H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 19 Agustus 2026

Renungan Kesepakatan Orang yang Melawan Allah

 Santapan Harian

Kesepakatan Orang yang Melawan Allah 

2 Samuel 3:2-21 


Allah tidak berkenan kepada orang-orang yang melawan kerajaan-Nya. Jangan heran jika kesepakatan mereka tidak akan bertahan.


Selama peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud, Abner menjadi makin berpengaruh (6). Sepertinya posisi ini membuatnya besar kepala karena, saat Isboset menegurnya atas perzinaannya dengan Rizpa, selir Saul, ia sangat marah. Ia mengingatkan kesetiaannya kepada keluarga Saul dan membuat sumpah untuk memindahkan kerajaan dari keluarga Saul ke keluarga Daud (7-10). Isboset pun diam (11), tetapi sumpah telah dibuat dan segera dilaksanakan.


Abner mengirim utusan kepada Daud untuk mengikat perjanjian dengannya (12). Daud menyetujui dengan syarat bahwa Mikhal, istrinya, yang adalah putri Saul, harus diambil dari suaminya dan dikembalikan kepada Daud (14-16).


Abner berhasil membujuk tua-tua Israel dan orang Benyamin untuk bergabung dengan Daud (17-19). Abner datang bersama 20 orang, dan dalam perjamuan ia menyatakan kesiapannya untuk menghimpun seluruh orang Israel dan mengikat perjanjian dengan Daud sebagai raja atas semua (20-21).


Kesepakatan Abner dan Isboset tidak berjalan lama, tidak lebih dari 2 tahun (lih. 2:10). Karena kesombongan, terjadi konfrontasi yang berujung pada perubahan keberpihakan. Abner yang tadinya meninggikan Isboset berbalik mendukung Daud.


Kesepatakan mereka akhirnya terpecah. Isboset bersepakat dengan Daud untuk mengembalikan Mikhal, dan Abner bersepakat dengan orang Israel untuk mengakui Daud sebagai raja.


Dari kisah ini kita mendapat bukti bahwa kesepakatan orang-orang yang melawan kerajaan Allah pada akhirnya tidak akan bertahan lama karena mereka adalah orang-orang yang hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri, dan kesepakatan mereka tidak mungkin diberkati Allah. Karena itu, kita tidak perlu takut dengan kesepakatan seperti itu. Selama kita mengenali dan mendukung kerajaan Allah, kita akan bertahan sampai akhir dan terbukti setia. [INT]