H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 03 April 2026

Menjelang Jumat Agung

 *RENUNGAN SINGKAT*

*MENJELANG JUMAT AGUNG*


HAMORAON-HAGABEON-HASANGAPON

Mat 16:26 "Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?"


Pada banyak halak Batak, keluarga yang berhasil adalah keluarga yang sudah memiliki 3-H Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan) dan Hasangapon (kehormatan). Untuk memperoleh 3-H pasti banyak tantangan dan persoalan. Akibatnya, banyak keluarga yang menghalalkan segala cara, untuk memiliki 3-H. Untuk mendapatkan Hamoraon, mereka melakukan korupsi. Untuk mendapatkan Hagabeon, karena belum memiliki anak, isteri diceraikan dan menikah lagi. Untuk mendapatkan Hasangapon, menyogok agar anaknya masuk PNS, ABRI atau pekerjaan bonafit lain. Bahkan ada yang mau menjual imannya asalkan mendapatkan jabatan di kantor. Masih banyak contoh-contoh penyimpangan lain untuk memperoleh 3-H. Sebaliknya, ketika keluarga tidak memiliki 3-H banyak keluarga yang menjadi malu, minder, sedih bahkan putus asa karena mereka diacuhkan, diejek, disingkirkan dihina bahkan diteror.


Mengejar 3-H bukanlah hal yang salah. Akan tetapi 3-H bukanlah tujuan utama.


Didalam iman Kristen, ukuran keberhasilan keluarga adalah bagaimana keluarga menerima dan memegang teguh Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Setelah itu, bagaimana melakukan kehendak Kristus sang Juruslamat. Mencapai keberhasilan ini tidaklah mudah. Banyak tantangan dan persoalan yang akan dihadapi. Akan tetapi, Yesus sudah memberi contoh, bagaimana Dia berhasil mencapai tujuanNya menyelamatkan manusia dengan menderita. Dia rela dicerca, dicambuk, dihina dan mati di kayu salib, akan tetapi menjadi pemenang lewat kebangkitanNya. Agar menjadi keluarga Kristen yang berhasil, keluarga harus melakukan seperti yang dikatakan Yesus dalam Mat 16:24 (Jika seseorang mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku). Agar dapat memikul salib dan menjadi pemenang, Rasul Paulus mengajak kita untuk menggunakan 7 perlengkapan senjata rohani seperti yang tertulis dalam Efesus 6: 14-18 (ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan, perisai iman, ketopong keselamatan, pedang roh dan doa).


Dengan demikian, tidak memiliki 3-H tidak akan membuat kita malu, minder, sedih dan putus asa. Tidak memiliki 3-H akan tetap membuat kita bersukacita dan bersyukur. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? (Mat 16:26)


Pertanyaan untuk direnungkan : 

- Apakah arti keberhasilan dalam keluarga saya sudah sesuai dengan arti keberhasilan dalam iman Kristen?

- Bagaimana saya menghadapi tantangan dan penderitaan untuk mencapai keberhasilan yang sesuai dengan iman Kristen? 


Berdoa : 

Ya Tuhan, berikan hikmat kepada keluarga kami untuk mencapai keberhasilan sesuai dengan keinginanMu. Ajar kami untuk menggunakan tujuh perlengkapan senjata rohani untuk dapat mengatasi tantangan dan penderitaan yang kami hadapi untuk menjadi keluarga Kristen yang berhasil sesuai dengan ajaranMu. Amin.











Yesaya 53 : 6

 Yesaya 53:6 (TB) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. 


https://alkitab.app/v/f3b3549de571











Mengenang Jumat Agung

 SELAMAT MENGENANG 

     JUMAT AGUNG

PENYALIBAN YESUS RISTUS

DI BUKIT GOLGOTA 

  🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Kiranya Moment ini Roh Kudus Berbicara di hati kita ttng Kenyataan Dosa Dosa yg telah kita Perbuat. Menyadari bahwa Sakit penyakit, Kesengsaraan & Maut atau Kematian atau Terhukum di Jurang Neraka semestinya harus Kita terima sebagai konsekwensi Dosa yg kita perbuat.

Syukur atas Kemurahan TUHAN 

 Iman kpd Salib Kematian Yesus telah Menyelamatkan kita.

         YESAYA 53 : 5,4,6

Tetap dia Tertikam oleh karena Pemberontak kita,

dia diremukan oleh karena Kejahatan kita,

Ganjaran yg Mendatangkan Keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,

dan oleh Bilur bilurnya Kita Sembuh.

Tetapi sesungguhnya Penyakit kitalah yg ditanggungnya

dan Kesengsaraan kitalah yang dipikulnya,

pada hal kita Mengira kena Tulah,

dipukul & ditindas Allah.

Kita sesat seperti Domba

Masing2 kita mengambil jalannya sendiri 

tetapi Tuhan telah Menimpakan Kepadanya Kejahatan kita sekalian 

Dia dianiya tetapi dia membiarkan diri ditindas....



While we were still *weak,* (Rom. 5:6)

While we were still *sinners,* (Rom. 5:8)

While we were *enemies of God,* (Rom. 5:10)

*CHRIST DIED FOR US,* THE UNGODLY!


