Slmt pg buat kita semua .
Mazmur 16:8 (TB) Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
🙏🙏🙏
Slmt pg buat kita semua .
Mazmur 16:8 (TB) Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
🙏🙏🙏
*Living Under the Authority of God's Word*
[Hidup di Bawah Otoritas Firman Allah]
*Yohanes 17:17,* _"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran"._
Ada beberapa kata penting dari ayat ini: ada kata *Ἁγίασον (Hagiason) =* "Kuduskanlah;" berasal dari kata *ἁγιάζω (hagiazō)* yang berarti: menguduskan, memisahkan bagi Allah, menjadikan seseorang layak dipakai untuk tujuan Allah. → Pengudusan di sini bukan hanya soal moral, tetapi juga tentang dipersembahkan sepenuhnya bagi Allah. Kemudian ada kata *ἀλήθεια (alētheia) =* "kebenaran". → Bukan sekadar fakta yang benar. Dalam pemahaman Yohanes, kebenaran adalah realitas Allah yang sejati, yang dinyatakan melalui Kristus dan firman-Nya. Selanjutnya ada kata *λόγος (logos) =* "firman." → Dapat berarti perkataan, pesan, atau penyataan Allah. Dalam konteks ini menunjuk pada firman Allah yang diucapkan dan dinyatakan kepada manusia. Dalam doa-Nya, Yesus memohon kepada Bapa agar para murid dikuduskan melalui kebenaran Allah.→ artinya, Allah membentuk karakter, cara berpikir, dan kehidupan mereka melalui firman-Nya sehingga menjadi umat yang hidup sesuai kehendak-Nya.
Untuk kalimat kedua, _"Firman-Mu adalah kebenaran,"_ menegaskan bahwa firman Allah merupakan standar kebenaran yang mutlak. Bukan budaya, pendapat manusia, atau keadaan yang menjadi ukuran utama, melainkan penyataan Allah sendiri. Maka dengan demikian, pengudusan bukan terjadi terutama karena usaha manusia, melainkan karena Allah bekerja melalui firman-Nya yang diterima, dipercaya, dan ditaati. Sebagai penerapannya: _pertama,_ dengan *Menjadikan firman Allah sebagai standar hidup.* Sebelum mengambil keputusan, mengajar, atau bertindak, orang percaya perlu bertanya, _"Apakah ini sesuai dengan firman Tuhan?"_ Jadi Firman menjadi dasar untuk membedakan yang benar dan yang salah. _Kedua,_ tetap *Membiarkan firman membentuk karakter setiap hari.* Pengudusan sebagai proses yang berkelanjutan. Lalu dengan membaca, merenungkan, dan menaati firman secara konsisten, maka Allah akan mengubah hati, pikiran, dan perilaku sehingga semakin serupa dengan Kristus. Dan _ketiga,_ dengan *Hidup sebagai saksi kebenaran di tengah dunia.* Para murid Yesus dikuduskan bukan untuk mengasingkan diri, melainkan untuk diutus.
Lalu kehidupan yang mencerminkan kejujuran, kasih, kekudusan, dan integritas menjadi kesaksian nyata tentang kebenaran Allah kepada orang lain. Intinya, Firman Allah bukan semata memberikan informasi, tetapi juga mentransformasi kehidupan. Pada saa firman diterima dan ditaati, Allah menguduskan umat-Nya sehingga mereka hidup sesuai dengan kehendak-Nya dan menjadi saksi kebenaran di dunia. Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa ada banyak orang tidak menganggap bahwa firman Tuhan sebagai hal penting. Padahal Firman Tuhan adalah sebagai makanan rohani, dimana setiap hari seseorang harus bergaul dengan Firman-Nya, serta dengan merenungkan firmannya dalam kehidupan setiap hari. Karena Alkitab menyatakan bahwa, _"Orang yang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam, ia seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air yang akan selalu menghasilkan buah pada musimnya, yang tidak layu daunnya dan apa saja yang dikerjakannya pasti berhasil"._ Jadi bila demikian akan ada out put positif bagi yang dalam kebenaran Firman-Nya. Dan ketaatan kepada Firman menghasilkan pertumbuhan rohani serta kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus. Juga orang percaya dipanggil untuk hidup di bawah otoritas Firman Allah sebagai dasar iman dan tindakan. D. L. Moody menyatakan, _"The Bible was not given for our information but for our transformation"_ [Alkitab tidak diberikan hanya untuk menambah pengetahuan kita, tetapi untuk mengubah kehidupan kita].
