H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 04 September 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 4 September Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*

 

*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 4 September 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun kuatnya tiupan angin pada lapisan atmosfer atas dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran hutan/lahan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)





















Prakiraan Cuaca Tanggal 4 September 2026 Prov Kepulauan Riau

Renungan Kepahitan Hati

 Santapan Harian

Kepahitan Hati 

2 Samuel 14 


Bagaimana perasaan kita jika kita mengetahui bahwa ayah atau anak yang kita banggakan melakukan tindakan keji? Tentu, perbuatan itu tak dapat diterima. Karena kepahitan hati, seorang ayah dan anak bisa putus kontak, dan enggan bertemu.


Inilah yang sepertinya dirasakan oleh Absalom. Hatinya pahit karena kakaknya memerkosa adiknya, sementara ayahnya tidak melakukan apa-apa. Ia pun mengambil tindakan sendiri, membunuh Amnon, lalu melarikan diri (lih. 2Sam.13:37).


Inilah juga yang barangkali dirasakan oleh Daud. Ketika Absalom pergi selama tiga tahun, ia tidak berusaha mencarinya. Justru Yoablah yang mengupayakan agar Absalom bisa berjumpa dengan Daud (1-20). Lewat seorang perempuan bijak dari Tekoa, Yoab menyampaikan permohonan agar Daud mau menerima kepulangan Absalom. Namun, setelah Absalom pulang ke Yerusalem, selama dua tahun Daud tidak mau menemui anaknya itu (24).


Absalom hanyalah seorang anak yang terluka oleh orang-orang terdekatnya; tidak diceritakan bahwa pada awalnya dia berperangai buruk. Bahkan ia amat dipuji karena ketampanannya di seluruh Israel. Bisa jadi, dendamnya adalah reaksi atas ketidakadilan yang dilihatnya di tengah keluarganya sendiri.


Kepada Yoab, Absalom mengatakan bahwa lebih baik ia dihukum mati daripada tidak diacuhkan oleh Daud karena ia tidak merasa bersalah (32).


Memang, pada akhirnya Daud menemui Absalom dan menciumnya (33). Namun, sepertinya belum terjadi rekonsiliasi. Pertemuan mereka belum membawa perdamaian. Hal itu terbukti kemudian ketika akhirnya Absalom memberontak melawan Daud (lih. 2Sam 15).


Betapa menyedihkan, relasi ayah dan anak menjadi kepahitan hati. Kepahitan inilah yang menghalangi kasih dan menimbulkan ketidakpedulian. Kepahitan hati seperti ini harus diatasi secara tuntas sebelum menyebabkan kekerasan dan kepahitan yang lebih besar lagi.


Mari kita periksa hati kita masing-masing: adakah kepahitan hati yang lahir dari kekecewaan? Akuilah dengan jujur kepada Tuhan dan mintalah penyembuhan dari-Nya. [JHN]