*Today, through our Lord Jesus Christ,*

Come and be reconciled with God! 

Come and be reconciled with you yourself!

Come and be reconciled with other people!


And then,

Be an agent of reconciliation for other with others!

Be an agent of reconciliation for other with God!


Have a blessed *GOOD FRIDAY!*


_Paraphrased from Rev. Stephen Tong's sermon_

_on Good Friday *"The Death that Reconciles"*_

Friday, April 3rd, 2026 @ Indonesia Arena, Jakarta








Yesaya 53 : 5

 “Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita…” (Yesaya 53:5)

Jumat Agung bukan sekadar peringatan, tetapi undangan untuk kembali melihat kasih yang tak terbatas.

Pengorbanan-Nya membawa pengharapan bagi dunia.

Mari datang dengan hati yang hening dan penuh syukur.


Tuhan Yesus memberkati. πŸ˜‡







Selamat Jumat Agung

 _*1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.*_


_*1 Petrus 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,*_


Selamat Jumat Agung, Tuhan Yesus memberkati πŸ™
























































Renungan Perjalanan Ke Salib

 *Perjalanan Ke Salib*


Keringat darah tercurah saat Tuhanku dengan suara bergetar: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."


Lalu Yesus menjalani dakwaan demi dakwaan di tempat dimana keadilan disalahgunakan, dan kebenaran begitu dibenci.


Sampai akhirnya suara terbanyak berseru dengan nada yang semakin keras: Salibkan Dia, Salibkan Dia, Salibkan Dia…seruan itu tidak berhenti, sampai kekuasaan takluk dan bertekuk lutut.


Yesus dengan tertatih berjalan sambil memanggul salibNya…tetesan darah menandai jejak kakinya, cambukan keras mendorong setiap langkahNya.


Sampai tiba di Golgota.

Tergantung di kayu Salib, Bapa memalingkan muka dari Dia yg menanggung dosa kita.


Di salib itu, Yesus menanggung Amarah Bapa akibat dosa kita.

Kitalah seharusnya menanggung amarah Tuhan itu….

Kitalah seharusnya yg menanggung hukuman itu…

Kitalah seharusnya yang mati secara hina di Kayu Salib itu.


Semua ditanggungNya, dijalaniNya untuk menyelamatkan orang yang menyerahkan hidupnya kepada Yesus


PLTobing, 3 April 2026











Sebab Sangat Penting

 1 Korintus 15:3

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,


Luar biasa kasih Tuhan kpd kita. Dia rela menjadi manusia, mengambil rupa sbg hamba, menderita sd mati di salib demi kasihNya yg sangat besar kpd kita itu. Semoga kita menerima & menikmati kasihNya itu ya.


Sebagai rasa syukur, karena kita telah menerima kasihNya yang sangat besar itu, maka: pertama kita berjuang membangun relasi yang baik dengan Tuhan; ke dua membangun pemahaman teologia Kristen yang lebih baik; ke tiga membangun ketrampilan menyaksikan/menceritakan bahwa Yesus adah juru selamat yang diutus Allah bagi semua manusia; ke empat kita menceritakan bahwa Yesus adalah Tuhan & juru selamat yang diutus Allak untuk manusia kepada keluarga, sahabat, teman, kenalan & orang yg kita jumpai. 


Dengan bersyukur dgn cara demikian, mk semakin banyak orang yg mendengar Yesus adalah Tuhan dan juru selamat. 


Kalau Tuhan Yesus memberkati kesaksian dan pemberitaan kita, mk semakin banyak orang dirampas dari dosa dan akibatnya. 


Selamat Jumat Agung & Tuhan Yesus memberkati.






Mari Kita Bernyanyi

 https://youtu.be/4_fLjXuhgrs?si=rR066DLkZxqaQcSH

KJ. 31a

Mari kita sama sama bernyanyi


1. Mungkinkah aku pun serta tertolong oleh darahNya?

Akulah pangkal siksaNya, yang menyebabkan matiNya.

Agung benar, ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!

Agung benar, ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!


KJ. 31b


1. Mungkinkah aku pun serta tertolong oleh darahNya?

Akulah pangkal siksaNya, yang menyebabkan matiNya.

Agung benar, ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!

Agung benar, ya Tuhanku: Engkau tersiksa gantiku!


Rm 7:24-25; Mrk 15:15; Flp 2:6-8


2. Para malak sekalipun tiada dapat mengerti

apa sebabnya Yang Kudus menanggung siksa yang keji.

KasihNyalah alasannya menanggung dosa dunia.










1 Petrus 2 : 24

 *BAGIKANLAH KUASA DARAH & BILUR2 KRISTUS BAGI SESAMA!*


1 Petrus 2:24

*Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Amin.*


πŸ•Š️❤️πŸ™_










Apakah Kita Mau Diubahkan ?

 *“Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!”*

πŸ“– *Mazmur 51:12*


Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang dikenal sebagai orang yang tidak jujur dan tidak disukai oleh masyarakat. Ia kaya, tetapi hidupnya tidak benar.


