:8: *“...dan berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.”*


**Kalau kita tidak yakin selamat, iblis mainkan pikiran:* “Dosamu kebangetan, Tuhan sudah capek.” “Kamu tidak akan tahan sampai akhir.”  

“Pasti masuk neraka.”  


*Tapi ketopong keselamatan bilang: “Aku milik Yesus. Titik. Tidak ada yang bisa rebut aku dari tangan-Nya.”* Yoh 10:28


**Petrus** hampir mati rohani karena helmnya lepas. Lukas 22:31-32: Yesus bilang: *“Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur.”*


Petrus sombong: “Tuhan, aku siap masuk penjara dan mati bersama-Mu!” 3 jam kemudian, dia sangkal Yesus 3x. Helm lepas. Pikiran kacau. Iblis tembak: “Kamu pengkhianat. Habis kamu.” Petrus keluar, nangis pahit. Tapi Yesus tidak buang dia. Yoh 21: Yesus datengin, pulihin, pakai lagi. 


*Kenapa? Karena keselamatan Petrus tidak tergantung kuatnya genggaman Petrus ke Yesus. Tapi tergantung kuatnya genggaman Yesus ke Petrus.*


*Joni Eareckson Tada*, lumpuh leher ke bawah umur 17 karena kecelakaan diving, tiap hari perang di pikiran. Bangun tidur, iblis tembak: “Hidupmu sudah selesai. Kamu jadi beban. Tuhan tidak sayang kamu.” 


Depresi berat. Mau bunuh diri. Tapi Roma 8:38-39 jadi ketopongnya: *“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup... tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”*


Dia pasang ketopong itu tiap pagi. Sekarang 57 tahun lumpuh, tapi dia lukis pakai mulut, tulis 50+ buku, dirikan yayasan kursi roda global, bawa ribuan orang lumpuh kenal Yesus. 


Joni bilang: *“Kalau saya lepas ketopong keselamatan, saya sudah mati dari 50 tahun lalu. Tapi karena saya yakin saya milik Yesus, saya bisa senyum di kursi roda.”*


✝️ *IBLIS TIDAK BISA BATALIN SALIB. JADI DIA COBA BIKIN KITA LUPA KALAU KITA SUDAH DISELAMATKAN*


✅ *HARI INI WAKTU PIKIRAN DISERANG: “KAMU GAGAL”, “TUHAN MUAL SAMA KAMU”, KITA PAKAI KETOPONG: “ROMA 8:1 – TIDAK ADA PENGHUKUMAN BAGI MEREKA YANG ADA DI DALAM KRISTUS YESUS.” PIKIRAN KITA AMAN. KITA BISA PERANG LAGI.*


*๐ŸŸข PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH: KEPASTIAN YANG MENJAGA PIKIRAN*











Prakiraan Cuaca Tanggal 27 Juni Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 27 Juni 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokkan angin (shearline), namun kuatnya tiupan angin di lapisan atmosfer dapat menyebabkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan tidak signifikan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan dan berawan tebal sepanjang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- NIL


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 27 Juni 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Jangan Permainkan Allah

 Santapan Harian

Jangan Permainkan Allah! 

1 Samuel 6:1-7:1 


Setelah seseorang menyadari penyebab dari penderitaannya, apakah orang itu akan langsung bertindak untuk menyelesaikannya? Belum tentu. Acap kali orang menunda-nunda sehingga mereka hanya menderita lebih lama lagi.


Selama tabut TUHAN berada di wilayah Filistin, Ia terus menimpakan bencana ke atas orang Filistin. Pada akhirnya, setelah tujuh bulan, mereka memutuskan untuk membawa kembali tabut itu ke Israel dan membayar kurban penebus salah (6:1-8). Mereka menaruh tabut dan kurban itu di atas kereta yang ditarik dua ekor lembu betina, lalu membiarkannya pergi tanpa dikendalikan. Kedua lembu itu berjalan lurus ke Bet-Semes sehingga membuktikan bahwa malapetaka besar yang mereka alami memang berasal dari TUHAN (6:9-12).


Penduduk Bet-Semes menyambutnya dengan sukacita dan mempersembahkan kurban kepada TUHAN (6:13-15). Namun, sebagian dari penduduk itu dihukum mati karena mereka melihat ke dalam Tabut TUHAN, sehingga dukacita meliputi semua penduduk. Karena itu, mereka meminta agar penduduk Kiryat-Yearim membawa Tabut TUHAN (6:19-7:1).


Orang Filistin memindahkan Tabut Allah dari satu kota ke kota lain seolah-olah kuasa Allah bisa dikurung di tempat tertentu. Justru, dengan upaya ini, mereka mempermainkan Allah. Selama tujuh bulan, mereka hidup dalam tekanan berat akibat murka Allah yang dinyatakan berupa borok yang menyiksa, wabah tikus yang melanda, dan kematian yang terus-menerus terjadi. Ini bukan sekadar bencana alam ataupun kebetulan, melainkan hukuman keras dari Allah. Melalui kereta lembu yang berjalan sendiri ke wilayah umat Allah, mereka mengakui bahwa Allah Israel adalah Pribadi yang kudus, berdaulat, dan layak dihormati.


