Santapan Harian
Pelarian Daud
1 Samuel 21:1-22:5
Setelah perpisahan dengan Yonatan, pergilah Daud ke empat tempat di mana ia mengalami empat perjumpaan.
Daud melarikan diri dari Saul dan tiba di Nob, lalu bertemu dengan Imam Ahimelekh. Dalam keadaan lapar, Daud meminta roti, dan Ahimelekh memberinya roti yang telah dikuduskan dari Kemah Suci. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan manusia dapat lebih diutamakan daripada hukum ritual. Daud juga menerima pedang Goliat, yang mengingatkan kemenangan masa lalu Daud karena pertolongan Allah dan menjadi tanda penyertaan Allah di masa sulit (21:1-9).
Dari sana, Daud mencari perlindungan dan sampai di antara orang Filistin di Gat, tetapi rasa takut menguasainya (21:12). Untuk menghindari bahaya, ia berpura-pura gila; ini menggambarkan kecerdikan Daud. Dalam ketakutannya itu, perlindungan Allah tetap menaungi Daud. Untuk bertahan hidup memang dibutuhkan kecerdikan.
Daud kemudian melarikan diri ke gua Adulam, dan di tempat itu keluarganya dan orang-orang yang dalam kesukaran berkumpul bersamanya; Ia menjadi pemimpin mereka (22:2). Kemudian Daud mendapat petunjuk dari Nabi Gad di Mizpa, yang memerintahkannya untuk meninggalkan kubu Adulam dan kembali ke Yehuda.
Melalui cara-cara yang tak terduga Allah memberikan penyediaan bagi hamba-Nya yang berada pada masa-masa sulit; namun ketaatan terhadap petunjuk Allah sangatlah penting.
Dari perjalanan pelarian Daud ini, kita belajar bahwa yang menjaga hidup kita di mana pun kita berada dan yang mengizinkan kita berjumpa dengan berbagai macam orang adalah Tuhan. Dalam perjalanan hidup kita, akan ada orang yang memberikan kebaikan dan orang yang mendatangkan ancaman, juga orang yang membutuhkan bantuan dari kita dan orang yang membantu kita. Dari beragam perjumpaan itu, kita dapat melihat pemeliharaan Tuhan atas kita.
Bergantunglah pada kuasa Tuhan dan terus hidup dalam naungan pemeliharaan-Nya, agar Tuhan senantiasa berkenan kepada kita. [SNP]
![]() |
| Yang Penting Ada Ayunan |
![]() |
| Memandang ke Depan |


