H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 20 Juli 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 20 Juli Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 20 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan adanya pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang diprakirakan Cerah Berawan dan masih terdapat potensi hujan ringan-sedang dengan skala lokal/ tidak merata dan berlangsung singkat.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang - lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang hari di Kab. Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 20 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau


Yohanes 15 : 8

 


Kiranya Tuhan Elohim memberkati kita seluruhnya, dan berkenan dengan ibadah kita hari ini, serta senantiasa menyertai dan menolong kita seluruhnya, untuk kemuliaan Tuhan Elohim, dan untuk kita memuliakan Bapa di sorga: berbuah banyak dalam Tuhan Yesus (Yoh. 15:8), dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.

⛪๐Ÿ›๐Ÿ•Š️❤️๐Ÿค๐Ÿ˜‡๐Ÿ™









Snack Long Distance Medan and Dumai





Wah ketinggalan kapal ya ?





Mess Bintang Utara





Bus Bintang Utara





Ngapain tuh ?





Happy Saturday





Breakfast in GMH










Global Mission House Front


Saat Berdiam Diri

 *“Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”*  

๐Ÿ“– *Ester 4:14 TB*


*Ester menghadapi raksasa yang bernama ketakutan dan genosida.* Haman, seorang pejabat tinggi kerajaan Persia, telah mengeluarkan undang-undang untuk memusnahkan seluruh bangsa Yahudi dalam satu hari. *Ester 3:13 TB:* *“Disampaikanlah surat-surat itu ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas.”*


*Ester memiliki segala alasan untuk diam.* Ia adalah ratu, hidup aman di istana. Ia juga memiliki hukum yang mengancam nyawanya. *Ester 4:11 TB:* *“Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati.”*


*Namun Mordekhai mengingatkannya bahwa diam bukan pilihan.* Ester harus memilih antara kenyamanan pribadi atau ketaatan kepada panggilan Tuhan.


*Ester mengalahkan ketakutan dengan tiga hal.* Pertama, ia berpuasa dan berdoa. *Ester 4:16 TB:* *“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian.”* Kedua, ia mengubah pola pikirnya dari “aku mungkin mati” menjadi “untuk saat seperti ini aku dipanggil”. Ketiga, ia bertindak dengan berani. *Ester 4:16 TB:* *“Dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”*


*Hasilnya, Tuhan membalikkan keadaan.* *Ester 8:17 TB: “Juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira.” Haman digantung pada tiang yang ia buat sendiri, dan seluruh bangsa Yahudi diselamatkan karena satu wanita berani mengalahkan ketakutannya.*


*Irena Sendler*, seorang perawat di Warsawa, Polandia, mengalahkan raksasa yang sama pada Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1942, Nazi membantai bangsa Yahudi. **Irena tidak memiliki tentara, tidak memiliki jabatan. Ia hanyalah seorang perawat biasa.** Jika tertangkap menyelundupkan anak Yahudi, ia akan dihukum mati.


Namun ia melihat 2.500 anak Yahudi akan dibawa ke kamp kematian. *Raksasa ketakutan berkata: “Diam saja, ini bukan urusanmu. Engkau akan mati.”* Namun hati nuraninya berkata seperti Mordekhai: *“Mungkin untuk saat seperti ini engkau dilahirkan.”*


Irena membuat dokumen palsu. Ia menyelundupkan anak-anak Yahudi di dalam kotak perkakas, karung kentang, dan bahkan peti mati. Ia menyimpan nama asli mereka di dalam toples kaca yang dikubur di taman, agar suatu hari mereka dapat kembali kepada keluarganya.


Ia tertangkap dan disiksa dengan sangat kejam, kakinya dipatahkan. Namun ia tidak membuka mulut. *Dari 2.500 anak yang ia selamatkan, hampir semuanya hidup karena satu wanita menolak tunduk kepada ketakutan.*


Di akhir hidupnya ia berkata: *“Aku bisa saja berbuat lebih banyak. Penyesalan inilah yang akan mengikutiku sampai mati.”*


✝️ *KETAKUTAN MEMBUAT KITA DIAM. KEBERANIAN MEMBUAT TUHAN BERTINDAK*


✅ *RENUNGAN HARI INI:*  

Raksasa ketakutan apa yang membuat kita diam hari ini? *Takut ditolak jika bersaksi? Takut kehilangan jabatan jika hidup benar? Takut dianggap aneh jika menjaga kekudusan?* *Ester 4:14 TB: “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang se

Lanjut **HARI 7 - PENUTUP: PAULUS – Mengalahkan Raksasa Terakhir Yaitu Maut**? KEBERANIAN*


*“Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”*  

๐Ÿ“– *Ester 4:14 TB*


*Ester menghadapi raksasa yang bernama ketakutan dan genosida.* Haman, seorang pejabat tinggi kerajaan Persia, telah mengeluarkan undang-undang untuk memusnahkan seluruh bangsa Yahudi dalam satu hari. *Ester 3:13 TB:* *“Disampaikanlah surat-surat itu ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas.”*


*Ester memiliki segala alasan untuk diam.* Ia adalah ratu, hidup aman di istana. Ia juga memiliki hukum yang mengancam nyawanya. *Ester 4:11 TB: Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati.”*


*Namun Mordekhai mengingatkannya bahwa diam bukan pilihan.* Ester harus memilih antara kenyamanan pribadi atau ketaatan kepada panggilan Tuhan.