Suatu hari, ketika Yesus datang ke kotanya, Zakheus sangat ingin melihat Dia. Karena tubuhnya pendek, ia memanjat pohon hanya untuk bisa melihat Yesus.


Hal yang mengejutkan terjadi. Yesus berhenti, memandangnya, dan berkata bahwa Ia ingin singgah di rumahnya. Pertemuan itu mengubah hidup Zakheus.


Tanpa dipaksa, tanpa dihakimi, Zakheus berkata:

ia akan mengembalikan apa yang ia ambil secara tidak benar bahkan menggantinya berlipat ganda. Perubahan itu datang dari dalam— karena hatinya disentuh oleh Tuhan.


Prapaskah adalah waktu untuk perubahan hati. Bukan sekadar perubahan luar rutinitas rohani, aktivitas gereja atau kebiasaan sementara. Tetapi perubahan yang terjadi di dalam hati.


Seperti Zakheus, banyak orang mungkin terlihat baik di luar tetapi menyimpan hal yang tidak benar di dalam. Namun satu perjumpaan dengan Tuhan dapat mengubah segalanya. Perubahan sejati tidak dipaksakan, tetapi lahir dari hati yang mau dibentuk.


Pertanyaannya bukan:

“Apakah kita sempurna?” Tetapi: “Apakah kita mau diubahkan?” Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, tetapi orang yang hatinya terbuka.


Biarkan Tuhan menjamah hati kita. Jangan hanya berubah di luar, tetapi izinkan Tuhan mengubah dari dalam. Karena perubahan hati akan mengubah seluruh hidup.


✝️ *Hati yang terbuka bagi Tuhan akan mengalami perubahan yang sejati.*


✅ *Hati yang Siap Diubahkan*











Prakiraan Cuaca Tanggal 3 April Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 03 April 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan belum terdapat pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan, namun relatif lambatnya pergerakan angin di lapisan atas dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif. Kondisi cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan Cerah Berawan hingga berpotensi terjadi hujan ringan yang bersifat lokal/tidak merata pada siang hari.


πŸ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada pertumbuhan awan Cumulonimbus penyebab terjadinya hujan ringan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang hari.

- Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering di sekitar wilayah Pulau Bintan.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

πŸ“ž 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)


















Prakiraan Cuaca Tanggal 3 April 2026 Prov Kepulauan Riau



Jumat Agung

 Cawan bukan hanya penderitaan disalib yg luar biasa,tapi cawan ditinggal kan Bapa karena murkaNya atas dosa.Yesus menanggung semua dosa,hukuman,kenajisan dan semua kelemahan manusia.Karena kasihNya kepada kita.















Renungan Lihatlah Anak Domba Allah

 Santapan Harian

Lihatlah Anak Domba Allah 

Yohanes 19:28-37 


Di awal injil Yohanes, penulis Injil memperkenalkan Yesus sebagai "Anak Domba Allah" (Yoh 1:29, 36). Dalam perayaan Paskah Israel kuno, seekor anak domba disembelih dan darahnya dibubuhkan pada ambang pintu sebagai tanda keselamatan (Kel 12:1-11).


Dalam perayaan Paskah kali ini (31; Yoh 19:14), penulis Injil menuliskan beberapa unsur yang menegaskan bahwa Yesus adalah Anak Domba Paskah Sejati. Pertama, frasa "supaya digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci" (28, 36) menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada Yesus bukanlah kebetulan, melainkan penggenapan Perjanjian Lama.


Kedua, prajurit menggunakan hisop untuk memberikan anggur asam kepada Yesus (29). Hisop adalah tanaman dalam upacara penyucian yang digunakan untuk membubuhkan darah anak domba paskah (Kel 12:22).


Ketiga, Yesus mati pada waktu yang sama dengan penyembelihan anak domba Paskah. Menurut catatan Mishnah dan sejarawan Yahudi, anak domba disembelih antara jam 2-4 sore. Kematian Yesus sekitar jam 3 sore (Mat 27:46) menggenapi Yesus sebagai anak domba Paskah (1Kor 5:7).


Keempat, prajurit-prajurit tidak mematahkan kaki Yesus (33). Sesuai aturan Paskah bahwa tulang anak domba Paskah tidak boleh dipatahkan (36; Kel 12:46), ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Domba yang tak bercacat, sempurna, dan layak menjadi kurban pendamaian (bdk. 1Ptr 1:19).


Kelima, Ia benar-benar mati di atas salib. Lambung tertikam, darah dan air mengalir keluar, serta seorang prajurit yang menjadi saksi membuktikan kematian-Nya (34-35).


Melalui unsur-unsur ini, kita disadarkan bahwa salib bukan hanya tempat penderitaan, melainkan mazbah pengurbanan Anak Domba Allah. Darah-Nya dicurahkan sebagai penghapusan dosa dan penyelamatan umat manusia.


Ketika kita merenungkan kematian Yesus hari ini, percayalah, Yesus benar-benar mati di atas salib bagi kita. Ia ditikam karena pemberontakan kita agar kita diselamatkan (Yes 53:5). Darah-Nya yang tercurah adalah sumber keselamatan dan kehidupan kekal kita. [JMH]