1 Samuel 2:3 (TB) Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.
https://alkitab.app/v/1014116118c8
1 Samuel 2:3 (TB) Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.
https://alkitab.app/v/1014116118c8
*True Worship*
[Ibadah Yang Sejati]
*Amos 5:23,* _"Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar"._
Beberapa kata penting dari ayat ini: ada kata *hāsēr =* singkirkan, jauhkan, enyahkan. Lalu ada kata *hamôn =* keramaian, kegaduhan, hiruk-pikuk, suara yang ramai. Kemudian ada kata *shîr =* nyanyian atau lagu. Selanjutnya ada kata *zimrāh =* melodi atau musik yang dimainkan. Juga ada kata *neḇel =* alat musik petik (sering diterjemahkan gambus atau harpa). Serta ada kata *lō’ ’eshmā‘ =* Aku tidak akan mendengarkan. Dari ayat ini bukan berarti Allah _membenci_ musik atau nyanyian ibadah. Dalam banyak bagian Alkitab, Allah justru memerintahkan umat-Nya untuk memuji Dia dengan nyanyian dan alat musik. Konteks Amos 5 menunjukkan bahwa bangsa Israel tetap rajin beribadah, mempersembahkan korban, dan menyanyikan lagu-lagu rohani, namun pada saat yang sama mereka hidup dalam ketidakadilan, penindasan, dan kemunafikan. Oleh sebab itu Allah menolak ibadah mereka. Ayat sesudahnya, Amos 5:24, menjelaskan inti masalahnya: _"Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir"._
Maka sebagai pesan utamanya adalah: *Allah tidak berkenan pada ibadah yang meriah secara lahiriah tetapi tidak disertai kehidupan yang benar dan adil.* Untuk penerapannya: _pertama,_ penting *Menjaga keselarasan antara ibadah dan kehidupan sehari-hari.* Menyanyi, berdoa, dan melayani di gereja adalah baik, namun Allah juga memperhatikan bagaimana kita hidup di luar gereja. Dan ibadah yang sejati tercermin dalam kejujuran, kasih, dan ketaatan setiap hari. Sebagai refleksi, _Apakah perilaku di rumah, pekerjaan, atau sekolah sejalan dengan pujian yang saya nyanyikan kepada Tuhan?_ _Kedua,_ dengan *Mengutamakan hati yang tulus daripada penampilan rohani.* Allah melihat hati, bukan semata aktivitas keagamaan. Seseorang bisa tampak sangat rohani di depan orang lain, namun memiliki motivasi yang salah. Sebagai refleksinya, _Ketika saya beribadah, apakah saya sungguh mencari Tuhan atau hanya menjalankan kebiasaan dan ingin dilihat orang?_ Dan _ketiga,_ tetap *Mempraktikkan keadilan dan kepedulian terhadap sesama.* Dalam konteks Amos, masalah utama Israel adalah ketidakadilan sosial. Tuhan menghendaki umat-Nya memperhatikan orang yang lemah, miskin, dan tertindas. Sebagai refleksinya, _Apakah saya menggunakan kesempatan, posisi, dan sumber daya yang saya miliki untuk menolong dan memperlakukan orang lain dengan adil?_
Tuhan mengharapkan pujian yang lahir dari hati yang tulus, disertai ketaatan, keadilan, dan kasih kepada sesama. Dengan demikian, nyanyian kita menjadi ungkapan penyembahan yang sejati, bukan sekadar suara yang meriah. Untuk hal lainnya, bilakah persembahan atau pelayanan seseorang disebut jahat? Yakni jikalau tidak menyatakannya dari hati yang sungguh mengasihi Tuhan, oleh sebab Tuhan tidak semata tertarik pada luar atau lahiriahnya, namun Tuhan melihat pada hati kita. Realitanya bahwa tidak sedikit orang yang beribadah, bahkan melayani Tuhan, namun ada yang memakai topeng kepalsuan. Tujuannya adalah agar supaya bisa dilihat orang bahwa ia sebagai orang yang baik. Maka hal demikianlah sebagai persembahan yang jahat di hadapan Tuhan. Maka bisa jadi, persembahan ibadah seperti demikian tidak akan diterima oleh Tuhan. Sehingga yang ibadah sejati, keadilan sosial, kemunafikan rohani, dan ketaatan hati yang selaras dengan pesan Amos. Brother Lawrence yang memaknai bahwa ibadah kepada Tuhan tidak terbatas pada kegiatan gerejawi; pekerjaan sederhana sehari-hari pun dapat menjadi penyembahan. Lawrence menyatakan, _"We can do little things for God; I turn the cake that is frying on the pan for love of Him"_ [Kita dapat melakukan hal-hal kecil bagi Tuhan; aku membalik kue yang sedang digoreng di wajan karena kasih kepada-Nya].
*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*
*Selamat pagi dan selamat berakhir pekan*
*Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 21 Juni 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*
Diprakirakan masih terdapat adanya daerah belokan angin ( _shearline_ ) dan kelembapan udara yang relatif tinggi di lapisan atas di wilayah Pulau Bintan sekitarnya dapat menyebabkan penumpukan massa udara dan berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan diprakirakan berawan dan berpotensi hujan berintensitas ringan pada pagi, siang, dan dini hari yang bersifat lokal/tidak merata.
🔖 *Peringatan Dini:*
- Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan-sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi dan siang hari yang bersifat lokal/tidak merata.
- Waspada potensi banjir pesisir (ROB) di wilayah Pesisir Tanjungpinang dan sekitarnya pada tanggal 11 - 23 Juni 2026.
_Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id._
☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*
📞 0811 7786 091
🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72
(Kota Tanjungpinang)
🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01
(Kab. Bintan)
🧾 https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/hotspot/ (Informasi Titik Panas Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan)
![]() |
| Prakiraan Cuaca Tanggal 21 Juni 2026 Prov Kepulauan Riau |
Yesaya 6:3 (TB) Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
https://alkitab.app/v/826123066be5
*“...kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh...”*
📖 *1 Korintus 12:10*
*Bahasa roh = bahasa doa yang diberikan Roh Kudus langsung ke roh kita.* 1 Kor 14:2: *“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”*
**2 fungsi bahasa roh:**
1. *Untuk diri sendiri* – membangun diri. 1 Kor 14:4
2. *Untuk jemaat* – kalau ada karunia menafsirkan, jadi nubuat. 1 Kor 14:5
Ini bukan bahasa aneh-anehan. Ini bahasa Sorga yang logika kita tidak ngerti, tapi Bapa ngerti.
*Hari Pentakosta* adalah ledakan pertama karunia ini.
Kis 2:4: *“Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”*
Hasilnya? 3.000 orang bertobat hari itu. **Bahasa roh buka pintu untuk penuaian.**
*David du Plessis*, dijuluki “Mr. Pentecost” abad 20, bersaksi soal kuasa bahasa roh. Dia dulu anti bahasa roh. Profesor teologi, gereja tradisional. Tapi dia haus akan Tuhan.
Suatu malam dia doa: “Tuhan, kalau bahasa roh dari Engkau, kasih ke saya. Kalau bukan, cabut keinginan ini.”
Tiba-tiba dia mulai berbahasa roh 3 jam. Besoknya, dia bilang: “Saya pikir saya tau Alkitab. Ternyata saya baru kenal Cover-nya. Bahasa roh bawa saya masuk ke Hadirat-Nya.”
Tuhan pakai dia keliling dunia. Bahkan bicara ke Vatikan soal Roh Kudus. Paus Yohanes XXIII panggil dia “saudara terkasih yang dipakai Tuhan.”
David bilang: *“Bahasa roh bukan tujuan. Bahasa roh adalah pintu masuk ke persekutuan dengan Roh Kudus setiap hari.”*
*Yudas 1:20*: *“Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”* Waktu kita lemah, tidak tau mau doa apa, Roh Kudus doain lewat kita dengan keluhan yang tidak terucapkan. Roma 8:26
✝️ *BAHASA ROH BUKAN TANDA KITA LEBIH ROHANI. BAHASA ROH TANDA KITA PUNYA AKSES LANGSUNG 24 JAM KE RUANG TAKHTA*
✅ *HARI INI KALAU KITA SUDAH DIBAPTIS ROH KUDUS, PAKAI BAHASA ROH TIAP HARI.*
*🟢 KARUNIA ROH: BAHASA SORGA YANG MEMBANGUN KITA*
Santapan Harian
Tuhan Membalikkan Keadaan
1 Samuel 2:1-10
Ketika TUHAN menyatakan mukjizat-Nya dan memberikan kelegaan kepada kita, bagaimana sikap kita?
Hana memanjatkan doa, menyatakan kegembiraannya atas pertolongan TUHAN, dan menertawai musuh-musuhnya (1). Musuh yang terdekat adalah Penina. Ia meyakini bahwa TUHAN Allah Yang Mahakudus dan Yang Mahatahu adalah perlindungannya sehingga Penina tidak bisa lagi berkata sombong (2-3). Karena kuasa TUHAN, Hana yang mandul sekarang bisa mengandung dan melahirkan anak (4-5).
TUHANlah yang berkuasa atas kehidupan manusia (6-8). Ia menjaga orang-orang yang dikasihi-Nya, tetapi orang fasik akan binasa. Ia mengadili semua orang sehingga yang melawan-Nya akan hancur, tetapi yang diangkat-Nya akan menjadi kuat dan yang diurapi-Nya akan menjadi tinggi (9-10).
Ketika orang yang sombong suka merendahkan orang lain, TUHAN berkuasa menolong orang percaya dengan membalikkan keadaan. Setelah Samuel, Hana mendapatkan lima orang anak lagi (1Sam 2:21). Akhirnya perempuan yang tadinya direndahkan oleh manusia, sekarang ditinggikan oleh TUHAN.
Hidup ini seperti roda yang berputar, ada kalanya hidup seseorang berada di atas dan ada kalanya di bawah. Orang yang sepertinya punya segalanya bisa saja dihukum Tuhan sehingga ia menderita kehilangan dan kehinaan. Sebaliknya, orang yang tampaknya tidak punya apa-apa bisa saja ditolong Tuhan sehingga ia diberkati dan diberi kehormatan. Semua bisa terjadi karena Tuhan berkuasa atas segalanya, termasuk keadaan hidup kita.
Ketika pembalikkan yang penuh mukjizat terjadi dalam hidup kita, tentunya kita bersukacita dan berdoa memuji Tuhan. Ini membuat kita makin percaya bahwa Tuhanlah penolong kita yang terbaik.
Maka, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas pertolongan-Nya bagi kita selama ini. Makin percayalah bahwa Ia berkuasa atas segala sesuatu, dan makin percayalah juga bahwa kita akan selalu aman sejahtera dalam pemeliharaan-Nya yang penuh kasih dan keadilan. [DLT]
![]() |
| Pesta Siborong Borong |