*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*
Slmt pg buat kita semua..
Yeremia 32:27 (TB) "Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?
🙏🙏🙏
*“Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”*
📖 *Ibrani 11:8*
*Tuhan bilang ke Abraham: “Pergi.” Tapi tidak kasih alamat.* Kejadian 12:1: *“Pergilah dari negerimu... ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.”*
*Bayangksn kita disuruh pindah rumah, tapi Tuhan cuma bilang: “Jalan aja dulu. Nanti Aku kasih tahu.”* Logika kita: “Tuhan, minimal kode pos dong!”
*Tapi iman Abraham beda. Dia tidak butuh peta lengkap. Dia cuma butuh Pribadi yang panggil.* Umur 75, mapan di Ur-Kasdim, punya keluarga, karir, KTP. Tapi dia bongkar tenda, ajak Sara, keponakan Lot, jalan kaki ratusan kilo ke tanah yang dia tidak kenal.
*Ibrani 11:9-10:* *“Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing... Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.”*
*Abraham jalan bukan karena lihat tanah Kanaan. Abraham jalan karena lihat Tuhan yang janji.* Matanya tidak ke “mana”. Matanya ke “Siapa”.
*Hasilnya?* Dari 1 orang yang taat pergi, lahir 1 bangsa. Dari 1 orang yang percaya, lahir Yesus Sang Juruselamat. *Roma 4:11: Abraham jadi “bapa semua orang percaya.”*
*Hudson Taylor*, bapak misi ke China, jalanin iman Abraham di abad 19. Umur 21, Tuhan panggil: “Ke China.” Dia tidak tau bahasa Mandarin. Tidak ada gaji. Tidak ada tim. Gereja Inggris bilang: “Kamu gila. China tertutup.”
Tapi Hudson jawab: *“Tuhan sudah bilang pergi. Urusan sampai, itu kerjaan Dia.”* Dia naik kapal 6 bulan. Hampir mati di laut. Sampai China, pakai baju lokal, kepang rambut, makan pakai sumpit. Orang Inggris hina dia: “Jadi China?” Dia jawab: “Saya mau China kenal Kristus, bukan kenal Inggris.”
*Hasilnya?* China Inland Mission berdiri. 800 misionaris dikirim. 18.000 orang China terima Yesus. Hari ini gereja China 100 juta jiwa – akarnya dari 1 orang yang “pergi tanpa tahu tujuan”.
Hudson bilang: *“Tuhan punya 3 cara jawab: Ya, Tidak, Tunggu. Tapi waktu Dia bilang ‘Pergi’, jawabannya cuma satu: Amin.”*
✝️ *IMAN BUKAN NUNGGU SEMUA JELAS BARU MELANGKAH. IMAN MELANGKAH DULU, KEJELASAN DATANG DI TENGAH JALAN*
✅ *TANTANGAN HARI INI:*
Tuhan suruh kita “pergi” ninggalin apa? Zona nyaman? Dosa favorit? Karir yang tidak Tuhan mau? Pacar yang tidak seiman? *Kita tidak harus tau 10 tahun ke depan. Kita cuma harus tau Pribadi yang pegang tangan kita hari ini.* Kejadian 12:4: *“Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya.”Denger. Taat. Jalan. Itu aja.*
*🟢 HALL OF FAITH: ABRAHAM – IMAN YANG TAAT PERGI*
*Selamat pagi dan selamat berakhir pekan*
*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 04 Juli 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*
Diprakirakan masih terdapat adanya pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan yang dapat menyebabkan penumpukan massa udara, namun kuatnya kondisi tiupan angin pada lapisan atas di sekitar Pulau Bintan dapat menghambat pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
🔖 *Peringatan Dini:*
- N I L .
_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._
☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*
📞 0811 7786 091
🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72
(Kota Tanjungpinang)
🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01
(Kab. Bintan)
🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)
![]() |
| Prakiraan Cuaca Tanggal 4 Juli 2026 Prov Kepulauan Riau |
Santapan Harian
Jangan Bertindak Bodoh!
1 Samuel 13:1-22
Semua orang ingin dipuji sebagai orang bijak. Namun, apakah semua orang bijak?
