*“Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”*
๐ *Ester 4:14 TB*
*Ester menghadapi raksasa yang bernama ketakutan dan genosida.* Haman, seorang pejabat tinggi kerajaan Persia, telah mengeluarkan undang-undang untuk memusnahkan seluruh bangsa Yahudi dalam satu hari. *Ester 3:13 TB:* *“Disampaikanlah surat-surat itu ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas.”*
*Ester memiliki segala alasan untuk diam.* Ia adalah ratu, hidup aman di istana. Ia juga memiliki hukum yang mengancam nyawanya. *Ester 4:11 TB:* *“Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati.”*
*Namun Mordekhai mengingatkannya bahwa diam bukan pilihan.* Ester harus memilih antara kenyamanan pribadi atau ketaatan kepada panggilan Tuhan.
*Ester mengalahkan ketakutan dengan tiga hal.* Pertama, ia berpuasa dan berdoa. *Ester 4:16 TB:* *“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian.”* Kedua, ia mengubah pola pikirnya dari “aku mungkin mati” menjadi “untuk saat seperti ini aku dipanggil”. Ketiga, ia bertindak dengan berani. *Ester 4:16 TB:* *“Dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”*
*Hasilnya, Tuhan membalikkan keadaan.* *Ester 8:17 TB: “Juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira.” Haman digantung pada tiang yang ia buat sendiri, dan seluruh bangsa Yahudi diselamatkan karena satu wanita berani mengalahkan ketakutannya.*
*Irena Sendler*, seorang perawat di Warsawa, Polandia, mengalahkan raksasa yang sama pada Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1942, Nazi membantai bangsa Yahudi. **Irena tidak memiliki tentara, tidak memiliki jabatan. Ia hanyalah seorang perawat biasa.** Jika tertangkap menyelundupkan anak Yahudi, ia akan dihukum mati.
Namun ia melihat 2.500 anak Yahudi akan dibawa ke kamp kematian. *Raksasa ketakutan berkata: “Diam saja, ini bukan urusanmu. Engkau akan mati.”* Namun hati nuraninya berkata seperti Mordekhai: *“Mungkin untuk saat seperti ini engkau dilahirkan.”*
Irena membuat dokumen palsu. Ia menyelundupkan anak-anak Yahudi di dalam kotak perkakas, karung kentang, dan bahkan peti mati. Ia menyimpan nama asli mereka di dalam toples kaca yang dikubur di taman, agar suatu hari mereka dapat kembali kepada keluarganya.
Ia tertangkap dan disiksa dengan sangat kejam, kakinya dipatahkan. Namun ia tidak membuka mulut. *Dari 2.500 anak yang ia selamatkan, hampir semuanya hidup karena satu wanita menolak tunduk kepada ketakutan.*
Di akhir hidupnya ia berkata: *“Aku bisa saja berbuat lebih banyak. Penyesalan inilah yang akan mengikutiku sampai mati.”*
✝️ *KETAKUTAN MEMBUAT KITA DIAM. KEBERANIAN MEMBUAT TUHAN BERTINDAK*
✅ *RENUNGAN HARI INI:*
Raksasa ketakutan apa yang membuat kita diam hari ini? *Takut ditolak jika bersaksi? Takut kehilangan jabatan jika hidup benar? Takut dianggap aneh jika menjaga kekudusan?* *Ester 4:14 TB: “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang se
Lanjut **HARI 7 - PENUTUP: PAULUS – Mengalahkan Raksasa Terakhir Yaitu Maut**? KEBERANIAN*
*“Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”*
๐ *Ester 4:14 TB*
*Ester menghadapi raksasa yang bernama ketakutan dan genosida.* Haman, seorang pejabat tinggi kerajaan Persia, telah mengeluarkan undang-undang untuk memusnahkan seluruh bangsa Yahudi dalam satu hari. *Ester 3:13 TB:* *“Disampaikanlah surat-surat itu ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas.”*
*Ester memiliki segala alasan untuk diam.* Ia adalah ratu, hidup aman di istana. Ia juga memiliki hukum yang mengancam nyawanya. *Ester 4:11 TB: Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati.”*
*Namun Mordekhai mengingatkannya bahwa diam bukan pilihan.* Ester harus memilih antara kenyamanan pribadi atau ketaatan kepada panggilan Tuhan.
*Ester mengalahkan ketakutan dengan tiga hal.* Pertama, ia berpuasa dan berdoa. *Ester 4:16 TB: “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian.”*
Kedua, ia mengubah pola pikirnya dari “aku mungkin mati” menjadi “untuk saat seperti ini aku dipanggil”. Ketiga, ia bertindak dengan berani. *Ester 4:16 TB:* *“Dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”*
*Hasilnya, Tuhan membalikkan keadaan. Ester 8:17 TB: “Juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira.” Haman digantung pada tiang yang ia buat sendiri, dan seluruh bangsa Yahudi diselamatkan karena satu wanita berani mengalahkan ketakutannya.*
*Irena Sendler*, seorang perawat di Warsawa, Polandia, mengalahkan raksasa yang sama pada Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1942, Nazi membantai bangsa Yahudi. *Irena tidak memiliki tentara, tidak memiliki jabatan. Ia hanyalah seorang perawat biasa.* Jika tertangkap menyelundupkan anak Yahudi, ia akan dihukum mati.
Namun ia melihat 2.500 anak Yahudi akan dibawa ke kamp kematian. *Raksasa ketakutan berkata: “Diam saja, ini bukan urusanmu. Engkau akan mati.”* Namun hati nuraninya berkata seperti Mordekhai: *“Mungkin untuk saat seperti ini engkau dilahirkan.”*
Irena membuat dokumen palsu. Ia menyelundupkan anak-anak Yahudi di dalam kotak perkakas, karung kentang, dan bahkan peti mati. Ia menyimpan nama asli mereka di dalam toples kaca yang dikubur di taman, agar suatu hari mereka dapat kembali kepada keluarganya.
Ia tertangkap dan disiksa dengan sangat kejam, kakinya dipatahkan. Namun ia tidak membuka mulut. *Dari 2.500 anak yang ia selamatkan, hampir semuanya hidup karena satu wanita menolak tunduk kepada ketakutan.*
Di akhir hidupnya ia berkata: *“Aku bisa saja berbuat lebih banyak. Penyesalan inilah yang akan mengikutiku sampai mati.”*
✝️ *KETAKUTAN MEMBUAT KITA DIAM. KEBERANIAN MEMBUAT TUHAN BERTINDAK*
✅ *RENUNGAN HARI INI:*
Raksasa ketakutan apa yang membuat kita diam hari ini? *Takut ditolak jika bersaksi? Takut kehilangan jabatan jika hidup benar? Takut dianggap aneh jika menjaga kekudusan?Ester 4:14 TB: “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” Posisi kita hari ini, pekerjaan kita, pengaruh kita, bukanlah kebetulan. Tuhan menempatkan kita untuk menjadi jawaban pada zaman ini.* Hari ini, ambillah waktu berpuasa dan berdoa seperti Ester. Kemudian beranilah berkata: *“Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati. Aku akan melakukan kebenaran.”*
๐ข *GIANTS KILLER: ESTER – MENGALAHKAN RAKSASA KETAKUTAN DENGAN KEBERANIAN*
 |
| Komplek Kampus Pertanian |
 |
| Taman Peternakan USU |