H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 11 Mei 2026

Mazmur 52 : 8

 Slmt pg buat kita semua...


Mazmur 52:8 (TB) (52-10) Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™




Pra Alumni Tanjung Pinang





Paneitonga Siantar







Matius 5 : 46-47

 *“Sebab jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan jikalau kamu memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?”*  

๐Ÿ“– *Matius 5:46-47*


Kisah hidup Elisabeth Elliot adalah bukti bahwa kasih agape sanggup mengasihi orang yang merenggut nyawa orang yang paling kita cintai.


Tahun 1956, suami Elisabeth, Jim Elliot, bersama 4 misionaris lain dibunuh oleh suku Auca di pedalaman Ekuador. Suku itu terkenal ganas. Mereka tombak Jim dan teman-temannya sampai mati di tepi sungai.


Dunia bilang: “Pulang. Mereka tidak layak.” Tapi 2 tahun kemudian, Elisabeth justru kembali ke suku yang sama. Ia tinggal bersama mereka. Ia belajar bahasa mereka. Ia merawat anak-anak mereka.


Ia bahkan tinggal serumah dengan pria yang dulu melempar tombak ke dada Jim. Elisabeth menyuapi pria itu saat sakit, mengajarinya membaca, dan menceritakan tentang Yesus yang mengampuni.


Kenapa? Karena Elisabeth percaya: “Kasih Kristus tidak masuk akal. Dia mati bagi musuh-Nya. Masakan aku tidak bisa hidup bagi musuhku?”


Bertahun-tahun kemudian, suku Auca bertobat. Mereka yang dulu membunuh, sekarang jadi penginjil. Mereka memanggil Elisabeth “Bintang” — karena ia membawa terang ke dalam kegelapan mereka.


Bagi Elisabeth, kasih agape bukan balas dendam. Kasih agape adalah kasih yang menembus dinding permusuhan dengan pengampunan dan kehadiran.


Inilah kuasa kebangkitan itu — mengubah kuburan kebencian menjadi taman kehidupan, karena Kristus bangkit untuk mendamaikan kita dengan Allah saat kita masih seteru-Nya.


Sering kali kita cuma mau mengasihi yang “selevel” dengan kita. Tetapi Tuhan memanggil kita untuk masuk ke dunia musuh kita dan membawa kasih-Nya ke sana.


Setelah Paskah, kita diingatkan bahwa salib adalah tempat di mana Allah mengasihi pembunuh Anak-Nya sendiri.


✝️ *KASIH AGAPE MENGASIHI MUSUH SAMPAI BERTOBAT*


✅ *MEMBAWA PENGAMPUNAN KE TEMPAT YANG PALING GELAP*






Prakiraan Cuaca Tanggal 11 Mei Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 11 Mei 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau adanya pola belokan angin (_shearline_) dengan nilai kelembapan udara yang relatif basah di sekitar wilayah Pulau Bintan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan didominasi Berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang pada siang hari yang dapat disertai petir/kilat namun masih bersifat lokal.


๐Ÿ”– *Peringatan Dini:*

- Waspada pertumbuhan awan Cumulonimbus penyebab terjadinya hujan intensitas ringan - sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang hari yang bersifat lokal.


_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

๐Ÿงพ https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)



















Prakiraan Cuaca Tanggal 11 Mei 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Kefasikan yang Sama Dengan Dunia

 Santapan Harian

Kefasikan yang Sama dengan Dunia 

Hakim-hakim 19 


Salah satu ironi dalam kehidupan umat Allah adalah umat juga melakukan kefasikan, yang bahkan Allah tidak memberi toleransi ketika orang tidak percaya melakukannya.


Seorang Lewi mengambil seorang gundik, tetapi gundik itu marah dan pergi ke rumah ayahnya (1-2). Ia pun pergi menyusul dan membujuk gundiknya. Mertuanya berusaha menahannya sampai lima hari, tetapi akhirnya kembalilah gundik itu dengannya (3-10).


Ketika orang Lewi itu tidak mau singgah di Yebus, sebuah kota asing, mereka bermalam di Gibea, kota orang Israel, tepatnya suku Benyamin (11-14). Di sana tidak ada seorang pun yang menawarkan tumpangan di rumahnya, sampai seorang Efraim yang tinggal di Gibea membawa mereka ke rumahnya serta memberikan makanan dan minuman (15-21).


Lalu, terjadilah kefasikan. Orang-orang kota mengepung rumah itu dan memaksa pemilik rumah untuk membawa orang itu keluar, "supaya kami menggauli dia, " kata mereka (22). Pemilik rumah berupaya mencegah orang-orang itu, bahkan menawarkan anak perempuannya dan gundik itu (23-24). Namun, karena orang-orang kota terus memaksa, orang Lewi itu menyerahkan gundiknya. Gundik itu diperkosa sampai mati (25-28).


Setelah membawa mayat gundiknya pulang, orang Lewi itu memotongnya menjadi 12 potong dan mengirimkannya ke seluruh wilayah Israel (29).


Kita dapat melihat adanya kemiripan dengan peristiwa di Sodom (lih.Kej 19:4-9). Kota Sodom, tempat tinggal bangsa yang tidak mengenal Allah, dihancurkan karena kefasikan mereka yang luar biasa. Menyedihkan sekali, sekarang Kota Gibea, tempat kediaman umat Allah yang seharusnya menjadi tempat yang aman, malah menjadi sarang kefasikan dan perbuatan biadab.


Sebagai umat Allah, kita dituntut untuk hidup dengan standar yang lebih tinggi (lih. Yak 3:1). Maka, ketika kita melakukan kefasikan seperti yang dilakukan dunia, Allah kita pasti tidak akan memberikan toleransi. Kita seharusnya mencontohkan perbuatan mulia dengan menyediakan bantuan dengan tulus dan melindungi orang lain, sesama kita. [INT]