Sudah dua tahun lamanya Saul memerintah Israel dan memimpin pasukan perang. Yonatan mengalahkan pasukan Filistin, dan Saul langsung memberitakannya ke semua rakyat Israel dengan sangkakala. Ini mendatangkan kemarahan orang Filistin dan serangan besar atas Israel di Mikhmas (1-5).
Karena terjepit, banyak rakyat Israel bersembunyi dan melarikan diri. Sementara itu, Saul dan rakyat yang mengikutinya masih menunggu Samuel di Gilgal. Setelah tujuh hari, Saul menjadi resah sehingga ia bertindak sendiri dengan mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan (6-9).
Setelah selesai, Samuel datang dan menegur Saul yang tidak sabar menunggu. Ada keangkuhan dalam hati Saul sebagai raja, seolah-olah tanpa Samuel pun ia bisa memohon perkenanan TUHAN. Kata Samuel, "Sungguh bodoh tindakanmu itu!" (13). Saul tidak menaati perintah TUHAN sehingga TUHAN tidak akan mengokohkan kerajaannya, dan akan mencari seorang yang berkenan di hati-Nya sebagai pemimpin umat-Nya (13-14).
Tindakan yang Saul pikir bijak adalah tindakan bodoh. Meskipun Saul adalah raja yang dipilih TUHAN dan diberi Roh sehingga ia dapat memerintah Israel dengan bijak, namun akibat kebodohannya yang melawan TUHAN, TUHAN pun tidak lagi berkenan kepadanya.
Hati-hatilah, upaya kita untuk bertindak bijak menurut pandangan kita sendiri belum tentu benar di hadapan Tuhan, bahkan dapat berujung pada tindakan bodoh yang tidak Tuhan perkenan dan sangat merugikan kita. Akhirnya, bukannya mengikuti rancangan Tuhan yang benar, kita malah menyimpang dari Tuhan dan memutuskan pengharapan akan masa depan.
Sekali-kali janganlah kita menganggap diri kita serba bisa. Sehebat dan sebesar apa pun keberhasilan yang kita capai, kita tetaplah manusia yang seharusnya taat kepada Allah. Dengarkanlah firman-Nya dan jadilah bijak, supaya dalam kesempitan sekalipun, kita tetap setia kepada Tuhan. [NRG]
Baca Gali Alkitab 1
1 Samuel 13:1-22
Dalam keadaan baik-baik saja, mungkin kita dapat berpikiran matang dan berpikir dengan tenang, sehingga cukup besar peluang kita untuk melakukan tindakan yang bijak. Namun, bagaimana jika kita berada dalam kesempitan? Jika kita harus mengambil keputusan selagi lawan mendekat dan kawan mendesak, bisakah kita menghindari dosa dan menaati perintah Tuhan? Atau, akankah kita mengulang kebodohan yang sama seperti Saul?
Apa saja yang Anda baca?
1. Berapa lama Saul menjadi raja, dan apa yang ia lakukan? (1-2)
2. Apa yang Yonatan dan Saul lakukan? (3-4)
3. Apa yang orang Filistin lakukan, lalu apa reaksi rakyat Israel dan Saul? (5-7)
4. Mengapa Saul menunggu, dan apa tindakannya? (8-9)
5. Apa yang terjadi ketika Samuel muncul? (10-12)
6. Apa teguran Samuel kepada Saul? (13-14)
7. Bagaimana Saul memimpin barisan rakyatnya, dan bagaimana orang Filistin maju menyerang? (15-18)
8. Apa strategi orang Filistin dan apa akibatnya? (19-22)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa Saul melakukan tindakan yang Samuel sebut sebagai tindakan bodoh?
2. Apa yang harus kita miliki agar kita dapat bertindak bijak dan tidak bertindak bodoh?
3. Seberapa besar kebodohan dan ketidaktaatan yang sebenarnya kita lakukan jika kita bertindak sendiri?
4. Apa yang semestinya kita lakukan jika kita bertindak bodoh?
Apa respons Anda?
1. Apa saja tindakan bodoh yang barangkali pernah Anda lakukan, dan bagaimana sikap Anda agar tidak mengulanginya?
2. Bagaimana Anda akan berdoa agar Tuhan terus mengajar dan memimpin Anda untuk tetap bijak dalam segala keadaan?
Pokok Doa:
Memohon penguatan dari Tuhan agar kita percaya Dia sepenuhnya dan selalu setia kepada-Nya.