Janganlah kita menunda pertobatan, mempermainkan kekudusan Allah, dan menarik ulur ketaatan kita. Marilah kita menaati Allah dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang mau tunduk dan hormat kepada-Nya. Segeralah berhenti menyalahkan keadaan atau orang lain, agar kita dapat melakukan yang benar dan merasakan sukacita. [MKD]



Baca Gali Alkitab 13


1 Samuel 2:1-10


Apa yang membuat kita berdoa? Kebanyakan dari kita berdoa karena sebagai orang Kristen kita memang diharuskan untuk berdoa setiap hari. Doa seperti ini biasanya hanya terasa sebagai rutinitas semata-mata. Lain halnya jika kita berdoa setelah akhirnya mendapatkan kelegaan dari pergumulan yang panjang. Doa kita pasti penuh dengan kata-kata terima kasih, ucapan syukur, dan ungkapan kebahagiaan. Demikianlah doa Hana yang penuh puji-pujian kepada Tuhan.


Apa saja yang Anda baca?

1. Mengapa Hana berkata bahwa hatinya bergembira? (1)

2. Selain TUHAN, adakah yang kudus? (2)

3. Apa yang tidak boleh dilakukan manusia, dan mengapa? (3-5)

4. Berapa besarkah kuasa TUHAN? (6-7)

5. Apa yang TUHAN mampu lakukan bagi orang lemah, orang miskin, dan orang yang dikasihi-Nya? Bagaimana dengan orang fasik? (8-9)

6. Apa yang akan TUHAN lakukan atas orang yang melawan-Nya, juga atas seluruh bumi serta raja yang diangkat-Nya dan orang yang diurapi-Nya? (10)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa atau siapa sumber sukacita kita yang terbesar?

2. Siapakah Tuhan yang kita kenal dan sembah? Mengapa hanya kepada Tuhan saja kita berdoa?

3. Mengapa kita tetap hidup benar dan setia dalam Tuhan meski kita mendapat perkataan yang merendahkan dari orang lain?


Apa respons Anda?

1. Bagaimana Anda akan berdoa malam ini dengan segala keterbatasan dan kekurangan Anda?

2. Ketika Anda melihat saudara atau teman Anda yang lemah, apa yang akan Anda lakukan baginya?


Pokok Doa:

Bersyukur atas pemeliharaan Tuhan dan jawaban-Nya atas doa-doa kita, dan memohon perlindungan-Nya senantiasa.













Jumat, 26 Juni 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 26 Juni Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 26 Juni 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokkan angin (shearline) serta kondisi kelembapan udara yang relatif masih tinggi di lapisan atas di wilayah Pulau Bintan sekitarnya dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan dan berawan tebal serta berpotensi hujan ringan pada siang hari bersifat lokal/tidak merata.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- NIL


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 26 Juni 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Tekanan Sebagai Undangan Ilahi

 Santapan Harian

Tekanan sebagai Undangan Ilahi 

1 Samuel 5 


Orang Filistin menang dan merampas Tabut Allah. Apakah dengan begini Dagon, allah Filistin, telah mengalahkan TUHAN, Allah Israel?


Setelah mengalahkan orang Israel, orang Filistin membawa Tabut Allah ke Asdod dan menempatkannya di kuil Dagon (1-2). Namun, keesokan harinya, patung Dagon ditemukan jatuh di hadapan Tabut TUHAN, dan hal itu terulang pada keesokan harinya lagi, patung itu jatuh sampai rusak parah (3-4).


Lalu, TUHAN menimpakan penyakit borok ke atas penduduk Asdod. Karena penderitaan itu, mereka memindahkan Tabut Allah Israel ke Gat (6-8). Namun, penduduk Gat juga mengalami penderitaan serupa. Ketika tabut itu dikirim ke Ekron, penduduknya panik dan menolaknya karena mereka tidak ingin binasa (9-10). Akhirnya orang Filistin sadar bahwa Tabut TUHAN membawa tekanan yang sangat berat dan tidak bisa tetap tinggal di tengah-tengah mereka (11-12).


Tabut Allah bukan sekadar benda keramat, melainkan lambang konkret bahwa Allah sendiri hadir dan bekerja di tengah-tengah umat-Nya. Kehadiran Allah bukan hanya memberikan penghiburan dan berkat, terkadang juga membawa penghakiman dan kutuk bagi umat yang tegar tengkuk. Israel mengalami kekalahan bukan karena Allah lemah, tetapi karena mereka hidup dalam kejahatan, bukan ketaatan, dan mengandalkan simbol, bukan Allah sendiri.


Allah membiarkan tabut-Nya dibawa ke kota Filistin untuk menunjukkan kuasa-Nya atas Dagon dan orang Filistin. Semua tekanan atas mereka memiliki satu tujuan, yaitu menyatakan bahwa TUHAN adalah Allah Yang Mahakudus dan Yang Mahakuasa, yang berdaulat dan layak dihormati oleh semua bangsa.


Saat hidup penuh tekanan dan kita merasa seperti kalah perang, mungkin Tuhan sedang mengundang kita untuk mengenal-Nya dengan benar, agar kita kembali menghormati kehadiran-Nya di tengah-tengah kita. Maukah kita mengoreksi dan memperbarui diri? Pertobatan sejati lahir dari hati yang takluk dan taat kepada Allah, yang mengakui dan menghormati kedaulatan Tuhan atas seluruh hidup kita. [MKD]













Kamis, 25 Juni 2026

Yunus 4 : 4

 Slmt pg buat kita semua.


Yunus 4:4 (TB) Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

























Demikianlah Firman Tuhan

 Yesaya 37:34-35 (TB) Melalui jalan, dari mana ia datang, ia akan pulang, tetapi ke kota ini ia tidak akan masuk, demikianlah firman TUHAN. 

Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku." 


https://alkitab.app/v/3f8ccdae32a5















Yesaya 37 : 20

 Yesaya 37:20 (TB) Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN."