*Perjalanan Ke Salib*
Keringat darah tercurah saat Tuhanku dengan suara bergetar: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Lalu Yesus menjalani dakwaan demi dakwaan di tempat dimana keadilan disalahgunakan, dan kebenaran begitu dibenci.
Sampai akhirnya suara terbanyak berseru dengan nada yang semakin keras: Salibkan Dia, Salibkan Dia, Salibkan Dia…seruan itu tidak berhenti, sampai kekuasaan takluk dan bertekuk lutut.
Yesus dengan tertatih berjalan sambil memanggul salibNya…tetesan darah menandai jejak kakinya, cambukan keras mendorong setiap langkahNya.
Sampai tiba di Golgota.
Tergantung di kayu Salib, Bapa memalingkan muka dari Dia yg menanggung dosa kita.
Di salib itu, Yesus menanggung Amarah Bapa akibat dosa kita.
Kitalah seharusnya menanggung amarah Tuhan itu….
Kitalah seharusnya yg menanggung hukuman itu…
Kitalah seharusnya yang mati secara hina di Kayu Salib itu.
Semua ditanggungNya, dijalaniNya untuk menyelamatkan orang yang menyerahkan hidupnya kepada Yesus
PLTobing, 3 April 2026


Semua ditanggungNya, dijalaniNya untuk menyelamatkan orang yang menyerahkan hidupnya kepada Yesus.
BalasHapusAmen
BalasHapus