*Ester mengalahkan ketakutan dengan tiga hal.* Pertama, ia berpuasa dan berdoa. *Ester 4:16 TB: “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian.”* 


Kedua, ia mengubah pola pikirnya dari “aku mungkin mati” menjadi “untuk saat seperti ini aku dipanggil”. Ketiga, ia bertindak dengan berani. *Ester 4:16 TB:* *“Dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”*


*Hasilnya, Tuhan membalikkan keadaan. Ester 8:17 TB: “Juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira.” Haman digantung pada tiang yang ia buat sendiri, dan seluruh bangsa Yahudi diselamatkan karena satu wanita berani mengalahkan ketakutannya.*


*Irena Sendler*, seorang perawat di Warsawa, Polandia, mengalahkan raksasa yang sama pada Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1942, Nazi membantai bangsa Yahudi. *Irena tidak memiliki tentara, tidak memiliki jabatan. Ia hanyalah seorang perawat biasa.* Jika tertangkap menyelundupkan anak Yahudi, ia akan dihukum mati.


Namun ia melihat 2.500 anak Yahudi akan dibawa ke kamp kematian. *Raksasa ketakutan berkata: “Diam saja, ini bukan urusanmu. Engkau akan mati.”* Namun hati nuraninya berkata seperti Mordekhai: *“Mungkin untuk saat seperti ini engkau dilahirkan.”*


Irena membuat dokumen palsu. Ia menyelundupkan anak-anak Yahudi di dalam kotak perkakas, karung kentang, dan bahkan peti mati. Ia menyimpan nama asli mereka di dalam toples kaca yang dikubur di taman, agar suatu hari mereka dapat kembali kepada keluarganya.


Ia tertangkap dan disiksa dengan sangat kejam, kakinya dipatahkan. Namun ia tidak membuka mulut. *Dari 2.500 anak yang ia selamatkan, hampir semuanya hidup karena satu wanita menolak tunduk kepada ketakutan.*


Di akhir hidupnya ia berkata: *“Aku bisa saja berbuat lebih banyak. Penyesalan inilah yang akan mengikutiku sampai mati.”*


✝️ *KETAKUTAN MEMBUAT KITA DIAM. KEBERANIAN MEMBUAT TUHAN BERTINDAK*


✅ *RENUNGAN HARI INI:*  

Raksasa ketakutan apa yang membuat kita diam hari ini? *Takut ditolak jika bersaksi? Takut kehilangan jabatan jika hidup benar? Takut dianggap aneh jika menjaga kekudusan?Ester 4:14 TB: “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” Posisi kita hari ini, pekerjaan kita, pengaruh kita, bukanlah kebetulan. Tuhan menempatkan kita untuk menjadi jawaban pada zaman ini.* Hari ini, ambillah waktu berpuasa dan berdoa seperti Ester. Kemudian beranilah berkata: *“Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati. Aku akan melakukan kebenaran.”*


๐ŸŸข *GIANTS KILLER: ESTER – MENGALAHKAN RAKSASA KETAKUTAN DENGAN KEBERANIAN*




Komplek Kampus Pertanian




Taman Peternakan USU







Renungan Cara Allah yang Sederhana

 Santapan Harian

Cara Allah yang Sederhana 

1 Samuel 26 


Allah kita adalah Allah yang Mahakuasa, yang kadang cara-Nya untuk memelihara kita begitu sederhana, seperti dalam nas kita hari ini.


Daud melihat Saul, yang masih terus mengejarnya, sekarang berbaring di tengah-tengah perkemahan dengan tentaranya di sekelilingnya (5). Daud dan Abisai mendatangi tentara Saul pada malam hari. Abisai meminta izin untuk menikam Saul ke tanah dengan sekali tikam dengan tombak, tetapi Daud mencegahnya karena ia tahu ia tidak boleh melayangkan tangannya terhadap orang yang diurapi TUHAN. Daud percaya bahwa TUHAN yang akan membunuh Saul, entah karena tiba ajalnya atau karena mati dalam perang. Daud hanya mengambil tombak dan kendi air dari sebelah kepala Saul, lalu pergi (7-12a).


Ketika kita membaca bagaimana Daud dan Abisai masuk ke perkemahan Saul tanpa ada yang mengetahuinya, padahal Saul berkemah dengan 3.000 tentaranya, pasti kita akan heran bagaimana hal itu bisa terjadi. Sesungguhnya, penulis juga tahu bahwa ini sebenarnya tidak masuk akal. Pastinya, ada tentara yang berpatroli, dan kemah raja di pusat perkemahan pasti dijaga ketat. Untuk itu, penulis sudah memberikan jawabannya. "Tidak ada yang melihat, tidak ada yang mengetahui, tidak ada yang terbangun, sebab mereka semua tidur, karena TUHAN membuat mereka tidur nyenyak" (12b). Agar Daud dapat melewati 3.000 tentara musuh dengan selamat dan sekali lagi membuktikan kebaikan-Nya kepada Saul, Allah memakai cara yang sangat sederhana: membuat mereka semua tidur.


Peristiwa ini menekankan betapa hebatnya Allah kita, dan tidak ada hal yang sulit bagi-Nya. Masalah yang begitu sulit bagi kita tidak ada apa-apanya di tangan Allah.


Apakah kita mengerti betapa mudah dan sederhananya bagi Allah untuk mengatasi setiap masalah kita? Jadi, apabila masalah kita belum selesai, bisa jadi hal itu karena Allah memiliki tujuan lain, barangkali Dia hendak mengasah kita untuk menjadi lebih sabar, matang, dan siap dipakai-Nya, dan juga untuk menjaga kita, supaya kita terus berbuat benar dan setia di hadapan-Nya. [INT]