H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 28 Maret 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Maret Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 28 Maret 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan belum terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Kondisi kelembapan udara di lapisan atas yang masih relatif rendah juga berpengaruh terhadap rendahnya potensi pertumbuhan awan- awan hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum, kondisi cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan Berawan sepanjang hari.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 28 Maret 2026 Prov Kepulauan Riau


Yesaya 17 : 13

 Selamat pagi buat kita semua..


Yesaya 17:13 (TB) Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar; tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh, terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin, dan seperti dedak ditiup puting beliung. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™










Mazmur 51 : 19

 *“Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”*

๐Ÿ“– *Mazmur 51:19*


John Newton dulunya bukan orang baik. Ia hidup sebagai pelaut dan terlibat dalam perdagangan budak—sebuah praktik yang kejam dan tidak manusiawi. Ia jauh dari Tuhan dan hidup dalam dosa tanpa rasa bersalah.


Suatu hari, kapalnya dihantam badai besar di tengah laut. Angin kencang, ombak tinggi, dan kematian terasa sangat dekat.


Di tengah ketakutan itu, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia berseru kepada Tuhan. Bukan dengan doa yang indah, tetapi dengan hati yang hancur. Ia sadar: hidupnya salah, jalannya menyimpang dan ia membutuhkan Tuhan. Badai itu menjadi titik balik hidupnya. Ia tidak langsung menjadi sempurna, tetapi hatinya berubah.


Perlahan-lahan ia meninggalkan kehidupan lamanya dan akhirnya menjadi seorang pelayan Tuhan. Bahkan ia menulis lagu terkenal: Amazing Grace—sebuah kesaksian tentang kasih Tuhan yang menyelamatkan orang berdosa seperti dirinya.


Prapaskah adalah waktu untuk melihat ke dalam hati. Bukan untuk menilai orang lain, tetapi untuk bertanya kepada diri sendiri: 

▪️apakah hati kita masih lembut di hadapan Tuhan?

▪️apakah kita masih peka terhadap dosa? atau kita mulai terbiasa dan menganggapnya biasa?


Sering kali kita terlihat baik di luar, tetapi di dalam: ada kesombongan, ada kepahitan dan ada dosa yang disembunyikan. Mazmur mengingatkan bahwa Tuhan tidak mencari kesempurnaan,

tetapi hati yang hancur dan mau kembali. Hati yang hancur bukan berarti lemah, tetapi hati yang sadar bahwa ia membutuhkan Tuhan.


Seperti John Newton, perubahan dimulai ketika kita berhenti membenarkan diri dan mulai merendahkan hati di hadapan Tuhan dan kabar baiknya: Tuhan tidak pernah menolak orang yang datang dengan hati yang sungguh-sungguh.


Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni dan tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang rendah.


✝️ *Hati yang hancur di hadapan Tuhan adalah awal dari pemulihan yang sejati.*


✅ *Hati yang Rendah Membawa Pemulihan*






Renungan Doa dengan Kasih

 Santapan Harian

Doa dengan Kasih 

Yohanes 17 


Sebagai orang percaya, kita memahami doa sebagai komunikasi dengan Allah. Kadang kita bergumul perihal bagaimana kita dapat menghidupi doa kita. Sebagai umat, kita pun bertanya bagaimana seorang imam besar mempersembahkan kurban bagi umat dan memastikan bahwa kurban itu diterima Allah?


Dalam doa terakhirnya, Tuhan Yesus berbicara dengan Bapa yang mengutus-Nya. Ia berdoa, pertama untuk diri-Nya sendiri (1-5), kemudian Ia berdoa bagi para murid-Nya (6-19), dan akhirnya untuk orang-orang yang kelak akan percaya (20-26). Tuhan Yesus memohon kekuatan dari Bapa supaya Ia dapat memuliakan Bapa melalui jalan salib, yakni "peninggian-Nya" (1-5). Penyelesaian tugas ini menjamin hidup kekal saat orang percaya mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Tuhan Yesus yang diutus oleh Bapa (3). Tuhan Yesus menggenapi setiap firman yang dinubuatkan (6-8).


Selanjutnya, Tuhan Yesus berdoa untuk para murid-Nya, memohon perlindungan dan penyucian mereka dengan firman Allah (6-19). Para murid ini adalah kepunyaan Allah Bapa yang menerima firman Tuhan yang diberikan kepada mereka. Firman itu telah mengubah hidup mereka. Tuhan Yesus berdoa agar mereka tetap bersatu dalam kasih dan kebenaran ketika Ia akan meninggalkan mereka.


Akhirnya, Tuhan Yesus berdoa untuk semua orang percaya masa depan, memohon agar mereka dapat mengalami kesatuan ilahi (20-26). Ia berdoa agar mereka mengenal kasih Tuhan dan realitas hidup kekal melalui diri-Nya.


Yohanes 17 mengungkapkan inti misi Yesus, yaitu rekonsiliasi, kesatuan, dan hidup kekal. Doa Tuhan Yesus sebagai Imam Besar bukan hanya menyatukan kita dalam persekutuan dengan Allah dan sesama, melainkan juga menantang kita untuk merenungkan hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama saat ini, mendorong kita untuk hidup dalam kasih dan kesatuan sebagaimana Kristus telah memberikan teladan bagi kita. Tuhan Yesus memberikan teladan doa yang bersyafaat bagi tugas-Nya dan bagi umat-Nya. Lantas, bagaimana dengan doa kita hari ini? [IBS]



Baca Gali Alkitab 13


Yohanes 17


Yohanes pasal 17 memuat doa Imam Agung Yesus yang terpanjang yang dicatat dalam Alkitab dan diucapkan-Nya tepat sebelum Dia pergi ke Taman Getsemani untuk ditangkap. Doa ini sangat intim, memperlihatkan hati-Nya dan prioritas-Nya bagi murid-murid-Nya dan semua orang percaya. Doa ini memuat doa (1) bagi Diri-Nya sendiri yang memuliakan Bapa melalui penyelesaian misi, (2) bagi murid-murid-Nya, untuk perlindungan dan pengudusan di dalam dunia, dan (3) bagi semua orang percaya, untuk kesatuan dan kasih mereka.


Yesus berdoa agar melalui kematian dan kebangkitan-Nya yang memuliakan Bapa, semua orang yang percaya kepada-Nya dilindungi, dikuduskan, dan dipersatukan dalam kasih, sehingga umat di dunia dapat mengenal Bapa yang benar dan menerima hidup yang kekal.


Apa saja yang Anda baca?

1. Apa saja yang Yesus katakan sebagai permintaan agar Bapa memuliakan Anak? (1-5)

2. Apa yang Yesus katakan perihal murid-murid-Nya? (6-19)

3. Apa yang Yesus katakan perihal semua orang yang akan percaya melalui kesaksian murid-murid agar mereka menjadi satu seperti Bapa dan Anak adalah satu? (20-26)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa permohonan utama Yesus bagi semua orang percaya?

2. Apa tujuan dari kesatuan antara semua orang percaya?


Apa respons Anda?

1. Kecenderungan duniawi seperti apakah di dalam hidup Anda yang perlu diungkapkan sebagai pengakuan dosa?

2. Tekad apa yang akan Anda buat untuk memuliakan Allah melalui talenta, pekerjaan, atau pelayanan Anda?


Pokok Doa:

Memohon pembebasan bagi setiap keluarga dari tipu daya dunia dan belenggu kuasa jahat.